Showing posts with label Pilpres 2014. Show all posts
Showing posts with label Pilpres 2014. Show all posts

Thursday, June 12, 2014

Delapan Komunitas Relawan Siap Jalankan “Revolusi Mental” Bersama Jokowi-JK

Ahmad Marhaen/Teraslampung.com

Pentas musik dan baca puisi pada acara Deklarasi Dukungan untuk Jokowi-JK di Palembang, Rabu lalu,11 Juni 2014. 
PALEMBANG –Sebanyak delapan komunitas relawan di Sumatera Selatan siap memenangkan Jokowi-JK dengan mengusung “Revolusi Mental”.  Delapan kelompok  relawan tersebut mendeklarasikan “Revolusi Mental” pada Rabu (11/6/2014) di Jalan Kapten A. Rivai Palembang.

Kedelepan kelompok relawan itu adalah Kaukus Seniman Sumsel, Demang Perjuangan, Seknas Tani, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Sumsel, Komunitas Pemilih Jokowi, Komunitas Pemuda Jokowi-JK, Komunitas Mahasiswa Jokowi-JK, dan Seknas Perempuan.

“Revolusi Mental dalam visi dan misi Jokowi-JK merupakan gagasan yang menawarkan perubahan bagi Indonesia tercinta. Terutama perubahan jiwa bangsa, yang saat ini mengalami kegalauan. Kami siap menjalankan revolusi mental bersama Jokowi-JK,” kata F. Maizano, politikus  PDI Perjuangan, saat memberikan sambutan.

“Banyak penyakit kebangsaan akibat pembangunan mental yang terabaikan. Seperti melemahnya rasa nasionalisme, memburuknya sikap gotong-royong, menonjolkan sikap materialisme, dan hedonisme,” kata Maizano.

“Oleh karena itu negara Indonesia butuh pemimpin yang tegas dan konsisten mengembalikan arah pembangunan bangsa, seperti yang ditegaskan oleh Bung Karno dengan Trisakti-nya. Berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial-budaya. Hal itu tercermin dalam visi dan misi Jokowi-JK,”  Maizano menambahkan.

Tampak hadir pada cara tersebut, antara laun, sejumlah seniman Sumsel seperti Anwar Putra Bayu, Anto Narasoma, J.J. Polong, Vebri Al-Lintani, Iir Stoned, Darto Marelo, Muhaimin, dan Syawal. Mereka selain membacakan deklarasi, juga melakukan pertunjukan musik dan baca puisi.

Reformasi Pendidikan Prabowo-Hatta Bukan Sebatas Revolusi Mental

Ahmad Marhaen/Teraslampung.com

PALEMBANG - Pasangan Prabowo-Hatta dinilai lebih mampu menciptakan manusia Indonesia yang unggul. Sebab ideologi pendidikan yang diusung Prabowo-Hatta lebih jelas. Ini tercermin dalam visi dan misinya. Yakni Pancasila.

“Reformasi pendidikan yang dicitakan Prabowo-Hatta sejalan dengan rencana program pembangunan lainnya berdasarkan Pancasila. Hal ini mencakup pula revolusi mental seperti yang disampaikan Bung Karno di masa lalu,” kata Hilmin Syihabuddin, politisi dari Partai Demokrat, Kamis (12/06/2014).

Menurut Hilmin, jika dibandingkan dengan revolusi mental yang diusung pasangan Jokowi-JK, reformasi pendidikan jelas lebih baik. “Kenapa? Karena awal dan akhir dari pendidikan berideologykan Pancasila yakni terwujudnya manusia yang ber-Ketuhan-an,” kata Hilmin.

“Percuma kita memiliki sumber daya manusia yang cerdas, berperilaku baik, gotong-royong, berprestasi, tapi tidak mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa,”  Hilmin menambahkan.

Bagaimana manusia yang mengakui adanya Tuhan tapi berperilaku buruk? “Itu artinya dia belum paham sepenuhnya soal ke-Tuhan-an. Sebab kalau dia menyakini adanya Tuhan, maka dia akan cerdas, berperilaku baik, bergotong-royong. Dalam ideologi Pancasila, manusia yang mengakui
Tuhan namun belum menjadi manusia yang sempurna, jauh lebih baik dibandingkan manusia yang secara duniawi sempurna tetapi tidak mengakui Tuhan,” kata Hilmi.

“Pancasila itu merupakan ideologi yang membawa keselamatan bangsa Indonesia, baik di dunia maupun di akhirat,” tegas Hilmin lagi.

Mengenai kondisi bangsa dan negara Indonesia yang terpuruk pada saat ini, jelas Hilmin, buan berarti Pancasila gagal, melainkan kita belum mampu mewujudkan nilai-nilai yang tercermin pada Pancasila. “Kita belum mampu bersikap tegas, yang bukan berarti memusuhi, terhadap
nilai-nilai dari ideologi lain, yang secara prinsip menggerogoti nilai-nilai Pancasila,” kata Hilmi.

“Makanya diperlukan reformasi pendidikan berazaskan Pancasila, yang tujuannya menciptakan manusia yang unggul, selamat di dunia dan di akhirat,” kata politisi yang juga akademikus di sebuah perguruan tinggi di Palembang itu.

Agar Jadi Presiden, Akbar Tanjung Suruh Prabowo Minum Air Sungai Musi

Ahmad Marhaen
Kampanye Prabowo di Benteng Kuto Besak, samping Sungai Musi, Palembamg, Kamis (12/6). Foto: dok tribunnews.
PALEMBANG, Teraslampung.com - Ini bukan klenik atau takhayul. Saat kampamye di Palembang, Kamis siang (12/6), anggota Tim Penasihat Pemenangan Pasangan Prabowo-Hatta yang juga politikus senior Partai Golkar, Akbar Tandjung, meminta Prabowo untuk minum air Sungai Musi jika ingin menjadi Presiden Indonesia.

Di depan para pendukung yang mengelu-elukan nama Prabowo, mantan Ketua DPR dan mantan ketua umum PB HMI itu bercerita soal khasiat air Sungai Musi.

Menurut Akbar, Sungai Musi punya sejarah dalam karirrnya. Keberhasilan dirinya menjadi ketua PB HMI pada 1971 diawali dari Palembang, Kata Akbar, hal itu diawali dengan minum air Sungai Musi.

Ihwal permintaan Akbar itu dimulai dengan tanggapan Akbar soal antusiasme warga Palembang menyambut Prabowo dan harapannya para Pilpres 9 Juli nanti. "Kalau Prabowo dapat dukungan dari Sumsel, khususnya Palembang, insya Allah menang jadi presiden," kata Akba Tanjung   saat  kampanye berama Prabowo di Benteng Kuto Besak, di pinggir Sungai Musi, Palembang, Kamis siang (12/6).

Jeda beberapa detik, Akbar kemnudian melanjutkan orasinya,"Saya menjadi Menteri, Ketua DPR karena meminum air Sungai Musi. Karenanya Pak Prabowo harus minum air Sungai Musi supaya jadi Presiden. Prabowo adalah pemimpin yang cerdas amanah dan seluruh hidupnya diabdikan ke rakyat," kata Akbar.

