Showing posts with label Pemadaman listrik bergilir. Show all posts
Showing posts with label Pemadaman listrik bergilir. Show all posts
Friday, May 23, 2014
Pemadaman Listrik Bergilir, Genset pun Diserbu
Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com
Bandarlampung--Pemadaman listrik bergilir oleh PLN sejak beberapa bulan terakhir dan tak jelas kapan normal, sejumlah toko penjual generator (genset) diserbu masyarakat.
Sejumlah toko khusus menjual generator di Jalan Radin Inten, Bandarlampung, setiap hari selalu ramai pembeli. Warga yang membeli justru dari luar kota, seperti Kotabumi, Bandarjaya, Metro, Jati Agung, Pringsewu, Kota Agung, ataupun Kalianda.
Menurut Khairul, warga Kalianda, ia sudah bosan dengan pemadaman bergilir yang diingatnya sejak Januari silam. Bahkan, pemadaman hampir tiap hari dan bisa terjadi dua kali. “Apa tidak kesal. Mau protes ke PLN, tidak akan bisa. PLN punya seribu alasan kenapa terjadi pemadaman,” kata Khairul kesal.
Dikatakan Khairul, selama ini keluarganya mengandalkan lampu emergency namun tidak puas sebab hanya bertahan beberapa jam. Bahkan, karena sering terjadi pemadaman beberapa lampu emergency yang dimilikinya rusak.
“Jadi saya putuskan harus menyiapkan generator di rumah. Kalau pemadaman listrik, genset dihidupkan. Bisa untuk penerang dan pendingin ruangan,” katanya.
Hal sama dikatakan Sutris, warga Jati Agung, Lampung Selatan. Meski dianggap terlambat memiliki genset, tapi karena belum tahu pasti kapan pemadaman listrik tak lagi terjadi akhirnya ia memutuskan membeli generator.
Menurut salah satu karyawan di toko generator, belakangan ini masyarakat menyerbu untuk membeli generator. Dikatakannya, pembeli genset juga datang dari luar Kota Bandarlampung. “Tiap hari, rata-rata tiga generator terjual,” kata dia, tak ingin namanya ditulis.
Pantauan wartawan media ini, pada Rabu (21/5) dan Kamis (22/5), ketiga toko generator di jalan Radin Inten, Bandarampung, yaitu Toko Unggul Mesin, Lampung Diesel, dan Istana Diesel banyak warga di situ. Umumnya, mereka membeli generator (genset).
Hal itu terlihat saat pekerja di toko mesin tersebut mengangkat genset ke dalam mobil atau ke atas jok kendaraan roda dua. Setelah itu, warga pergi membawa mesin diesel.
Jika PT PLN (persero) memberlakukan pemadaman listrik bergilir makin lama, dipastikan mesin generator makin diserbu warga, dan bukan tidak mungkin harga generator meningkat.
“Seharusnya pihak PLN segera menyelesaikan persoalan ini. Terlalu lama masyarakat menahan perasaan akibat pemadaman listrik, bisa jadi kelak sebagai ‘bom’ yang tinggal menunggu waktu meledak,” kata Sutris.
Salah seorang kontraktor listrik yang ditemui di Asosiasi Kontraktor Kelistirkan Indonesia (AKKLINDO) Lampung, pekan lalu, tidak yakin pemadaman bergilir penyebabnya hanya pergantian kabel SUTT ataupun gardu transmisi yang rusak.
“Saya tak yakin kalau hanya itu alasannya, sebab sudah berbulan-bulan pemadaman listrik. Jangan-jangan, itu hanya alasan PLN supaya masyarakat tidak kesal atau emosi,” kata dia.
Wednesday, May 7, 2014
Pemadaman Listrik di Lampung Seperti Jadwal Minum Obat
Isbeddy Stiawan ZS/Teraslampung.com
BANDARLAMPUNG—Pemadaman listrik bergilir terjadi lagi, Rabu (7/5) mulai pukul 17.30 dan sampai berita ini ditulis pukul 22.00 WIB listrik baru menyala. Pemadaman listrik ini terjadi di hampir di seluruh wilayah Provinsi Lampung.
