Isbeddy Stiawan ZS/Teraslampung.com
BANDARLAMPUNG—Pemadaman listrik bergilir terjadi lagi, Rabu (7/5) mulai pukul 17.30 dan sampai berita ini ditulis pukul 22.00 WIB listrik baru menyala. Pemadaman listrik ini terjadi di hampir di seluruh wilayah Provinsi Lampung.
Pemadaman listrik bergilir kali ini terjadi Bandarlampung (kawasan Kaliawi, Rawasubur, Kedaton, Waykandis), Pringsewu, Labuhan Meringgai Lampung Timur, Seputihbanyak Lampung Tengah, Jayimulyo, Karang Amyar Lampung Selatan, Pulungkencana Tulangbawang Barat.
Sejumlah warga di Bandarlampung mengungkapkan kejengkelannya kepada PLN. Namun, mereka toh tidak berdaya karena posisi pelanggan PLN terlampau lemah.
"PLN seperti tak mau peduli keluhan dan kekecewaan pelanggan," kata Ny Fitri Rofar, warga Karang Anyar, Lampung Selatan.
“Mati listrik kok seperti minum obat! Sehari bisa tiga kali listrik padam. Pagi sudah mati, lalu sore mati lagi. Eh, malamnya masih mati juga. Lucunya, tagihan listrik tetap naik tiap bulan!” kata Rohanah, warga Pengajaran, Bandarlampung.
Sementara Eli, ibu rumah tangga di Pasar Pulung Kencana Tulangbawang Barat mengaku heran dengan alasan pemadaman listrik yang dikemukaan pihak manajemen PLN Lampung.
"Alasannya banyak benar. Mesin rusaklah, jaringan putuslah, sedang ada pemiliharaan. Pokoknya ada saja alasannya. Herannya, pelanggan PLN tidak boleh telat membayar tagihan bulanan. PLN akan main cabut meteran sesuka,” kata Eli.
Loren, warga Labuhan Meringgai merasa PLN bersikap semena-mena. “Pemadaman listrik bisa terjadi kapan saja, tak kenal waktu siang, sore, atau malam. Kalau kerusakan milik warga akibat byar pet listrik, PLN tak mau bertanggung jawab," kata Loren.
Iman, warga Perum Kaliawi, meminta pihak PLN bertanggung jawab jika barang elektronik masyarakat disebabkan seringnya pemadaman listrik.
"Seharusnya PLN punya kepedulian. Tanggapi keluhan konsumen dengan baik. Lha ini kalau ada masyarakat protes atau komplain soal kerusakan barang elektronik karena listrik padam yang kerap tiba-tiba, PLN cuek saja. Alasannya, belum tentu kerusakan elentronik disebabkan sering padamnya aliran listrik,” kata Iman.
Iman sangat memaklumi jika suatu saat masyarakat memdemo PLN untuk meminta pertanggungjawaban mereka. "Jangan karena tak ada rival, PLN seenaknya berbuat pada warga. Jangan hanya merugikan pelanggan," tandas Iman.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemadaman bergilir di Lampung disebabkan perbaikan jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Tegineneng. Hal itu menyusul kerusakan dan overhoul mesin pada PLTU Tarahan dan tidak operasinya PLTU Sebalang, Lampung Selatan, yang berakibat pemadaman hampir tiap hari, bahkan 2 kali sehari.
"Jangan harap kita mendemgar PLN minta maaf. Saya setuju kalau warga mendemo dam mensomasi manager PLN agar mundur," ujar Heri, warga Rawasubur. Emggal, Bandar Lampung, Rabu (7/5) pukul 21.41 kepada Teraslampung.com.
I Ketut Darpa, Humas PLN Distribusi Lampung, mengatakan pemadaman listrik di seluruh Lampung dilakukan karena memang ada jadwal di waktu beban puncak yang dimulai pukuln17.00 sd 22.00. Penyebabnya ada penggantian kawat pengantar jalur transmisi Bukit Asam-Baturaja-Blambangan Umpu, yang sudah dimulai sejak 17 April lalu.
Alasan Ketut Darpa agak janggal, sebab nyatanya pemadaman bergilir masih terjadi pada Rabu (7/5) pukul 23.00 WIB. Besok pagi (8/5), siang, atau sore hari pun bisa jadi masih akan ada pemadaman aliran listrik.(Oyos Saroso H.N.)
