Showing posts with label Jalan Rusak. Show all posts
Showing posts with label Jalan Rusak. Show all posts

Wednesday, June 4, 2014

Perbaikan Jalinsum Bakauheni Dikebut



Hermansyah, Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com


ilustrasi jalan rusak (dok. teras)

Lampung Selatan—Perbaikan jalan lintas Sumatera Lampung, persisnya di KM 80 hingga 85 Desa Buring dan Desa Hata, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, dikebut. Hal itu untuk menghadapi arus mudik Idul Fitri mendatang. Para pekerja menargetkan H min 15 lebaran, jalan di kawasan ini sudah mulus.

Menurut salah satu pekerja, dalam waktu sepuluh hari  jalan yang kondisinya berlubang dan bergelombang lebih dahulu diselesaikan. Sehingga, kata dia, para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan lancar.

Dari pantauan Teraslampung.com, pengerjaannya dilakukan dengan sistem mengecor dan pengaspalan hotmik. Dalam sehari pekerja mampu mengerjakan pengaspalan jalan 500 hingga 700 meter.

Para pekerja menargaetkan waktu sepuluh hari, menyusul pengaspalan tahap kedua dan
perbaikan jalan yang rusak ringan. Pada H min 15 Idul Fitri, seluruh pekerjaan jalan lintas sumatera ini rampung.

Untuk mengejar target tersebut, diturunkan 5 alat berat dalam satu titik, serta menambah pekerja  dari sebelumnya 20 menjadi 30 orang.

Sementara, untuk mengindari kemacetan, di daerah ini dilakukan buka tutup jalan dengan
waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Mengingat kendaraan yang melintas di kawasan ini cukup padat, terlebih saat bongkaran muatan kapal. Pasalnya, perbaikan jalan tersebut hanya berjarak sekira 10 kilo meter dari Pelabuhan Bakauheni.



Monday, June 2, 2014

Warga Karang Endah Keluhkan Jalan Rusak

Supriyanto/Teraslampung.com

Kondisi Jalan Provindi Kampung Karang Endah Kecamatan  Terbanggibesar, Lamteng, musim hujan seperti kubangan kerbau, musim pana. (Teraslampung.com/Supriyanto).
GUNUNGSUGIH- Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan antara jalan Lintas Sumatera Bandarjaya dengan jalan lintas pantai timur di Kecamatan Bandarmataram, saat ini kondisi sangat memperihatinkan. Jalan yang sebalumnya hanya sebagai jalan kabupaten kini mengalami kerusakan yang sangat parah, akibat kedaraan yang melintas di jalan tersebut bertonase melebihi kemapuan jalan.

Kerusakan sukup parah mulai dirasakan dari Kampung Karang Endah Kecamatan Terbanggibesar Lampung Tengah. Kerusakan infrastruktur jalan  yang menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi Lampung dengan kedalaman mencapai 30 – 50 Cm. Akibatnya, seluruh kendaraan yang melintas baik anggkot, bus, truk dan pengendara sepeda motor harus berhati-hati.

 ”Kalau hujan jalan tak lagi terlihat aslinya tapi tak bda seperti kubangan kerbau, sedang kalau tak ada hujan debu jalan berterbangan, “ unjar Ngadino salah seorang warga Karang Endah.

Menurut Ngadino, ketika dulu jalan lintas pantai timur belum berfungsi, jalan di Karang Endah tak pernah rusak separah sekarang, kalaupun kerusakan cepat di perbaiki sehingga tidak hancur seperti sekarang ini. ”Apa memang Provinsi Lampung tidak ada dana untuk memperbaiki jalan, atau habis disalah gunakan,”katanya.

Dengan jalan yang rusak seperti saat ini, kata Ngadino, warga sangat tidak nyaman karena jalan rusak itu juga menyebabkan rawanan kajahatan. Penodongan sering terjadi di ruas jalan rusaj tersebut.

”Kerusakan jalan akibat banyaknya truk besar milik perusahan yang melintas dari lintas pantai timur, termasuk truk besar berumatan pasir yg setiap saat melintas. Sedang portal yang dibangun beberapa tahun lalu sampai saat ini tidak ada manfaatnya karena baru tiangnya saja,”katanya.

