Hermansyah/Teraslampung.com
Kalianda—Bupati Rycko Menoza SZP melepas calon jamaah umroh di Aula Rajabasa Pemkab Lampung Selatan, Senin (9/6). Ibadah umroh yang merupakan program pemkab setempat di bidang keagamaan ini memberangkatkan 62 orang.
Ke 62 calon jamaah umroh tersebut terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, guru ngaji, PPN, PNS imam masjid, takamir masjid, serta masyarakat berprestasi lainnya.
Pada kesempatan itu, Rycko Menoza. SZP mengatakan, program ibadah umroh ini telah berjalan sejak 2011.
"Bapak dan ibu merupakan orang-orang terpilih dari sekian juta penduduk Lampung Selatan. Untuk itu saya berharap bapak ibu dapat memanfatkan waktu semaksimal mungkin untuk beribadah dengan khusyuk dan berdoaa di tempat yang mustajab," katanya.
Bupat Rycko juga mengharapkan dengan diadakannya manasik tersebut, para jamaah dapat memahami tentang tatacara pelaksnaaan ibadah umroh dan lainya selama berada di Tanah Suci Mekah, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan para jamaah serta dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, bupati berpesan kepada para jamaah agar dapat menjaga kesehatan dan kondisi fisik selama menjalankan ibadah umroh. Karena, menurutnya, suhu udara di Kota Mekah saat ini cukup panas yang mencapai sekira 39 derajat celcius.
“Jadi, diharapkan para jamaah dapat benar-benar menjaga staminanya dengan baik, dengan mengatur pola makan dan asupan vitamin sesuai kebutuhan selama menjalankan ibadah umroh,” ujarnya.
Lebih lanjut Rycko juga memintah para calon jamaah umroh untuk mendoakan agar program-program pembangunan yang sedang dilaksanakan di Kabupaten Lampung Selatan dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.
Sementara Kepala Bagian Bina Mental dan Spiritual (Kabag BMS) Sekretariat Daerah Lampung Selatan, Henry Dunan, menjelaskan, sejak diluncurkannya program umroh ini pada tahun 2011, tercatat 325 masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan sudah diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah.
"Para jamaah ini akan diberangkatkan pada 16 Juni 2014 dan akan kembali pada 25 Juni mendatang. Kami mengharapkan para jamaah memperoleh pahala yang mabrur," kata Henry Dunan.
Editor: Isbedy Stiawan ZS
Showing posts with label Kabupaten Lampung Selatan. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten Lampung Selatan. Show all posts
Monday, June 9, 2014
Monday, June 2, 2014
Polisi Tangkap Dukun Cabul
![]() |
| Ilustrasi |
KALIANDA - Polisi dari Polres Lampung Selatan dan Polsek Penengahan menangkap dukun cabul di tempat praktiknya, Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lamung Selatan.
Tersangka diketahui bernama Mansur Jaki di hadapan penyidik, mengaku telah mencabuli 3 anak di bawah umur. Berdalih mampu mengobati penyakit dengan cara disetubuhi, para pasiennya terperdaya.
Mansur Jaki (38) diringkus petugas berawal dari laporan korban, yaitu seorang perempuan yang masih di bawah umur, sebut saja Bung (14) yang sdah dicabuli sebanyak 2 kali, dalam
sekali pertemuan.
Menurut Wakil Kepala Polres Lampung Selatan Kompol Yonirizal Kova, modus yang digunakan pelaku adalah dengan cara berdalih bahwa dia bisa menyebuhkan penyaikit yang iderita pasienya, dengan melakukan hubungan badan.
Selain itu, kata Yonirizal, dukun cabul ini meminta imbalan kepada pasiennya sebesar Rp500 ribu. Pelaku juga mengancam akan menambah parah penyakit yang diderita, jika pasien
menyebarluaskan kelaukan bejadnya.
Polisi telah menyita barang bukti perdukunan, yaitu pakaian dalam korban, aneka minyak wangi, keris kecil, akar kayu, dan sejumlah benda yang diyakini adalah jimat.
Selain itu, kata waka Polres Lampung Selatan, pihaknya juga menyita sebuah buku daftar hadir pasien yang berobat. Para pasien yang terdaftar sebanyak 70 orang, mayoritas adalah wanita.
Dalam penyidikan, diketahui ayah 2 anak ini sudah menjalankan profesi dukun cabul sejak 5 bulan lalu. Karena itu, diduga kuat Mansur Jaki sudah mencabuli puluhan pasien wanita.
Kepolisian Resort Lampung Selatan merharapkan bagi warga yang pernah berobat kepada pelaku dan menjadi korban, agar segera melaporkan. Polisi menjamin kerahasiaan identitas korban.
Dikatakan Yonirizal, tersangka dijerat dengan pasal 81 UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang
perlindungan anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun, dan denda Rp300 juta.
