Showing posts with label Lampung Tengah. Show all posts
Showing posts with label Lampung Tengah. Show all posts

Monday, May 19, 2014

Bus Puspajaya Terperosok ke Jurang: 7 Luka Berat, 14 Luka Ringan

Mas Bowo/Teraslampung.com


Kasat Lantas AKP Juli
Terbanggi Besar—PO Bus Puspajaya jurusan Kotabumi-Bandarlampung terperosok ke jurang Way Pengubuan, Kampung Terbanggibesar, Lampung Tengah, Senin (19/5).

Akibat kecelakaan itu,dari 32 penumpang, tujuh orang di antaranya mengalami luka berat dan 14 lainnya luka ringan. Semua penumpang yang terluka dirawat di RS YMC.

Kasat Lantas Polres Lamteng AKP Juli menjelaskan, Bus Puspajaya Nopol BE 2422 CU yang dikemudikan Supriyanto (50) dari arah Kotabumi, Lampung Utara, melaju kencang dan berusaha mendahului sebuah kendaraan lain.

Sementara dari arah sebaliknya, mobil Ertiga Nopol BE-2313 yang dikemudikan Erwansyah (42) juga melaju kencang. Akibatnya, tabrakan tak terhindarkan.

Usai menabrak Ertiga, Bus Puspajaya yang berpenumpang 32 orang itu masuk jurang (anak sungai Melinting) di Kampung Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah. Semua penumpang dan sopir yang terluka kini dirawat di RS YMC.

"Pengemudi Ertiga mengalami luka di kaki, sementara pengemudi Bus lecet di kepala. Totalnya yang terluka 21 orang, tujuh luka berat dan 14 luka ringan," jelas Kasatlantas AKP Juli.


Editor: Isbedy Stiawan ZS



Saturday, May 10, 2014

Perbaikan Jembatan Terbanggi Terkesan Lamban



Supriyanto/Teraslampung.com

Jembatan Terbanggibesar dalam perbaikan (teraslampung/Mas Bowo)

Terbanggibesar—Jembatan Terbanggibesar yang jebol lima bulan lalu, perbaikannya terkesan lamban. Hal itu tidak saja membuat para pengguna jalan kesulitan harus melintas kampung tua dan mengambil arah Terminal Betan Subing, mereka juga mesti berhadapan dengan para “Pak Ogah” yang setia di jalur itu untuk memintai uang kepada pengendara.

Lambatnya perbaikan jembatan Terbanggi Besar tersbeut, mengakibatkan ratusan kendaraan truk maupun pribadi macet hingga puluhan kilometer, pada Sabtu (10/5) pagi hingga siang.

Jembatan utama yang lebarnya 8 meter dan panjang sekitar 30 meter itu membentang di atas Sungai Waypengubuaan, Kampung Terbanggibesar,Lampung Tengah hingga saat ini perbaikannya baru mencapai 30 persen.

Arus lalu lintas di jalan lintas tengah Sumatera (Jalinteng)) Kampung Terbanggibesar, Kecamatan terbanggibesar, Lampung Tengah merayap. Kondisi antrean panjang terjadi baik dari arah Bandarjaya  menuju Terbanggibesar maupun sebaliknya.

Ferysyah, sopir truk asal Semarang, mengaku lelah dan capek jika melintas Bandarjaya, karena perbaikan jembatan Terbanggibesar yang tak kunjung selesai.

Hal ini yang menghambat perjalanaya. Namun, kata dia, hampir seluruh badan jalan dari Wates  menuju Terbanggibesar juga rusak parah. “Tapi terkesan pejabat pusat maupun provinsi, apalagi pejabat Lampung Tengah pura-pura tidak tahu, padahal mereka pasti tahu," keluhnya.

Sedangkan Mafud, pengendara mobil pribadi, mengaku resah dan risih. Pasalnya jika melintas jembatan lama masih marak pungli.

Namun apabila lewat jalan terminal harus mengantre dengan mobil bus atau truk. Dia berharap, pemerintah segera memperbaiki jembatan itu.  
.
Untuk mengatasi kemacetan panjang di kawasan itu, Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Tengah, menerapkan sistem buka tutup. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)






Wednesday, May 7, 2014

Komisi IV Soroti Kinerja Dinas Kesehatan Lampung Tengah

Supriyanto/Teraslampung.com


GUNUNGSUGIH—Komis IV DPRD Lampung Tengah menyoroti kinerja Dinas Kesehatan setempat  saat pertemuan terbuka di gedung wakil rakyat tersebut, Rabu (7/5).

Ketua Komisi IV DPRD Lampung Tengah Miswan Rodi mengaku kecewa atas kinerja Dinas Kesehatan yang terkesan lamban. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Tengah Linda Wati menyangkat penilaian Komisi IV tersebut.

Miswan Rodi mengurai bahwa dari Januari hingga April kegiatan yang sudah terlaksana oleh Dinas Kesehatan baru 12 persen, padahal seharusnya tercapai minimal 40 persen sudah dicapai.