Dalam orasinya Akbar mengatakan  untuk menjadikan Indonesia yang kaya raya, dan menjadikan Indonesia sejahtera harus memilih Prabowo-Hatta. Alasannya, Prabowo-Hatta adalah pemimpin yang tegas dan bisa membawa Indonesia lebih berwibawa.

"Kalau bukan Prabowo siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi. Pilih Prabowo-Hatta!" teriak Akbar.


Wednesday, June 11, 2014

Kampanye di Palembang, Prabowo Janji Selesaikan Jalan Tol Sumatera

Ahmad Marhaen

Kampanye Prabowo di Benteng Kuto Besar Palembang, Kamis siang, 12 Juni 2014. (Foto dok tribunnews)
PALEMBANG, Teraslampung.com – Dalam kampanye di Kota Palembang, Sumetara Selatan, Kamis sianf (12/6) calon presiden Prabowo Subianto berjanji jika terpilih sebagai presiden akan menuntaskan Jalan Tol Sumatera yang sudah bertahun-tahun tertunda pembangunannya.

"Selain jalan tol, saya berjanji akan membangun jalur kereta api dari Provinsi Aceh hingga Provinsi Lampung, sehingga seluruh  wilayah Pulau Sumatera akan memiliki akses transportasi darat berupa jalan tol dan jalur kereta api,  Itu komitmen kami," kata Prabowo.

"Selain itu, kami berjanji, kalau kami menang, kami akan memgalokasikan dana desa Rp 1 miliar untuk satu desa atau kelurahan," tambahnya.

Di Palembang, Prabowo disambut ribuan warga Sumatera Selatan yang menyesaki  Plaza Benteng Kuto Besak (BKB). Selain hadir dalam kampanye akbar itu, Prabowo juga bertemu dengan tokoh masyarakat di kediaman tokoh masyarakat Palembang Haji Halim di Palembang.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sumatera Selatan (FORMASS) Prabowo-Hatta, Harris Tohir, mengatakan antusiasme warga Sumsel menyambut kedatangan Prabowo menunjukkan bahwa  masyarakat Sumsel siap mendukung dan memilihnya sebagai Presiden Indonesia 2014-2019 yang didampingi putra terbaik Sumsel, yakni Hatta Rajasa,”

Dijelaskan Harris, konsep pembangunan bangsa Indonesia yang diusung Prabowo-Hatta seperti yang dicitakan para pendiri bangsa, yang berazaskan Pancasila.

“Bukan hanya bangsa yang cerdas, makmur, berperikemanusiaan, cinta tanah air, juga memiliki keimanan yang kuat. Pancasila itu mendahulukan keimanan, yakni sila pertama tentang ke-Tuhan-an Yang Maha Esa,” ujarnya.

Prabowo hadir di Palembang bersama Aburizal Bakrie, Akbar Tanjung, Anis Matta, Priyo Budi Santoso, Alex Noerdin,  dan Marzuki Alie.

Puluhan Musisi Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-JK

Konser Slank untuk deklarasi dukungan kepada Jokowi-JK di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Juni 2014. (Foto: Dok Slank)
JAKARTA, Teraslampung.com – Puluhan musisi dan artis Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Revolusi Harmoni, hari ini (Rabu,11/6) resmi mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Jusuf Kalla.

Deklarasi ini mereka resmikan di Parkir Timur Senayan. Hadir grup band Slank, Bunda Ifet, Giring Nidji, Erwin Gutawa, Joy 'Saint Loco', Oppie Andaresta, Ian Antono, Ello, Komunitas Musik Jalanan, Cak Lontong, Melly Manuhutu, Krisdayanti, Jiung dan masih banyak lagi.

"Peace, peace, peace," ucap Bunda Ifet sembari menunjukkan dua jarinya mengawali pembukaan deklarasi untuk pasangan Jokowi-JK.

"Kita mengharapkan Indonesia Baru yang mampu dan damai, terutama menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara," imbuhnya.

Sementara, Giring Nidji mengaku semakin mantap memilih pasangan Jokowi-JK. "Saya percaya bahwa kedua calon presiden kita (Prabowo dan Jokowi) adalah calon yang mumpuni, tapi yang mampu membuat harapan saya menyala lagi adalah pasangan Jokowi-JK," serunya.

Abdee Slank menjelaskan bahwa awalnya mereka tak sengaja membuat Komunitas Revolusi Harmoni, lantaran hanya menggelar acara kumpul biasa.Namun, ia tak menyangka dari pertemuan biasa itu mendapat respon yang sangat baik dari musisi lainnya mengenai Jokowi-JK.

"Kami enggak berharap akan sebesar ini jadinya (dukungan dari musisi lainnya untuk Jokowi-JK), awalnya kita cuma mau menegaskan sikap kita. Namun akhirnya berkembang jadi gerakan kemanusiaan dan ada harapan ke depan agar Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi. Akhirnya kita sepakat dan buat Komunitas Revolusi Harmoni," papar Abdee.

Abdee juga membuka pintu bagi musisi atau artis manapun yang mau bergabung dengan Komunitas Revolusi Harmoni ini.

"Ayo, sama-sama kita dukung. Kalau musisi cuma ngumpul aja kan basi. Harapan kita ingin Indonesia lebih besar dengan cara berevolusi metal. Kami di sini adalah musisi yang punya harapan besar untuk Indonesia," tandasnya.

Selain memberikan dukungan untuk Jokowi-JK, para musisi dan artis yang hadir hari ini juga menyumbangkan suaranya dan keahliannya bermain alat musik.

Juru bicara tim pemenangan Joko Widodo-JK, Anies Baswedan, mengatakan dukungan puluhan musisi Indonesia kepada Jokowi-JK menunjukkan masih banyak orang Indonesia yang tidak bisa dibeli atau disogok dengan uang.Menurut Anies, mereka bukan tidak bernilai, tapi tak ternilai harganya.
“Itulah sebabnya saya atas nama tim Jokowi-JK menyampaikan apresiasi," kata Anies saat menghadiri deklarasi dukungan musisi Tanah Air, di Jakarta, Rabu petang (11/6).

Sejumlah musisi seperti Slank, Giring Nidji, Roy Jeconiah, Ello, Oppie Andaresta, Ian Antono, Erwin Gutawa, Krisdayanti dan lain-lain menyatakan dukungannya kepada Jokowi-JK.Para musisi menggelar konser kecil-kecilan yang dihadiri ribuan orang, untuk menyatakan sikap atas dukungannya itu.

"Yang jelas kami bangga dan terharu karena ketulusan para seniman mendukung ini. Karena mereka bergerak bukan karena rupiah, tidak dibayar, tapi karena panggilan hati, dan itu membuat kami makin percaya, bahwa yang dikerjakan pendukung Jokowi-JK adalah sebuah gerakan karena panggilan hati, dan ini pembeda yang penting sekali untuk Jokowi-JK," ujarnya. (Bambang Satriaji/JPNN)

Tuesday, June 10, 2014

Profesor Ahmad Erani Yustika, Dosen Muda Pemandu Debat Capres-Cawapres Tahap Dua

Bambang Satriaji/Teraslampung.com 

Prof. Ahmad Erani Yustika, M.Sc(kimbatorokatong.blogspot.com)
JAKARTA - KPU bersama tim pemenangan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah menetapkan Profesor Ahmad Erani Yustika sebagai moderator Debat Capres-Cawapres tahak kedua, 15 Juni mendatang. Tema debat kedua adalah 'Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial'.