Friday, May 30, 2014
Rycko Lepas Kontingen Penas XIV Petani Nelayan Lamsel
Siti Qodratin Aulia/Teraslampung.com
Kalianda—Bupati Rycko Menoza SZP melepas kontingen Lampung Selatan untuk mengikuti Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-14 di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kemarin (30/5).
Kontingen petani nelayan Lampung Selatan berjumlah 68 orang dilepas di Aula Rajabasa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel. Hadir dalam kesempatan itu, yaitu anggota DPRD, sejumlah kepala dinas, Ketua KTNA Lamsel Amin Syamsuddin, SE.
Dalam kesmeoatan itu, Rycko mengingatkan kontingen Lampung Selatan untuk saling menjaga kekompakan dan kebersamaan mulai dari berangkat hingga kembali. Bupati juga berharap kegiatan tersebut dapat dijadikan momentum untuk belajar tentang pertanian dan perikanan demi kemajuan pertanian dan perikanan di Lamsel.
"Saya berharap agenda Penas ini, benar-benar bisa dimanfaatkan sebagai ajang pembelajaran untuk mencari inovasi dan teknologi baru. Disamping itu, kegiatan ini juga dapat dijadikan ajang sosialisasi untuk memromosikan berbagai potensi sumber daya alam dan produk unggulan yang kita miliki, khususnya di sektor pertanian," ujarnya.
Dikatakan Rycko, sebagai daerah yang memiliki letak geografis maupun demografis yang strategis, Kabupaten Lamsel mempunyai lahan pertanian yang subur dan cukup luas, dengan pertanian masih sebagai mata pencaharian terbesar di Lamsel.
Dengan posisi keuntungan tersebut, imbuh dia, serta ditopang dengan berbagai pembangunan seperti adanya terminal agribisnis dan insfrastruktur menyangkut jalan tol, dirinya mempunyai harapan agenda Penas berikutnya dapat dilaksanakan di Kabupaten Lamsel.
"Sebagai Kabupaten Serambi Sumatera, kita memiliki berbagai keuntungan, selain jarak tempuh yang hanya beberapa jam dari Pulau Jawa, kemudian kita juga mendapatkan dukungan dari Provinsi dengan adanya terminal agribisinis. Walapun manfaatnya belum dirasakan sekarang, tetapi saya yakin dan percaya dengan telah ditandatanganinya MoU dengan Pemerintah DKI Jakarta, ini akan mengangkat pendapatan masyarakat Lamsel dibidang pertanian, perikanan dan lainnya," ujarnya.
Sementara Amin Syamsuddin menjelaskan, kontingen Lamsel terdiri dari peserta utama sebanyak 40 orang, meliputi pengurus KTNA Kabupaten dan Kecamatan, kemudian tim pendamping 18 orang dan peninjau 10 orang.
Selama sepekan di Malang, Kabupaten Lampung Selatan akan menampilkan berbagai hasil produk unggulan dengan harapan akan terjadi komunikasi dan pemasaran dengan berbagai pihak untuk membentuk jejaring usaha.
Produk unggulan dari kabupaten ini di antaranya, Pisang Raja Bulu, Rumput Laut dan Lebah Madu dari Kecamatan Ketapang, Keripik Pisang dari Way Sulan, VCO dari Palas dan Kakao serta Beras.
" Lamsel dipercaya mewakili Provinsi Lampung untuk mengikuti Penas di Malang. Di sana akan menampilkan beberapa kegiatan, seperti demonstrasi pembuatan Jamur Tiram dari Kecamatan Jati Agung,” kata Amin.
Friday, May 23, 2014
Aisyiyah Luncurkan Program Commmunity TB Care di Lampung Selatan
| Peluncuran program Community TB Care di Kalianda, Lampung Selatan. |
Pada acara yang dihadiri Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza itu, aktivis Community TB Care Lampung Selatan, Tititk Sutriningsih , mengatakan di Lampung Selatan setidaknya ada 834 penderita baru penyakit TB paru yang perlu diobati.
"Penanggulangan dan pengobatan TB perlu kerja sama dengan banyak pihak. Baik itu pemeritah daerah,aktivis peduli kesehatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat." kata Titik.
Sementara Bupati Rycko Menoza dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Aisyiyah yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah kesehatan di Lampung Selatan, terutama dalam penanggulangan penyakit TB.
"Kami tentu tidak mampu menyelesaikan semua persoalan kesehatan sendirian. Bantuan dari semua pihak kami butuhkan agar warga Lampung Selatan terbebas dari TB," kata Rycko. (Herman)
Thursday, May 22, 2014
Modus Ban Gembos, Uang Rp 1 Miliar Milik Bos Besi Besi Bekas Raib
Hermansah/Teraslampung.com
![]() |
| Ilustrasi aksi pencuri uang di dalam mobil. |
KALIANDA - Nasib nahas dialami Lin Tong Rong (44), bos PT San Xiong Steal Indonesia (SXSI). Saat mobil dalam mobil Toyota Rush nopol B-1687-RP warna silver miliknya ditambal di sebuah di pinggir jalan ruas Jalan Lintas Sumatera di desa Rangai Tritunggal, Katibung, Lampung Selatan, uang Rp 1 miliar miliknya yang ditaruh di dalam mobil digasak pencuri,Rabu sore (22/5).
