Showing posts with label Berita Lampung. Show all posts
Showing posts with label Berita Lampung. Show all posts

Thursday, June 12, 2014

Korupsi Jalinpantim, Jumlah Uang Pencairan Ganti Rugi 'Disimsalabim"

Zaenal Asikin/Teraslampung,com

Jalan lintas pantai timur Sumatera (ilustrasi)
BANDARLAMPUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) A. Kohar menuntut tiga terdakwa M. Nasir (51),Yusman (53), dan Haryono (45). Masing - masing dituntut selama 8 tahun kurungan penjara terkait korupsi pada proyek pembangunan Jalan lintas pantai timur (Jalinpantim) yang merugikan negara sebesar Rp25 miliar lebih. Pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (12/6),

Kohar menyatakan ketiga terdakwa dinyatakan secara sah dan bersalah melanggar pasal 3 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) UU RI Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Menuntut ketiga terdakwa yakni M. Nasir, Yusman, dan Haryono, masing-masing selama 8 tahun kurungan penjara dan denda sebesar Rp500 juta," kata JPU A.Kohar di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (12/6).

Atas tuntutan tersebut, Majelis hakim yang diketuai Poltak Sitorus meminta kepada para terdakwa untuk dapat memberikan keterangan sesungguhnya dan jujur dalam nota pembelaan pada sidang berikutnya.

"Untuk masing-masing terdakwa, dapat mengajukan pembelaan pribadi, selain pembelaan dari Penasehat Hukumnya, dan dalam pembelaan nanti, saya minta terdakwa dapat memberikan keterangan sesungguhnya dan jujur,” ujar Poltak kepada para terdakwa.

Terpisah, saat ditanyai mengenai tidak adanya uang pengganti terhadap kerugian Negara sebesar Rp25 miliar kepada terdakwa, JPU menyatakan, hal tersebut terjadi karena para terdakwa tidak menerima uang tersebut.

"Uang tersebut sudah diserahkan kepada masyarakat, dan kerugian negara tersebar kepada masyarakat, itu menjadikan terdakwa tidak dibebani uang pengganti," kata JPU Kohar usai persidangan.

Diketahui sebelumnya, dalam sidang tersebut ada sebenarnya ada 4 terdakwa. Namun, dikarenakan satu terdakwa lain yakni Dwi Handojo telah meninggal dunia pada tahun 2010 sehingga penyidik menyidangkan tiga orang terdakwa.

"Simsalabim" Ganti Rugi

Dalam dakwaan JPU, Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Provinsi Lampung pada 9 Januari 2008 melakukan kegiatan pembangunan jalan dan jembatan Bakauheni–Ketapang–Wayjepara. Disusul pembangunan jalan dan jembatan Bakauheni–Ketapang– Wayjepara pada 23 Januari 2009.

Pembangunan mengharuskan adanya pembebasan lahan masyarakat, sehingga Departemen PU mengalokasikan anggaran untuk 2008 sebesar Rp32,5 miliar dan 2009 sebesar Rp18 miliar.

”Karena lokasi kegiatannya di Lampung Timur, pemkab setempat membentuk panitia pengadaan tanah (P2T) pada 14 Januari 2008,” jelas Kohar.

Tim P2T Lamtim kemudian melakukan sosialisasi kegiatan dengan mengidentifikasi, menginventarisasi, serta cross check tanam tumbuh dan bangunan yang akan diganti rugi. Hasilnya disampaikan kepada terdakwa Yusman selaku administrasi teknik pada struktur organisasi di lingkungan pembangunan jalan dan jembatan.

”Data tim dipindahkan Yusman ke laptop miliknya dengan format daftar normatif. Karena data yang diserahkan panitia tim P2T tidak ada harganya, terdakwa Yusman membuat sendiri jumlah harga untuk masing-masing pemilik tanah,” ungkap dia.

Setelah ada daftar normatif, Tim P2T didatangi oleh warga sekitar untuk menolak hasil identifikasi tersebut, sehingga Tim P2T mendatangi Yusman untuk merubahnya dan terdakwa Yusman merubah hal itu, setelah dilakukan pencairan, Tim P2T meminta kepada M.Nasir  yang merupakan terdakwa I selaku kepala TU dan Haryono (Terdakwa III) selaku Bendahara Pengeluaran Kegiatan untuk meminta pencairan itu sesuai dengan nama-nama yang sudah diubah.

Pada saat pencairan, jumlah uang ternyata tidak sesuai dengan daftar yang sudah diubah, sehingga warga menolaknya karena nominal yang akan mereka terima terlalu sedikit dan tidak sesuai dengan harga tanah mereka.

Atas dasar tersebut, perbuatan ketiga terdakwa telah melanggar ketentuan pasal 40 ayat 1 dan 2 Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Yahun 2007 yang menyatakan bahwa berdasarkan berita acara sebagaimana dimaksud pasal 37 ayat 2 dan ayat 3 serta pasal 38 panitia pengadaan tanah kabupaten/kota menerbitkan keputusan mengenai bentuk dan atau besarnya ganti rugi dan daftar pembayaran ganti rugi.

Saturday, May 31, 2014

Gubernur Sjachroedin Gelar Perpisahan

Gubernur Lampung Sjachroedin ZP dan Ibu Trully Scjachroedin
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com - Forkomindo Lampung memberikan penghargaan atas program unggulan pada pembangunan di Lampung kepada Gubernur Sjahroedin. Penghargaan diberikan pada acara malam perpisahan dan pelepasan gubernur dan wakil gubernur Lampung periode 2009 - 2014 di Novotel pada Jumat malam. (30/5) .

Ketua Forkomindo Lampung Brigjen Heru Winarko menyatakan penghargaan diberikan karena Gubernur Sjahroedin telah membuat program unggulan pada  prembangunan di Lampung. Program tersebut adalah  Menara Siger,  pembangunan kawasan Selat Sunda, jalan tol Bakauheni—Terbanggi Besar—Sumatera Selatan, Kota Baru, Terrminal Agrobisnis  di Lampung Selatan, Kawasan Terpadu Lampung Tengah, dan Institut Teknologi Sumatera di  Jatiagung, Lampung Selatan.

Ekspose pembangunan di depan gubernur Lampung terpilih Ridho Ficardo.
Hadir pada acara adalah seluruh walikota dan bupati di provinsi Lampung. Dalam kesempatan itu juga Gubernur Lampung Sjahroedin dan ibu Trury menerima cendera mata dari sejumlah pejabat di antaranya Walikota Herman HN, Gubernur terpilih Ridho Ficardo, dan mantan Sekda Lampung Berlian Tihang.

Sebelumnya, pada Jumat siang (30/5), di Kantor Pemprov Lampung, Gubernur Sjachroedin memaparkan program dan hasil pembangunan yang dilaksanakan selama 10 tahun terakhir di depan gubernur terpilih Lampung, Ridho Ficardo. Pada kesempatan tersebut Sjachroedin berharap program pembangunan yang sedang berjalan untuk dilanjutkan oleh gubernur baru.

Ridho Ficardo-Bachtiar Basri yang akan dilantik sebagai Gubernur-Wakil Gubernur 2014 menyatakan kesiapannya melanjutnya program pembangunan yang sudah berjalan..Namun, sebagai gubernur baru Ridho mengaku akan mereview dan mengevaluasi perkembangan sejumlah proyek yang sedang berjalan. Ridho berjanji akan melakukan reformasi birokrasi agar kinerja Pemerintah Provinsi Lampung semakin baik. (Mas Alina)

Wednesday, May 28, 2014

PT TBL Seharusnya Konsisten dengan Komoditas yang Dikembangkan

Supriyanto/Teraslampung.com

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampng Tengah, Kirsna Rajasa, memberikan penjelasan soal proses perubuhan tamaman di lahan HGU PT Tunas Baru Lampung kepada perwakilan warga empat kampung, di  Kantor Pemkab Lampung Tengah, Rabu, 28 Mei 2014. (Teraslampung/Supriyanto)
GUNUNGSUGIH – Terkait dengan perubahan pemanfaatan lahan hak guna usaha (HGU) PT.Tunas Baru Lampung (PT.TBL) dari kebun sawit menjadi kebun tebu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampung Krisna Rajasa menegaskan seharusnya perusahaan tetap mengikuti aturan yang berlaku dalam menjalankan bisnis perkebunannya. Menurut Krisna perusahaan perkebunan tidak boleh mengubah komoditas perkebunan yang dikelolanya seenaknya sendiri.