Pemadaman listrik bergilir kali ini terjadi Bandarlampung (kawasan Kaliawi, Rawasubur, Kedaton, Waykandis), Pringsewu, Labuhan Meringgai Lampung Timur, Seputihbanyak Lampung Tengah, Jayimulyo, Karang Amyar Lampung Selatan, Pulungkencana Tulangbawang Barat.
Sejumlah warga di Bandarlampung mengungkapkan kejengkelannya kepada PLN. Namun, mereka toh tidak berdaya karena posisi pelanggan PLN terlampau lemah.
"PLN seperti tak mau peduli keluhan dan kekecewaan pelanggan," kata Ny Fitri Rofar, warga Karang Anyar, Lampung Selatan.
“Mati listrik kok seperti minum obat! Sehari bisa tiga kali listrik padam. Pagi sudah mati, lalu sore mati lagi. Eh, malamnya masih mati juga. Lucunya, tagihan listrik tetap naik tiap bulan!” kata Rohanah, warga Pengajaran, Bandarlampung.
Sementara Eli, ibu rumah tangga di Pasar Pulung Kencana Tulangbawang Barat mengaku heran dengan alasan pemadaman listrik yang dikemukaan pihak manajemen PLN Lampung.
"Alasannya banyak benar. Mesin rusaklah, jaringan putuslah, sedang ada pemiliharaan. Pokoknya ada saja alasannya. Herannya, pelanggan PLN tidak boleh telat membayar tagihan bulanan. PLN akan main cabut meteran sesuka,” kata Eli.
Loren, warga Labuhan Meringgai merasa PLN bersikap semena-mena. “Pemadaman listrik bisa terjadi kapan saja, tak kenal waktu siang, sore, atau malam. Kalau kerusakan milik warga akibat byar pet listrik, PLN tak mau bertanggung jawab," kata Loren.
Iman, warga Perum Kaliawi, meminta pihak PLN bertanggung jawab jika barang elektronik masyarakat disebabkan seringnya pemadaman listrik.
"Seharusnya PLN punya kepedulian. Tanggapi keluhan konsumen dengan baik. Lha ini kalau ada masyarakat protes atau komplain soal kerusakan barang elektronik karena listrik padam yang kerap tiba-tiba, PLN cuek saja. Alasannya, belum tentu kerusakan elentronik disebabkan sering padamnya aliran listrik,” kata Iman.
Iman sangat memaklumi jika suatu saat masyarakat memdemo PLN untuk meminta pertanggungjawaban mereka. "Jangan karena tak ada rival, PLN seenaknya berbuat pada warga. Jangan hanya merugikan pelanggan," tandas Iman.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemadaman bergilir di Lampung disebabkan perbaikan jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Tegineneng. Hal itu menyusul kerusakan dan overhoul mesin pada PLTU Tarahan dan tidak operasinya PLTU Sebalang, Lampung Selatan, yang berakibat pemadaman hampir tiap hari, bahkan 2 kali sehari.
"Jangan harap kita mendemgar PLN minta maaf. Saya setuju kalau warga mendemo dam mensomasi manager PLN agar mundur," ujar Heri, warga Rawasubur. Emggal, Bandar Lampung, Rabu (7/5) pukul 21.41 kepada Teraslampung.com.
I Ketut Darpa, Humas PLN Distribusi Lampung, mengatakan pemadaman listrik di seluruh Lampung dilakukan karena memang ada jadwal di waktu beban puncak yang dimulai pukuln17.00 sd 22.00. Penyebabnya ada penggantian kawat pengantar jalur transmisi Bukit Asam-Baturaja-Blambangan Umpu, yang sudah dimulai sejak 17 April lalu.
Alasan Ketut Darpa agak janggal, sebab nyatanya pemadaman bergilir masih terjadi pada Rabu (7/5) pukul 23.00 WIB. Besok pagi (8/5), siang, atau sore hari pun bisa jadi masih akan ada pemadaman aliran listrik.(Oyos Saroso H.N.)