Diduga pencurinya adalah dua pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna merah-hitam. Kedua pelaku beraksi saat Lin sedang sibuk memperhatikan ban mobilnya yang sedang ditambal di bengkel dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di dekat tempat wisata Pantai Pasir PutihPasir Putih,
Kapolsek Tanjungan,SKP Aditia Kurniawan membenarkan adanya pencurian uang dalam jumlah besar itu. Menurut Kapolsek Lin Tong Rong adalah bos perusahaan yang memproduksi besi bekas yang beralamat di Kecamatan Tarahan, Lampung Selatan.
"Rencananya bos PT SXSI akan mengantarkan uang tersebut ke perusahaannya yang ada di Tarahan, kecamatan Katibung,tapi saat di jalan di dekat SPBU Pasir Putih, mobil Toyota Rush yang dikendarainya bocor lalu," kata Kapolsek Tanjungan AKP Aditia Kurniawan saat dihubungi Rabu (21/5) malam.
Menurut Aditia, korban bersama rekannya Limwen usai mengambil uang sebesar Rp 1miliar dari Bank BCA Yos Sudarso Bumi Waras Teluk Betung Bandar Lampung hendak ke kantornya PT SXSI di desa Tarahan. Ketiak sampai di halaman areal PT PLTU Tarahan, mobil Toyota Rush warna Silver Nopol B-1687-RP ban kiri belakang mobilnya bocor.
Kapolsek menduga, pelaku adalah jaringan pencuri uang dengan sasaran mobil pribadi dengan modus menggembosi ban mobil. Pada saat mobil bocor atau kempis dan pengendaranya memarkir mobilnya, pelaku beraksi dengan mencuri uang di dalam mobil.
Tuesday, May 20, 2014
Tiga Perwira Polda Lampung Jadi Pejabat di Lampung Selatan
Zaenal Asikin/Teraslampung.com
BANDARLAMPUNG - Tiga angota Kepolisian Daerah (Polda) Lampung,berpangkat Perwira menengah yakni Kompol Syukur Karsana, Kompol Budi Sastra dan Kompol Suryadi ketiganya diperbantukan menjadi pejabat struktural di Kabupaten Lampung Selatan.
BANDARLAMPUNG - Tiga angota Kepolisian Daerah (Polda) Lampung,berpangkat Perwira menengah yakni Kompol Syukur Karsana, Kompol Budi Sastra dan Kompol Suryadi ketiganya diperbantukan menjadi pejabat struktural di Kabupaten Lampung Selatan.
Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih membenarkan ketiga anggota polisi tersebut mendapat tugas pembantuan perwira Polri di Lampung Selatan. Namun Sulistyaningsih mengaku belum dapat memberikan informasi kepastian pembantuan tugas tersebut.
"Saya memang mendengar hal itu tadi . Baru dirapatkan juga sama Pak Kapolda pada Senin pagi (19/5,” kata Sulistyaningsih, Selasa (20/5).
Sulistyaningsih mengatakan, Kompol Syukur Karsana akan menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Kompol Budi Sastra yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Operasional Polres Lampung Selatan akan menjabat sebagai Kabag Keuangan , sementara Kompol Suryadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit PJR akan menjadi Komandan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)," jelas dia.
Menanggapi jabatan baru tiga anak buahnya, Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko menjelaskan, izin yang dikeluarkan untuk seorang pejabat Polri menempati jabatan sipil memang itu adalah mutlak kewenangan Mabes Polri dengan surat perintah dari Mabes.
"Surat tugasnya langsung dari Mabes. Surat Keputusannya memang sudah turun, tetapi untuk dua orang saja, yakni Kompol Suryadi dan Kompol Syukur. Mengenai penempatanya, belum diputuskan di mana. Status mereka di- BKO-kan (bawah kendali operasi---Red). Sebab, jabatan baru itu di luar struktur Polri," tuturnya Brigjen Pol Heru Winarko saat dihubungi terasampung melalui ponselnya, Selasa (20/5).
"Saya memang mendengar hal itu tadi . Baru dirapatkan juga sama Pak Kapolda pada Senin pagi (19/5,” kata Sulistyaningsih, Selasa (20/5).
Sulistyaningsih mengatakan, Kompol Syukur Karsana akan menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Kompol Budi Sastra yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Operasional Polres Lampung Selatan akan menjabat sebagai Kabag Keuangan , sementara Kompol Suryadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit PJR akan menjadi Komandan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)," jelas dia.
Menanggapi jabatan baru tiga anak buahnya, Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko menjelaskan, izin yang dikeluarkan untuk seorang pejabat Polri menempati jabatan sipil memang itu adalah mutlak kewenangan Mabes Polri dengan surat perintah dari Mabes.