Showing posts with label Krisis listrik di Lampung. Show all posts
Showing posts with label Krisis listrik di Lampung. Show all posts
Wednesday, May 7, 2014
Saturday, April 26, 2014
Pemadaman Listrik Bergillir: Warga Lampung Sudah Bosan Dengar ALasan PLN
Mas Alina Arifin/Teraslampung.com
Bandarlampung - Pemadaman aliran listrik kembali sering dilakukan PT PLN Cabang Tanjungkarang, Lampung. Pada Sabtu petang (26/4), misalnya, listrik di sebagian besar wilayah Lampung padam mulai sekitar pukul 17.30 WIB.
Pada pukul 21.30 di wilayah Telukbetung Utara, Bandarlampung listrik kembali menyala. Beberapa wilayah lain juga menyala. Namun, masih banyak juga kawasan lain di Lampung yang masih gelap gulita.
Setiap kali listrik padam, keluhan bernada datar hingga umpatan kasar bertebaran di media sosial. Umumnya masyarakat Lampung mengumpat karena pemadaman dilakukan semena-mena: tanpa pemberitahuan lebih dulu dan durasi suka-suka PLN.
Keadilan juga sering menjadi penyebab umpatan. Maklum saja, meskipun PLN mengklaim pemadaman bergilir dilakukan secara merata di seluruh wilayah Lampung, tetapi ada sejumlah daerah khusus yang sangat jarang aliran listriknya dipadamkan.
Misalnya adalah para pelanggan yang jaringan kabel listriknya satu jalur Rumah Dinas Gubernur Lampung di Jl. Dr. Susilo Bandarlampung atau sejalur dengan jaringan kantor PLN di Jl. Pangeran Diponegoro Bandarlampung.
"Kalau di rumah saya listrik memang sangat jarang padam, meskipun sebagian besar rumah warga di Lampung aliran listriknya padam. Tapi sedihnya ya kalau pas warga lain listriknya menyala, aliran listrik di rumah mah saya padam," kata Bagus S. Pribadi, warga Kelurahan Gulak-Galik, Telukbetung Utara, Bandarlampung.
Seorang warga yang rumahnya berada di belakang kantor PLN, Jl. Diponegoro, Gang Alpukat Bandarlampung, juga memberikan pengakuan serupa.
"Di daerah kami juga listrik jarang mati. Mungkin karena dekat (kantor) PLN. Tapi hanya puluhan rumah saja yang seperti itu. Kalau sudah sampai kantor Polres Bandarlampung jalurnya sudah lain," kata Rasno, warga Bandarlampung.
"Setahu saya ketika kantor AJI ada di belakang kantor PLN yang di Jl. Diponegoro itu memang sangat jarang mati listrik," ujar Firman.
Sementara Udin, 50, warga Gang Idola Jl. Dewi Sartika, Bandarlampung, mengaku pemadaman listrik di sekitar rumahnya termasuk paling parah dibanding daerah lain di Bandarlampung.
"Tidak musim pemadaman listrik pun di daerah kami listrik sering dipadamkan oleh PLN. Anehnya, itu hanya beberapa rumah. Terpaksa saya membeli genset bekas agar tidak kelabakan kalau kehabisan lilin. Kosekuensinya, saya harus selalu siap solar," kata dia.
Udin mengaku pasrah dengan apa pun yang dilakukan PLN. Makanya, kata dia, dirinya lebih baik mengalah dengan membeli genset bekas.
"Mau marah dan protes juga percuma. Saya tidak bisa ngomel atau protes di fesbuk seperti orang-orang lain karena memang saya tidak tahu fesbuk," ujarnya.
Berdasarkan penelusuran dan dokumentasi teraslampung.com, alasan PLN Tanjungkarang setiap kali protes muncul sudah sangat stereotip. Pertama, padam karena adanya pemeliharaan rutin jaringan. Kedua, aliran listrik dipadamkan karena adanya kerusakan tegangan menengah.
Ketiga, pemadaman aliran listrik karena ada masalah di gardu induk Kotabumi (Lampung Utara) sehingga jaringan interkoneksi Sumatera terganggu. Keempat, listrik padam karena adanya pemeliharaan mesin (overhaul) di PLTU Tarahan.
Pemadan aliran listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga dilakan dengan alasan yang sangat 'klasik'. Kepada teraslampung.com, pihak PLN mengaku pemadaman listrik kali ini karena ada gangguan di gardu induk Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Yakni, gardu di antara Kota Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
"Sebelumnya kami atas nama PLN mohon maaf pak karena ada gangguan busbar 2 di gardu induk Tegineneng sehingga mengakibatkan sistem kelistrikan di Lampung sebagian besar terputus dan terjadi pemadaman. namun secara bertahap sudah mulai normal kembali. Terima kasih," tulis pihak manajemen PLN Tanjungkarang, dalam penjelasan yang dikirimkan untuk teraslampung.com.