Dia berharap, agar Gubernur Lampung yang baru benar-benar memperhatikan pembangunan jalan Provinsi yang nyata-nyata di butuhkan masyarakat. Apa lagi jalan provinsi yang menghubungkan Bandarjaya ke Bandar Mataram sering menjadi jalan alternative bagi keryawan  perusahaan seperti PT.GPM maupun PT.Indo Lampung.

”Melalui jalan ini mereka akan lebih nyaman dan lebih cepat  sampai Bandarjaya dibanding mereka harus melintas di perkebunan tebu,”katanya. 

Akibat kerusakan jalan yang cukup parah ini, beberapa sopir  yang enggan mengantri, mengalihkan kendaraan ke jalan kampung Indra Putra Subing yang keluar di Bandarjaya. Karena satu-satunya jalan yang masih dalam kondisi baik untuk dapat mencapai pasar Bandarjaya dengan cepat,  yakni  jalan Kampung Indra Putra Subing kecamatan Terbanggibesar.

"Tak ayal, dalam situasi seperti ini persoalan lain muncul terutama bagi warga setempat, karena jalan kampung mereka akan ikut mengalami kerusakan. ”Kalau hal ini dibiarkan sudah pasti jalan kampung kami akan ikut rusak, apa lagi tidak sedikit yang kondisinya masih jalan tanah,”kata Gunawan, warga setempat.

Sebagaimana diketahui, kendaraan roda yang melintas di kedua jalur tersebut, tidak hanya truk yang bertonase kecil dan kendaraan pribadi saja, tetapi juga truk fuso dan dumtruk yang bermuatan puluhan ton. Sementara kekuatan badan jalan tidak dirancang bagi kendaraan bermuatan berat.

Kondisi ini menambah daftar panjang sulitnya mencari jalan yang kondisinya mulus di Kabupaten Lamteng. Karena, mulai dari jalan kampung, jalan kecamatan, dan jalan kabupaten serta jalan provinsi hingga jalan negara, seluruhnya tidak luput dari hiasan lubang menganga. Sampai kapan masyarakat akan disuguhi jalan yang rusak, sedan infrastruktur jalan merupakan bagian kebutuhan vital bagi bergeraknya perekonomian suatu daerah.

Thursday, March 27, 2014

Jalan Rusak Parah, As Truk Sering Patah

Mas Bowo, Isbedy Stiawan/Teraslampung.com

Truk patah asnya  sehingga mogok di ruas jalan Karangendah, Bandarjaya, Lampung Tengah, Kamis malam (27/3).
Lampung Tengah—Rusaknya jalan di Desa Karangendah, sekitar empat kilometer dari Bandarjaya, Lampungn Tengah, menyebabkan sebuah patah asnya. Truk yang mogok di tengah jalan itu ditinggalkan begitu saja oleh pengemudinya.

Menurut Waluyo, warga setempat, truk tersebut terjebak lubang berlumpur hingga as patah. "Terjadi sejak sore tadi," kata Waluyo, Kamis (27/3).

Waluyo mengaku bukan kali ini saja truk patah asnya karena jalan rusak. Umumnya, kata Waluyo,  truk yang patas hasnya adalah yang pengemudinya terjebak lubang besar dan dalam. Dia berharap pada pemerintah segera memperbaiki jalan di daerah yang menghubungkan Bandarjaya dengan kampung Merapi itu.

"Jalan ini harapan warga di sini. Sebab, truk dan mobil bak terbuka pengangkut hasil bumi mengandalkan jalan ini," kata Waluyo.

Bibit, warga Bandarjaya, mengaku heran jalan yang sudah lama rusak itu hanya dibiarkan oleh pemerintah daerah. Padahal, kata Waluyo, dulu ketika kampanye pilgub di Lampung Tengah (2009) Sjachroedin yang kini menjadi Gubernur Lampung menjanjikan adanya perbaikan jalan di kabupaten-kabupaten agar petani mudah menjual hasil buminya.