BANDARLAMPUNG—Pemadaman listrik bergilir terjadi lagi, Rabu (7/5) mulai pukul 17.30 dan sampai berita ini ditulis pukul 22.00 WIB listrik baru menyala. Pemadaman listrik ini terjadi di hampir di seluruh wilayah Provinsi Lampung.
Pemadaman listrik bergilir kali ini terjadi Bandarlampung (kawasan Kaliawi, Rawasubur, Kedaton, Waykandis), Pringsewu, Labuhan Meringgai Lampung Timur, Seputihbanyak Lampung Tengah, Jayimulyo, Karang Amyar Lampung Selatan, Pulungkencana Tulangbawang Barat.
Sejumlah warga di Bandarlampung mengungkapkan kejengkelannya kepada PLN. Namun, mereka toh tidak berdaya karena posisi pelanggan PLN terlampau lemah.
"PLN seperti tak mau peduli keluhan dan kekecewaan pelanggan," kata Ny Fitri Rofar, warga Karang Anyar, Lampung Selatan.
“Mati listrik kok seperti minum obat! Sehari bisa tiga kali listrik padam. Pagi sudah mati, lalu sore mati lagi. Eh, malamnya masih mati juga. Lucunya, tagihan listrik tetap naik tiap bulan!” kata Rohanah, warga Pengajaran, Bandarlampung.
Sementara Eli, ibu rumah tangga di Pasar Pulung Kencana Tulangbawang Barat mengaku heran dengan alasan pemadaman listrik yang dikemukaan pihak manajemen PLN Lampung.
"Alasannya banyak benar. Mesin rusaklah, jaringan putuslah, sedang ada pemiliharaan. Pokoknya ada saja alasannya. Herannya, pelanggan PLN tidak boleh telat membayar tagihan bulanan. PLN akan main cabut meteran sesuka,” kata Eli.
Loren, warga Labuhan Meringgai merasa PLN bersikap semena-mena. “Pemadaman listrik bisa terjadi kapan saja, tak kenal waktu siang, sore, atau malam. Kalau kerusakan milik warga akibat byar pet listrik, PLN tak mau bertanggung jawab," kata Loren.
Iman, warga Perum Kaliawi, meminta pihak PLN bertanggung jawab jika barang elektronik masyarakat disebabkan seringnya pemadaman listrik.
"Seharusnya PLN punya kepedulian. Tanggapi keluhan konsumen dengan baik. Lha ini kalau ada masyarakat protes atau komplain soal kerusakan barang elektronik karena listrik padam yang kerap tiba-tiba, PLN cuek saja. Alasannya, belum tentu kerusakan elentronik disebabkan sering padamnya aliran listrik,” kata Iman.
Iman sangat memaklumi jika suatu saat masyarakat memdemo PLN untuk meminta pertanggungjawaban mereka. "Jangan karena tak ada rival, PLN seenaknya berbuat pada warga. Jangan hanya merugikan pelanggan," tandas Iman.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemadaman bergilir di Lampung disebabkan perbaikan jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Tegineneng. Hal itu menyusul kerusakan dan overhoul mesin pada PLTU Tarahan dan tidak operasinya PLTU Sebalang, Lampung Selatan, yang berakibat pemadaman hampir tiap hari, bahkan 2 kali sehari.
"Jangan harap kita mendemgar PLN minta maaf. Saya setuju kalau warga mendemo dam mensomasi manager PLN agar mundur," ujar Heri, warga Rawasubur. Emggal, Bandar Lampung, Rabu (7/5) pukul 21.41 kepada Teraslampung.com.
I Ketut Darpa, Humas PLN Distribusi Lampung, mengatakan pemadaman listrik di seluruh Lampung dilakukan karena memang ada jadwal di waktu beban puncak yang dimulai pukuln17.00 sd 22.00. Penyebabnya ada penggantian kawat pengantar jalur transmisi Bukit Asam-Baturaja-Blambangan Umpu, yang sudah dimulai sejak 17 April lalu.
