Showing posts with label Berita Kota Bandarlampung. Show all posts
Showing posts with label Berita Kota Bandarlampung. Show all posts

Wednesday, May 28, 2014

Pemkot Gratiskan Warga Berobat pada 2015


Syailendra Arif/Teraslampung.com

Herman HN
Bandarlampung—Pemerintah Kota Bandarlampun akan menggatiskan seluruh warga di kita ini untuk berobat jika sakit. Program ini akan diluncurkan tahun depan.

Berobat gratis bagi seluruh masyarakat pada 2015, karena selama ini Pemkot Bandarlampung sukses mellaui program berobat gratis bagi warga yang tidak mampu di 12 rumah sakit di Kota Bandarlampung.

Karena itu, pada 2015 Pemkot akan meningkatkan program ini menjadi pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat di kota itu, baik dari statusnya mampu atau tidak mampu, Pengobatan bagi warga yang akit akan ditempatkan di kelas 3 seluruh rumah sakit.

Menurut Wali Kota Bandarlampung Herman HN, program ini sangat penting sehingga ke depannya tidak ada lagi masyarakat yang tidak tersentuh pelayanan kesehatan.

“Meski gratis, pelayanan yang akan diberikan tetap yang terbaik,” kata mantan calon gubernur Lampung ini.

Dikatakan Herman,  kendati program ini gratis namun pemerintah tetap akan membayar kepeda pihak rumah sakit. “Jadi tidak ada alasan bagi rumah sakit untuk tidak melayani masyarakat,: tegas orang nomor satu di Kota Bandarlampung ini.


Tuesday, April 29, 2014

Dewan Desak PT Prabu Artha Lanjutkan Pembangunan Pasar Smep


Syailendra Arif/Teraslampung.com

Pasar Smep (dok)

Bandarlampung—Anggota DPRD Kota Bandarlampung Benson Werta mendesak Kepala Dinas Pasar Kasrian Anwar untuk  bertanggung jawab kembali terundanya pembangunan Pasar Smep dan Pasar Tugu. Politisi Golkar itu juga mendesak Pemerintah Kota Bandarlampung agar memutuskan kerja sama dengan pengembang PT Prabu Artha Group.

“Pemkot mestinya memutus hubungan kerja sama dengan pengembang lama itu, dan mencari pengembang baru,” katanya, Selasa (29.4).

Sebagaimana diketahui, pembangunan Pasar Smep dan Pasar Tugu yang dikerjakan PT. Prabu Artha Group milik Alay sejak awal April kembali terhenti. Sehingga menyulut kekesalan para pedagang di dua pasar tersebut, termasuk anggota DPRD Kota Bandarlampung Benson Werta.

Benson mendesak Kepala Dinas Pasar Kasrian Anwar untuk bertanggung jawab terhadap mandeknya proyek bengunan di dua pasar ini. “Dinas Pasar mestinya proaktif dan mendesak pengembang dapat melajutkan pembangunan kedua pasar tersebut,” tandasnya.

Benson mengatakan, kembalinya tertunda pembangunan Pasar Smep dan Pasar Tugu oleh pengembang telah merugikan para pedagang yang saat ini terpaksa berdagang di lokasi penampungan sementara dengan omzet yang jauh menurun.

Selain itu, dia menambahkan, dari beberapa pedagang telah menyetorkan uang muka pembayaran lapak dan toko namun kenyataannya hingga saat ini belum ada kepastian dari pihak pengembang kapan pembangunan pasar itu akan dilanjutkan.

Benson juga meminta para pedagang segera melaporkan hal ini kepada aparat hukum sehingga uang muka yang sudah dibayar ada kejelasannya. “Para pedagang harus melaporkan masalah ini, jangan smapai uang yang sudah mereka keluarkan tidak ada kejelasan,” katanya.

Perlu diketahui, pembangunan Pasar Smep dan Pasar Tugu sudah beberapa kali mengalami penundaan. Sementara pengembang tidak memberikan kepastian kapan pembangunan dilanjutkan.