“Juga harus ada laporan aktivitas perkebunan setiap enam bulan sekali kepada Pemkab. Nanti akan ada penilaian kinerja dan  penilaian perusahaan. Hal ini akan menjadi pedoman dalam rangka penilaian perusahan tersebut,”kata Krisna Rajasa, di Kantor Pemkab Lampung Tengah, di Gunungsugih, Rabu (28/5).

Menurut Krisna, penerbitan Izin Usaha Perkebunan (IUP) PT.Tunas Baru Lampung  berdasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 26/2007  tentang Pedomana Perizinan Usaha Perkebunan. Dalam Peraturan Menteri itu dijelaskan untuk mengubah jenis komoditas dari sawit menjadi tebu, agar IUP-nya terbit syaratnya harus melampirkan IUP yang lama. Yakni IUP pada waktu komoditas sawit.

“Selain itu juga akte pendirian perusahaan dan perubahannya, rekomendasi dari dinas yang membidangi perkebunan di Kabupaten Lampung Tengah,  dan rencana kerja perubahan jenis tanaman. ” Kesemua dokumen yang dipersyaratkan sudah ada.  Jadi dengan dasar fakta inilah dan data yang lalu yang ada pada kami, maka kami terbitkanlah IUP pada bulan Juli 2013,” katanya.

Terkait dengan usia IUP, kata dia, memang IUP tidak dibatasi oleh usi,  tetapi tetap selalu dilakukan monitoring, evaluasi dan penilaian.

“Bilamana dalam proses penilaian ada hal-hal yang tidak pas, tentunya ini menjadi bahan pertimbangan untuk kelangsungan daripada perusahaan itu sendiri. Setiap tahun hal ini kami lakukan,”katanya.

Kepala Kantor Pertanahan Lamapung Tengah, Rusnadi, menjelaskan berkaitan dengan HGU PTTBL, memang sudah ada perubahan pemanfaatan lahan dari komoditas sawit menjadi tebu. HGU-nya sudah diperpanjang berakhir di tahun 2029.

Menurut Rusnadi, seiring dengan terbitnya IUP dan perubahan jenis tanaman sawit menjadi tebu, ada kewajiban dari pihak PT Tunas Baru Lampung untuk mengurus proses perubahan penggunaan lahan.
Proses perubahan penggunaan lahan dari sawit menjadi tebu, kata Rusnadi, permohonannya ditujuakan kepada Kepala BPN RIN melalui Kanwil BPN Pprovinsi Lampung.

Didalam permohonan tersebut, salah satu persyaratannya adalah IUP yang diterbitkan oleh Bupati. ”Jadi UUP dulu terbit, barulah mengajukan perubahan taman yang ada didalam HGU, itulah runtutannya. Dan kewenangan terkait dengan penerbitah HGU ini adalah BPN RI,”kata dia.

Terkait dengan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), Kepala Badan Lingkungan Hidup Irianto Marhasan, mengatakan, luas lahan perkebunan PT.TBL saat ini mencapai 5.415 Ha dengan luasan ini tentunya harus sudah memiliki Amdal yang baik.

“Proses Amdal yang saat ini dilakukan baru sampai kerangka acuan. Kami sudah mengirimkan teguran lagi kepada  PT TBL tanggal 26 Mei lalu. Mereka harus menghentikan  proses Amadal sampai proses penyelesaian masalah  lingkungan dengan warga selesai,” kata dia.

Wednesday, May 21, 2014

Hari ke Empat, Pengunjung Lampung Fair Membeludak

Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com



Pengunjung anjungan Lampung Barat
Bandarlampung—Hari ke empat, Rabu (21/5) malam, pengunjung Lampung Fair V masih memebeludak. Seluruh pintu masuk dengan tiket seharga Rp5 ribu dipadati warga Bandarlampung dan sekitar. Di pintu masuk utama Jalan Gedung Sumpah Pemuda harus berjejalan. Beruntung petugas keamanan yang selalu siaga, dapat mengatur pengunjung agar antre.

Di tiap titik sekitar kawasan PKOR Way Halim, Bandarlampung, tersedia jasa parkir. Meski biaya parkir dinilai banyak pengunjung terbilang mahal, area parkir yang dikelaola “swasta” tetap padat.

Selain pemerintah kabupaten/kota dan provinsi memamerkan hasil pembangunan dan memberi pelayanan gratis/murah kepada masyarakat, berbagai perusahaan swasta juga turut berpartisipasi dalam Lampung Fair V yang ditaja sejak 17 Mei hingga 27 Mei 2014.

Kabupaten terbaru Pesisir Barat juga tak mau ketinggalan. Walaupun stand kabupaten yang dipimpin Kherlani tak banyak memamerkan produk dan hasil pembangunan yang telah dicapainya.

Sebagai kabupaten baru, kata seorang pengunjung di stand Pesisir Barat, setidaknya mereka sudah bisa berparisipasi. “Hasil pembangunan di sini, sepertinya masih hasil yang dicapai Lampung Barat,” katanya.

Dikatakan warga Bandarlampung asal Krui itu, sebenarnya Pesisir Barat memiliki banyak potensi. Terutama keindahan pantainya, makanan khas daerah ini, dan sumber alamnya seperti pasir besi. “Kalau pemerintah serius mengelolanya, niscaya kabupaten ini cepat maju,” ujar Iwan, warga Kedaton, Rabu (21/5) malam.

Pertunjukan tari di panggung hiburan
Dia mengunjungi stand Kabupaten Pesisir Barat ingin membeli pendap, makanan khas dari Krui. Pendap sejenis botok, terbuat dari kelapa parut dicampur ikan dan bumbu masak. Kemudian dibungkus dengan daunt alas dan daun pisang, setelah itu direbus.

Pendap disukai oleh masyarakat asal Krui. Sebenarnya makanan sebagai lauk makan ini juga dikenal oleh masyarakat Bengkulu. Bagi warga Bengkulu, makanan tradisional ini disebut “pandap”.

“Tetapi, pendap ada di stand Lampung Barat,” katanya menirukan ucapan salah satu petugas di stand Pesisir Barat. “Kok bisa begitu ya?”

Pengunjung lain mengeluhkan area parkir yang cenderung asal-asalnya. Sepertinya, warga setempat memanfaatkan Lampung Fair untuk mencari uang. Sehingga setiap ada lahan kosong, biarpun sempit, dijadikan area parkir. Para juru parkir “swasta” itu berlomba menawarkan lahan parkir.

“Saya jadi ragu. Kalau benar mereka juru parkir, kalau bukan bisa-bisa motor kita hilang,” kata Yanti, warga Telukbetung.

Dia berharap pengelola Lampung Fair ke depannya, bisa menertibkan para juru parkir ini. “Setidaknya ada tanda pengenal agar tidak timbul juru parkir gadungan. Selain itu, harga parkir jangan mahal dong, ini kan bagian dari hiburan rakyat,” kata Yanti yang datang bersama rekan-rekannya.

Hal sama dikatakan Wawan dari Kalianda. Wawan meminta petugas keamanan juga sesekali mengontrol juru parkir dan area perparkiran motor yang agak jauh dari kawasan PKOR Way Halim, sehingga tindakan kejahatan sekecil apa pun segera terdekteksi. “Misalnya tempar parkir di jalur dua Sultan Agung atau di belakang PKOR atau di perumahan Way Halaim, itu banyak jasa parkirnya yang dikelola warga.”


Layanan gratis dan murah
Fakultas Kedokteran Universitas Lampung memberi pelayanan periksa tensi dan golongan darah. Stand Unila ini berada dalam tenda berpendingin (AC). Di tenda besar dan panjang ini terdapat stand Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek, Dinas Pendapatan Daerah Lampung, BPJS, dan lain-lain.

Untuk periksa tensi, stand Fakultas Kedoteran Unila tidak memungut biaya. Sedangkan untuk mengetahui golongan darah, dikenai biaya Rp5 ribu. Pengunjung tampak memadati stand yang dijaga mahasiswi calon dokter.