“Saya masih ingat janjinya saat dia kampanye dulu. Pemerintah daerah sepertinya hanya tidur, anggaran ratusan miliar untuk perbaikan jalan seperti menguap," kata Bibit, warga Bandarjaya.

Dia mencontohkan sejumlah ruas Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) di Lampung yang rusak parah, sehingga kendaraan harus merayap.

Tuesday, March 25, 2014

Tujuh Tahun Jalan Tirtayasa Bandarlampung Rusak Parah

Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com

Jalan Tirtayasa Bandarlampung rusak lebih dari tujuh tahun terakhir. Ini termasuk jalan provinsi.Pemptov Lampung pernah menganggarkan dana ratusan miliar rupiah untuk memperbaiki jalan rusak di Provinsi Lampung, Tapi jalan ini tidak disentuh Gubernur Sjachroedin ZP. (teraslampung.com/Isbedy Stiawan)

BandarlampungMenjelang pemilu legislatif dan pemilu gubernur, Jalan Tirtayasa, Kelurahan Campang Raya rusak parah. Sudah tujuh tahun nasib jalan itu nelangsa. Lalu, apa yang dilakukan pejabat kota, dan provinsi, dan para anggota Dewan?

Jalan Tirtayasa, Kelurahan Campang Raya, Kota Bandarlampung rusak parah. Kerusakan hampir sepanjang jalan tersebut hingga mendekati simpang tiga Jl Ir. Sutami. Sehingga kendaraan, terutama mobil, melaju sangat lambat karena mesti memilih dan hati-hati.

Dirot Kadirah, warga Jakarta, mengaku sangat kesal saat melalui jalan itu ketika hendak menuju Tanjungbintang, Lampung Selatan, Selasa (25/3) siang. “Kalau ada jalan alternatif meski jarak tempuh sedikit jauh, lebih baik pilih jalan itu,” dia menggerutu.

Dirot yang datang ke Lampung ingin berlibur dan “memburu” batu akik di Tanjungbintang, mengatakan sekitar 1 jam perjalanan dari flayover Jalan Tirtayasa hingga simpang tiga Jalan Ir. Sutami. “Kalau kerusakan jalan ini dibiarkan terus, warga malas lewat jalan ini dan jalan semakin tak berfungsi,” katanya.

Jalan Tirtayasa, Kelurahan Campang Raya ini, sebenarnya sudah tujuh tahun mengalami kerusakan. Sepanjang tujuh tahun itu tidak pernah disentuh, baik oleh pemerintah provinsi ataupun pemerintah kota.

Menurut salah seorang warga setempat, Susanto, kedua pemerintahan tersebut saling melempar tanggung jawab. Jalan Tirtayasa sejatinya ada milik provinsi, namun ada kabar bawah pemerintah provinsi telah menyerahkan kepemilikan sekaligus tanggung jawabnya kepada Kota Bandarlampung.

“Tetapi, kabarnya yang saya ketahui pemkot tidak atau belum mau menerima. Jadi begini, nasib Jalan Tirtayasa seperti anak tak punya bapak,sehingga tak ada yang mau bertanggungjawab. Akibatnya, kerusakan ini dibiarkan bertahun-tahun,” ujarnya.

Susanto mengaku, sudah tujuh tahun lebih Jalan Tirtayasa rusak parah.Artinya sudah satu periode lebih kepemimpinan gubernur ataupun walikota. “Jadi, apa yang dilakukan kedua pemimpin itu selama ini? Jalan ini di depan mata mereka ljo?” ujarnya.

Sementara itu, wajah para calon legislatif (caleg) dan pasangan calon gubernur (cagub) memenuhi sisi jalan, baik di batang pohon ataupun tembok bangunan. Menjadi pertanyaan, imbuh Dirot, apakah mereka tidak malu?

“Seharusnya mereka (caleg dan pascaleg, Red) malulah, setiap detik dilihat warga pengguna jalan yang rusak ini,” kata Dirot lagi.

Usup, buruh bengkel las di Jl. Tirtayasa Bandarlampung, mengaku sudah jengah menyaksikan nasib jalan tersebut. Apalagi, sebagai warga di sana, ia harus menanggung risiko yakni menghirup debu yang diempas oleh kendaraan jika tidak hujan.