Tuesday, April 22, 2014

Hari Bumi: Pemkot Bandarlampung Targetkan Lima Juta Biopori

Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

Penyerahan bor pembiuat lubang biopori
Bandarlampung--Memperingati Hari Bumi 2014, Pemerintah Kota Bandarlampung bekerjasama dengan Mercy Corp Indonesia dan   Mitra Bentala menggelar kampanye Biopori untuk Perubahan Iklim, Selasa--Rabu (22-23 April 2014). Kampanye tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah Kota Bandarlampung untuk mendukung konversasi air bawah tanah melalui penerapan teknologi biopori.

“Program biopori di Kota Bandarlampung sekarang  sudah ada sekitar I juta lubang resapan yang berada di lima kelurahan, sekolah-sekolah, dan instansi perkantoran. Kami menargetkan, satu hingga dua tahun mendatang akan ada sekitar  lima juta lubang resapan biopori di  seluruh kelurahan yang ada di Bandarlampung," kata Walikota Bandarlampung Herman H.N., di sela-sela acara kampanye peringatan Hari Bumi bertema Biopori untuk Adaptasi Perubahan Iklim dan Lingkungan, di Bandarlampung, Selasa (22/4).

Menurut Herman H.N., dukungan Pemerintah Kota Bandarlampung untuk program biopori diwujudkan dalam bentuk pembuatan  Peraturan Walikota (Perwali) No 62 tahun 2013 tentang Pemanfaatan Air Hujan.

“Kami bersama Mitra Bentala dan Mercy Corp sedang berupaya mengajari masyarakat perkotaan untuk mengawali program ‘Memanen Air Hujan’. Artinya, nanti warga bisa belajar memanfaatkan air hujan untuk kehidupan pada saat terjadi kemarau panjang,” kata dia.

Paul Jeffery, Representatif Mercy Corp Indonesia, menyatakan Mercy Corp Indonesia sangat mendukung dan apresiasi komitmen dan upaya pemerintah kota Bandarlampung dalam meningkatkan ketahanan kotanya.

"Kami yakin program biopori ini dapat mewakili upaya adaptasi kota yang berhasil dalam peningkatan kapasitas dan pelibatan masyarakat secara luas serta menjadi contoh bagi pemerintahan yang berkomitmen tinggi terhadap adaptasi perubahan iklim," kata Paul.

Paul menambahkan bahwa  Mercy Corp Indonesia melaksanakan program biopori di Indonesia  dengan Pemerintah Kota Bandarlampung dan Kota Semarang  sejak 2009 sampai 2016. Dan ke depan rencananya akan bekerjasama dengan 10 kota lainnya di Indonesia.

Mashabi, Direktur Eksekutif Mitra Bentala mengatakan pembangunan biopori tidak akan berhasil tanpa partisipasi dari masyarakat .

" Keberlanjutan program ini juga tidak akan bisa terwujud tanpa ada komitmen nyata dari setiap elemen masyarakat," kata Mashabi.

Menurut Mashabi, Mitra Bentala selaku penanggungjawab proyek telah menyiapkan strategi untuk menjamin keberlanjutan pembangunan biopori di Bandarlampung dan sekitarnya dengan membentuk Rumah Informasi Biopori (RIP) yang akan menjadi pusat informasi dan fasilitas biopori dengan cakupan pelayanan meliputi wilayah Lampung.

Astutie Widyarissantie SP MSi Kasubid Media Kliring Kerentanan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan biopori berdampak sangat luas pada sektor air banyak kegunaannya bagi pertanian, kesehatan.

Program ini juga sangat baik baik bahaya yang terjadi atas perubahan iklim seperti tanah longsor dengan adanya konervasi air melalui biopori.

 Program biopori di Bandarlampung merupakan hasil dari kajian dari Asian Cities Climate Change Resilience Network (ACCCRN) tahun 2009 yang bergerak di bawah institusi Mercy Corp yang menyebutkan bahwa kota Bandarlampung rawan banjir dan kekeringan. (Oyos Saroso HN.)