Di dalam tenda ini, sedikitnya tujuh stand tidak terisi. Stand-stand yang kosong hingga hari keempat ini, berada di sebelah stand RS Abdoel Moeloek atau depan BPJS dan Dispenda Lampung.


Satu panggung hiburan senibudaya

Lampung Fair V hanya menyediakan satu panggung hiburan senibudaya. Panggung utama ini tempat peresmian Lampung Fair V yang dihadiri Gubernur Lampung Sjachroedin ZP dan bupati/walikota se Lampung, Sabtu (17/5) malam.

Panggung hiburan ini selama berlangsung Lampung Fair V di sini dengan pertunjukan senibudaya, seperti tari, drama dari para pelajar, musik, dan kesenian tradisional.

Panggung hiburan yang dipersembahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung belum mampu menyihir pengunjung. “Panggung hiburan itu masih dlihat selintas oleh masyarakat, sambil jalan menuju tempat lain,” kata Ijal, yang ditemui di dekat panggung hiburan.


Tuesday, May 20, 2014

Sebanyak 1.049 Personel Siap Amankan Pelantikan Gubernur Lampung

AKBP Sulistyaningsih
Siti Qodratin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG -
Polda Lampung mengerahkan 1.049 personel untuk mengamankan  pelantikan Gubernur Lampung terpilih pada 2 Juni 2014 mendatang.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih mengatakan, ada tiga titik konsentrasi pengamanan kepolisian. Yakni di kediaman gubernur terpilih Ridho Ficardo di Perumahan Villa Citra, Bandarlampung. Kedua, di Hotel Novotel tempat penginapan pasangan cagub dan Gedung DPRD Provinsi Lampung tempat terlaksananya prosesi pelantikan. Ketiga, di kantor DPRD Lampung Jl. Rober Wolter Monginsidi Bandarlampung.

"Besok akan dilakukan gladiresik pengamanan, titik-titik yang diamankan adalah titik rawan yang didatangi krumunan massa," kata Sulistyaninsih.

Sulistyaningsih mengaku pihaknya akan memperketat pengamanan baik di luar maupun di dalam gedung pelantikan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Ketua pemenangan pasangan Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri,  Fajrun Najah Ahmad, mengatakan kemenangan yang diraih oleh pasangan tersebut merupakan kemenangan rakyat.

Sebelumnya pasangan Ridho-Bakhtiar digugat oleh pengacara dari pasangan Herman HN-Zainuddin Hasan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pasangan Herman-Zainudin menuding adanya politik uang dalam kemengan Ridho-Bakhtiar yang didukung oleh perusahaan Sugar Group.

Selain itu, timses Herman-Zainuddin juga menggugat penyelenggara pemilu karena dianggap tidak profesional dalam menjalankan tahapan pemilu. Sidang putusan MK seminggu lalu menolak gugatan termohon dan memutuskan pasangan Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri sebagai pemenang dalam pemilihan Gubernur Lampung pada 9 April 2014 lalu.

Herman HN yang kalah dalam Pilgub kini sudah mau legowo dan menerima kekalahannya. Ia berjanji akan taat hukum dan mendukung gubernur baru.

Monday, May 19, 2014

Kantor Imigrasi Lampung Amankan Tiga Biksu Asal Tiongkok

Zaenal Asikin/Teraslampung.com
Tiga biksu asal Tiongkok : Xuanping (61), Qi Jiapan (16), dan Yang Guangwu (63). Setelah ditangkap, pada minggu ini akan segera dideportasi ke negaranya. (Teraslampung/Zaenal Asikin)

BANDAR LAMPUNG, Teraslampung.com - Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung, di Jalan Cut Meutia, Kelurahan Gulak Galik Telukbetung Utara, mengamankan tiga orang warga negara Republik  Tiongkok yang berpakaian bikhu. Ketiga  biksu warga negara Tiongkok  tersebut, Xuanping (61), Qi Jiapan (16), dan Yang Guangwu (63). Mereka ditangkap karena menyalahi izin tinggal dan tidak ada penjamin.

Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian  Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung, Sahedi mengatakan, ketiga warga negara Tiongkok  itu ditangkap di dua tempat yang berbeda. Yang pertama ditangkap adalah Qi. Jiapin (46) dan Yang Guangwu (63), di Jalan Laksamana Malahayati Teluk, di depan Lampung Variasi. Keduanya ditangkap saat sedang meminta sumbangan dan menawarkan barang, pada Kamis (8/5) sekira pukul 09.00 WIB.

Dari keterangan kedua warga Tiongkok  tersebut, petugas Imigrasi kembali mengamankan salah satu rekan dari mereka adalah Xuanping (61) saat sedang berada dihotel Gading pada Kamis (8/5) sekira pukul 20.00 WIB.

Tiga orang yang mengaku sebagi biksu itu ditangkap saat sedang menawarkan barang dan meminta sumbangan kepada Andi (43), salah satu tim pengawas dan penindakan orang asing yang berada di salah satu warung di depan sebuah Lampung Variasi, Telukbetung.

"Saat itu juga Andi yang merupakan petugas dari Imigrasi langsung menyayakan mengenai surat dan paspornya. Ketika dilakukan pemeriksaan dan dicek mengenai kelengkapan surat-surtanya, ternyata keduanya tidak memiliki penjamin atau sponsor yang bertanggung jawab di sini," tutur Sahedi kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (19/5).

Menurut Suhedi mereka telah melakukan pelanggaran menyalahi izin tinggal. Di dalam visa ketiganya, mereka datang ke Indonesia hanya untuk melakukan kunjungan sosial budaya atau bertujuan wisata. Ketiga bikhu tersebut, diamankan kekantor Imigrasi Kelas 1 Bandarlampung.

"Mereka berada Lampung baru tiga hari. Di Lampung mereka menjual beberapa barang, seperti gelang, cincin, jimat serta barang lainnya. Ketiganya juga meminta sumbangan untuk pembangunan wihara yang berada di negaranya,” kata Suhedi.

Untuk meminta sumbangan, kata Suhedi, ketiga biksu tersebut sudah menyiapkan sebuah kertas berisi permintaan sumbangan dalam bahasa indonesia. “Mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, makanya kertas yang sudah dipres itu menggunakan bahasa Indonesia. Jadi waktu mau meminta sumbangan tinggal menyodorkan kertas yang sudah dipres itu,” kata Suhedi.

Menurut Suhedi, ketika diwawancarai, mereka mengaku belum banyak mendapatkan sumbangan. Sumbangan dari warga Bandarlampung baru cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka selama di Lampung.

Suhedi mengatakan, pihaknya suda  berkoordinasi dengan yayasan Wihara di Lampung,  yakni kepengurusan Walubi di Bandarlampung. “Setelah kami berkoordinasi dengan Walubi, kemudian menjadi jelas bahwa mereka memang biksu yang berasal dari Tiongkok. Mereka bisa menunjukkan sertifikat tentang keabsahan sebagai biksu,” kata Suhedi.

Menurut Suhedi, ketiga biksu tersebut rencananya akan segera dideportasi ke negaranya. “Dalam minggu ini akan kita pulangkan. Saat ini kami sedang mengupayakan untuk tiket kepulangnya," kata Suhedi.

Friday, May 9, 2014

Kereta Babaranjang Hantam Avanza Hingga 50 meter, Semua Penumpang Selamat

Zainal Asikin/Teraslampung.com
Mobil Avanza ringsek setelah ditabrak kereta (teraslampung)

BANDAR LAMPUNG - Sebuah mobil Avanza bernomor polisi BE 2909 YK yang dikendarai Riski Wijaya (28) dan dua orang penumpang perempuan, tertabrak kereta Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) di perlintasan kereta Kampung Garuntang, Kelurahan Ketapang, Panjang, Jumat (9/4) sekira pukul 11.30 WIB. Mobil Avanza tersebut terseret kereta Babaranjang hingga 50 meter dari lokasi tabrakan.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, mobil Avanza tersebut dalam kondisi ringsek setelah dihantam kereta dan terseret sejauh sekitar 50 meter. Ketiga penumpang Avanza adalah Riski Wijaya (28) sopir, Serli (28), dan Heni Okta Putri (30). Ketiga korban merupakan pegawai Bank BRI Way Halim cabang Tanjungkarang.