“Tulis saja pak jadi berita, biar pejabat tahu. Kalau terus-terusan diberitakan, masak sih mereka satu kali pun tak membaca,” ucapnya lagi.


Harus Zigzag
Kubangan ini bukan di dusun terpencil, tapi ada di tengah-tengah kota: mobil harus zigzag agar penumpang sedikit nyaman. Gubernur Sjachroedin menghindari jalan ini kalau perjalanan dinas ke Lampung Timir.Ia lebih memilih menyewa helikpoter. (teraslampung.com/Isbedy Stiawan)
Kendaraan pribadi dan angkutan kota harus men-zigzag melintasi Jalan Tirtayasa, demi menghindari jalan yang berlubang. Bahkan, di antara pengguna jalan mesti naik ke dekat ruko yang terlihat halamannya kosong hanya untuk mengelak dari kerusakan jalan.

“Bayangkan kalau mobilnya agak pendek, dipastikan akan tersangkut,” kata Dirot.

Untuk itu, hampir setiap pengendar benar-benar ekstra hati-hati, akibatnya laju kendaraan sangat lamban. Karena hampir seluruh ruas jalan rusak parah, terkadang mau tidak mau pengenara menabrak jalan berlubang dengan hati-hati.

“Tak jarang, sesama kendaraan kesonggolan atau ditabrak oleh kendaraan yang ada di belakang. Soalnya mobil yang di depan berhenti tiba-tiba saat terjebak lubang dan ingin mencari jalan yang agak bagus,” kata Susanto, warga setempat.

Usup berharap, pemerintah segera memperbaiki Jalan Tirtayasa. Sebab, jalan ini satu-satunya tercepat dan dekat jika dari Bandarlampung hendak ke Tanjungbintang (Lampung Selatan) atau Sribawono (Lampung Timur).

“Apalagi sepanjang Jalan Sutami adalah pabrik dan perkantoran perusahaan, kalau ini dibiarkan maka lama-lama aktivitas perusahaan akan surut,” katanya.

Gubernur Lampung 'Ditampar' Jokowi Dua Kali

Friday, March 14, 2014

Jalan Ambarawa dan Pardasuka Rusak

ilustrasi (google)
Pringsewu, Teraslampung.Com—Jalan Ambara dan Pardasuka menuju Kabupaten Pringsewu rusak. Di sepanjang ruas jalan terdapat lubang dan tumpukan pasir, membuat pengendara harus hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan.

Pantauan Teraslampung.Com pada Jumat (14/3), di hampir ruas jalan tampak berlubang dan tumpukan pasir. Terutama Jalan Kesehatan, Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu hingga kini belum ada perbaikan. Padahal jalan tersebut adalah akses karena menghubungi dua kecamatan.

Kerusakan jalan dikeluhkan oleh para pengendara roda dua dan mobil yang melintasi, sebab jika hujan tiba genanggan air menutupi jalan yang berlubang.

“Ini jalan akses yang menghubungi dua kecamatan. Seharusnya pemerintah segera memperbaiki jalan ini,” kata Endra, pengenara roda dua yang sedang melintas.

Dia mengatakan, jalan yang rusak ini dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Seperti, ceritanya, terjadi dua hari lalu. Seorang pengendara motor terjatuh karena menghindari lubang dan terjebak di tumpukan pasir.

Sementara itu, Sarman, warga Pringsewu mengatakan, Jalan Kesehatan ini merupakan akses yang menhubungi dua kecamatan yaitu Ambarawa dan Pardasuka yang akan dan dari Kota Pringsewu.

Warga setempat berharap dinas terkait bisa tanggap dengan kondisi jalan yang belum pernah ada perbaikan sejak 2013 ini. (isb)

Baca juga: Pemkot Perbaiki 800 Ruas Jalan

Sunday, March 9, 2014

Got Mampat, Jalan Trans-Sumatera di Rangai Tergenang Air

Isbedy Stiawan ZS/teraslampung.com

Air got yang tumpah ke jalan Trans Sumatera di Desa Rangai, Kecamatan Tarahan, Lampung Selatan, sudah berlangsung sejak lama. Jalan Trans Sumatera pun lama-kelamaan akan terkikis dan makin hancur (teraslampung.com/Isbedy Stiawan ZS) 

Bandarlampung—Tumpahan air dari siring (got) di Jalan Trans-Sumatera, Rangai, Kecamatan Tarahan, Lampung Selatan, kini mengegnangi jalan negara itu. Jika hujan turun deras, limpasan air yang menggenangi Jalan Trans Sumatera pun akan banyak. Dikhawatirkan lama-lama akan merusak ruas jalan antarprovisi tersebut, jika tidak segera diatasi.