Komisioner KPU Sigit Pamungkas mengatakan, Profesor Ahmad Erani meruoakan staf pengajar Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) dari Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Erani dipilih dari lima calon yang sebelumnya dibahas dalam rapat KPU dengan tim pemenangan dua pasangan Capres-Cawapres.

“Calon moderator dibahas dan dipertimbangkan berdasarkan banyak segi. Antara lain dari segi kompetensi dan rekam jejaknya. Akhirnya terpilihlah Profesir Ahmad Erani yang independesinya tidak diragukan. Profesor Ahmad adalah profesor muda yang lulus tahun 2010 dari salah satu universitas di Jerman," kata Sigit, Rabu (11/6)..

Berdasarkan penelusuran Teraslampung.com  Ahmad Erani Yustika termasuk dosen muda yang naamanya bersinar. Lahir di Ponorogo, Jawa Timur pada 1973, Erani menyelesaikan pendidikan sarjana dari Jurusan Ilmu Ekonomidan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi – UniversitasBrawijaya pada  1996.

Erani termasuk penulis produktif dan banyak mempublikasikan tulisan diberbagai media massa. Ada  sekitar lima ratusan artikel karya Erani  telah diterbitkan di koran,  majalah nasiona,l dan jurnal ilmiah. Ia juga mempresentasikan paper dalam forum-forum seminar nasional maupun internasional.

Pada 2001 menuntaskan studi post-graduate (MSc) dan 2005 menyelesaikan studi doktoral (Ph.D), semuanya di University of Göttingen (Georg-August-UniversitätGöttingen), Jerman (melaluibeasiswa GTZ dan DAAD), dengan spesialisasi Ekonomi Kelembagaan. Sejak 1997 bekerja sebagai dosen di kampus almamater dan menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Pascasarjana Fakultas Ekonomi – Universitas Brawijaya (2007-2009) dan Pembantu Dekan I (Akademik) Agustus 2009 – April 2010.

Sejak 2008 hingga  saat ini Erani menjabat sebagai Direktur Eksekutif INDEF (Institute for Development of Economics and Finance), Jakarta. Sejak 2010 (Maret) sampai saat ini menjadi Anggota BSBI (BadanSupervisi Bank Indonesia).Pada 2006 dan 2009 terpilih sebagai Dosen Berprestasi I Universitas Brawijaya (dan dosen berprestasi tingkat nasional) dan 2007 terpilih sebagai penulis buku paling produktif di FakultasEkonomi – UniversitasBrawijaya.

Mulai 1 Juni 2010 diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Kelembagaan di Fakultas EkonomiUniversitas Brawijaya (pengukuhan dilakukan pada 30 Desember 2010).



Biodata


Nama Lengkap                 : Prof. Ahmad Erani Yustika, M.Sc, Ph.D
Tempat / Tanggal Lahir : Ponorogo, 22 Maret 1973
Nama Ayah                 : Dr. M. Sofwan Chudorie
Nama Ibu                         : Sri Ismiyanti

Pendidikan:

  1. S-1, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya ( 1996 )
  2. S-2, Master ( Msc ) Institute fuer Rurale Entwicklung – Universitaet Gottingen, Jerman ( 2001 )
  3.  S-3, Doktor (Ph.D ) Institute fuer Rurale Entwicklung – Universitaet Gottingen, Jerman ( 2005 )

Pekerjaan :

  1. Ketua Biro Kajian Ilmiah PPI ( Perhimpunan Pelajar Indonesia ), Gottingen Jerman, 2004 – 2005
  2. Ketua Pusat Dokumentasi & Publikasi Ilmiah ( PDPI ) &  Badan Penerbit Fakultas Ekonomi ( PFE ) FE – UB, 2005 – 2007
  3. Direktur Eksekutif ECORIST ( The Economic Reform Institute ), 2005 – 2008
  4. Direktur PHK A3 Jurusan Ilmu Ekonomi, FE – UB, 2007 – 2009
  5. Direktur Eksekutif INDEF ( Institute for Development of Economics and Finance ), 2008 – Sekarang
  6. Pembantu Dekan I ( Akademik ), FE – UB, ( 2009 – 2010)
  7. Ketua Departemen Fiskal dan Anggota ( Merangkap Sekretaris ) Staf Ahli KADIN Jawa Timur, 2009 – Sekarang
  8. Anggota BSBI ( Badan Supervisi Bank Indonesia ), 2010 – Sekarang
  9. Anggota Dewan Nasional FITRA ( Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran ), 2011 – Sekarang
  10. Ketua Fokus Grup Infrastruktur PP ( Pengurus Pusat ) ISEI ( Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia ), 2012 - Sekarang


Sumber: http://ahmaderani.com/

Kampanye Simpatik, Jokowi-JK tak Banyak Libatkan Massa Besar

Siti Qodratin, Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com


BANDARLAMPUNG —Kampanye Jokowi-JK di Lampung akan dibagi lima rayon. Masing-masing rayon terdiri dari tiga kabupaten-kota di Provinsi Lampung. Kampanye akan lebih banyak dilakukan di lokasi yang keramaian warga, tanpa melibatkan banyak massa.



"Sejumlah agenda kegiatan kampanye calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawaprs) Joko Widodo-Jusuf Kalla, dimulai 12 Juni  hingga 1 Juli 2014.

Tim koalisi  kampanye nasional Jokowi-JK telah menyusun sejumlah agenda kampanye di setiap kabupaten kota hingga batas terkahir kampanye 1 Juli mendatang,” kata Ketua Tim Koalisi Kampanye Jokowi-JK di Lampung,  Dedy Afrizal., Selasa (10/6).

Dedy Afrizal mengatakan, kampanye Jokowi-JK akan lebih banyak dalam bentuk  kampanye simpatik, yakni menyambangi warga langsung di sejumlah tempat, tanpa melibatkan massa yang besar. Misalnya di pasar tradisional.  Dengan kampanye simpatik diharapkan calon pemilih akan lebih tertarik untuk memutuskan memilih pasangan nomor urut dua tersebut

Sementara koordinator bidang media tim  kampanye  Jokowi-JK, Darwin Ruslinur, mengajak awak media untuk berperan dalam memberikan pendidikan politik pada masyarakat.

Monday, June 9, 2014

Muslimat NU Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-JK

Fika Ananda/Teraslampung.com

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Muslimat NU Lampung,  Sri Dwi Ningsih Sumarno, saat membacakan deklarasi dukungan untuk Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang, (Teraslampung/Fika)
BANDARLAMPUNG -- Pengurus Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Lampung mendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Dukungan sekaligus siap memenangkan capres-cawapres nomor urut 2 pada Pilpres 9 Juli mendatang itu dilakukan Selasa (10/6).

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Muslimat NU Lampung,  Sri Dwi Ningsih Sumarno, mengatakan  ormas Islam terbesar ini telah menetapkan pilihan dan dukungan pada pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 9 Juli mendatang.