Riski dan Heni saat kejadian berhasil melompat dari dalam mobil ketika mobil tertabrak kereta. Nahas dialami Serli. Ia  tidak dapat membuka pintu mobil sehingga dirinya di dalam mobil, ikut terseret kereta, bahkan sempat terjepit badan mobil.

Komarudin (28), warga di sekitar lokasi kejadian, mengatakan pegawai bank BRI tersebut usai mengecek nasabahnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Pada saat mobil hendak berbelok, petugas penjaga perlintasan kereta sudah memberikan aba-aba. Namun, sopir terlihat tampak asik main hanpone mungkin tidak mendengar.

"Sudah dibilang ‘Stop! Sto!’ sama petugas, tetapi sopirnya tidak mendengar. Saya lihat sopirnya lagi mainan HP didalam mobil. Mobil itu tertabraksewaktu mobil berbelok. Karena menyenggol bumper kereta, bodi mobil nyangkut dan saat itu juga terseret mobil itu sama kereta," kata dia.

Warga membantu mengevakuasi korban yang terjepit di dalam mobil (teraslampung.com/zainal)
Menurut Komarudin, masinis kereta kemudian menghentikan kereta karena banyak  warga yang berteriak setelah melihat mobil itu terseret kereta. Heni masih berada di dalam mobil dalam kondisinya terjepit. Ia lalu dievakuasi oleh petugas kepolisian dan dibantu dengan warga selama satu jam setengah pascakejadian. 

"Kalau korban yang terjepit itu namanya Serli. Selain mengalami luka-luka dia juga mengalami patah tulang pada bagian kaki, korban dilarikan Rumah Sakit Immanuel. Dua orang penumpang lainnya Sama yang duduk di samping sopir sempat loncat waktu mobil itu mulai tertabrak kereta, tetapi yang satu duduk dibelakang masih didalam mobil karena tidak bisa keluar ketika akan membuka pintu mobil," ucap Komarudin kepada wartawan, Jumat (9/5).

Sementara menurut penuturan Jamaludin Idris (56), penjaga perlintasan kereta, Kereta Babaranjang datang dari arah Tanjungkarang. Sebelum kejadian, mobil Avanza tersebut hendak melintas menuju arah Sinar Laut. Saat mobil berbelok, kata Idris, bumper depan mobil tertabrak kereta dan terseret dan sampai terguling hingga beberapa kali. Begitu mobil berhenti berguling, warga setempat langsung memberi pertolongan.

“Sebelumnya saya sudah memberikan peringatan kepada mereka, sambungnya Jamaludin, tampaknya sang sopir tidak mengindahkan peringatan dan aba-aba dari saya. Sudah saya teriakin keras-keras, karena keretanya sudah dekat. Dia enggak denger. Malah maju terus mobil yang dikendarainya, selain itu juga terlihat supir ini sedang menerima telepon," ujar Jamaludin.

Petugas Unit Lakalantas Polresta Bandarlampung, Aiptu Agung Prabowo mengatakan, dalam kecelakaan ini, tidak ada korban jiwa hanya mengalami luka ringan dan salah satu penumpang diduga patah kaki.

"Ketiga korban dalam keadaan selamat semua, meskipun salah satu dari mereka terjepit didalam mobil, namun dapat dikeluarkan dengan dibantu oleh warga sekitar saat itu juga korban langsung dilarikan ke rumah sakit Imanuel," jelasnya.

Sunday, May 4, 2014

Tabrakan Kapal: KM Kamboja Dibiarkan Kabur

Zainal Asikin/Teraslampung.com

KMP Marisa Nusantara (dok detakserang) 
BANDAR LAMPUNG – Kapal Motor (KM) Qihang, kapal barang berbendera Kamboja yang menabrak Kapal Motor Penumpang (KMP) Marisa Nusantara di perairan Selat Sunda dekat Pelabuhan Bakauheni,Lampung Selatan, Sabtu dini hari (3/4) dibiarkan kabur. Polisi tidak melakukan pencarian karena tidak ada korban jiwa dalam tabrakan tersebut.

"Kami tidak melakukan pencarian Kapal Motor (KM) Qihang yang menabrak KMP Marisa Nusantara, sebab dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa," kata Direktur Polisi Air  Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Edion, Minggu (4/5).

Edion mengatakan, diperkirakan KM Qihang yang merupakan kapal kargo berbendera Kamboja sudah masuk lautan lepas sehingga sulit bagi Polair Polda Lampung untuk mengejar dengan peralatan yang tidak mendukung.
“Kami sebenarnya mudah menemukannya, dengan dengan mengecek nomor kapal dan nama pemiliknya,” kata Edison.

Menurut Edison, jika KMP Marisa Nusantara yang dinakhodai Ari Indrayana dengan penumpang 75 orang dari Pelabuhan Merak tujuan Pelabuhan Bakauheni saat ditabrak itu ada korban jiwa, maka  wajib dilakukan pencarian baik penumpang mapun kapal yang menabrak.

"Karena tidak ada korban jiwa dan kejadian dengan kapal asing, maka sementara ini kasusnya hanya  ditangani pihak syahbandar Bakauheni," jelasnya Edion.

Terpisah, Heru Purwanto Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Fery Cabang Bakauheni menuturkan, sebelumnnya KMP Marisa Nusantara yang diduga ditabrak kapal berbendera Kamboja di perairan dekat Pelabuhan Bakauheni, Sabtu dini hari, kini sudah disandarkan di Dermaga Plengsengan atau cadangan Pelabuhan Bakauheni.

"Kapal itu awalnya didaratkan di Dermaga V, kini sudah dipindahkan ke Dermaga Plengsengan agar aktivitas kapal feri tak terganggu," kata Heru ketika dihubungi melalui ponselnya, Minggu (4/5).

Ia menyebutkan, KMP Marisa Nusantara termasuk cukup besar atau sekelas dengan KMP Jatra.
Heru mengaku tidak tahu pasti waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki KMP Marisa Nusantara yang lambung bagian depan rusak parah itu. Heru memastikan kapal tersebut bisa kembali berlayar jika perbaikan sudah benar-benar selesai dan ada uji kelayakan berlayar.

Mengenai keberadaan kapal berbendara Kamboja yang menabrak feri itu, ia mengatakan kurang mengetahui secara pasti keberadaannya. "Kami hanya mengamankan kapal feri saja. Soal kapal asing itu, kurang tahu keberadaannya," kata  Heru.

Tabrakan antara KMP Marisa Nusantara dan Kapal Qihang terjadi di perairan sekitar tiga mil dari Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.

Kapal berbendera Kamboja itu, Qihang yang diduga menabrak KMP Marina Nusantara, sehingga feri tersebut mengalami kerusakan di lambung kanan bagian depan.

Tuesday, April 29, 2014

Sebanyak 1.570 personel Amankan UN SMP

M. Zainal Asikin/Teraslampung.com

AKBP Sulistyaningsih
Bandarlampung - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengerahkan 1.570 personel untuk mengamankan Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Provinsi Lampung pada 4-8 Mei 2014 mendatang.

Kabid Humas Polda Lampung,AKBP Sulistyaningsih mengatakan,polisi yang melakukan tugas pengamanan tersebut  berasal dari  Polres/Polresta se-Lampung (1.473 personel) dan Polda Lampung  (97 personel).

"Upaya yang mengedepankan pencegahan dan penangkalan secara terkoordinasi tersebut diharapkan bisa menanggulangi segala bentuk ancaman dan gangguan kamtibmas yang timbul selama berlangsungnya pelaksanaan ujian nasional (UN) mendatang," kata Sulistyaningsih, Rabu (30/4).

Menurut Sulistyaningsih, selain berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, ada tiga tahapan yang harus dilaksanakan Polda Lampung. Yakni, pertama melaksanakan dan membuat analisa dan evaluasi kegiatan pelaksanaan pengamanan UN.  Kedua, mengkonsolidasikan seluruh unsur satgas Polri yang terlibat dalam pengaman secara terbuka, tertutup, dan terpadu (antar satuan fungsi/satgas),

Ketiga, membuat laporan akhir pelaksanaan pengamanan kesatuan. Dengan perencanaan, pengorganisasian pelaksanaan dan penegendalian serta konsolidasi dari unsur Polri di bawah komando kendali Kasatwil.


