Showing posts with label Sabu-sabu. Show all posts
Showing posts with label Sabu-sabu. Show all posts
Sunday, April 6, 2014
Dua Warga Bandarjaya Barat Diciduk Polisi saat “Nyabu”
Mas Bowo/Teraslampung.com
Lampung Tengah—Dua warga Bandarjaya Barat, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, diciduk jajaran Kepolisian Terbanggi Besar saat mengonsumsi sabu-sabu, Jumat (4/4) malam.
Kedua tersangka, yakni Syafrun Jamin dan Helmi Syamsi, warga Bandarjaya Barat. Mereka ditangkap polisi di kediaman Rangga di Keluarahan Bandarjaya Barat.
Kasubbag Humas Bag Opss Polres Lamteng AKP Indriyanto mengatakan, kedua tersangka ditangkap karena kedapatan sedang mengonsumsi sabu-sabu di kediaman Rangga. Saat itu juga anggota Polsek Terbanggi Besar langsung menangkap kedua warga tersebut.
"Mereka ditangkap karena terbukti memakai sabu-sabu. Kami tangkap pada Jumat lalu," ujar Indri.
Dari hasil penangkapan, pihak Kepolisian Sektor Terbanggi Besar menyita dan mengamankan barang bukti berupa satu buah dompet ping yang barisikan satu buah kaca pirek kosong, satu buah botol putih sebagai alat hisap berisikan narkotika, enam buah korek gas, empat buah sedotan, empat buah jarum, dan satu buah timbangan digital bermerk CHQ.
"Kami sudah amankan barang buktinya,” imbuh Indri.
Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Akibat ulahnya kdua tersangka itu, kata Indri, dikenakan Pasal 127 Ayat 1 Huruf A, Undang- undang Narkotika Tahun 2009 untuk pengguna dan menyimpan. Dengan ancaman hukuman dibawah 4 Tahun penjara. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)
Wednesday, March 19, 2014
Belum Bisa Cari Duit Sendiri, Iqmal Sudah Sering Nyabu
M. Zaenuddin Lukman/Teraslampung.com
B
andarlampung—Satuan Narkoba Polresta Bandarlampung menangkap M. Iqmal (22), seorang pengguna narkoba jenis sabu-sabu, di Jl. Nasir, Kotabaru, Tanjungkarang Timur, Selasa (18/3) sekitar pukul 17.00 WIB.
Warga Jl Nakib Kelurahan Kota Baru, Tanjungkarang Timur, Bandarlampung itu ditangkap bersama barang bukti satu paket sabu.
Kepala Unit 1 Satuan Reserse anit Narkoba Polres Bandarlampung, Iptu Herlan Arfa, mengatakan penangkapan tersangka atas laporan masyarakat yang melihat ada seorang laki-laki yang kerap menggunakan narkoba.
"Saat kita periksa, ditemukan satu paket kecil sabu yang dibungkus kertas aluminium foil bekas bungkus silet steril yang dipegang di tangan kanan tersangka. Tersangka berikut barang bukti sabu-sabu kini diamankan di Mapolresta Bandarlampung," tutur Herlan k, di Polresta Bandarlampung, Rabu (19/3).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Herlan, tersangka Iqmal mengaku sabu itu benar miliknya. Tersangka mengaku baru sekitar dua bulan tersangka konsumsi sabu-sabu. Barang haram itu didapat tersangka dengan cara membeli dari seorang rekannya bernama Bonang kini buron (DPO).
Tersangka Iqmal ini sudah beberapa kali beli sabu dengan tersangka Bonang. Selain sering mengkonsumsi sabu, tersangka juga menjadi kurir sabu-sabu. Sabu-sabu yang dibawa oleh tersangka akan diantarkan pada seseorang yang sudah memesan sebelumnya kepada tersangka Bonang.
"Dari informasi Iqmal, petugas kemudian melakukan pengejaran tersangka Bonang, Namun,Bonang berhasil kabur terlebih dulu. Kini tersangka Bonang masuk dalam target pencarian orang (DPO)," kata Herlan.
Iqmal dijerat dengan pasal 11 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, yakni dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,"tegasnya.
Iqmal mengaku membeli satu paket kecilnya seharga Rp 200 ribu. "Saya pakai sabu biar enggak ngantuk,” ujar setiap mau beli sabu saya minta uang sama orang tua saya bang soalnya saya ini kan pengangguran," tutur Iqmal kepada wartawan, Rabu (19/3).
Dia juga mengatakan, selain beli terkadang sering dikasih sama dia (Bonang). "Ya kadang saya juga disuruh mengantar sabu sama orang yang sudah pesan sabu sama Bonang, setelah sampai sama pemesannya baru saya dikasih imbalan sama Bonang satu paket kecil. Kalau kenal sama Bonang itu sudah lama soalnya dia kawan sekolah saya waktu masih di SD," kata dia. (Zaenal Mutaqin)
B
![]() |
| Iptu Herlan Arfa menunjukkan barang bukti sabu-sabu |
Warga Jl Nakib Kelurahan Kota Baru, Tanjungkarang Timur, Bandarlampung itu ditangkap bersama barang bukti satu paket sabu.
Kepala Unit 1 Satuan Reserse anit Narkoba Polres Bandarlampung, Iptu Herlan Arfa, mengatakan penangkapan tersangka atas laporan masyarakat yang melihat ada seorang laki-laki yang kerap menggunakan narkoba.
"Saat kita periksa, ditemukan satu paket kecil sabu yang dibungkus kertas aluminium foil bekas bungkus silet steril yang dipegang di tangan kanan tersangka. Tersangka berikut barang bukti sabu-sabu kini diamankan di Mapolresta Bandarlampung," tutur Herlan k, di Polresta Bandarlampung, Rabu (19/3).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Herlan, tersangka Iqmal mengaku sabu itu benar miliknya. Tersangka mengaku baru sekitar dua bulan tersangka konsumsi sabu-sabu. Barang haram itu didapat tersangka dengan cara membeli dari seorang rekannya bernama Bonang kini buron (DPO).
Tersangka Iqmal ini sudah beberapa kali beli sabu dengan tersangka Bonang. Selain sering mengkonsumsi sabu, tersangka juga menjadi kurir sabu-sabu. Sabu-sabu yang dibawa oleh tersangka akan diantarkan pada seseorang yang sudah memesan sebelumnya kepada tersangka Bonang.
"Dari informasi Iqmal, petugas kemudian melakukan pengejaran tersangka Bonang, Namun,Bonang berhasil kabur terlebih dulu. Kini tersangka Bonang masuk dalam target pencarian orang (DPO)," kata Herlan.
Iqmal dijerat dengan pasal 11 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, yakni dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,"tegasnya.
Iqmal mengaku membeli satu paket kecilnya seharga Rp 200 ribu. "Saya pakai sabu biar enggak ngantuk,” ujar setiap mau beli sabu saya minta uang sama orang tua saya bang soalnya saya ini kan pengangguran," tutur Iqmal kepada wartawan, Rabu (19/3).
Dia juga mengatakan, selain beli terkadang sering dikasih sama dia (Bonang). "Ya kadang saya juga disuruh mengantar sabu sama orang yang sudah pesan sabu sama Bonang, setelah sampai sama pemesannya baru saya dikasih imbalan sama Bonang satu paket kecil. Kalau kenal sama Bonang itu sudah lama soalnya dia kawan sekolah saya waktu masih di SD," kata dia. (Zaenal Mutaqin)
Subscribe to:
Posts (Atom)