Sementara ketua DPD PDIP Lampung sekaligus ketua pemenangan Jokowi-JK di Lampung, Sjachroedin Z.P,  mengatakan  Jokowi adalah sosok pemimpin yang jujur, bersih, sederhana, tegas dan dicintai rakyat.

"Pak Jokowi itu sudah terbukti  kepemimpinannya, baik ketika menjadi Walikota Solo  maupun ketika menjadi  Gubernur DKI Jakarta. Dukungan yang terus mengalir dari masyarakat Indonesia kepada Jokowi untuk menjadi Presiden RI menunjukkan bahwa Jokowi itu pemimpin pilihan rakyat," kata Sjachroedin..

Karena itu, Sjachroedin  mengajak seluruh keluarga besar muslimat NU Lampung untuk  mendukung pasangan Jokowi-JK dengan cara memilih pasangan yang diusung PDI-P pada Pilpres 9 Juli  mendatang.

Deklarasi dukungan Muslimat NU kepada Jokowi-JK  dihadiri Ketua DPD Partai Nasdem Provinsi Lampung Zamzani Yasin, sebagai partai koalisi. Sedangkan dari jajaran pengurus PDI-P Lampung, di antaranya Syafariah Widianti dan Tulus Purnomo.

Seusai penyerahan surat deklarasi Muslimat JU Lampung kepada ketua tim pemenangan Jokowi-JK Sjachroedin ZP, dilanjutkan penggalangan dana secara spontan. Rencananya hasil donasi ini disumbangkan untuk perjuangan memenangkan pasangan yang Jokowi-JK. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)

Pengamanan Pemilu Presiden, Polisi akan Fokus di Sekitar TPS

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Kapolda La,mpung Brigjen Heru Winarko. (Teraslampung.com)
BANDARLAMPUNG – Polda Lampung siap mengamankan jalannya Pilpres 9 Juli mendatang. Dalam mengamankan Pilpres, Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko berjanji akan bersikap netral.

"Soal kenetralan, dipastikan semua anggota Polri akan bersikap netral. Anggota Polri hanya bertugas mengamankan jalannya Pemilu.Yang terpenting Pemilu Pilpres ini bisa berlangsung lancar, aman, dan damai dari awal hingga akhir. Untuk itu, kami sudah berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu Lampung," kata Brigjen Heru Winarko.pada acara Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Krakatau 2014, di Lapangan Saburai, Bandarlampung, Selasa (10/6).

Brigjen Heru Winarko mengatakan gelar pasukan yang diikuti personel PoldaLampung, Polresta Bandarlampung, Polres Lampung Selatan, dan Polres Tanggamus itu  dalam rangka persiapan pengamanan Pilpres 2014.

"Untuk melakukan pengamanan Pilpres pihaknya sudah melakukan koordinasi KPUD kabupaten/kota. Kami akan fokus di TPS-TPS yang pada Pemilu kali ini bertambah, lebih banyak dibanding Pileg lalu," kata dia.

Menurut Kapolda, pada Pemilu Presiden jumlah TPS akan berkurang, sedangkan DPT akan bertambah dari 500 DPT per TPS menjadi 600 DPT per TPS. Pada Pemilu Pileg dan Pilkada berjumlah 5000 TPS menjadi 4000 TPS.

Selain  Kapolda Lampung, Brigjen Pol. Drs. Heru Winarko, gelar pasukan dihadiri Dir Sabhara Baharkam Mabes Polri, Brigjen Pol. Drs Heri Hawan, Wakapolda Lampung, Kombes Pol. Winarno, seluruh pejabat Utama Polda Lampung, Ketua KPU Lampung, Ketua Bawaslu Lampung, Forkopimda Provinsi Lampung, dan seluruh elemen masyarakat.

Sedangkan jumlah personel Polri TNI yang dikerahkan terdiri dari 1 Pleton Pom TNI, 1 Pleton TNI AD, 1 Pleton TNI AL, 1 Pleton Brigif 3 Marinir, 2 Kompi Sat Brimob Polda Lampung, 1 Pleton Ditpol Air Polda Lampung, 1 Pleton Gabungan Dit Intelkam, Dit Reskrimum, Dit Reskrimsus, Dit Narkoba Polda Lampung.

Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Krakatau 2014, di Lapangan Saburai, Bandarlampung, Selasa (10/6). Foto: Teraslampung.com
Selain itu 1 Pleton Dit Lantas Polda Lampung, 1 Kompi Polresta Bandarlampung, 1 Pleton Dihub Provinsi Lampung, 1 Kompi Pol PP, 1 Pleton Gabungan Damkar, Rafi, Senkom, dan SAR, sebanyak 960 personel, terdiri dari personel Polda sebanyak 500 personel, Polresta 400 personel, Polres Lampung Selatan 30 personel, dan Polres Tanggamus 30 personel.

Direktur Sabhara Baharkam Mabes Polri, Brigjen. Heri Hawan, mengatakan,dengan menyaksikan simulasi persiapan sistem pengamanan Pilpres pada 9 juli 2014 mendatang, mulai dari pengendali massa (Dalmas) awal sampai Dalmas akhir cukup memuaskan.

“Mulai dari pagar betis, melumpuhkan massa yang anarkis cukup baik, dan diharapkan saat pelaksanaannya nanti para personel yang telah terlatih tersebut bisa melaksanakan tugasnya dengan baik,” kata dia.

Terkait tindakan tegas dan daerah yang dianggap rawan akan aksi massa, kata Heri, hal itu merupakan wewenang Kapolda Lampung selaku pimpinan yang mengetahui wilayahnya.


Polda Lampung Kerahkan 960 Personel untuk Amankan Pilpres

Brigjen Heru Winarko
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com - Polda Lampung mengerahkan 960 personel untuk mengamankan  pelaksanaan Pemilu Presiden  Juli  2014  mendatang. Personel itu berasal Polda Lampung 500 personel, Polresta Bandarlampung 400 personel, Polres Lampung Selatan 30 personel, dan Polres Tanggamus 30 personel.

"Saat ini sudah memasuki tahapan kampanye, apel kali ini melakukan pengecekan kesiapan personel dan kelengkapan yang terlibat dalam pengalaman calon presiden dan wakil presiden yang akan melaksanakan kampanye di Lampung," kata Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko, saat apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata Krakatau 2014 di Lapangan Saburai, Enggal, Bandarlampung, Selasa (10/6).

Kapolda mengatakan Polri sebagai penanggung jawab keamanan negeri, menurutnya berkewajiban untuk mengawal, menjaga dan pengamankan penyelenggaraan pemilu.

“Potensi kerawanan pemilu menurutnya yang kerap terjadi berupa pelanggaran tindak pidana termasuk tindak pidana umum,” kata Kapolda. (Siti Qodratin)

Cerdas dan "Berhati" Pilih Prabowo-Hatta

Ahmad Marhaen/Teraslampung.com

PALEMBANG - Peta persaingan Pilpres 2014 yang menghadirkan dua pasang calon, Prabowo-Hatta dan Joko Widodo-Jusuf Kalla terutama di wilayah Sumatera Selatan diyakini dapat dimenangkan pasangan nomor urut satu dengan raihan suara mencapai lebih dari 70 persen.