Sunday, April 27, 2014

Kebakaran di Kemiling: Pasang Garis Polisi, Tim Inafis Mulai Olah TKP

Zainal Asikin/Teraslampung.com 

Bandarlampung - Tim Inafis Polres Bandarlampung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyusul terjadinya kebakaran di rumag Ny, Ntin di Jalan Imam Bonjol, Sumberrejo, Kemiling, Bandarlampung, Minggu malam (27/4).

Beberapa aparat kepolisian tampak memasang garis polisi (police lines) dan melarang sejumlah warga yang ingin melihat kondisi rumah dari jarak dekat. Polisi juga tampak mulai mengumpulkan keterangan dari penghuni rumah dan beberapa tetangga korban.

Kebakaran hebat terjadi di rumah milik Ntin di  Jl Imam Bonjol KM 11 Kelurahan Sumber Rejo Kemiling, Bandarlampung, Minggu (27/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat kejadian kebakaran tersebut selain menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta isinya. Seorang bocah berusia 7 tahun bernama Adriano Noval Yasar, siswa kelas 1 SD Baitul Jannah hangus terpanggang oleh api.

Rumah Ntin selana ini  ditempati dua anaknya yang sudah berkeluarga Indra (50) dan Dewi (38). Menurut penuturan tetangga korban,  Sumiyati (52 d irumah itu Indra tinggal bersama istri dan dua orang anaknya, sementaa Dewi bersama suaminya seorang anaknya yang berusia 7 tahun.

Berita Terkait: Kebakaran, Bocah 7 Tahun Terpanggang Api

Kebakaran di Kemiling, Bocah 7 Tahun Tewas Terpanggang Api

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Rumah Ntin di Jl. Imam Bonjol Km 11 Sumberrejo, Kemiling, hangus terbakar, Minggu malam. Andriono, 7 tahun, putra salah seorang penghuni rumah meninggal dalam peristiwa ini. (teraslampung/zainal)
Bandarlampung - Kebakaran hebat terjadi di rumah milik Ntin di  Jl Imam Bonjol KM 11 Kelurahan Sumberrejo Kemiling, Bandarlampung, Minggu malam (27/4/2014) sekitar pukul 20.00 WIB.

Selain menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta isinya, kebakaran tersebut juga merenggut nyawa seorang bocah berusia 7 tahun bernama Adriano Noval Yasar, siswa kelas 1 SD Baitul Jannah. Kondisi tubuh Andriono hangus terbakar. Andriono sedang tidur di kamarnya saat peristiwa kebakaran terjadi.

Rumah Ntin selana ini t ditempati dua anaknya yang sudah berkeluarga, yakni Indra (50) dan Dewi (38). Menurut penuturan tetangga korban,  Sumiyati (52 d irumah itu Indra tinggal bersama istri dan dua orang anaknya, sementaa Dewi bersama suaminya seorang anaknya yang berusia 7 tahun.

Menurut Sumiyati, di rumah itu Indra punya usaha reparasi elektronik dan berdagang bensin eceran. “Kalau soal penyebab terjadinya kebakaran itu saya tidak tahu pasti. Saya hanya mendengar ada suara ledakan dan terikan kebakaran dan saya langsung keluar rumah," kata Sumiyati, Minggu (27/4) malam.

Berdasarkan pantauan Teraslampung.com di lokasi kabakaran, lima kendaraan mobil pemadaman kebakaran (Damkar) milik BPBD Kota Bandarlampung sudah dikerahkan diturunkan untuk menjinakkan si jago merah. 

Api dapat dijinakkan sekitar pukul 21.15 WIB.  Namun harta benda milik korban tidak dapat diselamatkan hanya menyisahkan puing-puing. 

Sementara Hasan (38), salah seorang tetangga korban mengatakan kebakaran itu terjadi dari gas yang ada di dapur meledak dan api langsung menyambar bensin  yang ada didalam rumah.

"Saat api masih kecil Pak Indra masih sempat menghubungi petugas pemadam sambil mematikan api. Namun api cepat membesar dan terjadi ledakan kembali dari dalam rumah. Di dalam rumah itu ternyata masih ada anak Dewi bernama Adriano sedang tertidur," ujar Hasan. 

Menurut Hasan, ayah Andriono panik dan tidak sempat menyelamatkan anaknya yang masih berada di dalam kamar. 

Kapolsek Tanjungkarang Barat Kompol I Ketut Suryana mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Diduga api berasal dari meledaknya tabung gas dan menyambar bensin

“Kami juga masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari beberapa saksi untuk mengetahui pasti terjadinya kebakaran dan merenggut satu korban jiwa bocah berusia 7 tahun diketahui bernama Andriano,” kata dia.

Menurut Suryana, Andriono meninggal dengan luka bakar di sekujur tubuhnya. Jenazahnya sudah dibawa ke RSU Abdul Moeloek untuk divisum.

Saturday, April 26, 2014

Jalan P. Senopati Jatimulyo-Jatiagung Makin Rusak Parah

Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com


Jalan P. Senopati rusak parah
Lampung Selatan—Jalan P. Senopati Jatimulyo hingga Karanganyar, Lammpung Selatan, hingga kini masih rusak parah. Jalan yang sudah rusak sejak beberapa tahun terakhir itu belum ada tanda-tanda akan diperbaiki oleh Pemda setempat.

Lubang menganga tersebar di hampir sepanjang jalan Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan itu.

Hal yang sama juga terjadi di Jalan Ratu Dibalau, terutama jelang dan setelah Pasar Way Kandis. Jalan di wilayah  pinggiran Kota Bandarlampung yang merupakan daerah perbatasan Bandarlampung--Lampung Selatan itu  kondisi memprihatinkan.

Menurut warga Jatimulyo, sepanjang Jalan P. Senopati rawan kecelakaan. Sebab, kendaraan tekadang mendadak berhenti atau tiba-tiba mengarah ke kanan-kiri untuk menghindari jalan berlubang (rusak).

"Karena jalannya yang berlubang, sering banget kendaraan saling bersenggolan atau menyeruduk,” kata Diyo, warga Karang Gubung, Karanganyar, Lampung Selatan.

Dua hari lalu, kata Diyo, dua pengendara roda dua hampir saja berkelahi karena bersenggolan. Seorang pengendara motor berada di depan adalah pedagang sayur yang hendak ke Pasar Jatimulyo. Di bagian belakang terdapat kotak untuk membawa sayur-sayuran. Karena dia ingin menghindari jalan rusak, terpaksa menyingkir ke kanan. Tiba-tiba kendaraan yang di belakang melintas agak kencang, sehingga tersenggol tempat sayur dan terjatuh.

“Pengendara yang di depan tidak tahu sama sekali, kalau tidak diteriaki korban. Hampir saja keduanya berkelahi kalau tidak ada warga yang melerai,” ujar Diyo.

Kendaraan roda empat juga pernah tersenggol motor, atau mobil dengan mobil bersenggolan juga sering terjadi. “Selain rusak parah, jalan di sini juga kurang lebar,” katanya lagi.

Sejumlah warga Jatimulyo berharap pemerintah setempat segera memperbaiki Jalan P. Senopati. Terutama jalan di sekitar Pasar Jatimulyo pada saat aktivitas pasar, daerah ini padat dan membuat macet arus lalulintas. “Sudah jalannya rusak, macet pula,” kata Surti, pedagang ayam potong di Pasar Jatimulyo.

Menurut Surti, ruas Jalan P. Senopati ini hanya sedikit yang mulus. Sejak gapura Perum Permata Asri, Karanganyar, hingga simpang tiga P. Senopati-Ratu Dibalau jalan berlubang dan kondisinya parah.

“Kerusakan jalan ini sudah hampir dua tahun, tidak juga ada rencana perbaikan,’ kata Sahrul, warga Jatiagung.

