Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts
Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts

Wednesday, April 16, 2014

UN SMA-SMK Susulan Digelar 22 April 2014


Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

Kadis Pendidikan Lampung Drs Tauhidi, M.M.
Bandarlampung—Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Tauhidi menyatakan, Dinas Pendidikan Lampung masih memberi kesempatan kepada para siswa SMA/SMK yang tidak bisa ikut ujian nasional (UN) pada Senin—Rabu (14-16/4). Mereka masih bisa ikut UN susulan pada 22 April mendatang.

“Jika ada siswa yang tidak datang pada saat ujian UN, mereka  ini dapat mengikuti ujian susulan pada  tanggal 22 April 2014. Bila ada yang tidak hadir saat UN , mereka dapat mengikuti ujian susulan pada 22 April mendatang,” ujar Tauhidi, di sela-sela acara pelepasan Muli Mekhanai Lampung di Ruang Rapat Gubernur  Lampung, Rabu (16/4).

Tauhidi mengaku belum tahu persis jumlah siswa yang ikut ujian susulan . Menurut Tauhidi, banyak alasan siswa tidak bisa ikut UN. Misalnya karena sakit, menikah, atau sedang mengerjakan suatu pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Prinsipnya, kami masih menoleransi mereka. Pada dasarnya semua siswa dapat mengikuti UN, meski keadaan mereka dalam keadaan tidak normal, misalnya jika ada siswa yang terkena masalah hukum, mereka dapat melaksanakan  ujian di Polsek.Bila ada siswa yang kecelakaan  bisa juga  ujian di Rumah Sakit setempat dengan pengawasan dari  Dinas Pendidikan,” kata dia.

Tauhidi mengatakan secara keseluruhan  berlangsung  dengan,  tertib dan  lancar. “Tidak ada laporan kendala yang berarti, bakik kekurangan soal dan masalah  lainnya,” ujarnya.

Menurut daftar nominatif tetap (DNT), jumlah calon peserta Ujian Nasional (UN) SMA sederajat di Lampung mencapai 86.011 siswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 280 siswa SMA/SMK mengundurkan diri sehingga tidak mengikuti  UN. Siswa SMK di Lampung yang mengundurkan diri dari UN mencapai 181 orang, sementara siswa SMA yang mengundurkan diri sebanyak 99 orang.

Tuesday, April 15, 2014

Banyak Kalangan Sesalkan Jokowi Muncul pada Soal UN

Dewi Ria Angela, R. Usman/Teraslampung.com


Jakarta—
Banyak pihak menyesalkan munculnya soal Ujian Nasional SMA berisi materi yang berkaitan dengan nama Jokowi. Soal cerita pada UN Bahasa Indonesia yang menggambarkan kehidupan positif Joko Widodo itu dianggap sebagai pencitraan kepada pemilih pemula. Dikhawatirkan, hal itu menjadi kampanye terselubung menjelang Pilpres.

“Kami mengharapkan UN benar-benar mengatur pendidikan anak-anak kita, jangandimasuki isu politik yang mengganggu anak-anak. Politik tidak boleh menunggangipendidikan. Ini dalam tanda petik bisa disebut kampanye terselubung,” ujar AnggotaKomisi X DPR RI Jefirstson Riwu Koredi Gedung Nusantara II, Selasa (15/04).

Politikus Partai Demokrat itu berharap Kementerian Pendidikan Kebudayaan dapatmelakukan investigasi terhadap lolosnya isu politik pada soal UN. Kemendikbud harusmemberikan kontrol terhadap kelalaian ini.

“Saya mendorong ke depannya pemerintah benar-benar memberikan kontrol. Inibentuk kelalaian pemerintah, kenapa soal seperti itu bisa lolos. Harus diinvestigasidulu. Memang ada niat sungguh-sungguh, atau karena dia pendukung Jokowi,”tambah Jefri, panggilan akrab Jefirstson.

Untuk itu, ia mengharapkan Kemendikbud dapat memberikan sanksi kepada pihakpembuat soal. Ia menegaskan, pendidikan Indonesia jangan sampai dipolitisasi.