Hal ini diungkap Tabroni Husein, tokoh masyarakat yang juga mantan Wakil Gubernur Sumsel di masa Rosihan Arsyad. Tabroni menjelaskan, dua pasang Capres Cawapres ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagaimana manusia biasa namun berbeda karakter personal dalam hal kepemimpinan.

"Secara pribadi, sudah cukup lama mengenal Prabowo dan Hatta dengan segala kekurangan dan  aelebihannya. Akan tetapi untuk Jokowi baru terlihat sejak jadi Gubernur DKI. Kalau Jusuf Kalla semua orang pasti sudah mengetahui karena beliau mantan Wakil Presiden," ujar Tabroni

Kepemimpinan, kecerdasan, pengalaman serta wibawa, ditambahkannya, merupakan syarat menjadi pemimpin. Dari semua unsur syarat kepemimpinan itu, Prabowo lebih unggul dari semua faktor yang ada.

"Terlepas dari kekurangan yang ada, semua itu dapat tertutup oleh kelebihan yang dimiliki Prabowo. Sosok pemimpin dengan karakter yang menuntut kesempurnaan di setiap bidang tanpa pernah meremehkan orang lain," imbuh pria yang sekarang menjabat Persatuan Purnawirawan
Angkatan Darat Sumsel ini.

Ditambahkan Tabroni, Prabowo termasuk prajurit yang kariernya melejit karena punya prestasi dan sangat dihormati dan disegani di lingkungan TNI. Kepemimpinan Presiden selama ini walau dari militer, akan tetapi kurang tegas dalam menyikapi masalah. Prabowo diyakininya dapat
mengisi kelemahan Presiden selama ini.

"Belum waktunya Jokowi memimpin Indonesia, kemampuan dalam melihat sebuah masalah dan mencari solusi masih kurang. Apalagi Prabowo mengambil Hatta Rajasa yang notabene putra sumsel dan punya pengalaman di pemerintahan sebagai Cawapres. Jadi keduanya dapat saling mengisi dan melengkapi," ujar lulusan Akabri angkatan 1968 ini.

Cawapres Hatta Rajasa, diyakini Tabroni dapat melengkapi semua hal karena sudah pernah tiga kali menjadi Menteri, Ketua Partai dan ahli ekonomi di Indonesia. Sebagai bukti, dijelaskannya, ekonomi Indonesia tetap mampu stabil ditengah badai ekonomi yang melanda dunia.

"Hatta Rajasa merupakan putra terbaik Sumsel yang sukses berkiprah di nasional. Tidak ada yang meragukan kemampuannya di lingkaran birokrasi. Pergaulan internasionalnya pun terbilang luas. Tantangan kedepan yakni ekonomi serta persaingan global dan Hatta pasti mampu menjawab tantangan tersebut," lanjutnya.

Dari semua syarat dan latar belakang, imbuhnya, pasangan Prabowo-Hatta merupakan jawaban akan kebutuhan sosok pemimpin Indonesia dengan segala tantangan kedepan. Dirinya ikut mengajak seluruh keluarga, teman dan purnawirawan untuk memilih pasangan dengan nomor urut satu.

"Khususnya kepada masyarakat Sumsel, jangan sampai salah pilih, pilihlah yang tepat dengan mendukung penuh pasangan no urut 1. Keunggulan Prabowo-Hatta diharapkan signifikan. Jangan kurang dari 70 persen. Jika kurang, warga Sumsel seolah tidak punya rasa solidaritas terhadap putra Sumsel yang sekarang bertarung untuk menjadi Wapres," pungkas mantan Ketua Forum Keluarga Komering Ulu ini.

Jokowi: Tata Kelola Pemerintahan Dilakukan dengan Pola Baru

Aan Frimadona Rosa/Teraslampung


JAKARTA - Debat calon presiden dan wakil presiden perdana antara pasangan calon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan calon presiden nomor urut 2 Jokowi Widodo-Jusuf Kalla berlansung menarik.

Debat calon presiden dan wakil presiden tadi malam ini menjadi  kecenderungan topik utama di jejaring sosial Facebook dan Twitter. Debat perdana capres-cawapres di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6) berlangsung seru,Capres nomor urut dua, Jokowi menjelaskan gagasannya untuk membuat pemerintahan yang bersih.

Langkah realistis yang diungkapkan mantan Walikota Solo itu dengan dua cara yang telah terbukti dilakukan saat menjabat Walikota Solo dan menjadi Gubernur DKI Jakarta, yakni tata kelola pemerintah yang baik dan bersih, "Dua langkah realistis untuk pemerintah yang bersih menuju demokrasi sejahtera", ujar Jokowi dengan tegas.


"Yang pertama melaksanakan pembangunan sistem. Sistem yang baik dibangun seperti saat saya menjabat walikota dan gubernur DKI Jakarta. Tata kelola baru kami terapkan, yakni dengan sistem rekrutmen pegawai yang transparan,, birokrasi yang bisa diawasi rakyat, dan pemanfaatkan teknologi yang tepat guna melalui e-goverment," ujar Gubernur  DKI Jakarta (nonaktif) itu.

Yang kedua,  menurut Jokowi, penting untuk dilakukan adalah transparansi dengan berbasis teknologi dalam pemerintahan. "IMB online,audit pajak online yang saya lakukan saat menjabat Walikota Solo dan itu akan menjadi perhatian utama dalam pembangunan demokrasi yang sejahteta bagi masyarakat dan itu akan dilakukan sampai level nasional jika kelak terpilih," ujar Jokowi.

Selain itu Jokowi menambahkan, "Seleksi terbuka pada lembaga-lembaga dalam merekrut pegawai bukan seleksi  berbasis kedekatan," tegas Jokowi.

Diteruskan  Jokowi bahwa pasangan nomor urut dua adalah pasangan yang telah banyak pengalaman, cawapres Jusuf Kalla  merupakan sosok yang tepat,tegas dan mengedepankan dialog dalam penyelesaiaan masalah.

Dalam debat semalam JK juga memaparkan bagaimana untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih. Peran pemimpin harus menjadi teladan, bersih dari segala hal, "Pemimpin harus memberi keteladanan. Pemimpin yang taat pada HAM. Dengan begitu pemerintahan yang baik akan berjalan. Akan efektif untuk melayani," ujar Jusuf Kalla.

Mantan wapres periode 2004-2009 itu juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat KPK. "KPK harus diperkuat. Penyidik KPK harus diperbanyak," tutup JK .

Debat Capres-Cawapres: Saling Klaim Menang

R. Usman/Teraslampung.com


JAKARTA—Debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo-Hatta dan Joko Widodo- Jusuf Kalla di Balai Sarbini dan ditayang secara live oleh seluruh media televisi, Senin (9/6) malam,

Kedua kubu capres-cawapres mengklaim memenangkan perdebatan ini. Sementara pengamat menilai debat semalam amat dinamis dan memuaskan. 

Seperti juga diakui Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta Mahfud MD. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengaku cukup puas dengan acara Debat Kandidat Calon Presiden-Calon Wakil Presiden tersebut.