Sahrul menambahkan, jalan menuju Kota Baru (Jati Agung) juga belum mulus. Padahal, daerah itu rencananya akan dijadikan kawasan kantor Pemerintah Provinsi Lampung. “Kalau jalan ke arah Jati Agung rusak parah seperti ini, siapa yang mau tertarik ke Kota Baru,” katanya.

Pada masa kampanye Pileg dan Pilgub baru-baru ini, jalan ini tentu dilalui para calon legislatif (caleg) dan bukan mustahil para calon gubernur (cagub) dan calon akil gubenrur (cagub) juga sempat melintasi Jalan Ratu Dibalau dan P. Senopati.


Friday, April 25, 2014

Hingga Mei, PLN Kembali Rajin Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir

Pemadaman Listrik Hampir Tiap Hari, Rata-Rata Lima Jam


Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com

Bandarlampung, Teraslampung.com - PT PLN Distribusi Lampung kembali melakukan pemadaman listrik bergilir di Bandarlampung dan Lampung Selatan, Jumat (25/4) mulai pukul 19.00 hingga pukul 23.30 WIB.

Di Bandarlampung, pemadaman terjadi di kawasan Kalibalok atau kawasan Hotel Nusantara Jl Soekarno Hatta, Perumdam, Sukarame, Jalan Antasari, Wayhalim, Way Kandis. Sedangkan Lampung Selatan dimulai dari Jatimulyo, Perum Permata Asri, hingga Pasa Karanganyar.

Pemadaman di Lampung Selatan juga mulai pukul 19.00 Jumat (25/4), namun untuk daerah Jatimulyo kembali hidup pada pukul 21.30. Sedangkan Karanganyar, khususnya Perum Permata Asri, Kecamatan Jati Agung, Lampung Sekatan, padam hingga pukul 23.30 WIB.

Pemadaman listrik ini disebabkan PT PLN Persero Wilayah IV Sumbagsel, tengah mengganti kawat SUTT. Diperkirakan pemadaman bergilir ini hingga Mei mendatang.

Sebelumnya, pemadaman listrik bergilir terjadi sepanjang Februari-Mart 2014. Ketika itu, hasil pantauan Teraslampung.com, memang membuktikan bahwa mesin pembangkit listrik di Tarahan, Lampung Selatan  sedang rusak dan satu mesin sedang overhoul. Selain itu, mesin pembangkit kistrik di Sibalang aktif.

Ketika itu dua hari diberitakan Teraslampung.com, empat mesin yang ada di dua pembangkit listrik teesebut lembali aktif, dan pemadaman bergilir tidak lagi terjadi.

"Sekarang PLN kambuh lagi, sudah beberapa kali ini pemadaman kembali terjadi. Artinya PT PLN tidak profesional. Mestinya penggantian kabel SUTT sudah direnanakan sejak tahun lalu dan tidak harus memadamkan listrik bergilir," kata Riki, warga Permata Asri Blok I.

Dikatakan Fiki, beberapa hari lalu di komplek ini juga terjadi pemasaman listri, tapi hanya sampai pukul 21.00 lebih. "Tapi kali ini hampir 5 jam," ujar Riki kesal.

Sayangnya petinggi PT PLN di Lampung kerap mengoper tanggung jawab tiap kali ada protes dari konsumen atau permintaan konfirmasi dari wartawan terkait alasan pemadaman aliran listrik.

"Bukan tanggung jawab kami, tapi coba anda tanya ke bagian distribusi, mereka yang bisa menjawab,"  kata salah satu petinggi PLN Tanjungkarang kepada teraslampung.com, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:Warga Lampung Sudah Bosan Dengar Alasan PLN

Pemerasan dan Kekerasan di Sekolah Favorit, Orang Tua Siswa Lapor Ombudsman

Siti Nur'aeni/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG -
Ombudsman R.I. Perwakilan Lampung menerima laporan terkait pemerasan dan kekerasan terhadap siswa. Pemerasan itu terjadi di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri favorit di Kota Bandarlampung. 


Ketua Ombudsman perwakilan Lampung Zulhelmi, pada Jumat(25/4/2014) menjelaskan pengaduan disampaikan dari orang tua siswa yang anaknya kerap mengalami pemerasan yang dilakukan siswa lainnya.

"Pelaku pemerasan adalah siswa dari sekolah yang sama. Kekerasan sering  dilakukan bila anaknya enggan untuk menuruti permintaan siswa yang melakukan pemerasan tersebut," katanya.

Zulhelmi berjanji akan bertindak sesuai dengan kewewenangan. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan melihat  kelalaian Kepala Sekolah dalam mengawasi proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Kejadian berlangsung di sekolah, selama jam sekolah. Karena itu Kepala Sekolah masih bertanggung jawab penuh dalam hal ini," ujar dia.

Menurut Zulhelmi, berdasarkan keterangan pelapor, pemerasan itu telah berlangsung selama satu semester di sekolah tersebut. "Tidak  sepantasnya dunia pendidikan ternodai oleh tindakan pemerasan apalagi sampai terdapat kekerasan fisik yang dilakukan oleh siswa dari sekolah itu sendiri. Selama satu semester, siswa korban pemerasan diam saja karena merasa takut. Bagaimana dapat memperoleh pendidikan dengan baik jika dalam prosesnya saja siswa mengalami tekanan seperti ini?" ujarnya.

Ditanya mengenai sekolah yang menjadi tempat peristiwa pemerasan, Zulhelmi belum mau membuka terkait hal itu. 

"Berdasarkan informasi pelapor, pihak sekolah berjanji untuk menindaklanjuti hal ini, paling lambat Senin depan. Sesuai ketentuan Ombdusman, Kami tetap menghargai dan menunggu proses penanganan pengaduan dari instansi yang bersangkutan, namun kami akan tetap memantau penanganannya," ujar Zulhelmi.

Tuesday, April 22, 2014

Tinjau Penggemukan Sapi, Jokowi Jajaki Kerjasama Pemprov DKI-Pemkab Lampung Selatan

Hermansyah Putra/Teraslampung.com

Gubernur Joko Widodo didampingi Gubernur Lampung Sjachroedin ZP meninjau penggemukan sapi PT JJAA di Lampung Selatan, Rabu, 23 April 2014.
Kalianda--Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo  melakukan kunjungan kerja ke sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (23/4). Kedatangan Jokowi ke Lamsel merupakan tindaj lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani bersama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Pemprov Lampung di bidang pangan pada bulan Maret 2014 lalu.

Jokowi mengawali kunjungan ke peternakan sapi milik PT Juang Jaya Abdi Alam (JJAA) di Desa Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo. Jokowi yang didampingi Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. dan Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza mengungkapkan ketertarikannya untuk belajar penggemukan sapi jenis Brahman cross.

Jokowi berniat melakukan kerjasama dengan Pemprov Lampung serta PT. JJAA terkait kebutuhan daging sapi bagi warga Jakarta. Gubernur  Sjachroedin Z.P. yang sebentar lagi masa jabatannya akan berakhit, langsung menyatakan kesiapannya menjajaki kerjasama dengan Pemprov Jakarta.

“Konsumsi daging warga DKI Jakarta cukup tinggi, bisa menyerap hingga 60 persen,” kata Jokowi.

Untuk menghindari kurangnya pasokan daging, Jokowi pun ‘hunting’ ke daerah penghasil daging sapi yang dekat dengan Jakarta, termasuk Lampung.

"Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, harga daging sapi merangkak naik hingga Rp 130 ribu/kg. Warga DKI  mengeluh. Maka perlu kerjasama agar Pemprov DKI memiliki buffer stock, apabila sewaktu-waktu terjadi permintaan yang cukup besar dapat ditanggulangi dengan cepat," kata dia.

Menurut Jokowi, daging yang akan dikirim ke Jakarta dari Lampung adalah daging yang sudah siap dikonsumsi dan higienis. "Melalui kerjasama ini, ternak sapi yang akan dikirim sudah dipotong di Lampung. Sebab, sekarang tidak boleh lagi ada i rumah potong hewan di Jakarta,” kata dia.

Bupati Lampung Selatan  Rycko Menoza mengatakan, Pemkab Lampung Selatan siap melakukan kerjasama dengan Pemprov Jakarta untuk memasok daging.