Monday, April 21, 2014

Hari Bumi: Pemkot Bandarlampung, Mercy Corps, dan Mitra Bentala Kampanyekan Biopori

Syailendra Arif/Teraslampung.com

Workshop kader biopori (dok rumahbiopori)
Bandarlampung—Pemerintah Kota Bandarlampung bersama Mercy Corps Indonesia dan LSM Mitra Bentala akan menggelar sosialisasi program biopori yang dikemas dalam bentuk diskusi panel dan festival lingkungan untuk membangun pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
 
"Kegiatan tersebut digelar menjelang berakhirnya masa implementasi program yang akan ditutup pada April 2014, sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada Selasa 22 April," ujar Communications Mercy Corps Indonesia Nancy Ravenska Pasaribu di Bandarlampung,
Selasa (22/4).
 
Nancy mengatakan, perubahan iklim merupakan tantangan nyata masa kini dan masa depan yang dihadapi hampir seluruh kota di Indonesia, termasuk Kota Bandarlampung. Menurut Nancy, banjir dan kekeringan merupakan salah satu dampak perubahan iklim yang mengancam masyarakat Bandarlampung.

 "Peningkatan intensitas cuaca ekstrem, seperti kemarau panjang dan hujan yang berkepanjangan dengan intensitas tinggi, yang tidak diiringi dengan penanganan yang memadai, akan mengakibatkan Kota Bandarlampung dilanda krisis air bersih namun juga di sisi lain berpotensi meningkatkan risiko terjadinya genangan," kata dia.
 
Untuk beradaptasi atas dampak perubahan iklim yang semakin mengancam, sejak tahun 2012, Mercy Corps dan The Rockefeller Foundation melaksanakan program “Konservasi Air Bawah Tanah melalui Penerapan Teknologi Lubang Resapan Biopori bagi Adaptasi Perubahan Iklim” yang dilaksanakan oleh LSM Mitra Bentala.
 
"Saat ini program biopori telah diimplementasikan di Kelurahan Langkapura dan dalam tahap perluasan implementasi ke beberapa kelurahan lainnya di Bandarlampung," tuturnya.
 
Proses implementasi program biopori di Bandarlampung dapat berjalan dengan baik atas dukungan Pemerintah Kota Bandarlampung, LSM lokal, dan seluruh masyarakat di lokasi implementasi program.
 
Kampanye biopori akan berlangsung di Grand Emerald, Hotel Emersia, Bandarlampung,  Selasa (22/4) pukul 09.30 – 13.00 WIB dengan narasumber Walikota Bandarlampung  Herman HN, Kasubid Media Kliring Kerentanan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Astutie Widyarissantie, Representatif Mercy Corps Indonesia Paul Jeffery dan Direktur Eksekutif Mitra Bentala Mashabi.
 
Kegiatan tersebut melibatkan para pemangku kepentingan di Provinsi Lampung yang meliputi perwakilan pemerintah daerah, LSM lokal, sekolah, dan masyarakat umum.
 
Selain itu, perwakilan Pemerintah Kota Bandung, DKI Jakarta dan Kota Bogor juga dikutsertakan dalam kegiatan ini. Harapannya, agar masing-masing pihak dapat semakin membangun kesadaran dan kepedulian bersama mengenai pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan sekitar.
 
"Perayaan program lubang resapan biopori ini akan berlangsung selama dua hari, 22-23 April 2014. Pada hari kedua akan dilaksanakan di lapangan Enggal, Bandarlampung,"kata Nancy Ravenska Pasaribu.