Mahfud menyebut Prabowo-Hatta tampil baik dan mampu mengungguli penampilan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. "Secara keseluruhan kami menang. 1-0," kata Mahfud di Balai Sarbini, Jakarta, Senin malam (9/6).

Sementara pengamat politik Burhanuddin saat dialog pagi di Metro TV mendukung rekannya yang juga narasumber, bahwa Jokowi-JK lebih unggul dibanding Prabowo-Hatta. “Kalau Prabowo tampil dengan oratornya, sementara Jokowi sebalikunya. Prabowo tampil dengan diksi-diksi besar, sedangkan Jokowi dengan percaya diri,” kata Burhanudin.

Disinggung pertanyaan soal pelanggaran HM oleh cawapres Jusuf Kalla, Calon presiden Prabowo Subianto mengatakan, sudah menengatuhi arah pertanyaan.

"Tidak apa-apa, Tiadak apa-apa. Ya saya harus siap diserang," kata Prabowo. Lebih jauh mantan Danjen Kopassus ini, meminta JK untuk menanyakan kepada atasannya saat itu.

Prabowo juga mengatakan, sejak dulu dia adalah abdi negara. Apa yang dia laksanakan pada era terdahulu pun menurut dia merupakan bagian dari upayanya melindungi rakyat Indonesia.

Debat kandidat digelar Komisi Pemilihan Umum sebagai salah satu tahapan dalam pilpres. Pada debat pertama ini, topik yang akan diangkat adalah "Pembangunan demokrasi, pemerintahan yang bersih, dan kepastian hukum". (*)

Pleno DPT Pilpres di Lampung Timur Ditunda

Penundaan karena Komisioner Sibuk Daftar KPU Provinsi


Mashuri Abdullah/Teraslampung.com

SUKADANA - Pleno penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu presiden (pilpres) wilayah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) ditunda secara sepihak oleh KPU Lamtim.  Semula dalam undangan kepada parpol, pleno diagendakan Senin (9/6) pukul 13.00 WIB. Namun, karena Ketua KPU Lampung Timur berhalangan, pleno terpaksa ditunda.  Menurut rencana pleno baru akan dilangsungkan malam ini  (9/6), pukul 20.00 WIB.

Penelusuran Teraslampung menyimpulkan bahwa penundaan pleno penetapan DPT Pilpres yang mendadak dan sepihak itu karena Ketua KPU Lampung Timur Samsul Arifin,dan komisioner Pokja DPT, Fakhrudin Ansyori, sedang mengikuti tes kesehatan sebagai syarat pencalonan anggota KPU Provinsi Lampung di RSUD Abdul Moeloek.  Penundaan ini jelas
mengecewakan kalangan parpol.

Salah seorang pengurus parpol yang enggan disebutkan namanya menyesalkan penundaan tersebut.  "Kalau begini kita harus rapat malam", ujarnya.  Dia menambahkan seharusnya kalau memang sibuk, KPU Lamtim bisa mengagendakan hari sebelumnya.

"Ini terkesan karena kepentingan pribadi ketua dan komisioner, agenda penting penetapan DPT pilpres dianaktirikan. melanjutkan seharusnya ketua KPU profesional dalam bekerja,” ujarnya.

Senin (9/6) merupakan hari terakhir penetapan DPT Pilpres di tingkat kabupaten. Setelah penetapan di tingkat kabupaten, baru akan dilakukan pleno di tingkat provinsi.

Prabowo-Hatta Kembalikan Kejayaan Majapahit-Sriwijaya

Ahmad Marhaen/Teraslampung.com

PALEMBANG -- Hafiz Tohir, Ketua Tim Pemenangan Pusat Prabowo-Hatta, menegaskan meskipun Sumatera Selatan saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya, tetapi jika dibandingkan dengan sumber daya alam yang telah diambil tampaknya masih terasa terpinggirkan. Menurut Hahiz, masih banyak rakyat yang belum sejahtera, dan infrastruktur sangat tertinggal bila dibandingkan dari pulau Jawa.

"Namun, bila Hatta Rajasa terpilih menjadi Wakil Presiden Indonesia 2014-2019, dipastikan Sumatera Selatan termasuk Lampung, Bengkulu, Jambi, Bangka-Belitung, Riau, Sumatera Baratr, Sumut, Aceh, kian maju, dan kembali berjaya seperti di masa Kerajaan Sriwijaya," kata Hafiz Tohir, saat memberikan pengarahan kepada para relawan Formass (Forum Masyarakat Sumatera Selatan) Prabowo-Hatta di Palembang, Minggu (8/6/2014) malam

Menurut Hafi, kejayaan yang sama juga akan dirasakan masyarakat di Kalimantan, Jawa, Bali, Sulwesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. “Oleh karena itu, sangatlah wajar jika kita memenangkan pasangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014 ini. Caranya kita menyatukan tekad, melupakan perbedaan, bekerja dan memanfaatkan moment yang mungkin tidak terulang lagi,”
.
Anggota DPR RI terpilih dari PAN  itu mengatakan,  karakter kepemimpinan Prabowo-Hatta sangat dibutuhkan bangsa dan negara Indonesia. “Mereka pasangan Majapahit-Sriwijaya, yang pernah menjayakan Nusantara ini. Menciptakan rasa kagum dan hormat dari pihak international, dan
memakmurkan suku bangsa di Nusantara,” ujarnya.

Dijelaskan adik kandung Hatta Rajasa ini, ada delapan poin keunggulan Prabowo-Hatta dibandingkan pasangan Jokowi-JK yakni mampu menjamin rasa aman, mampu mempersatukan bangsa, berkharisma dan berwibawa, berani menegakkan keadilan, empati dan berjiwa sosial, strong leadership dan tegas, jujur dan berintegritas, serta pintar dan bekerja keras.

“Sriwijaya berjaya pada abad ke-7, Majapahit berjaya 7 abad kemudian, dan kini abad ke 21 Sriwijaya dan Majapahit menjayakan Indonesia kembali. Menjadi macan Asia,” ujar Hafiz.

Sementara Formass Prabowo-Hatta, saat ini sudah menghimpun sejumlah relawan, ormas, maupun tokoh masyarakat. Misalnya Pemuda Muhammadiyah Sumatera Selatan, Relawan Muslimin dan Muslimat Sumatera Selatan, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Palembang seperti Zuhri Lubis, Toyib, Marzuki, Tanhar, Ahmad Rivai, dan beberapa tokoh lainnya.

KPU Pringsewu Tetapkan DPT Pilpres

Adi Nur Pracoyo/Teraslampung.com

PRINGSEWU- KPU Pringsewu menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, di Aula Grojogan Sewu, Pringsewu, Senin (9/6). Penetapan DPT Pilpres 2014 itu dilakukan dalam rapat terbuka yang dihadiri semua komioner KPU Pringsewu.

Hadir pula pada rapat penetapan DPT Pilpres, antara lain, perwakilan Kesbangpol, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Panwas, da para Panitia Pemilihan Kecamatan se-Kabupaten Pringsewu.

Ketua KPU Pringsewu, Warsito, mengatakan, berdasarkan penetapan KPU Pringsewu, jumlah DPT Pilpres 2014 di  Kabupaten Pringsewu sebanyak 309.556 pemilih, terdiri atas 157.935 laki-laki dan 151.621 perempuan.

