Showing posts with label Jamaah Umroh. Show all posts
Showing posts with label Jamaah Umroh. Show all posts

Monday, June 9, 2014

Rycko Menoza Lepas Calon Jamaah Umroh Lampung Selatan

Hermansyah/Teraslampung.com


Kalianda—Bupati Rycko Menoza SZP melepas calon jamaah umroh di Aula Rajabasa Pemkab Lampung Selatan, Senin (9/6). Ibadah umroh yang merupakan program pemkab setempat di bidang keagamaan ini memberangkatkan 62 orang.

Ke 62 calon jamaah umroh tersebut terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, guru ngaji, PPN, PNS imam masjid, takamir masjid, serta masyarakat berprestasi lainnya.

Pada kesempatan itu, Rycko Menoza. SZP mengatakan, program ibadah umroh ini telah berjalan sejak 2011.

"Bapak dan ibu merupakan orang-orang terpilih dari sekian juta penduduk Lampung Selatan. Untuk itu saya berharap bapak ibu dapat memanfatkan waktu semaksimal mungkin untuk beribadah dengan khusyuk dan berdoaa di tempat yang mustajab," katanya.

Bupat Rycko juga mengharapkan dengan diadakannya manasik tersebut, para jamaah dapat memahami tentang tatacara pelaksnaaan ibadah umroh dan lainya selama berada di Tanah Suci Mekah, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan para jamaah serta dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, bupati berpesan kepada para jamaah agar dapat menjaga kesehatan dan kondisi fisik selama menjalankan ibadah umroh. Karena, menurutnya, suhu udara di Kota Mekah saat ini cukup panas yang mencapai sekira 39 derajat celcius.

“Jadi, diharapkan para jamaah dapat benar-benar menjaga staminanya dengan baik, dengan mengatur pola makan dan asupan vitamin sesuai kebutuhan selama menjalankan ibadah umroh,” ujarnya.

Lebih lanjut Rycko juga memintah para calon jamaah umroh untuk mendoakan agar program-program pembangunan yang sedang dilaksanakan di Kabupaten Lampung Selatan dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.

Sementara Kepala Bagian Bina Mental dan Spiritual (Kabag BMS) Sekretariat Daerah Lampung Selatan, Henry Dunan, menjelaskan, sejak diluncurkannya program umroh ini pada tahun 2011, tercatat 325 masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan sudah diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah.

"Para jamaah ini akan diberangkatkan pada 16 Juni 2014 dan akan kembali pada 25 Juni mendatang. Kami mengharapkan para jamaah memperoleh pahala yang mabrur," kata Henry Dunan.


Editor: Isbedy Stiawan ZS

Tuesday, May 13, 2014

Meski Virus MERS Merebak di Timteng, Lampung Tetap Berangkatkan Jamaah Umroh

Add caption
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Meski virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) terus berkembang di Negara Timur Tengah, Pemprov Lampung tetap memberangkan jamaah umroh pada 2014. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana pada Selasa (13/5) menyatakan, pihaknya tidak bisa melarang calon jamaah Lampung yang hendak beribadah umroh ke tanah Arab Saudi.

Reihana mengaku pihaknya hanya sebatas bisa berpesan kepada jemaah yang hendak beribadah umroh agar meminta vaksinasi Meningitis. Sayangnya, kata Reihana, selama ini ternyata kedapatan banyak peserta umroh yang hanya meminta kartunya saja, tetapi enggan disuntik vaksin Meningitis," kata Reihana, Selasa (13/5).

"Faktanya seperti itu. Maka, saya berharap jangan lagi ada yang seperti itu. Kami mengingatkan petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk tidak memberikan kartu jika jemaah tersebut tidak divaksinasi. Semua itu semata-mata untuk kebaikan para jamaah,” kata dia.

Reihana mengatakan, berdasarkan data pasien rumah sakit di Lampung, hingga kini belum ditemukan warga yang positif terjangkit MERS.

“Beberapa hari lalu memang sempat dirawat seorang warga yang suspec dengan ciri-ciri seperti terjangkit MERS, tetapi setelah diperiksa ternyata negatif,” kata Reihana.  

Menurut Reihanana, penyakit MERS ciri-cirinya  hampir sama dengan flu burung, hanya saja penyakit ini berasal dari Jazirah Arab. Terkait hal itu, Dinkes Lampung akan terus mensosialisasikan serta menggalakan penyuluhan untuk penanganannya.