"Surat tugasnya langsung dari Mabes. Surat Keputusannya memang sudah turun, tetapi untuk dua orang saja, yakni Kompol Suryadi dan Kompol Syukur. Mengenai penempatanya, belum diputuskan di mana. Status mereka di- BKO-kan (bawah kendali operasi---Red). Sebab, jabatan baru itu di luar struktur Polri," tuturnya Brigjen Pol Heru Winarko saat dihubungi terasampung melalui ponselnya, Selasa (20/5).
Tuesday, May 6, 2014
Gubernur Sjachroedin Serahkan Bantuan Desa
KALIANDA, Teraslampung.com - Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. menyerahkan bantuan Dana Dukungan Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan kepada lima kabupaten di Lampung. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Lapangan Tenis Indoor Djafar Hamid Kalianda, Selasa (6/5).
Selain Lampung Selatan (260 desa), kabupaten lain yang desa/kelurahannya mendapatkan bantuan adalah Pringsewu (131 desa), Lampung Timur (265 desa), Pesawaran (144 desa), dan Kota Bandar Lampung (126 kelurahan). Tiap desa/kelurahan mendapatkan bantuan senilai Rp 5,3 juta rupiah. (Herman)
Selain Lampung Selatan (260 desa), kabupaten lain yang desa/kelurahannya mendapatkan bantuan adalah Pringsewu (131 desa), Lampung Timur (265 desa), Pesawaran (144 desa), dan Kota Bandar Lampung (126 kelurahan). Tiap desa/kelurahan mendapatkan bantuan senilai Rp 5,3 juta rupiah. (Herman)
Saturday, April 26, 2014
Jalan P. Senopati Jatimulyo-Jatiagung Makin Rusak Parah
Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com
Lampung Selatan—Jalan P. Senopati Jatimulyo hingga Karanganyar, Lammpung Selatan, hingga kini masih rusak parah. Jalan yang sudah rusak sejak beberapa tahun terakhir itu belum ada tanda-tanda akan diperbaiki oleh Pemda setempat.
Lubang menganga tersebar di hampir sepanjang jalan Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan itu.
Hal yang sama juga terjadi di Jalan Ratu Dibalau, terutama jelang dan setelah Pasar Way Kandis. Jalan di wilayah pinggiran Kota Bandarlampung yang merupakan daerah perbatasan Bandarlampung--Lampung Selatan itu kondisi memprihatinkan.
Menurut warga Jatimulyo, sepanjang Jalan P. Senopati rawan kecelakaan. Sebab, kendaraan tekadang mendadak berhenti atau tiba-tiba mengarah ke kanan-kiri untuk menghindari jalan berlubang (rusak).
"Karena jalannya yang berlubang, sering banget kendaraan saling bersenggolan atau menyeruduk,” kata Diyo, warga Karang Gubung, Karanganyar, Lampung Selatan.
Dua hari lalu, kata Diyo, dua pengendara roda dua hampir saja berkelahi karena bersenggolan. Seorang pengendara motor berada di depan adalah pedagang sayur yang hendak ke Pasar Jatimulyo. Di bagian belakang terdapat kotak untuk membawa sayur-sayuran. Karena dia ingin menghindari jalan rusak, terpaksa menyingkir ke kanan. Tiba-tiba kendaraan yang di belakang melintas agak kencang, sehingga tersenggol tempat sayur dan terjatuh.
“Pengendara yang di depan tidak tahu sama sekali, kalau tidak diteriaki korban. Hampir saja keduanya berkelahi kalau tidak ada warga yang melerai,” ujar Diyo.
Kendaraan roda empat juga pernah tersenggol motor, atau mobil dengan mobil bersenggolan juga sering terjadi. “Selain rusak parah, jalan di sini juga kurang lebar,” katanya lagi.
Sejumlah warga Jatimulyo berharap pemerintah setempat segera memperbaiki Jalan P. Senopati. Terutama jalan di sekitar Pasar Jatimulyo pada saat aktivitas pasar, daerah ini padat dan membuat macet arus lalulintas. “Sudah jalannya rusak, macet pula,” kata Surti, pedagang ayam potong di Pasar Jatimulyo.
Menurut Surti, ruas Jalan P. Senopati ini hanya sedikit yang mulus. Sejak gapura Perum Permata Asri, Karanganyar, hingga simpang tiga P. Senopati-Ratu Dibalau jalan berlubang dan kondisinya parah.
“Kerusakan jalan ini sudah hampir dua tahun, tidak juga ada rencana perbaikan,’ kata Sahrul, warga Jatiagung.
Sahrul menambahkan, jalan menuju Kota Baru (Jati Agung) juga belum mulus. Padahal, daerah itu rencananya akan dijadikan kawasan kantor Pemerintah Provinsi Lampung. “Kalau jalan ke arah Jati Agung rusak parah seperti ini, siapa yang mau tertarik ke Kota Baru,” katanya.
