Showing posts with label Kabupaten Lampung Utara. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten Lampung Utara. Show all posts

Wednesday, May 7, 2014

Massa Tuntut Dewan tidak Intervensi Agung




Naquib Revolusi, Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com



Agung-Paryadi
Kotabumi—Ribuan massa mendatangi DPRD Lampung Utara, Rabu (7/5) pagi. Mereka menuntut wakil rakyat itu tidak mengintervensi Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Lampung Utara mendatangi gedung Dewan dengan menggunakan puluhan truk dan kendaraan roda dua. Mereka langsung mengepung gedung wkail rakyat tersbeut.

Pengunjuk rasa sekira 5 ribu orang itu berupaya masuk ke dalam gedung melomoati pagar, namun aparat kepolisian yang berjaga di depan gerbang menghalangi.

Dalam orasinya, massa menuntut anggota DPRD setemoat tidak selalu mengintervensi kebijakan bupati. Apalagi hendak memaksa agar Agung Ilmu Mangkunegara segera  mengganti wakilnya, Paryadi, karena saat ini masih dalam kondisi sakit.

Pengunjuk rasa yang berlangsung cukup lama ini, juga menilai Dewan berupaya mengganjal kebijakan bupati dan wakil bupati terpilih. Pendemo menganggap desakan tersebut sengaja dilakukan untuk kepentingan kelompok.

Perlu diketahui, Wakil Bupati Lampung Utara Paryadi tidak turut dilantik pada 25 Maret 2014 karena sakit dan masih berada di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung. Gubernur Lampung Sjachroedin ZP hanya melantik Agung Ilmu Mangkunegara sebagai bupati.

Hingga dua bulan masa jabatan Bupati-Wakil Bupati, Paryadi dikabarkan belum juga mengantor. Hal itu yang memicu DPRD setempat mendesak Agung mengajukan wakil pengganti Paryadi.

Namun, massa menilai DPRD mencari kelemahan untuk menggulingkan wakil bupati terpilih, sebab tak mampu melaksanakan kewajibannya akibat sakit. Anggota Dewan  dianggap mengabaikan dasar hukum, yakni memberi kesempatan bupati mencari pengganti apabila 6 bulan terjadi kekosongan jabatan.

Koordinator aksi Yopi mengatakan, anggota Dewan selain mengusik wakil bupati yang sakit, juga kerap mempersoalkan kebijakan Agung saat memutasi di lingkungan Pemkab Lampung Utara.

“Jika Dewan terus melakukan kehendaknya tanpa memerhatikan kepentingan pembangunan masyarakat, kami anak kembali mengepung Gedung DPRD dengan massa yang lebih banyak lagi,” kata Yopi.

Aksi massa ini berakhir setelah perwakilan mereka  memastikan perwakilan rakyata menenuhi semua  tuntutan yang diajukan. Sebanyak 10 orang dari massa diizinkan aparat masuk ke gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasinya.


Thursday, April 3, 2014

Selebaran “Kampanye Hitam” Marak di Lampung Utara

Naquib Revolusi/Teraslampung.Com


Kotabumi—Selebaran kampanye hitam  berisi ajakan agar masyarakat tidak memilih partai tertentu, juga terjadi di Lampung Utara. Kertas selebaran bergambar terpidana kasus korupsi dari beberapa partai tertentu ini, ditemukan masyarakat di sejumlah tempat keramaian.

“Isi selebaran adalah mengajak masyarakat untuk tidak memilih partai tertentu karena dianggap banyak terlibat sejumlah kasus korupsi,” kata Hamdani, salah satu anggota KPPS.

Dikatakannya, selebaran itu biasanya dibawa orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor, lalu dibagi-bagikan di tengah keramaian. “Mereka tak lama di tempat keramaian, setelah membagikan langsung pergi," kata Hamdani.

Sementara Ketua Panwaslu Lampung Utara Johansyah Mega mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum menerima laporan kampanye hitam yang menggunakan pamplet.

Meski begitu, kata dia, Panwas akan terus menyelidikan dalang penyebar kampanye hitam, jikan nanti terbukti benar. “Kami akan terus memantau dan menyelidikan kebenaran adanya kampanye hitam ini,” tuturnya.

Sedangkan Partai Demokrat tak mau menggubris adanya kampanye hitam ini. PD akan mengabaikan kampanye hitam yang mengarah dan mendiskreditkan partai besutan SBY ini.

“Partai Demokrat dan kandidat pasangan calon gubernur  akan lebih concern untuk kemenanangan dalam pemilu, baik pileg maupun pilgub Lampung, 9 April mendatang,” kata salah satu tim pemenangan Cagub Lampung M. Ridho Ficardo-Bakhtiar Basri. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)


Monday, March 24, 2014

Gubernur Lantik Bupati Lampung Utara tanpa Dihadiri Wakil Bupati

Agung Ilmu Mangkunegara-Paryadi (dok)
 Naquib Revolusi/Teraslampung.com

Kotabumi—Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. melantik pasangan bupati-wakil bupati Lampung Utara 2014-2019, Agung Ilmu Mangkunegara-Paryadi, tanpa dihadiri Wakil Bupati Paryadi, Selasa (24/3). Wabub Lampung Utara itu tidak bisa menghadiri cara pelantikan karena sedang dirawat di sebuah rumas sakit di Bandarlampung karena stroke.

Sjachroedin meminta tidak ada kalangan yang mempersoalkan ketidakhadirian Paryadi karena sakit. Menurut Sjachroedin meskipun tidak dihadiri wakil bupati,pelantikan tersebut tetap sah.

 "Kepada bupati yang baru, saya berpesan agar bisa mengayomi seluruh masyarakat. Harus bisa bekerja sama dengan dengan jajaran pemerintah kabupaten dan berbagai pihak untuk memajukan Lampung Utara. Sebab, tantangan ke depan akan makin berat,” kata Sjachroedin, dalam sidang paripurna DPRD Lampung Utara, Selasa (25/3).

Sjachroedin mengatakan ketika seorang pemenang pilkada sudah terpilih dan dilantik menjadi kepala daerah,maka tidak lagi lagi bicara tentang partai dan kelompok pendukung.

“Semua harus diayomi, “ujar Sjachroedin.

Agung Ilmu Mangkunegara adalah putra mantan Bupati Way Kanan, Tamanuri. Ia pernah mencalonkan diri dalam pilkada di Way Kanan pada 2010 lalu. Saat itu ia tercatat sebagai calon bupati termuda di seluruh Indonesia. Namun, dalam pertarungan kala itu Agung yang kelahiran 17 Agustus 1982 dikalahkan pasangan Burtami Zainuddin—Raden Nasution.

Sebelum maju dalam Pilkada Lampung Utara pada September 2013, Agung menjabat sebagai Camat Tanjungsenang, Kota Bandarlampung. Dalam Pilkada Lampung Utara, pasangan Agung Ilmu Mangkunegara-Paryadi (Abdi) mengalahkan calon petahana yang berpasangan dengan teknokrat (Zaenal Abidin-Anshori Djausal.