Showing posts with label Infrastuktur Jalan. Show all posts
Showing posts with label Infrastuktur Jalan. Show all posts

Monday, June 2, 2014

Warga Karang Endah Keluhkan Jalan Rusak

Supriyanto/Teraslampung.com

Kondisi Jalan Provindi Kampung Karang Endah Kecamatan  Terbanggibesar, Lamteng, musim hujan seperti kubangan kerbau, musim pana. (Teraslampung.com/Supriyanto).
GUNUNGSUGIH- Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan antara jalan Lintas Sumatera Bandarjaya dengan jalan lintas pantai timur di Kecamatan Bandarmataram, saat ini kondisi sangat memperihatinkan. Jalan yang sebalumnya hanya sebagai jalan kabupaten kini mengalami kerusakan yang sangat parah, akibat kedaraan yang melintas di jalan tersebut bertonase melebihi kemapuan jalan.

Kerusakan sukup parah mulai dirasakan dari Kampung Karang Endah Kecamatan Terbanggibesar Lampung Tengah. Kerusakan infrastruktur jalan  yang menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi Lampung dengan kedalaman mencapai 30 – 50 Cm. Akibatnya, seluruh kendaraan yang melintas baik anggkot, bus, truk dan pengendara sepeda motor harus berhati-hati.

 ”Kalau hujan jalan tak lagi terlihat aslinya tapi tak bda seperti kubangan kerbau, sedang kalau tak ada hujan debu jalan berterbangan, “ unjar Ngadino salah seorang warga Karang Endah.

Menurut Ngadino, ketika dulu jalan lintas pantai timur belum berfungsi, jalan di Karang Endah tak pernah rusak separah sekarang, kalaupun kerusakan cepat di perbaiki sehingga tidak hancur seperti sekarang ini. ”Apa memang Provinsi Lampung tidak ada dana untuk memperbaiki jalan, atau habis disalah gunakan,”katanya.

Dengan jalan yang rusak seperti saat ini, kata Ngadino, warga sangat tidak nyaman karena jalan rusak itu juga menyebabkan rawanan kajahatan. Penodongan sering terjadi di ruas jalan rusaj tersebut.

”Kerusakan jalan akibat banyaknya truk besar milik perusahan yang melintas dari lintas pantai timur, termasuk truk besar berumatan pasir yg setiap saat melintas. Sedang portal yang dibangun beberapa tahun lalu sampai saat ini tidak ada manfaatnya karena baru tiangnya saja,”katanya.

Dia berharap, agar Gubernur Lampung yang baru benar-benar memperhatikan pembangunan jalan Provinsi yang nyata-nyata di butuhkan masyarakat. Apa lagi jalan provinsi yang menghubungkan Bandarjaya ke Bandar Mataram sering menjadi jalan alternative bagi keryawan  perusahaan seperti PT.GPM maupun PT.Indo Lampung.

”Melalui jalan ini mereka akan lebih nyaman dan lebih cepat  sampai Bandarjaya dibanding mereka harus melintas di perkebunan tebu,”katanya. 

Akibat kerusakan jalan yang cukup parah ini, beberapa sopir  yang enggan mengantri, mengalihkan kendaraan ke jalan kampung Indra Putra Subing yang keluar di Bandarjaya. Karena satu-satunya jalan yang masih dalam kondisi baik untuk dapat mencapai pasar Bandarjaya dengan cepat,  yakni  jalan Kampung Indra Putra Subing kecamatan Terbanggibesar.

"Tak ayal, dalam situasi seperti ini persoalan lain muncul terutama bagi warga setempat, karena jalan kampung mereka akan ikut mengalami kerusakan. ”Kalau hal ini dibiarkan sudah pasti jalan kampung kami akan ikut rusak, apa lagi tidak sedikit yang kondisinya masih jalan tanah,”kata Gunawan, warga setempat.

Sebagaimana diketahui, kendaraan roda yang melintas di kedua jalur tersebut, tidak hanya truk yang bertonase kecil dan kendaraan pribadi saja, tetapi juga truk fuso dan dumtruk yang bermuatan puluhan ton. Sementara kekuatan badan jalan tidak dirancang bagi kendaraan bermuatan berat.