“Kami mengharapkan ada sanksi dari Kemendikbud terhadap orang-orang yangmembuat soal UN. Jangan ada niat-niat dari oknum tertentu untuk mempolitisasi anak-anak atau pendidikan Indonesia. Soal jenis sanksinya, itu ranah teknis Kemendikbudyang akan menentukan,” ujar Politisi asal Dapil NTT ini.

Jefirstson menyarankan, untuk soal-soal yang menggunakan objek tokoh nasional, bisamenggunakan pahlawan nasional, atau tokoh non politik. “Harusnya pemerintah juganetral, jangan memihak kepada salah satu pihak, terutama politisi,” kata  Jefri.

Mendikbud M Nuh berjanji akan mengecek soal-soal UN tentang biografi Jokowi dan akan segera menindaklanjutinya. "Kalau betul seperti itu ya menjadi catatan buat si pembuat soal. Oleh karena itu berikan waktu kita akan ngecek terlebih dahulu," kata Nuh

Sementara itu, Kepala BSNP Badan Standar Nasional Pendidikan Edi Tri Baskoro mengatakan, soal UN yang menjurus ke politik praktis memang tidak diperkenankan. Namun dia belum melihat secara langsung soal tersebut.

"Kami punya kisi-kisi. Saat menulis soal itu berdasarkan kisi-kisi, jadi itu kisi-kisi untuk UN. Kemudian soal dibuat oleh tim, jadi naskah-naskah itu tadi sebenarnya memang mereka yang memilih. Seharusnya tidak boleh menjurus ke politik praktis," kata Edi

Ali Subkhi, seorang guru SMA di Jakarta, mengaku menyesalkan soal seperti itu bisa lolos menjadi bahan ujian siswa SMA. Menurut Ali, meskipun materinya sudah sesuai standard, seharusnya pembuat soal mempertimbangkan sensirivitas.

“Harus diingat, ini menjelang Pilpres. Bisa dianggap kampanye terselubung. Saya sendiri menilainya aneh, karena yang ditampilkan dalam soal cerita itu bukan tokoh dari partai  yang sedang berkuasa, Bagi saya,apa pun alasannya, soal seperti itu seharusnya tidak layak jadi materi UN,” kata Ali.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik) Musliar Kasim menegaskan, pembuatan naskah soal ujian nasional (UN) 2014 sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kisi-kisi soal UN pun sudah berlaku sejak tahun 2012. Hal tersebut dikatakannya terkait dengan penggunaan nama salah satu tokoh politik dalam soal UN 2014 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Wamendik Musliar Kasim mengatakan, penyusunan soal UN 2013/2014 dilakukan sejak Juli 2013, dan masuk ke percetakan pada 24 Februari 2014. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pun sudah melakukan pengecekan mengenai penggunaan nama tokoh politik tersebut. “Tidak semua soal UN Bahasa Indonesia mendapatkan soal tersebut,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, (15/04/2014).

Ia menjelaskan, paket soal yang memuat nama tokoh politik itu hanya ada di 18 provinsi yang berada di wilayah indonesia barat. Kemudian dari 20 varian soal yang ada, soal tersebut hanya terdapat di dalam 3 paket soal. Sementara jumlah peserta UN SMA/SMK/MA tahun 2014 berjumlah 3,1 juta siswa. “Jadi total hanya 6 persen yang mendapatkan soal itu,” kata Wamendik.

Soal UN, kata Wamendikbud, merupakan dokumen negara yang dirahasiakan, sehingga tidak bisa dilihat oleh sembarang orang. Bahkan pihak Kemdikbud yang tidak termasuk dalam tim pembuat soal pun tidak boleh melihatnya. Wamendik mengatakan, pembuatan soal UN melibatkan guru sekolah, ahli mata pelajaran, dan dosen perguruan tinggi. Nama-nama mereka pun tidak boleh diumumkan ke publik.

Wamendikbud menambahkan, penggunaan nama tokoh dalam soal Bahasa Indonesia sudah sesuai dengan kisi-kisi yang ditetapkan Kemdikbud dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Ada kompetensi siswa yang diukur dalam soal tersebut, yaitu memahami isi dan bagian-bagian paragraf suatu artikel teks non sastra tajuk rencana, laporan karya ilmiah, teks pidato, biografi tokoh, serta berbagai bentuk dan jenis paragraf non teks. Sedangkan untuk indikator UN adalah menentukan isi paragraf, opini, pernyataan/jawaban pertanyaan sesuai isi, tujuan penulis, arti kata/istilah dan isi biografi.