Pada masa kampanye Pileg dan Pilgub baru-baru ini, jalan ini tentu dilalui para calon legislatif (caleg) dan bukan mustahil para calon gubernur (cagub) dan calon akil gubenrur (cagub) juga sempat melintasi Jalan Ratu Dibalau dan P. Senopati.
![]() |
| Jalan P. Senopati rusak parah |
Lubang menganga tersebar di hampir sepanjang jalan Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan itu.
Hal yang sama juga terjadi di Jalan Ratu Dibalau, terutama jelang dan setelah Pasar Way Kandis. Jalan di wilayah pinggiran Kota Bandarlampung yang merupakan daerah perbatasan Bandarlampung--Lampung Selatan itu kondisi memprihatinkan.
Menurut warga Jatimulyo, sepanjang Jalan P. Senopati rawan kecelakaan. Sebab, kendaraan tekadang mendadak berhenti atau tiba-tiba mengarah ke kanan-kiri untuk menghindari jalan berlubang (rusak).
"Karena jalannya yang berlubang, sering banget kendaraan saling bersenggolan atau menyeruduk,” kata Diyo, warga Karang Gubung, Karanganyar, Lampung Selatan.
Dua hari lalu, kata Diyo, dua pengendara roda dua hampir saja berkelahi karena bersenggolan. Seorang pengendara motor berada di depan adalah pedagang sayur yang hendak ke Pasar Jatimulyo. Di bagian belakang terdapat kotak untuk membawa sayur-sayuran. Karena dia ingin menghindari jalan rusak, terpaksa menyingkir ke kanan. Tiba-tiba kendaraan yang di belakang melintas agak kencang, sehingga tersenggol tempat sayur dan terjatuh.
“Pengendara yang di depan tidak tahu sama sekali, kalau tidak diteriaki korban. Hampir saja keduanya berkelahi kalau tidak ada warga yang melerai,” ujar Diyo.
Kendaraan roda empat juga pernah tersenggol motor, atau mobil dengan mobil bersenggolan juga sering terjadi. “Selain rusak parah, jalan di sini juga kurang lebar,” katanya lagi.
Sejumlah warga Jatimulyo berharap pemerintah setempat segera memperbaiki Jalan P. Senopati. Terutama jalan di sekitar Pasar Jatimulyo pada saat aktivitas pasar, daerah ini padat dan membuat macet arus lalulintas. “Sudah jalannya rusak, macet pula,” kata Surti, pedagang ayam potong di Pasar Jatimulyo.
Menurut Surti, ruas Jalan P. Senopati ini hanya sedikit yang mulus. Sejak gapura Perum Permata Asri, Karanganyar, hingga simpang tiga P. Senopati-Ratu Dibalau jalan berlubang dan kondisinya parah.
“Kerusakan jalan ini sudah hampir dua tahun, tidak juga ada rencana perbaikan,’ kata Sahrul, warga Jatiagung.
Sahrul menambahkan, jalan menuju Kota Baru (Jati Agung) juga belum mulus. Padahal, daerah itu rencananya akan dijadikan kawasan kantor Pemerintah Provinsi Lampung. “Kalau jalan ke arah Jati Agung rusak parah seperti ini, siapa yang mau tertarik ke Kota Baru,” katanya.
Pada masa kampanye Pileg dan Pilgub baru-baru ini, jalan ini tentu dilalui para calon legislatif (caleg) dan bukan mustahil para calon gubernur (cagub) dan calon akil gubenrur (cagub) juga sempat melintasi Jalan Ratu Dibalau dan P. Senopati.
Tuesday, April 22, 2014
Tinjau Penggemukan Sapi, Jokowi Jajaki Kerjasama Pemprov DKI-Pemkab Lampung Selatan
Hermansyah Putra/Teraslampung.com
Kalianda--Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (23/4). Kedatangan Jokowi ke Lamsel merupakan tindaj lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani bersama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Pemprov Lampung di bidang pangan pada bulan Maret 2014 lalu.
Jokowi mengawali kunjungan ke peternakan sapi milik PT Juang Jaya Abdi Alam (JJAA) di Desa Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo. Jokowi yang didampingi Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. dan Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza mengungkapkan ketertarikannya untuk belajar penggemukan sapi jenis Brahman cross.
Jokowi berniat melakukan kerjasama dengan Pemprov Lampung serta PT. JJAA terkait kebutuhan daging sapi bagi warga Jakarta. Gubernur Sjachroedin Z.P. yang sebentar lagi masa jabatannya akan berakhit, langsung menyatakan kesiapannya menjajaki kerjasama dengan Pemprov Jakarta.
“Konsumsi daging warga DKI Jakarta cukup tinggi, bisa menyerap hingga 60 persen,” kata Jokowi.
Untuk menghindari kurangnya pasokan daging, Jokowi pun ‘hunting’ ke daerah penghasil daging sapi yang dekat dengan Jakarta, termasuk Lampung.
"Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, harga daging sapi merangkak naik hingga Rp 130 ribu/kg. Warga DKI mengeluh. Maka perlu kerjasama agar Pemprov DKI memiliki buffer stock, apabila sewaktu-waktu terjadi permintaan yang cukup besar dapat ditanggulangi dengan cepat," kata dia.