Alasan Ketut Darpa agak janggal, sebab nyatanya pemadaman bergilir masih terjadi pada Rabu (7/5) pukul 23.00 WIB. Besok pagi (8/5), siang, atau sore hari pun bisa jadi masih akan ada pemadaman aliran listrik.(Oyos Saroso H.N.)
Saturday, April 26, 2014
Pemadaman Listrik Bergillir: Warga Lampung Sudah Bosan Dengar ALasan PLN
Mas Alina Arifin/Teraslampung.com
Bandarlampung - Pemadaman aliran listrik kembali sering dilakukan PT PLN Cabang Tanjungkarang, Lampung. Pada Sabtu petang (26/4), misalnya, listrik di sebagian besar wilayah Lampung padam mulai sekitar pukul 17.30 WIB.
Pada pukul 21.30 di wilayah Telukbetung Utara, Bandarlampung listrik kembali menyala. Beberapa wilayah lain juga menyala. Namun, masih banyak juga kawasan lain di Lampung yang masih gelap gulita.
Setiap kali listrik padam, keluhan bernada datar hingga umpatan kasar bertebaran di media sosial. Umumnya masyarakat Lampung mengumpat karena pemadaman dilakukan semena-mena: tanpa pemberitahuan lebih dulu dan durasi suka-suka PLN.
Keadilan juga sering menjadi penyebab umpatan. Maklum saja, meskipun PLN mengklaim pemadaman bergilir dilakukan secara merata di seluruh wilayah Lampung, tetapi ada sejumlah daerah khusus yang sangat jarang aliran listriknya dipadamkan.
Misalnya adalah para pelanggan yang jaringan kabel listriknya satu jalur Rumah Dinas Gubernur Lampung di Jl. Dr. Susilo Bandarlampung atau sejalur dengan jaringan kantor PLN di Jl. Pangeran Diponegoro Bandarlampung.
"Kalau di rumah saya listrik memang sangat jarang padam, meskipun sebagian besar rumah warga di Lampung aliran listriknya padam. Tapi sedihnya ya kalau pas warga lain listriknya menyala, aliran listrik di rumah mah saya padam," kata Bagus S. Pribadi, warga Kelurahan Gulak-Galik, Telukbetung Utara, Bandarlampung.
Seorang warga yang rumahnya berada di belakang kantor PLN, Jl. Diponegoro, Gang Alpukat Bandarlampung, juga memberikan pengakuan serupa.
"Di daerah kami juga listrik jarang mati. Mungkin karena dekat (kantor) PLN. Tapi hanya puluhan rumah saja yang seperti itu. Kalau sudah sampai kantor Polres Bandarlampung jalurnya sudah lain," kata Rasno, warga Bandarlampung.
"Setahu saya ketika kantor AJI ada di belakang kantor PLN yang di Jl. Diponegoro itu memang sangat jarang mati listrik," ujar Firman.
Sementara Udin, 50, warga Gang Idola Jl. Dewi Sartika, Bandarlampung, mengaku pemadaman listrik di sekitar rumahnya termasuk paling parah dibanding daerah lain di Bandarlampung.
"Tidak musim pemadaman listrik pun di daerah kami listrik sering dipadamkan oleh PLN. Anehnya, itu hanya beberapa rumah. Terpaksa saya membeli genset bekas agar tidak kelabakan kalau kehabisan lilin. Kosekuensinya, saya harus selalu siap solar," kata dia.
Udin mengaku pasrah dengan apa pun yang dilakukan PLN. Makanya, kata dia, dirinya lebih baik mengalah dengan membeli genset bekas.
"Mau marah dan protes juga percuma. Saya tidak bisa ngomel atau protes di fesbuk seperti orang-orang lain karena memang saya tidak tahu fesbuk," ujarnya.
Berdasarkan penelusuran dan dokumentasi teraslampung.com, alasan PLN Tanjungkarang setiap kali protes muncul sudah sangat stereotip. Pertama, padam karena adanya pemeliharaan rutin jaringan. Kedua, aliran listrik dipadamkan karena adanya kerusakan tegangan menengah.