Wamendik juga menyampaikan pesan dari Mendikbud Mohammad Nuh yang berhalangan hadir dalam jumpa pers karena harus menghadiri rapat terbatas kabinet. Ia mengatakan, Mendikbud berpesan agar urusan pendidikan tidak disangkutpautkan dengan politik. Kemdikbud juga akan mempelajari lebih lanjut mengenai penggunaan nama tokoh politik tersebut.

Soal  berbentuk wacara atau soal cerita pada UN Bahasa Indonsesia yang banyak mendapat kritik adalah sebagai berikut; :

Ir H. Joko Widodo lahir di Surakarta 21 Juni 1961, merupakan alumnus UGM. Sejak 15 Oktober, Jokowi menjabat sebagai gubernur DKI. Tokoh yang jujur dan selalu bekerja keras ini dikenal dengan gaya blusukannya ke pelosok ibukota. Berbagai penghargaan telah beliau raih, antara lain ia termasuk salah satu tokoh terbaik dalam pengabdiannya kepada rakyat.

Sebagai tokoh seni dan budaya, beliau dinilai paling bersih dari korupsi. Namun demikian, usahanya di bidang upah minimum provinsi (UMP) mengalami kendala oleh tindakan buruh yang memanggil kembali perwakilannya saat sidang berlangsung. Buah dari pertemuan tersebut, dewan pengupahan menetapkan upah Rp 2,2 juta.

Keteladanan Jokowi pada wacana di atas adalah...

a. alumni UGM yang cinta seni dan budaya
b. gemar blusukan ke pelosok wilayah
c. mengadakan pertemuan dengan dewan pengupahan
d. menjadi tokoh seniman terkemuka di DKI Jakarta
e. menerima berbagai penghargaan dan gelar

Friday, April 11, 2014

Polda Lampung Kerahkan 1.664 Personel untuk Amankan Ujian Nasional SMA

AKBP Sulistyaningsih

M. Zaenal/Teraslampung.com

Bandarlampung—Kepolisian Daerah (Polda) Lampung megerahkan 1.644 personel untuk menjaga dan mengamankan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA 2014 se-Provinsi Lampung yang akan dilaksanakan pada Senin (14/4) mendatang.

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih mengatakan, penjagaan, pengawalan, dan pengaman tersebut adalah upaya menantisipasi adanya kecurangan atau terjadinya tindak pidana saat berlangsungnya proses UN di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Lampung, yang akan diselenggarakan pada Senin (14/4) mendatang.

Personel yang di tugaskan sejak 28 Maret - 10 April 2014 lalu untuk menjaga gudang tempat tersimpannya soal-soal ujian, kini ditugaskan kembali untuk mengawal pengiriman soal ujian ke seluruh daerah di Provinsi Lampung.

"Soal-soal itu di kawal oleh dua personel dari Satuan Sabhara. Sedangkan untuk penjagaan dan pengamanan jalannya proses UN, jumlah personel seluruhnya mencapai 1.644 personel," kata Sulis saat ditemui di Polda Lampung, Jumat (11/4).

Sulis menjelaskan, di Kota Bandarlampung jumlah personel yang di tugaskan sebanyak 317 personel, Kabupaten Lampung Selatan 213 personel, Kabupaten Lampung Utara 154 personel, Kabupaten Lampung Barat 94 personel, Kabupaten Lampung Timur 218 personel, Kabupaten Lampung Tengah 174 personel, Kabupaten Tanggamus 64 personel, Kota Metro 125 personel, Kabupaten Tulangbawang 96 personel, Kabupaten Way kanan 172 personel, dan Kabupaten Mesuji sebanyak 35 personel.

"Personel yang ditugaskan dalam pengamanan pelaksanaan UN, selain mengenakan seragam Dinas dan ada yang mengenakan pakaian sipil. Tugas mereka meliputi menjaga soal ujian dan berjaga di sekolah, serta melakukan patroli di lingkungan sekolah," kata Sulis.