Reihana mengimbau masyarakat tidak perlu panik terkait merebaknya pemberitaan virus tersebut. “Hal penting yang perlu dilakukan adalah tetap berprilaku hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan yang bergizi,” ujarnya.

Data di agen travel dan umroh Arie Tour menyebutkan, jumlah konsumen yang akan berangkat ke tanah suci untuk menjalankan ibadah umroh sudah penuh. Jadwal pemberangkatan jamaah umroh yang melalui Ari Tour sudah penuh hingga akhir Juni.


Seorang karyawan Ari Tour mengaku, pihaknya tidak menghentikan pemberangkatan jamaah umroh karena hingga kini tidak ada travel warning dari pemerintah Arab Saudi. (Syailendra Arif/Siti Qodratin)

Sunday, February 9, 2014

Kebakaran Hotel di Madinah, 15 Jamaah Umroh Meninggal

MADINAH, terasnews.com—Sebanyak 15 orang jamaah umrah meninggal dan dan 130 lainnya luka-luka dalam musibah kebakaran yang terjadi di sebuah hotel di Madinah, Sabtu siang waktu setempat (9/2), sekitar pukul 1.33 waktu Madinah. Kebakaran terjadi di Ishraq Al-Madina Hotel, timur Madinah, tempat para jamaah umrah menginap.

Saksi mata mengatakan, korban adalah warga negara asing dari negara yang berbeda dan termasuk dari Mesir dan Turki. Saat berita ini diturunkan, belum ada informasi korban dari jamaah umrah asal Indonesia.

Pemadam kebakaran Pertahanan Sipil Arab Saudi di Madinah mampu memadamkan kobaran api pada pukul 5 Sabtu sore Waktu Madinah, kata Pemerintah Daerah Madinah tersebut, menurut laporan Arab News sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Gubernur Madinah Pangeran Faisal bin Salman telah menindaklanjuti insiden tersebut. Sebuah penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran telah dilancarkan, kata sumber-sumber setempat. Laporan awal menunjukkan bahwa kebakaran terjadi akibat hubungan pendek listrik selama pekerjaan pemeliharaan di hotel itu.

Sejumlah 30 dari korban yang terluka dirawat di tempat, sementara yang lain dikirim ke Rumah Sakit King Fahd dan Rumah Sakit Ansar. Menurut sebuah laporan, RS Ansar menerima empat mayat dan 91 korban terluka.

Sebagian besar jamaah umrah meninggal karena mati lemas, kata pernyataan itu. Ada sekitar 700 tamu di hotel pada saat kebakaran terjadi. Pihak berwenang mengevakuasi tamu dan menutup jalan-jalan menuju hotel yang terletak di Sitteen Street.

Beberapa jamaah umrah yang terjebak di dalam hotel naik ke atap bangunan untuk mendapatkan keselamatan. Sejumlah besar orang yang berkumpul di depan hotel, menghalangi upaya penyelamatan.

Delapan belas tim dan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api, sementara Bulan Sabit Merah mengerahkan 14 tim pertolongan pertama dan delapan tim dari Departemen Kesehatan Madinah.

Seorang jamaah umrah asal India yang tinggal di sebuah gedung di dekatnya mengatakan dia melihat segumpal asap besar hitam keluar dari hotel saat ia kembali dari Masjid Nabawi di sekitar pukul 14:45 Waktu Madinah.
"Kami melihat beberapa orang melambaikan tangan melalui jendela meminta bantuan. Kami juga melihat beberapa petugas pemadam kebakaran terlibat dalam operasi penyelamatan. Sejumlah besar orang berkumpul di depan hotel. Itu adalah adegan menakutkan," katanya.

Ada laporan yang saling bertentangan tentang jumlah korban dari Mesir. Ahmed Zaki, seorang pejabat di Konsulat Mesir di Jeddah, mengatakan mereka telah menerima informasi tentang kematian empat warga Mesir.

Laporan lain mengatakan bahwa sebanyak 12 dari 15 korban adalah warga Mesir.
Sementara menurut laporan Adel Al-Alfi, Pejabat Konsulat Mesir lainnya, lima warga Mesir termasuk dua anak-anak merupakan bagian dari korban yang meninggal. Dia mengatakan sebagian besar dari korban terluka juga jamaah umrah asal Mesir.


Pangeran Faisal telah memerintahkan kepada para tamu hotel agar dapat direlokasi.
Madinah adalah situs pemakaman Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam dan merupakan kota paling suci kedua Islam setelah Makkah. (Rana Abdurrahman/Syarif Hidayat)

Sumber: MINA