Air tumpahan siring (got) bercampur sampah, tidak saja mengganggu pemandangan. Bau tak sedap pun meruap di sekitar jalan itu. Warga yang biasa melintasi jalan itu berharap pemerintah daerah setempat segera membenahi siring sehingga airnya tidak tumpah ke jalan dan berdampak lebih buruk lagi.

“Mestinya pemerintah segera mengatasi genangan air ini. Mungkin karena aliran got itu mampat,” kata Zainul, warga Srengsem, Minggu (9/3).
\
Zainul, yang ditemui seusai melintasi genangan air yang meluber jalan itu, mengaku pengendara motor yang melintas di ruas jalan tersebut harrus ekstra hati-hati karena khawatir tergelincir. "Sebab, jalan memang menjadi licin. Kalau waspada, pengendara sepeda motor juga bisa terciprat air tak sedap itu saat kendaraan roda empat melaju kencang," ujar Zainul.


Para pengendara motor harus ekstrahati-hati melintasi ruas jalan Trans Sumatera ruas Ranggai--Bakauheni. (teraslampung.com/Isbedy Stiawan)
Sementara Andy, warga Bandarlampung, menyesalkan Dinas Bina Marga tidak tanggap dengan kondisi jalan yang selalu digenangi air saat hujan turun itu. Got sudah lama dibiarkan mampat itu sehingga airnya meluap dan  menggenangi banda jalan.

"Ruas jalan yang menghubungkan Bandarlampung dengan Pelabuhan Bakauheni tersebut sangat vital. Mustahil tidak ada aparat terkait yang tahu. Kalau dibiarkan terus tidak lama lagi akan hancur," kata Andy.

Andy mereagukan pejabat setempat tidak melihat meluapnya air ke badan jalan tersebut. Sebab, letaknya di ruas jalan utama yang ada di Provinsi Lampung yang menghubungkan Bandarlampung dengan Lampung Selatan.

“Lihat saja tumpukan sampah di sekitar got itu.  Sampah menggunung. Itulah penyebabnya. Kalau tidak mampat, air dari siring ini langsung mengalir ke pantai,” kata dia.

Thursday, February 20, 2014

Sopir Keluhkan Jalan Rusak dan Pungutan Liar

S. Priyo Santoso/Teraslampung.Com


Jalinpantim (lampost.co)
Lampung Timur—Para sopir mengeluhkan kerusakan jalan lintas pantai timur (Jalinpantim), Lampung Timur. Mereka juga mengeluh adanya pungutan liar yang dilakukan sekelompok orang, dan sejumlah petugas yang memanfaatkan.

Sejumlah supir yang ditemui mengatakan kerusakan jalan lintas pantai timur makin hari semakin parah, sehingga kendaraan sulit melintas di jalan itu.

Selain menghambat perjalanan, kerusakan jalan juga berdampak pada kendaraan, seperi mogok tiba-tiba sehingga lalulintas menjadi macet.

Lebih parah lagi, jalan yang rusak parah ini dijadikan ajang pungutan liar oleh sekelompok warga setempat. Warga berdalih mengatur kemacetan kendaraan, lalu meminta imbalan yang cenderung memaksa.

Mirisnya, oknum petugas melakukan hal sama, dengan alasan razia. Para supir diharuskan membayar retrebusi dan uang denda, karena barang yang diangkut melebihi kapasitas kendaraan.

Para sopir berharap pemerintah setempat segera memperbaiki jalan yang rusak, sehingga arus lintas di sana bisa lancar dan tidak ada lagi pungutan liar yang memberatkan. (isb)