Thursday, March 20, 2014

Tangki Pengolahan Minyak CV Bumi Waras Terbakar

M. Zaenudin Lukman/Teraslampung.com

Petugas pemadaman kebakaran sedang menjinakkan api di CV Bumi Waras, Rabu (20/3).
Bandarlampung--Kebakaran terjadi di pabrik pengolahan minyak makan (Disrivenering) milik PT. Sungai Budi Berlian atau CV. Bumiwaras Jl. Yos Sudarso, Way Lunik, Panjang, Bandarlampung Kamis (20/3) sekitar pukul 08.30 WIB. Kebakaran tersebut meledakan tangki pabrik serta meludeskan tiga dari delapan lantai Gedung pengolahan minyak.

Api yang langsung membesar nyaris membakar habis seluruh pabrik sekaligus perkantoran yang ada di sekitarnya.Untungnya, tidak lama saat api membesar dua mobil pemadam kebakaran milik perusahaan tersebut langsung berusaha memadamkan api. Tak lama berselang tiga mobil pemadam kebakaran dari BPBD juga  datang untuk menjinakkankan api.

Peristiwa yang terjadi tepat bersamaan pada pergantiaan shift kerja dan dikabarkan ada beberapa orang yang terluka. Namun, tidak ada korban jiwa alam musibah tersebut.

“Ledakannya itu sebanyak dua kali, setelah itu asap tebal keluar dari ketel tempat pengolahan minyak,” ujar Eko, saksi mata yang melihat saat terjadinya kebakaran.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Derry Agung Wijaya, mengataka  penyebab terjadinya kebakaran ini pihaknya belum dapat memastikan. Diketahui kejadian kebakaran ini terjadi pada Kamis (20/3/2014) sekitar pukul 08.30 WIB, yakni di salah satu tempat pabrik pengolahan minyak makan tepatnya di gudang De'smet milik perusahaan BW. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB,

"Kami belum bisa memastikan kebakaran tersebut. Kami juga sudah berkoordinasi dengan tim forensik dari Palembang untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran dan kemungkinan besok baru bisa dilaksanakan olah TKP Labfor dari Palembang, " kata Derry pada wartawan, Kamis (20/3).

Derry juga mengatakan, saat ini tim forensik Polresta Bandarlampung, belum dapat masuk kedalam gudang pabrik itu yakni untuk mengecek dimana lokasi terjadi kebakaran.

"Lokasi di dalam itu suhunya masih terlalu panas sebab tempat yang terbakar ini adalah pengolahan minyak yang beroperasinya 24 jam. kemungkinan kita baru bisa masuk, jika memang suhunya didalam itu benar-benar sudah dingin," paparnya.

 Derry mengaku belum bisa memastikan penyebab kebakaran. "Diduga bisa saja karena mesinnya terlalu panas, kemungkinan ada konsleting listrik, dan atau adanya kelalaian dari pekerja yang bekerja pada saat pergantian shift tersebut. Semuanya itu masih praduga. Pastinya nantilah kita lakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi," jelasnya.

Sementara korban akibat kebakaran, ada dua orang yakni mengalami luka ringan yaitu di bagian tangan dan kaki. Korban sudah dilakukan pengobatan di klinik milik perusahaaan BW.

Kepala Akunting perusahaan CV Bumi Waras, Antonius, mengatakan pertama kali kobakaran api terlihat di dekat alat pemanas atau mesin namanya termofex. "Yang pertama kali melihat adalah pengawas dua orang yang menjaga di bagian itu," kata Antonius

Menurut Antonius mesin pengolahan minyak ini bekerja selama 24 jam. Pekerja yang bertugas di bagian pengolahan minyak ini ada tiga shift. Masing-masing shift ini ada 10 orang. Pada saat berganti shift yang terahir ini, terjadi kebakaran. Saat itu di dalam pabrik pengolahan minyak ada sekitar 10 orang sedang bekerja.

Antonius membenarkan ada dua orang yang mengalami luka yakni Silamudin (25) bekerja dibagian Operator dan Bambang (32) sebagai pengawas. "Tapi keduanya bukan terkena luka bakar, melainkan hanya luka ringan saja di bagian tangan dan kakinya akibat terkena muncratan air panas. Keduanya kini sudah ditangani dan diberikan perawatan,"kata Antonius.