Ketiga, pemadaman aliran listrik karena ada masalah di gardu induk Kotabumi (Lampung Utara) sehingga jaringan interkoneksi Sumatera terganggu. Keempat, listrik padam karena adanya pemeliharaan mesin (overhaul) di PLTU Tarahan.
Pemadan aliran listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga dilakan dengan alasan yang sangat 'klasik'. Kepada teraslampung.com, pihak PLN mengaku pemadaman listrik kali ini karena ada gangguan di gardu induk Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Yakni, gardu di antara Kota Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
"Sebelumnya kami atas nama PLN mohon maaf pak karena ada gangguan busbar 2 di gardu induk Tegineneng sehingga mengakibatkan sistem kelistrikan di Lampung sebagian besar terputus dan terjadi pemadaman. namun secara bertahap sudah mulai normal kembali. Terima kasih," tulis pihak manajemen PLN Tanjungkarang, dalam penjelasan yang dikirimkan untuk teraslampung.com.
Berita Terkait: Hingga Mei, PLN Kembali Rajin Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
Bandarlampung - Pemadaman aliran listrik kembali sering dilakukan PT PLN Cabang Tanjungkarang, Lampung. Pada Sabtu petang (26/4), misalnya, listrik di sebagian besar wilayah Lampung padam mulai sekitar pukul 17.30 WIB.
Pada pukul 21.30 di wilayah Telukbetung Utara, Bandarlampung listrik kembali menyala. Beberapa wilayah lain juga menyala. Namun, masih banyak juga kawasan lain di Lampung yang masih gelap gulita.
Setiap kali listrik padam, keluhan bernada datar hingga umpatan kasar bertebaran di media sosial. Umumnya masyarakat Lampung mengumpat karena pemadaman dilakukan semena-mena: tanpa pemberitahuan lebih dulu dan durasi suka-suka PLN.
Keadilan juga sering menjadi penyebab umpatan. Maklum saja, meskipun PLN mengklaim pemadaman bergilir dilakukan secara merata di seluruh wilayah Lampung, tetapi ada sejumlah daerah khusus yang sangat jarang aliran listriknya dipadamkan.
Misalnya adalah para pelanggan yang jaringan kabel listriknya satu jalur Rumah Dinas Gubernur Lampung di Jl. Dr. Susilo Bandarlampung atau sejalur dengan jaringan kantor PLN di Jl. Pangeran Diponegoro Bandarlampung.
"Kalau di rumah saya listrik memang sangat jarang padam, meskipun sebagian besar rumah warga di Lampung aliran listriknya padam. Tapi sedihnya ya kalau pas warga lain listriknya menyala, aliran listrik di rumah mah saya padam," kata Bagus S. Pribadi, warga Kelurahan Gulak-Galik, Telukbetung Utara, Bandarlampung.
Seorang warga yang rumahnya berada di belakang kantor PLN, Jl. Diponegoro, Gang Alpukat Bandarlampung, juga memberikan pengakuan serupa.
"Di daerah kami juga listrik jarang mati. Mungkin karena dekat (kantor) PLN. Tapi hanya puluhan rumah saja yang seperti itu. Kalau sudah sampai kantor Polres Bandarlampung jalurnya sudah lain," kata Rasno, warga Bandarlampung.
"Setahu saya ketika kantor AJI ada di belakang kantor PLN yang di Jl. Diponegoro itu memang sangat jarang mati listrik," ujar Firman.
Sementara Udin, 50, warga Gang Idola Jl. Dewi Sartika, Bandarlampung, mengaku pemadaman listrik di sekitar rumahnya termasuk paling parah dibanding daerah lain di Bandarlampung.
"Tidak musim pemadaman listrik pun di daerah kami listrik sering dipadamkan oleh PLN. Anehnya, itu hanya beberapa rumah. Terpaksa saya membeli genset bekas agar tidak kelabakan kalau kehabisan lilin. Kosekuensinya, saya harus selalu siap solar," kata dia.