Kondisi ini menambah daftar panjang sulitnya mencari jalan yang kondisinya mulus di Kabupaten Lamteng. Karena, mulai dari jalan kampung, jalan kecamatan, dan jalan kabupaten serta jalan provinsi hingga jalan negara, seluruhnya tidak luput dari hiasan lubang menganga. Sampai kapan masyarakat akan disuguhi jalan yang rusak, sedan infrastruktur jalan merupakan bagian kebutuhan vital bagi bergeraknya perekonomian suatu daerah.

Tuesday, May 6, 2014

Warga Bandarjaya Keluhkan Rusaknya Jalan

Supriyanto/Teraslampung.com

Jl Manggis atau kubangan kerbau di Bandarjaya (teras/supri) 
BANDARJAYA - Warga Bandarjaya, Lampung Tengah, mengeluhkan rusaknya Jalan K.H. Agus Salim dan Jalan Manggis di Kelurahan Bandarjaya Barat, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah.

Jalan alternatif bagi bus antarkota dalam provinsi (AKDP) ini yang sudah rusak sejak beberapa tahun terakhir itu, hingga kini belum ada tanda- tanda mau diperbaiki. Padahal, kondisinya sudah sangat parah. Baik bus AKDP, mikrolet, maupun kendaran pribadi yang melintas harus berhati-hati, karena lubang mencapai kedalaman 20 hingga 30 Cm dan nyaris memutus jalan.

”Sepertinya Pemkab Lamteng kurang perduli terhadap kondisi jalan yang berada di tengah kota Bandarjaya ini. Apa nggak malu punya jalan yang hancur seperti ini,” ujar Gurit, Selasa (6/5).

Gurit yang juga salah seorang tokoh masyarakat Bandarjaya ini, mengaku kecewa terhadap sikap Bupati Lampung Tengah yang kurang peka terhadap kondisi daerahnya.

Menurut Gurit, salah satu  indikator keberhasilan pembangunan di daerah adalah tersedianya infrastruktur jalan baik. Semakin baik infrastruktur jalan akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan aktifitas perekonomian di daerah. Apalagi jalan ini, kata dia, menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten, sudah pasti ada anggaran untuk perawatan jalan.

Jalan Manggis Bandarjaya, Lampung Tengah, mirip kubangan kerbau. (Teraslampung.com/Supriyanto)
Dia mengasumsikan, jika jalan yang sering dilalui bupati saja kerusakannya sudah cukup parah, maka jalan yang jauh dari pengawasan bupati mungkin kondisinya lebih memprihatinkan.

"Tentunya bupati sering melintas di jalan ini, kalau dia pulang ke rumah pribadinya. Aneh kalau kerusakan jalan ini terkesan dibiarkan. Saya kecewa dengan sikap pemda sekarang ini,”ungkap Gurit.

Kekecewaan juga diungkapkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Topang Lampung Tengah, Marzuki. Menurut dia, setiap tahun Pemkab Lamteng telah menganggarkan dana miliaran rupiah untuk perawatan jalan. Tapi anehnya, jalan yang ada di Lampung Tengah nyaris kondisinya tak ada yang baik.

”Dana untuk perawatan jalan setiap tahun dianggarkan oleh Dinas Bina Marga cukup besar, tapi akibat pengerjaannya setengah hati maka kerusakan terus terjadi. Tahun ini di perbaiki, tahun depan sudah minta diperbaiki lagi,”katanya.

Menurut Marzuki, jalan KH.Agus Salim dan Jalan Manggis tidak  akan separah saat ini kerusakannya jika Pemkab Lamteng secepatnya menyelesaikan jalan lingkar barat Bandarjaya. Sebab, kata dia, keberadaan jalan lingkar barat Bandarjaya selain untuk mengurangi kepadatan di pusat ibukota Lampung Tengah, juga untuk meminimalikan kerusakan jalan di pusat kota.

Kenyataannya, ujar Marzuki, sudah empat tahun pemerintahan pasangan Bupati Pairin-Mustafa belum mampu menyelesaikan jalan lingkar barat yang tinggal 3,5 Km lagi, dari rencana panjang jalan yang mencapai 17,5 Km.

”Padahal setiap tahun mungkin dana untuk pembebasan lahan selalu di anggarkan, lalu apa masalahnya sampai saat ini belum jelas progresnya. Bupati tidak berani tegas atau mungkin ada pihak lain dengan pertimbangan faktor bisnis,” katanya.