Mbah Harso DitemukanTewas Gantung Diri

M. Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Bandarlampung--Seorang kakek bernama Harsotiyono (85) warga jalan Sejahtera RT 02 LK 1 No 49 Kelurahan Sumberrejo, Kemiling, Bandarlampung, ditemukan tewas dengan cara gantung diri di ruang tengah rumahnya, Selasa (22/4) sekitar pukul 05.30 WIB.

Diduga korban gantung diri karena  frustrasi penyakit eksim  di kepalanya tak kunjung sembuh. Mayat kakek Harso ditemukan pertamakali oleh anak angkat korban.

Di lokasi kejadian, anak angkat korban Sriyono (51) yang bekerja sebagai PNS,  mengatakan saat akan memberi ayahnya sarapan pagi, dia kaget begitu membuka pintu rumah. Dari pintu depan  dilihatnya ayahnya sudah dalam kedaan tak bernyawa tewas dengan cara tergantung menggunakan tali tambang.

"Sewaktu saya datang dan membuka pintu rumah, ayah saya sudah meninggal dengan posisi lehernya sudah terikat tali tambang warna merah. Kaki kanan di atas kursi dan kaki kiri posisinya tergantung, tepatnya di ruang tengah. Memang ayah saya sering mengeluhkan penyakit eksim di kepalanya yang diderita sejak lama tidak juga sembuh-sembuh," tutur Sriyono.

Salah seorang tetangga korban, Edi Purwo Santoso, mengatakan  Mbah Harso memang sering mengeluhkan eksim yang dideritanya. Menurut Edi,sehari-hari Mbah Harso selalu memakai kain di kepalanya untuk menutupi eksim di kepalanya.

Menurut Edi, sehari sebelum tewas menggantung diri, Mbah Harso  membeli tali tambang di warung  tidak jauh rumahnya. Ketika itu Mbak Harso mengaku  tambang itu akan digunakan untuk mengikat ternak sapi.

Sementara itu, Kapolsek Tanjungkarang Barat (TkB) Kompol Ketut Suryana mengatakan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada korban tewas dengan cara gantung diri.

"Secara kasat mata memang kami tidak temukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban, menurut keterangan dari saksi  bahwa korban bunuh diri diduga akibat frustrasi karena penyakit  eksim yang sejak lama dideritanya tidak kunjung sembuh. Untuk proses penyelidikan kematian korban, kami membawa jenazah korban ke RSUD Abdoel Moelok untuk di visum,” kata Ketut, saat ditemui di Mapolsekta Tanjungkarang Barat, Selasa (22/4).

Monday, April 21, 2014

Ratusan Buruh Berunjuk Rasa Tolak 'Outshourching' dan BPJS

M. Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Bandarlampung-- Ratusan pengunjuk rasa  yang tergabung dari Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) wilayah Lampung, jaringan serikat buruh SPPML, FORSITTU Tarahan, FORSITTU SBDL, SP PIJAR, SP DISLAM, SBPKU, mereka menggelar aksi unjuk rasa dari Mall Lampung (Robinson Rajabasa) pada Senin (21/4) dimulai pukul 09.00 WIB lalu melakukan longmarch  menuju kantor PLN Wilayah Lampung, hal tersebut dilakukan FSBKU seluruh wilayah PLN se-Indonesia.

Tak kurang sekitar ratusan massa membawa bendera panji warna merah, dan beberapa spanduk mereka bergabung dengan pekerja buruh yang berasal dari Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Metro, Tanggamus, Lampung Utara,Tanggamus dan bahkan seluruh serikat buruh se Lampung.

Dalam unjuk rasa itu mereka menutut dan menolak BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), Perlindungan sosial untuk seluruh rakyat berbasiskan pajak rakyat, tolak PHK masal terhadap 500 anggota FSBKU, tolak sistem kerja kontrak, outsourching dan pemborongan, laksanakan rekomendasi panja DPR-RI, angkat menjadi buruh tetap.

PLN akan mengurangi pekerjaan yang ditawarkan vendor-vendor (penyedia jasa tenaga kerja) sebanyak 40 persen, artinya akan ada pengurangan pekerja PLN sebanyak 40 persen.Mereka mengusung aksi damai dan melarang para demonstran membawa benda tanjam. Mereka menuntut dalam orasinya meminta diangkat menjadi karyawan tetap PLN.

Untuk mengamankan para pendemo, tak kurang dari tiga pleton personel dari Polresta Bandarlampung dan Polsekta Kedaton, beberapa anggota Korem 043 Garuda Hitam turut mengamankan aksi dari para pengunjuk rasa tersebut.

Saat memasuki halaman PLN wilayah Lampung ratusan pendemo menghujat Dahlan Iskan,dengan berorasi sudah 15 tahun sistem kerja outshourching bahkan ada yang sudah 18 tahun. Namun kapan mau di angkat menjadi karyawan tetap, sistem kerja pemborongan, kawan disamakan dengan kuli panggul pekerja pasar. Sistem kerja kontrak, outsourshing tidak berkelanjutan dan kerjannya hanya saat ada pekerjaan pemborongan, jangan pernah lelah, sebelum ada pengangkatan.

Sementara Direktur dan jajarannya PLN cenderung mengangkat kerabatnya saja yang diangkat menjadi karyawan tetap, dan tidak memperdulikan pekerja yang sudah bekerja bertahun-tahun, sementara dari pekerja itu ada yang sudah mengabdi bekerja selama 10 - 12 tahun dan belum ada surat kontrak, tidak memperoleh hak atas kesehatan untuk anak dan istri.

Koordinator Demonstrans wilayah FSBKU Lampung, Joko Purwanto, mengatakan  selama ini mereka bekerja sebagai karyawan outsourshing yang merupakan tenaga kerja dari pendor-pendor dari luar perusahaan PLN, mereka merasa dianggap liar di luar perusahaan, dan juga mereka yang mengambil data meteran listrik dari rumah-rumah warga lalu menyetorkan kepada PLN, jika tidak ada dari mana mereka itu.

"Jika unjuk rasa ini belum menemukan hasil, mereka akan menginap sampai tanggal 1 Mei kedepan, mereka menuduki PLN sampai  ada kepeutusan dari pihak PLN, buruh bersatu rakyat sejahtera," kata Joko.

Joko Purwanto menjelaskan, pekerja bagian catat meter (Carter) saat ini sebanyak 1200 orang pekerja dan repas 700 orang (saat ini 700 orang tersebut sudah tidak bekerja lagi) jika 40 persen dari 1200 orang berarti sekitar 500 orang terancam PHK.

“Sistem kerja kontrak dan outsourcing menyebabklan rakyat kehilangan kepastian kerja, dan hak atas pekerjaan yang layak bagi rakyat menjadi jauh dari kenyataan, Karena sistem itu adalah bentuk baru perbudakan modern,” jelas dia.

Menurut Joko, praktik tersebut dipelopori dan merajalela di perusahaan milik Negara, sambungnya Joko Purwanto, yakni seperti Pertamina, PLN, perkebunan, bank, PT KA, pertambangan dan lain-lain.

"Ini i bukti liberalisasi ketenagakerjaan dan praktik-praktik berlindung di bawah regulasi atau ketentuan normatif hukum, yang melenceng dari amanat konstitusi UUD 1945," tandas Joko.

Sementara mereka tahu hasil rapat antara DPR RI komisi IX dan menteri BUMN pada tanggal 4 Maret 2014 secara jelas bahwa sistem kerja outsourshing di perusahaan BUMN harus segera di hapuskan dan seluruh buruhnya diu angkat menjadi pekerja tetap, sehingga mau tidak mau TP. PLN harus segera melaksanakan rekomendasi rapat kerja DPR RI komisi IX dan menteri BUMN tersebut.

"Tetapi  sampai hari ini hal tersebut belum juga di laksanakan oleh PT PLN, bahkan sekarang ini PT PLN khusunya wilayah Lampung justru akan melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) kepada sebagian buruh outsourcing dengan alas an adanya pengurangan volume kerja, hal ini justru bertentangan dengan hasil Panja (panitia Kerja) DPR RI dengan Menteri BUMN," kata Joko.