Udin mengaku pasrah dengan apa pun yang dilakukan PLN. Makanya, kata dia, dirinya lebih baik mengalah dengan membeli genset bekas.
"Mau marah dan protes juga percuma. Saya tidak bisa ngomel atau protes di fesbuk seperti orang-orang lain karena memang saya tidak tahu fesbuk," ujarnya.
Berdasarkan penelusuran dan dokumentasi teraslampung.com, alasan PLN Tanjungkarang setiap kali protes muncul sudah sangat stereotip. Pertama, padam karena adanya pemeliharaan rutin jaringan. Kedua, aliran listrik dipadamkan karena adanya kerusakan tegangan menengah.
Ketiga, pemadaman aliran listrik karena ada masalah di gardu induk Kotabumi (Lampung Utara) sehingga jaringan interkoneksi Sumatera terganggu. Keempat, listrik padam karena adanya pemeliharaan mesin (overhaul) di PLTU Tarahan.
Pemadan aliran listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga dilakan dengan alasan yang sangat 'klasik'. Kepada teraslampung.com, pihak PLN mengaku pemadaman listrik kali ini karena ada gangguan di gardu induk Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Yakni, gardu di antara Kota Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
"Sebelumnya kami atas nama PLN mohon maaf pak karena ada gangguan busbar 2 di gardu induk Tegineneng sehingga mengakibatkan sistem kelistrikan di Lampung sebagian besar terputus dan terjadi pemadaman. namun secara bertahap sudah mulai normal kembali. Terima kasih," tulis pihak manajemen PLN Tanjungkarang, dalam penjelasan yang dikirimkan untuk teraslampung.com.
Berita Terkait: Hingga Mei, PLN Kembali Rajin Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
Friday, April 25, 2014
Hingga Mei, PLN Kembali Rajin Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
Pemadaman Listrik Hampir Tiap Hari, Rata-Rata Lima Jam
Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com
Bandarlampung, Teraslampung.com - PT PLN Distribusi Lampung kembali melakukan pemadaman listrik bergilir di Bandarlampung dan Lampung Selatan, Jumat (25/4) mulai pukul 19.00 hingga pukul 23.30 WIB.
Di Bandarlampung, pemadaman terjadi di kawasan Kalibalok atau kawasan Hotel Nusantara Jl Soekarno Hatta, Perumdam, Sukarame, Jalan Antasari, Wayhalim, Way Kandis. Sedangkan Lampung Selatan dimulai dari Jatimulyo, Perum Permata Asri, hingga Pasa Karanganyar.
Pemadaman di Lampung Selatan juga mulai pukul 19.00 Jumat (25/4), namun untuk daerah Jatimulyo kembali hidup pada pukul 21.30. Sedangkan Karanganyar, khususnya Perum Permata Asri, Kecamatan Jati Agung, Lampung Sekatan, padam hingga pukul 23.30 WIB.
Pemadaman listrik ini disebabkan PT PLN Persero Wilayah IV Sumbagsel, tengah mengganti kawat SUTT. Diperkirakan pemadaman bergilir ini hingga Mei mendatang.
Sebelumnya, pemadaman listrik bergilir terjadi sepanjang Februari-Mart 2014. Ketika itu, hasil pantauan Teraslampung.com, memang membuktikan bahwa mesin pembangkit listrik di Tarahan, Lampung Selatan sedang rusak dan satu mesin sedang overhoul. Selain itu, mesin pembangkit kistrik di Sibalang aktif.
Ketika itu dua hari diberitakan Teraslampung.com, empat mesin yang ada di dua pembangkit listrik teesebut lembali aktif, dan pemadaman bergilir tidak lagi terjadi.
"Sekarang PLN kambuh lagi, sudah beberapa kali ini pemadaman kembali terjadi. Artinya PT PLN tidak profesional. Mestinya penggantian kabel SUTT sudah direnanakan sejak tahun lalu dan tidak harus memadamkan listrik bergilir," kata Riki, warga Permata Asri Blok I.
