Showing posts with label All England Super Series Premier 2014. Show all posts
Showing posts with label All England Super Series Premier 2014. Show all posts

Sunday, March 9, 2014

Hebat! Tontowi/Butet Ciptakan Hattrick pada All England 2014

Tontowi Ahmad dan Liliana "Butet" Natsir juara All England 2014 (dok thejakartapost.com)


Bambang Satriaji/Teraslampung.com

Birmingham--Pasangan ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berhasil melakukan hattrick di ajang turnamen All England. Kali ini, Tontowi Ahmad/Liliana Natsir alias Butet menekuk unggulan nomor 1 asal Cina, Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan 21-13 dan 21-17.

Sebelum bertanding, Butet memang sudah berkeingan keras untuk kembali bisa mengandaskan musuh bebuyutannya itu. Tak heran kalau sejak game pertama pasangan Tontowi/Butet terus melakukan penyerangan sehingga permainan berlangsung seru. Saling susul poin sudah terjadi sejak menit-menit awal.

Setelah poin sempat sama 1-1, Zhang/Zhaoi unggul lebih dulu 2-3. Persaingan keras terjadi hingga kedudukan 6-6. Namun, pasangan Indonesia terus dalam tekanan hingga bisa melepaskan diri pada poin 11-10. Unggul kembali pada poin 14-13, Tontowi/Butet terus berupaya mengendalokan permainan sehingga pelan dan pasti meninggalkan lawannya dengan poin 17-13.

Tontowi/Butet mulai di atas angin saat kedudukan 20-13 dan akhirnya mengakhiri game pertama dengan skor 21-13.
Pada game kedua Tontowi/Butet kembali melakukan tekanan sejak awal game. Mulai unggul dengan poin 5-1, Tontowi/Butet terus memimpik hingga angka menjadi 9-5 dan 11-7. Permainan taktis yang pertunjukkan Tontowi/Butet membuat upaya tekanan yang dilakukan pasangan China sia-sia. Tontowi/Butet pun terus memimpin dengan 15-10, 18-13, 20-15.

Selisih lima poin, lagi-lagi membuat pasangan kebanggaan Indonesia itu di atas angin dan akhirnya menyudahi perlawanan pasangan peringkat satu dunia itu, setelah smash keras Tontowi tak dapat dikembalikan Zhang/Zhao.

Sebelum menjuarai All England 2014, pasangan Tontowi/Butet dua kali menjuarai All England secara berturut-turut, yakni pada 2012 dan 2013. Pada All England 2013, Towi/Butet juga mengalahkan Zhang mengalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan angka 21-13 dan 21-17.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan Juarai All England 2014

Hendra Setawan (kanan) dan Mohammad Ahsan mengangkat piala All England (dok AP)

Bambang Satriaji/Teraslampung,com

Birmingham—Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, berhasil menjuarai All England Super Series Premier 2014 setelah dalam final di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris, Minggu (9/3), mengalahkan ganda Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, 21-19 dan 21-19.

Ini merupakan prestasi sangat istimewa bagi Hendra/Ahsan dan tim Indonesia, karena dalam 11 tahun terakhir, baru kali inilah ganda putra Indonesia kembali bisa unjuk gigi. Ganda terakhir Indonesia yang menjuarai All England adalah Candra Wijaya/Sigit Budiarto pada 2003.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan memang menjadi unggulan pertama pada even bulu tangkis beregu tertua di dunia itu. Pada pertandingan final, Hendra/Ahsan tampil gemilang dan langsung menggebrak sejak set pertama. Permainan taktis Hendra/Ahsan membuat Endo/Hayakawa tertinggal. Namun kondisi ini tidak berlangsung lama karena pasangan Jepang itu mampu mengejar dan berbalik unggul.

Saat gantitertinggal, Hendra/Ahsan terlihat susah payah menyalip angka lawan. Saat berhasil menyamakan poin imbang 16-16,  kepercayaan diri Hendra/Ahsan kembali bangkit dan terus mendominasi hingga mengakhiri game pertama dengan 21-19.

Pada set kedua, Hendra/Ahsan kembali unggul pada saat-saat awal. Namun, lagi-lagi pasangan Jepang terus menekan dan berhasil menyamakan kedudukan 11-11. Sejak itu perolehan poin berlangsung sangat ketat. Saat Hendra/Ahsan berhasil unggul 19-17, pasangan  peringkat satu dunia itu kembali menggebrak dan berhasil menyudahi permainan dengan angka 21-19.

Sebelum babak final, pasangan Hendra/Ahsan pada babak pertama mengalahkan pasangan Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dengan 21-14 dan 21-18. Babak kedua, pasangan juara dunia mengalahkan pasangan asal tuan rumah Chris Langridge/Peter Mills dengan kerja keras dan harus rubber set 8-21, 21-17, dan 21-14.

Pada perempatfinal andalan Indonesia itu mengandaskan perlawanan pasangan China, Fu Haifeng/Zhang Nan dengan angka sangat tipis 23-21 dan 22-20. Perjuangan justru agak ringan saat masuk babak semifinal, saat mereka bertemu sesama pemain Indonesia, Markis Kido/Marcus Fernanldi Gideon. Hendra/Ahsan menekuk Markis Kido/Marcus Fernanldi dengan angka 21-7 dan 21-12.