“Jumlah pemilih tersebut tersebsar di 126 pekon (desa) dan 5 kelurahan di Pringsewu. Jumlah TPS yang akan disiapkan sebanyak TPS 821 buah,” kata Warsito, Senin (9/6).

Rincian masing-masing DPT per kecamatan di Kabupaten Pringsewu adalah sebagai berikut:

  1. Kecamatan  Adiluwih. :13 Desa, 72 TPS : DPT:26.743 pemilih
  2. Kecamatan  Ambarawa :8 Desa, 65 TPS : DPT:26.398 pemilh
  3. Kecamatan  Banyumas :11 Desa.  51 TPS. DPT : 16.012 pemilih
  4. Kecamatan  Gading Rejo :23 Desa, 159 TPS, DPT : 58.129 pemilih
  5. Kecamatan Pagelaran : 22 Desa, 101 TPS,  DPT : 40.860. pemilih
  6. Kecamatan Pantura :10 Desa, 29 TPS. DPT : 11.130 pemilih
  7. Kecamatan Pardasuka :13 Desa, 87 TPS.DPT : 30. 800 pemilh
  8. Kecamatan Pringsewu : 15 Desa, 174 TPS DPT : 61. 586 pemilih
  9. Kecamatan Sukoharjo :16 Desa, 83 TPSDPT : 37.898 pemilih


Sunday, June 8, 2014

IPW: Aksi Kekerasan Jelang Pilpres Makin Mengkhawatirkan

Neta S. Pane (dok)
BANDARLAMPUNG, Teraslampung - Sebulan menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden kondisi keamanan di beberapa daerah di Tanah Air makin panas. Sejumlah peristiwa kekerasan terjadi, baik langsung terkait dengan pilpres maupun terkait dengan isu SARA yang berpeluang menganggu jalannya pilpres. Terkait dengan itu, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S. Pane, mendesak Kapolri bertindak tegas.

Menurut Neta, selama 18 hari terakhir sudah terjadi delapan peristiwa kekerasan dan ancaman kekerasan yang mewarnai proses atau tahapan Pemilu Presiden (Pilpres 2014), sehingga situasi menjelang Pilpres 2014 terlihat makin rawan.

“Ironisnya, pihak Kepolisian RI (Polri) tidak bekerja maksimal dalam memburu para pelaku, sehingga dari delapan peristiwa, hanya satu tersangka yang tertangkap,” kata Neta S Pane, dalam rilisnya, Minggu malam (8/6).

Neta mengaku pihaknya Imenyayangkan sikap lamban Polri dalam menangkap para pelaku kekerasan ini. Akibatnya, para pelaku seakan mendapat angin untuk kembali melakukan kekerasan baru.  Neta juga menyayangkan, dengan lambannya kinerja pihak Polri ini aksi kekerasan menjadi terus berlanjut dan terbiarkan. Neta mencontohkan kasus penyerangan dan pengeroyokan terhadap Julius, Ketua Sahabat Jokowi-JK di Yogyakarta pada 29 Mei 2014 yang lalu.

"Dalam kasus penyerangan dan pengeroyokan terhadap Julius itu, dari delapan pelaku, polisi baru berhasil menangkap satu orang tersangka. Sedangkan tujuh orang yang lainnya terkesan masih dibiarkan bergentayangan oleh pihak kepolisian," kat dia.

Pada saat kasus penyerangan dan pengeroyokan terhadap Julius tersebut masih belum tuntas dan terlihat mengambang, kemudian malah terjadi lagi aksi pelemparan bom molotov ke rumah Husen, Ketua Relawan Keluarga Nusantara Jokowi-JK di Yogyakarta 7 Juni 2014 lalu.

Menurut Neta, aksi kekerasan ini tidak hanya terjadi pada kubu Jokowi-JK, tetapi juga  dialami kubu Capres-Cawapres 2014 yang lainnya, yakni pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang didukung enam partai politik (Parpol).

"Pada tanggal 20 Mei 2014, seorang pengawal Prabowo dipukul oleh seseorang pada saat acara pendaftaran Capres-Cawapres di KPU RI. Lalu pada 7 Juni 2014 Rumah Polonia yang menjadi markas Prabowo-Hatta diancam akan dibom. Oleh karena itu, IPW sangat mengharapkan agar Polri dapat bekerja lebih keras lagi untuk mengungkap aksi-aksi kekerasan ini, supaya masyarakat Indoneisa bisa lebih tenang dan tidak terjebak dalam sikap saling mencurigai antara satu kubu dengan yang lainnya,” kata Neta.

Neta pun mempertanyakan, aApakah aksi kekerasan itu hanya sebuah rekayasa atau benar-benar terjadi dilakukan lawan politiknya, atau dilakukan pihak tertentu untuk mengacaukan Pilpres 2014.

“Aura panas ini tidak boleh dibiarkan. Pilpres 2014 harus bisa dijaga Polri dengan aman dan damai. Kapolri perlu memerintahkan kepada para Kapolda yang di wilayahnya terjadi kekerasan dan ancaman kekerasan, agar dapat segera menangkap pelakunya. Dan bagi Kapolda dan Kapolres yang tidak mampu, harus segera dicopot,” kata dia.

"Sebelum Pilpres 2014 jadi penuh konflik. Seperti di Yogya yang kekerasan terus berulang. Kapolri perlu segera mengganti Kapolda maupun Kapolresnya. Yogya adalah kota budaya, tentu sangat ironis jika di kota itu terus menerus terjadi aksi kekerasan," tambahnya. (RL)

Data Kekerasan pada 18 Hari Terakhir menurut IPW:

7 Juni 2014
Rumah Ketua Relawan Keluarga Nusantara Jokowi-JK di Jogyakarta, Husen dilempari bom molotov oleh orang yang tak dikenal. Bom itu dilemparkan ke dalam rumah melalui jendela. Percikan api dari molotov itu kemudian membakar lantai. Untungnya aksi itu tidak sampai membakar rumah milik Husen.

7 Juni 2014
Rumah Polonia yang menjadi markas Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di Polonia, Jakarta Timur mendapat ancaman akan dibom oleh orang tak dikenal.

30 Mei 2014
Sekelompok massa menyerang rumah pendeta Niko Lomboan di Pangukan Sleman, Jogjakarta. Saat itu di rumah tersebut ada 20 orang yang sedang melakukan kebaktian yang dipimpin Pendeta Niko Lomboan.

29 Mei 2014
Diskusi di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta yang dihadiri Fadli Zon, Tim Sukses Prabowo-Hatta diwarnai aksi penolakan aliansi mahasiswa. Akibatnya terjadi kericuhan dan pemukulan.

29 Mei 2014
Sekelompok massa menyerang rumah Ketua Sahabat Jokowi-JK, Julius Felicianus di Ngemplak, Sleman, Jogjakarta. Saat itu keluarga Julius sedang melakukan doa rosario di rumahnya. Selain merusak rumah, massa juga mengeroyok Julius hingga harus dirawat di rumah sakit. Kamera wartawan Kompas TV, Michael Aryawan juga dirampas dan ybs ikut dikeroyok.