Dikatakan Fiki, beberapa hari lalu di komplek ini juga terjadi pemasaman listri, tapi hanya sampai pukul 21.00 lebih. "Tapi kali ini hampir 5 jam," ujar Riki kesal.
Sayangnya petinggi PT PLN di Lampung kerap mengoper tanggung jawab tiap kali ada protes dari konsumen atau permintaan konfirmasi dari wartawan terkait alasan pemadaman aliran listrik.
"Bukan tanggung jawab kami, tapi coba anda tanya ke bagian distribusi, mereka yang bisa menjawab," kata salah satu petinggi PLN Tanjungkarang kepada teraslampung.com, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Warga Lampung Sudah Bosan Dengar Alasan PLN
Monday, March 17, 2014
PLN: Menyala Terus, Terus Menyala
Isbedy Stiawan ZS, Ferdi Gunsan/Teraslampung.Com
![]() |
| Sektor Pembamgkit Listrik Tarahan, Lampung Selatan. (teraslampung.com/isb) |
Biang masalah, yakni empat mesin di PLTU Tarahan dan PLTU Sibalang, kini sudah diatasi. PLTU Sibalang ketika dipantau, Sabtu (8/3/2014) petang, tak ada asap yang keluar dari cerobong tinggi sebagai indikasi tidak produksi namun kini sudah beroperasi.
“Ya, saya juga dapat informasi begitu. Dua mesin di PLTU Tarahan yang rusak dan overhaul, satu unitnya sudan diperbaiki. Begitu pula PLTU Sibalang yang selama ini tidak aktif, sudah produksi,” jelas Budi Agustian, ketua AKKLINDO (Asosiasi Kontraktor Kelistrikan Indonesia) Lampung, Selasa (18/3).
Budi yang ditemui di kantor AKKLINDO Jalan Way Abung, Pahoman, Bandarlampung, mengapresiasi kinerja PT PLN Pembangkit Sumbagsel yang tanggap terhadap keluhan masyarakat Lampung. Padahal, janji PLN baru April 2014 pelistrikan di Lampung benar-benar normal.
“Tapi, kenyataannya lebih cepat dari perkiraan,” kata dia.
Ketua AKKLINDO Lampung tetap berharap pada PLN agar transparan. Misalnya, dia menyebut, perlu adanya evaluasi bersama—PLN dan mitrakerja (stakeholder)—untuk proyek-proyek besar di PLN, baik di pembangkit, transmisi, maupun distribusi.
“Supaya tidak timpang antara keandalan mesin dengan energy listrik yang dikeluarkan,” tutup Budi.
Apresiasi buat PLN
Sejumlah warga yang ditemui membenarkan kalau beberapa hari belakangan inis udah tidak lagi mengalami pemadaman listrik bergilir. Padahal hampir satu bulan, tiada hari tanpa pemadaman.
“Malah sehari bisa dua kali mati. Apa tidak mengecewakan,” kata Ibu Fitri di Karang Anyar. “Katanya penyebab listrik sering mati, karena mesin pembangkit di Tarahan yang rusak.”
Hal sama diakui Heri. Warga Rawasubur, Enggal, Bandarlampung ini, mengetahui kalau persoalan di PLN Lampung selama ini pada mesin pembangkit. “Kalau sekarang sudah diperbaiki baguslah, apresasi tinggi umtuk kinerja PLN,” ujar Heri.
Tetapi, warga tetap belum yakin pada pihak PLN mampu member pelayanan kelistrikan yang maksimal kepada pelanggannya. Jangan-jangan, kata Heri, sifatnya hanya sementara untuk meredam kekesalan masyarakat.
“Siapa bisa menjamin mesin pembangkit yang ada di Tarahan dan Sibalang bisa bertahan hingga 5 atau 10 tahun kedepan. Tapi saya tetap mengharapkan, PLN terus menyala dan menyala terus,” harap Heri sambil mengutip salah satu iklan produk lampu.