Menurut Jokowi, daging yang akan dikirim ke Jakarta dari Lampung adalah daging yang sudah siap dikonsumsi dan higienis. "Melalui kerjasama ini, ternak sapi yang akan dikirim sudah dipotong di Lampung. Sebab, sekarang tidak boleh lagi ada i rumah potong hewan di Jakarta,” kata dia.
Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza mengatakan, Pemkab Lampung Selatan siap melakukan kerjasama dengan Pemprov Jakarta untuk memasok daging.
![]() |
| Gubernur Joko Widodo didampingi Gubernur Lampung Sjachroedin ZP meninjau penggemukan sapi PT JJAA di Lampung Selatan, Rabu, 23 April 2014. |
Jokowi mengawali kunjungan ke peternakan sapi milik PT Juang Jaya Abdi Alam (JJAA) di Desa Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo. Jokowi yang didampingi Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. dan Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza mengungkapkan ketertarikannya untuk belajar penggemukan sapi jenis Brahman cross.
Jokowi berniat melakukan kerjasama dengan Pemprov Lampung serta PT. JJAA terkait kebutuhan daging sapi bagi warga Jakarta. Gubernur Sjachroedin Z.P. yang sebentar lagi masa jabatannya akan berakhit, langsung menyatakan kesiapannya menjajaki kerjasama dengan Pemprov Jakarta.
“Konsumsi daging warga DKI Jakarta cukup tinggi, bisa menyerap hingga 60 persen,” kata Jokowi.
Untuk menghindari kurangnya pasokan daging, Jokowi pun ‘hunting’ ke daerah penghasil daging sapi yang dekat dengan Jakarta, termasuk Lampung.
"Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, harga daging sapi merangkak naik hingga Rp 130 ribu/kg. Warga DKI mengeluh. Maka perlu kerjasama agar Pemprov DKI memiliki buffer stock, apabila sewaktu-waktu terjadi permintaan yang cukup besar dapat ditanggulangi dengan cepat," kata dia.
Menurut Jokowi, daging yang akan dikirim ke Jakarta dari Lampung adalah daging yang sudah siap dikonsumsi dan higienis. "Melalui kerjasama ini, ternak sapi yang akan dikirim sudah dipotong di Lampung. Sebab, sekarang tidak boleh lagi ada i rumah potong hewan di Jakarta,” kata dia.
Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza mengatakan, Pemkab Lampung Selatan siap melakukan kerjasama dengan Pemprov Jakarta untuk memasok daging.
Saturday, March 15, 2014
Objek Wisata Lampung Selatan: Menunggu Pengelolaan Serius
![]() |
| Gunung Anak Krakatau |
Perjalanan menjelajah di mulai ke Way Belerang. Objek wisata air panas ini sudah cukup familiar bagi masyarakat Lampung. Pada hari Sabtu dan Minggu serta hari-hari libur lainnya, tempat ini banyak disambangi warga yang rekreasi. Tidak setiap daerah di Indonesia memiliki tempat wisata belerang semacam ini. Sayangnya, potensi ini tidak di kelola dengan serius, padahal bisa membuka peluang meningkatnya dunia pariwisata di Lamsel. Para pengunjung adalah potensi untuk mempromosikan, sekiranya mereka mendapatkan kenyamanan dan ketenangan saat berkunjung. Tetapi, permasalahan pariwisata memang bagai benang kusut. Dunia pariwisata hanya indah di dalam promosi, namun realitasnya semrawut dan jorok bahkan terkesan tidak diurus.
Begitulah. Saya lanjutkan perjalanan mengunjungi taman wisata pantai Laguna Helau. Perjalanan dari Kota Kalianda menuju Laguna Helau membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Menyusuri jalan aspal berbatu yang berliku tidak akan membosankan karena pemandangan tepi pantai sungguh mengasyikkan. Sepanjang tepi pantai, kami saksikan masyarakat sekitar sedang memancing, berenang, atau bercengerama. Ombak laut cukup besar menampar batu dan deburnya keras sekali.
Saat saya tiba, gerbang Laguna Helau hanya terbuka sedikit. Cukup untuk sebuah motor. Seorang penjaga keluar dari gardu yang sudah tua dan kacanya berdebu. Sejenak saya mengobrol, setelah itu ia mempersilahkan saya memasuki kawasan Laguna Helau. Sejumlah cottage tersebar di bibir pantai. Tersebab ombak pantai Laguna Helau sangat besar, sengaja pasir di dekat bibir pantai ditinggikan agar lidah atau percikan gelombang tidak sampai ke cottage.