26 Mei 2014
Pondok Komunikasi Rakyat untuk mendukung kemenangan Jokowi-JK di Jalan Sultan Agung, Setiabudi, Jakarta Selatan, dibakar orang tidak dikenal.

25 Mei 2014
Baliho bergambar Megawati ukuran 6x4 milik Satuan Tugas Nasional Cakra Buana PDIP di Duri Pulo, Jakarta Pusat dibakar orang tak dikenal.

20 Mei 2014
Seorang pengawal Prabowo dipukul seseorang saat Prabowo-Hatta mendaftarkan diri sebagai pasangan Capres dan Cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Suasana yang ramai dan riuh berubah menjadi ketegangan hingga memecahkan kaca KPU.

Imparsial Duga Presiden SBY tak Netral Soal Babinsa

Bambang Satriaji/Teraslampung.com

Poengky Indarti (dok indopoliitika)
JAKARTA - Koalisi Masyarakat  Melawan Lupa, diwakili Direktur Imparsial Poengky Indarti,  mengimbau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjaga netralitas TNI dalam Pemilihan Presiden 9 2014 Juli mendatang. Poengky meminta SBY tidak berpolitik ganda dalam menjaga netralitas TNI.

"Dugaan ketidaknetralan TNI dalam pilpres ditandai dengan beberapa babinsa yang dikerahkan ke perumahan penduduk untuk mengarahkan dukungan ke salah satu pasangan calon. Kami menduga SBY tidak netral dalam kasus ini. Di depan publik  SBY memerintahkan TNI dan BIN untuk netral, tapi kuat dugaan SBY mendukung salah satu pasangan calon,” kata Poengky dalam konferensi pers di kantor Kontras, Jakarta, Minggu (6/8).

Poengky mengatakan, kecurigaan pihaknya hanya bisa dibantah jika Presiden SBY bertindak tegas SBY dengan menghukum anggota TNI yang terlibat dalam kegiatan politik jelang pilpres melalui Panglima TNI.

"Presiden SBY juga harus menghentikan kegiatan Babinsa untuk sementara. TNI  seharusnya menjaga netralitas, bukan hanya tidak boleh memilih, tapi juga dilarang melakukan agenda politik,” ujarnya.

Sementara Chris Biantoro, Wakil Koordinator Kontras, mengungkapkan pihaknya menemukan laporan terkait dengan aktivitas babinsa yang mengarahkan dukungan masyarakat terhadap capres tertentu. Laporan itu, ujar Chris, berasal dari Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Klaten, dan sejumlah wilayah di Jawa Barat.

“Artinya, kasus Babinsa mendata calon pemilih untuk megarahkan ke calom presiden tertentu tidak hanya terjadi di Cidengm Jakarta, tetapi juga di daerah lain di Indonesia. Modus yang dilakukan adalah mendatangi perumahan penduduk untuk melakukan pendataan,” kata Chris.


Hatta Rajasa: Koalisi Merah Putih bukan karena Kepepet

Bambang Satriaji/Teraslampung.com


Deklarasi tim penenangan Prabowo-Hatta Rajasa di Lampung, 2 Juni 2014 lalu. (Teraslampung.com)

JAKARTA - Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa membantah tudingan bahwa Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo-Hatta sebagai capres-cawapres pada Pemilu Presiden  201  dibentuk karena sudah terdesak atau kepepet.  Menurut Hatta, koalisi parpol pendukung pencapresan Prabowo-Hatta juga bukan untuk melanggengkan Kabiney Indonesia Bersatu.

"Kalau ada yang bilang koalisi Prabowo-Hatta adalah koalisi kepepet, itu salah. Saya dan Pak Prabowo itu sudah berdiskusi selama 19 bulan lamanya," ujar Hatta, saat memberikan orasi di acara Deklarasi Dukungan alumni ITB untuk Hatta Rajasa, di TMII, Minggu (8/6).

Menurut Hatta sudajh sejak  jauh hari, yakni selama 19 bulan, dirinya bersama Prabowo Subianto telah melakukan diskusi panjang untuk membentuk koalisi tersebut. Hatta menegaskan, kematangan Koalisi Merah Putih ini bisa dilihat dari kematangan visi-misi yang diusung. Hal ini, menurutnya, bisa menampik tudingan yang mengatakan pembentukan koalisi karena kepepet.

“Koalisi ini akan menjawab berbagai permasalahan besar bangsa Indonesia, melalui visi misi yang diusungnya. Dalam hal ekonomi kerakyatan, kami mendorongnya dengan mengedepankan nasionalisme baru, yakni ekonomi yang berdasarkan identitas nasional, agar bangsa dan negara Indonesia sejajar dengan bangsa lain yang ada didunia," terangnya.

Koalisi parpol pendukung Prabowo-Hatta yang disebut sebagai Koalisi Merah Putih, awalnya terdiri atas Partai Gerindra, PAN, PPP, dan PKS. Belakangan, Partai Golkar, PBB, dan Partai Demokrat juga ikut bergabung..

Paguyuban Kuda Lumping Kota Malang Dukung Jokowi Presiden RI

Aan Frimadona Rosa/Teraslampung

MALANG - Antusiasme masyrakat terhadap figur Jokowi menuju kursi presiden RI semakin kuat. Salah satu cara pendukung calon presiden-wakil presiden Jokowi-Kalla dilakukan oleh anggota Paguyuban Kuda Lumping Kota Malang yang tergabung di Front Lintas Golongan untuk Indonesia Hebat (Liga Indonesia Hebat) Kota Malang, Minggu (8/6)

Selain membentangkan spanduk putih dengan mengumpulkan tanda tangan masyrakat, mereka juga menggelar aksi simpatik dengan mengumpulkan  untuk disumbangkan kepada  Jokowi. Aksi yang dilakukan  pada Minggu  pagi di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang itu mendapatkan perhatian para pengguna jalan. Banyak pengendara kemudian berhenti dan memberikan sumbangannya.

Iwan, koordinator  Laskar Jokowi Kota Malang, mengatakan para seniman tradisional itu mendukung Jokowi karena mantan Walikota Solo itu dinilai sebagai sosok negarawan muda yang sederhana, sahabat rakyat namun tegas dalam bertindak.

"Pak Jokowi itu negarawan muda yang sederhana, tegas dalam bertindak dan tidak kasar, " ujar Iwan.

 Menurut Iwan, saat ini Indonesia membutuhkan sosok yang membawa rakyat ke arah perubahan  yang lebih baik dan mengerti persoalan yang dihadapi rakyat.

"Saya optimistis, terpilihnya Jokowi sebagai Presiden akan membawa perubahan. Kita perlu produk baru, bukan produk lama yang meninggalkan masalah untuk membenahi negeri ini, harapan itu ada pada sosok Jokowi yang sederhana dan jujur," kata Iwan yang juga aktivis Liga Indonesia Hebat Malang itu.

Iwan mengatakan, besarnya sumbangan yang diharapkan dari warga tidak banyak, hanya Rp seribu rupiah. Itu pun dengan catatan pemberi sumbangan harus ikhlas lahir batin.

"Aksi ini muncul awal dari Malang. Hanya Rp 1.000. Kami transparan soal penggunaan dana yang terkumpul,” kata Iwan.