Karena itu, kata Budi Agustian seperti dikutip Teraslampung.Com beberapa hari lalu, pihak PLN semestinya sudah berpikir bagaimana mengatasi kelistrikan saat mesin pembangkit rusak atau overhaul. “Bukan seperti selama ini, sehingga pemadaman bergilir dialami pelanggan yang selalu terjadi dan tidak berujung. Ini akan mengecewakan masyarakat,” katanya.
Sebagai ketua AKKLINDO Lampung, dia member apresiasi pada kinerja PLN yang cepat untuk keluar dari masalah ini. Sebab, jika berlaru-larut akan memicu kemarahan masyarakat. “Saya dengar, mesin pembangkit di PLTU Tarahan sudah diperbaiki, dan Sibalang sudah beroperasi,” terangnya.
Namun, apakah hanya di dua PLTU—Tarahan dan Sibalang—persoalan kelistrikan di Lampung dapat teratasi? Sementara, perlistrikan di daerah ini punya potensi menguntungkan, sekaligus menyimpan tantangan.
Sebuah tulisan bertajuk “Lampung: PeluangdanTantangannya” (http://optimus.pln.co.id/opi/index.php/catatan-pmo/70-lampung: peluang-dan-tantangannya), mengurai bahwa kelistrikan di Lampung sangat potensi. Lampung memiliki PLTU Tarahan, yang tidak saja didesain ramah lingkungan, juga kinerja pegawainya yang patut diacungi jempol. (baca “Lampung: Peluang danTantangannya”)
Hanya saja, kelistrikan di Bumi Ruwa Jurai ini tetap akan menghadapi tantangan amat besar. Karena itu, PLN perlu melakukan terobosan. Misalnya, perlu dipikirkan adalah jalur transmisi.
Terobosan ini, segara merealisasikan jalur transmi antara Gardu Induk Seputihbanyak dan GI Menggala. Satu-satunya dapat menolong saat terjadi maslaah seperti selama ini, interkoneksi dari gardu induk lain sangat mendukung.
Lantas, kenapa masalah jalur tranmisi dari Gardu Induk Seputih banyak ke Gardu Induk Menggala belum juga koneksi? Dari sumber di kalangan kontraktor kelistrikan di daerah ini, kendalanya adalah SUTT (Saluran Udara Tekanan Tinggi) yang melintasi kawasan PT Sugar Grup yang belum mendapat izin dari perusahaan gula putih itu.
"Ironinya, sejatinya tower sudah dibangun dan berdiri kokoh namun kabel yang menghubungkan kedua Gardu Induk tersebut sampai sekarang belum ada. Sehingga GI Menggala selama ini mengalama overloud," katanya.
Seandainya interkoneksi transmisi GI Menggala-Seputihbanyak bisa terujud, bukan saja dapat mengatasi kelistrikan di Menggala dan sekitarnya, melainkan Lampung. “Transmisi GI Menggaladan GI Seputihbanyak, sebenarnya sedikit banyak bisa mengatasi persoalan listrik di sekitar itu, dan Lampung pada umumnya,” kata kontraktor kelistrikan itu lagi yang enggan ditulis namanya.
Sementaraitu, Sugar Grup mengklaim bukan pihaknya tidak memberikan izin lintas transmisi (SUTT) ke kawasannya. Persoalannya, perjanjian kerja sama yang belum dibahas oleh pihak PLN.
Sementara itu Handy, manager UPT GI dan SUTET saat dikonfirmasi tak bersedia menjawab, dan ia menyarankan menghubungi PLN Distribusi Lampung atau PLN Proyek Transmisi Lampung. "Karena kami lebih ke arah pemeliharaan transmisinya, bukan ke proyek pembangunannya. Jadi seluk-beluk dan isu mengenai hal tersebut, lebih tepat ditanyakan dan dijawab oleh 2 unit tersebut," kata Handy melalui pesan pendek.
Sedangkan GM PLN Distribusi Lampung Made Artha, saat dihubungi untuk konfirmasi, telepon genggamnya tidak aktif.
baca: Lampung: Peluang dan Tantanggannya
Subscribe to:
Posts (Atom)