Berita Terkait: Hingga Mei, PLN Kembali Rajin Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
Bandarlampung - Pemadaman aliran listrik kembali sering dilakukan PT PLN Cabang Tanjungkarang, Lampung. Pada Sabtu petang (26/4), misalnya, listrik di sebagian besar wilayah Lampung padam mulai sekitar pukul 17.30 WIB.
Pada pukul 21.30 di wilayah Telukbetung Utara, Bandarlampung listrik kembali menyala. Beberapa wilayah lain juga menyala. Namun, masih banyak juga kawasan lain di Lampung yang masih gelap gulita.
Setiap kali listrik padam, keluhan bernada datar hingga umpatan kasar bertebaran di media sosial. Umumnya masyarakat Lampung mengumpat karena pemadaman dilakukan semena-mena: tanpa pemberitahuan lebih dulu dan durasi suka-suka PLN.
Keadilan juga sering menjadi penyebab umpatan. Maklum saja, meskipun PLN mengklaim pemadaman bergilir dilakukan secara merata di seluruh wilayah Lampung, tetapi ada sejumlah daerah khusus yang sangat jarang aliran listriknya dipadamkan.
Misalnya adalah para pelanggan yang jaringan kabel listriknya satu jalur Rumah Dinas Gubernur Lampung di Jl. Dr. Susilo Bandarlampung atau sejalur dengan jaringan kantor PLN di Jl. Pangeran Diponegoro Bandarlampung.
"Kalau di rumah saya listrik memang sangat jarang padam, meskipun sebagian besar rumah warga di Lampung aliran listriknya padam. Tapi sedihnya ya kalau pas warga lain listriknya menyala, aliran listrik di rumah mah saya padam," kata Bagus S. Pribadi, warga Kelurahan Gulak-Galik, Telukbetung Utara, Bandarlampung.
Seorang warga yang rumahnya berada di belakang kantor PLN, Jl. Diponegoro, Gang Alpukat Bandarlampung, juga memberikan pengakuan serupa.
"Di daerah kami juga listrik jarang mati. Mungkin karena dekat (kantor) PLN. Tapi hanya puluhan rumah saja yang seperti itu. Kalau sudah sampai kantor Polres Bandarlampung jalurnya sudah lain," kata Rasno, warga Bandarlampung.
"Setahu saya ketika kantor AJI ada di belakang kantor PLN yang di Jl. Diponegoro itu memang sangat jarang mati listrik," ujar Firman.
Sementara Udin, 50, warga Gang Idola Jl. Dewi Sartika, Bandarlampung, mengaku pemadaman listrik di sekitar rumahnya termasuk paling parah dibanding daerah lain di Bandarlampung.
"Tidak musim pemadaman listrik pun di daerah kami listrik sering dipadamkan oleh PLN. Anehnya, itu hanya beberapa rumah. Terpaksa saya membeli genset bekas agar tidak kelabakan kalau kehabisan lilin. Kosekuensinya, saya harus selalu siap solar," kata dia.
Udin mengaku pasrah dengan apa pun yang dilakukan PLN. Makanya, kata dia, dirinya lebih baik mengalah dengan membeli genset bekas.
"Mau marah dan protes juga percuma. Saya tidak bisa ngomel atau protes di fesbuk seperti orang-orang lain karena memang saya tidak tahu fesbuk," ujarnya.
Berdasarkan penelusuran dan dokumentasi teraslampung.com, alasan PLN Tanjungkarang setiap kali protes muncul sudah sangat stereotip. Pertama, padam karena adanya pemeliharaan rutin jaringan. Kedua, aliran listrik dipadamkan karena adanya kerusakan tegangan menengah.
Ketiga, pemadaman aliran listrik karena ada masalah di gardu induk Kotabumi (Lampung Utara) sehingga jaringan interkoneksi Sumatera terganggu. Keempat, listrik padam karena adanya pemeliharaan mesin (overhaul) di PLTU Tarahan.
Pemadan aliran listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga dilakan dengan alasan yang sangat 'klasik'. Kepada teraslampung.com, pihak PLN mengaku pemadaman listrik kali ini karena ada gangguan di gardu induk Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Yakni, gardu di antara Kota Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
"Sebelumnya kami atas nama PLN mohon maaf pak karena ada gangguan busbar 2 di gardu induk Tegineneng sehingga mengakibatkan sistem kelistrikan di Lampung sebagian besar terputus dan terjadi pemadaman. namun secara bertahap sudah mulai normal kembali. Terima kasih," tulis pihak manajemen PLN Tanjungkarang, dalam penjelasan yang dikirimkan untuk teraslampung.com.
Berita Terkait: Hingga Mei, PLN Kembali Rajin Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
Subscribe to:
Posts (Atom)