Lebih dari 5 cottage dan sebuat tempat pertemuan terbuka tersedia di Laguna Helau. Cottage di Laguna Helau dibuat berbentuk rumah panggung, rumah tradisional khas Lampung. Sayang, cottage-cottage yang tersedia terkesan tak terurus dan sudah lama tidak digunakan. Hal itu terlihat dari kunci gembok yang sudah berkarat. Kisi-kisi jendela dan pintunya sudah lapuk termakan cuaca pinggir pantai. Tetapi, tatkala saya mengintip ke dalam: ruang, kursi, dan tempat tidur tetap terpelihara dan masih bagus. Dinding kayu terpelitur. Warnanya masih terang. Kemungkinan baru saja dicat.
Menurut petugas Laguna Helau, harga sewa cottage bervariasi: dari Rp 300 ribu sampai Rp500 ribu per malam. Fasilitas 1 dan 2 tempat tidur, 1 ruang santai, dan beranda menghadap pantai. Hanya saja, jika melihat kondisi cottage-cottage tersebut, perasaan siapa tak berdebar jika bermalam di sana ? Dinding kayu yang sudah lapuk dan tak lagi rapat, setiap orang bisa leluasa melihat ke dalam—begitu pula sebaliknya. Bukan cuma itu, pintu dan jendela yang nampak ditelantarkan dan tergerus cuaca diragukan keamanan. Suasana yang sangat sepi, boleh jadi, mendukung.
Perbandingan berbalik jauh apabila kita menyewa cottage di Ubud, Bali . Meski cottage-cottage yang tersebar bersuasana pedesaan karena berada di antara sawah dan tumbuhan yang rindang serta kesan mistis jika malam hari senantiasa menyergap, namun wisatawan yang menginap tidak menunjukkan perasaan khawatir dan takut.
Memang dalam dunia pariwasata, hal terpenting dan paling utama ialah strategi pengelolaan yang baik sehingga mampu membetahkan pendatang. Para wisatawan yang bertandang bukan sekadar disuguhi keindahan alam, melainkan sebisa mungkin bagaimana ia memperoleh kenyamanan dan keamanan selama berada di tempat wisata.
Kenyamanan yang dimaksud bisa berupa fasilitas tempat penginapan (cottage/villa) yang tidak menyeramkan, toilet dan kamar mandi yang tak jauh dari ruang tidur, alat penerang memadai, serta—kalau mungkin—televisi. Sedangkan faktor keamanan, perlu ada penjaga yang selalu mengontrol, agar tiada sela orang untuk berbuat jahat.
Tempat objek wisata harus terkesan nyaman, indah, bersih, dan menyenangkan. Jangan sampai, belum lagi wisatawan memasuki area wisata sudah lebih dulu disergap rasa ngeri, waswas, tidak tenteram dan nyaman, dan suasananya yang seharusnya indah tak mendukung.
Barangkali inilah yang belum disentuh oleh pengelola objek wisata di daerah Lampung. Tengoklah tempat wisata air panas Way Belerang, Canti, Pantai Wartawan, termasuk Laguna Helau yang sudah saya sebut di atas. Juga Merak Belantung, Pantai Marina, serta Kalianda Resort. Untuk Pantai Marina, saya tak tahu lagi nasibnya. Ketika ingin menjelajah ke Pantai Marina, tiada lagi papan nama di pinggir jalan sebagai penanda.
Saya masih menjelajah objek wisata pantai di Lamsel. Menyusuri jalan beraspal pinggir pantai. Menyerap keindahan alam Pantai Ketang yang masih perawan belum terjamah pelancong. Di sekitar pantai ini perusahaan tambak udang memanfaatkan air laut.
Begitu pula Merak Belantung yang masih terkesan dikelola apa adanya. Memang memasuki objek wisata yang berdekatan dengan Kalianda Resort ini tidak akan menguras isi kantong. Namun apa yang bisa kita dapati lebih dari tempat itu? Tiada beda dengan pantai lainnya di Lampung Selatan. Pantai yang tampak masih perawan itu, sesungguhnya bisa disulap untuk jadi apa saja. Tinggal lagi menarik minat investor membenamkan uangnya demi memajukan dunia pariwisata.
Pasalnya, modal bagi dunia pariwisata sudah dimiliki Lamsel. Sepanjang pantai mulai masuk menuju Laguna Helau dan Pantai Ketang, alamnya sangat berpotensi dijadikan objek wisata. Dukungan pemda ataupun investor sangat dibutuhkan untuk membangun pariwisata pantai Lamsel. Sayang sekali objek wisata pantai yang berpotensi tersebut tidak dimanfaatkan maksimal.
Namun pertanyaannya, apakah pemerintah dan pelaku pariwisata di Lampung Selatan bisa mengubah drastis dunia kepariwisataan di Lamsel, terutama wisata pantainya.
Keindahan Pantai
dan Rest Area Keripik Pisang
![]() |
| Kalianda Resort |
Jika hendak ke Pantai Canti, plang rambu juga menjelaskan. Hal yang sama apabila tujuan anda ingin ke Pantai Wartawan, ikuti saja jalan selepas pasar tua Kota Kalianda.