Joko menegaskan mereka yang tergabung DSBKU Wilayah Lampung, secara tegas menuntut dan menolak,  untuk mengangkat buruh seluruh pekerja outsourshing, kontrak, pemborongan menjadi pekerja tetap PT PLN (persero), menolak PHK massal, menolak upah murah.

"Kami juga  menolak BPJS karena perlindungan sosial sepenuhnya tanggungjawab negara, berikan perlindungan sosial kepada seluruh rakyat sesuai dengan amanah UUD 1945,” kata dia.

Wednesday, April 16, 2014

Kasus Kargo: Bahan Batu Akik Senilai Rp 100 Juta Digasak Pencuri


Batu sungai dareh (dok)
Syailendra Arif/Teraslampung.com

Blambangan Umpu—Bongkahan batu kali dareh—bahan kerajinan batu akik—seberat 15 kg, yang sedianya dipakai untuk bahan modal usaha bagi anak-anak yatim, diduga dicuri saat dikirim lewat sebuah  perusahaan jasa pengiriman. 

Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan Lampung, Khairul Huda, menyesalkan hilangnya 15 kilogram paket batu bahan akik jenis sungai dareh dari Sumatera Barat yang dikirim melalui perusahaan kargo. Akibarnya, Khairul Huda merugi sekitar  Rp100 juta.

“Kami minta  perusahaan kargo yang salah satu pangkalannya berada di Bandarlampung  untuk bertanggung jawab atas hilangnya batu yang rencananya diolah dan hasil penjualannya digunakan untuk anak yatim piatu,” kata Khairul Huda, Rabu (16/3).

Menurut Khairul,  batu sungai dareh yang menjadi bahan kerajinan batu akik itu dikirim dari Padang, Sumatera Barat, pada  Minggu(6/4) dan sampai di Bandarlampung Rabu (9/4).

Saat dikirim dari Padang, jumlah batu dimaksud dikirim 11 koli dengan total berat 1.408 kilogram. Sesampai di Way Kanan, dua dus berisi batu  sudah robek. Bahan batu akik yang semula beratnya 145 kilogram dan 144 kilogram berubah menjadi 140 kg dan 134 kg.

Untuk yang 145 kilogram ditimbang menjadi 140 kilogram, hilang lima kilogram. Lalu yang 144 kilogram saat ditimbang menjadi 134 kilogram hilang 10 kg, total hilang 15 kilogram.Jika dinominalkan, kerugian dari hilangnya 15 kilogram batu sungai dareh Rp100 juta. Itu batunya anak yatim piatu," ujar  Khairul.
   
Menurut Khairul, di antara bahan sungai dareh yang hilang terdapat satu bongkah batu paling super berat lima kilogram.

"Kondisi pembungkus seperti dirobek dengan pisau, bukan karena jatuh. Bagian samping pembungkus sobek lurus ke bawah, kalau jatuh tentu robeknya tidak rapi," katanya.

Sunday, April 13, 2014

Ada 53.328 Pengguna Narkoba di Lampung


M.Zaenal/Teraslampung.com


Bandarlampung—Lampung termasuk daerah merah peredaran narkoba. Berdasarkan kasus narkoba yang sudah terungkap kepolisian, saat ini Provinsi Lampung berada di peringkat 9 nasional dalam hal jumlah pengguna narkoba.

“Ada sebanyak 53.328 pengguna narkoba 0,9 persen dari jumlah penduduk Lampung sebanyak 5.925.300 jiwa, dengan usia 10 sampai 60 tahun,” kata Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Abadi Azra'i, Minggu (13/4).

Menurut Abadi, anak-anak dan remaja sangat rentan terancam bahaya narkoba. Sebab itu, kata Abadi, sejak dini mereka harus dididik agar tidak terpengaruh dan terjebak dengan bahaya narkoba yang sangat berpotensial menjadi kehancuran bangsa.

Abadi mengatakan untuk mewujudkan Lampung bebas narkoba 2015, BNN Provinsi Lampung bersama Dit Narkoba Polda Lampung, Sat Narkoba Polresta Bandarlampung dan Universitas Indonesia (UI) dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan bahayanya penggunaan narkotika kepada para pelajar ke sekolah-sekolah, yakni SMA Negeri maupun Swasta.

"Kami melakukan kegiatan ini bekerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk melakukan penyuluhan, dan deteksi narkoba (Tes Urine) terhadap siswa-siswi di beberapa sekolah," tutur dia.

Maraknya penyimpangan prilaku penyalahguanaan narkotika generasi muda saat ini, kata Abadi, dapat membahayakan kehidupan bangsa di kemudian hari.  dikarenakan zat yang terkandung dalam Narkoba sangat berbahaya, seperti zat-zat adiktif yang merupakan penghancur syaraf, yang mengakibatkan tidak dapat berfikir secara jernih, otomatis generasi muda tidak bisa berfikir cerdas.

“Dari pengalaman itu, kita berbaur dengan masyarakat agar saling membantu dalam pencegahan remaja generasi muda sejak dini dan memerangi narkoba," jelas Abadi.

Berdasarkan jurnal data Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN) tahun 2012-2013, kata Abadi, diketahui jumlah penyalahguna narkoba diseluruh Indonesia di bidang pendidikan mencapai 13.602 orang. Hampir 50 persennya adalah pelajar SMA.

"Dari hal tersebut, kami melakukan pemberdayaan di lingkungan sekolah untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih narkoba, dengan melakukan tes urine sekitar1652 siswa-siswi dari 11 SMA Negeri maupun Swasta khususnya yang ada di Kota Bandarlampung,” kata dia.

Dari hasil tes urine tersebut, Abadi menambahkan, ada 14 pelajar teridentifikasi positif mengggunakan narkoba. 9 diantaranya teridentifikasi positif THC (Ganja), 1 orang teridentifikasi positif AMP (Amphetamine) dan 4 orang teridentifikasi positif MOP (Morphine).

Untuk 14 pelajar yang positif teridentifikasi zat terlarang tersebut, harus segera melapor ke Institusi Penerima Wajib Lapor Pecandu (IPWLP) yang telah di rujuk ke Rumah Sakit Bayangkara (RSB) dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

"Ini dilakukan untuk penyelamatan atau rehabilitasi bagi para pelajar, agar lebih baik lagi nanti ke depannya," tandasnya.

Kakek Sipayung Ditemukan Membusuk di Kamarnya

ilustrasi
M. Zaenal/Teraslampung.com

Bandarlampung—Warga Bumisari Natar Lampung Selatan, Sabtu (12/4) sekitar pukul 10.00 WIB digegerkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki yang sudah membusuk didalam kamar tidur rumah miliknya. Mayat tersebut diketahui bernama J. Sipayung (60) warga yang tinggal di RT 18, Dusun IV, Gang Pelita, Desa Bumisari, Natar, Lampung Selatan.


Saat dikonfirmasi, Kapolsek Natar Komisaris Polisi Yohanes Agustiandaru membenarkan adanya penemuan sosok mayat laki-laki yang sudah membusuk bernama J. Sipayung (60). Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya bernama Agus, dengan kondisi mulai membusuk dan mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat. 

"Agus tetangga korban ini, awalnya curiga karena selama dua hari terakhir, Agus dan keluarganya mencium aroma atau bau busuk yang menyengat dari dalam rumah korban. Karena penasaran dengan bau tersebut, Agus kemudian mencoba membuka paksa pintu rumah dan didapati korban sudah terbujur kaku serta mengeluarkan bau,"kata Agustiandaru, Minggu (13/4).

Perwira menengah ini menjelaskan, menurut keterangan saksi mata dan para tetangga korban, korban J Sipayung tinggal sendiri di rumah tersebut. Korban ditinggal pergi sejak lama oleh istrinya ke Jawa, kurang lebih hampir satu tahun.

"Ya, diduga korban ditinggal pergi istrinya karena ada masalah keluarga. Sementara untuk jenazah korban, di bawa ke RSUD Abdul Moeloek untuk dilakukan proses outopsi untuk mengetahui pasti kematian korban, kami belum mengetahui pasti kematian korban. Apakah korban pembunuhan, bunuh diri dengan cara minum racun atau memang korban murni meninggal karena sakit," bebernya.