Ke Laguna Helau bisa ditempuh dari dua tempat. Apabila anda kadung berada di kompleks perkantoran Kabupaten Lamsel, hanya turun beberapa meter dan melihat jalan Sinar Laut, atau jalan masuk Yayasaan Pendidikan YAPRI di sebelah kanan. Itulah “pintu masuk” ke wilayah Laguna Helau. Sedangkan dari Bandar Lampung maka selepas plang Merak Belantung dan melihat ada rumah makan, ada jalan masuk: dari sana anda akan sampai ke Laguna Helau.
Jika ragu, jangan malu bertanya. Masyarakat di sana tak kikir untuk menunjukkan jalan kepada anda. Kami bukan bermaksud hendak memuji, memang keramahan (dan sopan) masyarakat Kalianda sudah terbukti. Tentu jika anda menunjukkan kesopanan pula.
Kalau tidak, di mana pun dan berhadapan dengan suku budaya apa pun akan bermasalah. Begitu pula Kalianda yang telah melahirkaan seorang pahlawan—kemudian dikenal nasional—bernama Radin Inten. Dan, kita tahu fiil pesinggiri“orang Kalianda” (serta ulun Lampung pada umumnya) sangatlah kuat. Ingatlah manakala Radin Inten bertanya pada ibunya ihwal apa obat malu, ibunya dengan tegas menjawab: Mati anakku! Secara tersirat bahwa “orang Kalianda” (ulun Lampung ), jangan dipermalukan. Kalau itu terjadi, mereka siap mati untuk menebusnya.
Kami di sini tidak sedang membahas filosofi orang Lampung. Kesopanan dan keramahan masyarakat Kalianda kepada pendatang (tamu) patut sebagai rujukan dan andil jika ingin mengembangkan dunia pariwisata. Masyarakatnya tidak introvert, ramah, sopan, dan ringan membuka suara, modal bagi pelancong tak akan tersasar.
Itulah gambaran orang Kalianda. Ketika kami bertanya untuk memastikan bahwa kami tak salah memasuki jalan ke Laguna Helau, dengan ramah dijawab. Kami pun melaju, menyurusri jalan beraspal hotmix itu.
Sepanjang jalan tak henti-henti kami berdecak kagum. Menikmati keindahan alam pantai. Ternyata banyak masyarakat yang memancing di sana . Ada yang berkelompok, tak sedikit pula sendiri. Selain itu, anak-anak berenang riang ditingkahi tarian gelombang. Inilah satu sampel keindahan pantai Lamsel dan berpotensi “dijual” di pasar pariwisata Indonesia .
Potensi alam pantai itu mestinya dilirik investor dan pemkab setempat. Dunia pariwisata di Lampung sangat potensial menawarkan alam pantai. Kami mengangankan sekiranya tepi pantai sepanjang menuju Laguna Helau dibangun kafe dan ataupun warung jajan sederhana, niscaya akan menyihir pelancong ke tempat itu.
Dan, saya yakin alam pantai di Kalianda tak kalah indah dengan daerah lainnya di Indonesia . Juga berpotensi untuk dijual sebagai juadah pariwisata. Sebab, Lampung tak bisa sepenuhnya berharap dari Pusat Latihan Gajah Way Kambas yang nyaris tak terurus dan lokasinya sangat jauh dari pusat kota Bandar Lampung.
Lamsel punya banyak potensi objek wisata. Selain Laguna Helau, Pantai Ketang, Kalianda Resort, Pantai Marina, Canti, Way Belerang—untuk menyebut beberapa saja objek wisata di Kalianda, juga Menara Siger yang kini selalu menggoda jika kita berada di kapal fery yang hendak merapat ataupun bertolak ke Merak.
Potensi Menara Siger ini juga belum dimanfaatkan, baik oleh Pemda Lampung maupun Pemkab Lamsel. Karena itu, alangkah baiknya salah satu ikon dan “pintu” dunia pariwisata yang terletak di bukit Bakauheni itu dikelola bersama-sama: Pemda dan Pemkab Lamsel. Dengan demikian, sama-sama merasa memiliki.
Tidak pernah terdengar lagi wacana menyediakan lahan untuk rest area keripik pisang. Lamsel sangat potensial menghasilkan pisang. Bahkan hasilnya sudah lama dijual ke luar Lamsel seperti beberapa kota di Pulau Jawa dan di Sumatera sendiri, termasuk ke Bandar Lampung. Dengan potensi penghasil pisang cukup besar itu, mengapa tidak diolah menjadi bebagai panganan, salah satunya keripik pisang.
Pelancong akan sejenak mampir membeli keripik pisang, setelah itu melanjutkan perjalanannya ke tujuan. Jika saja di rest area tersebut masyarakatnya telah dibekali bagaimana menjual objek wisata, point plus tersendiri. Ini telah lama dilakukan oleh abang-abang becak dan sais delman di Yogyakarta . Bagaimana tamu ditawari ke pusat-pusat souvenirdan objek wisata lainnya…
Subscribe to:
Posts (Atom)




.jpg)