Karena itu, Miswan Rodi berharap Dinas Kesehatan segera bekerja cepat mengerjakan program-program yang belum dikerjakan. “Jangan sampai sebuah peristiwa terjadi dulu, baru mulai bertindak,” tandasnya.

Sementara Linda Wati mengakui anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk program-program yang dilaksanakan Dinas Kesehatan bukan nominal yang kecil.

Meski begitu, Linda berjanji akan mengevaluasi kinerja stafnya agar anggaran tersebut  benar-benar tersalurkan untuk kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

"Saya akan evaluasi kinerja staf saya, sehingga anggaran yang ada bisa tersalurkan untuk kesehatan masyarakat," janjinya. (Isbedy Stiawan ZS)


Tuesday, April 29, 2014

Rumah Hendra Fadilah Selalu Digembok

Mas Bowo/Teraslampung.com


Inilah rumah Hendra Fadilah, kini selalu terkunci (foto teraslampung.com/Mas Bowo)

Lampung Tengah—Sebuah rumah di Gang Amanah No.25, Bandarjaya Barat, beberapa hari ini terlihat sepi. Pintu pagarnya juga terkunci dengan gembok. Suasana ini tidak seperti biasa, terutama sebelum merebak dugaan suap yang menerpa Hendra Fadilah.

Rumah Ketua KPUD Lampung Tengah itu memang tampak lebih mewah dibanding rumah-rumah lain di Gang Amanah. Dua mesin pendingin tampak dipajang di depan rumahnya.

Hadi, tetangga Hendra Fadilah, menuturkan bahwa sejak Pilgub dan Pileg, Hendra Fadilah jarang kelihatan berada di rumah. Pintu dan pagar rumahnya selalu terkunci. “Kalau dia punya rumah yang lainnya, saya tidak tahu,” kata Hadi.

Hadi juga tidak mengatahu kalau belakangan ini Hendra Fadilah masalah tekait dugaan suap dari para calon legislatif (caleg) untuk penggelembungan perolehan suara pada Pileg, Rabu (9/4).

“Soalnya di sini saya juga ngontrak. Namun setahu saya, Pak Hendra sangat baik dan ramah. Kalau ketemu juga selalu menyapa,” ujarnya.

Sementara Hendra Fadilah yang ditemui di Mapolres Lampung Tengah seusai pemeriksaan di ruang Satuan Reskrim, menjelaskan komisioner KPU yang dipimpinnya telah menggelar rapat, Senin (28/4).

Hasil rapat tersebut, Hendra Fadilah melepas jabatan Ketua KPUD Lampung Tengah, dan diserahkan kepada Mutmainah. “Saya sudah mengundurkan diri dari ketua,” jelasnya.

Hendra tak mau berkomentar asalan penguduran dirinya. Namun, ia membenarkan penyebabnya adalah pemberitaan dugaan suap. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)



 (Editor: Isbedy Stiawan ZS)

Hendra Fadilah Diperiksa Penyidik Polres Lampung Tengah



Mas Bowo/Teraslampung.com



Hendra Fadilah (foto Mas Bowo

Lampung Tengah—Ketua KPUD Lampung Tengah Hendra Fadilah akhirnya memenuhi panggilang penyidik dari Polres Lampung Tengah, Selasa (29/4) sekira pukul 10.00 WIB.

Hendra dicecar beberapa pertanyaan terkait dugaan menerima aliran dana dari para calon legislatif (caleg) pada Pemilu Legislatif (Pileg), Rabu (9/4) silam.

Ketua KPUD Lampung Tengah itu menjalani pemeriksaan di ruang Kepala Satuan Reskrim Polres Lampung Tengah. Seusai diperiksa, kepada wartawan Hendra mengatakan, kedatangannya hanya untuk silaturahmi.

“Saya datang ke Polres ini untuk bersilaturahmi,” katanya singkat.

Namun, Hendra Fadilah mengakui kalau dia pernah memerintahkan sopirnya, Heri, untuk membuat rekening di Bank Mandiri.

Meskipun demikian, Hendra membantah rekening itu untuk menerima aliran dana dari sejumlah caleg seperti yang diberitakan media. "Ya, saya akui saya pernah menyuruh dia untuk membuat rekening di Bank Mandiri. Tetapi untuk keperluan lain, bukan untuk itu (menerima dana dari caleg, red)," kata Hendra.

Dia juga besikukuh bahwa pembuatan rekening itu bukan untuk mengalihkan aliran dana dari caleg untuk pribadinya.

Ketika disinggung keberadaan mantan supirnya, dia mengaku tidak tahu. Dirinya juga tak tahu apa motif dari mantan supirnya melaporkan dirinya sehingga muncul pemberitaan di berbagai media massa yang menyudutkan dirinya.

Komisioner KPU Lampung Tengah lainnya, Wayan Eka, diperiksa terpisah di ruang Kanit Tipikor. Kepada wartawan, Wayan mengaku hanya diminta menjelaskan tugas pokok dan fungsinya di KPUD Lampung Tengah.

Pernyataan Wayan diperkuat Muhtaridi, anggota KPUD Lampung Tengah yang juga diperiksa pada hari yang sama.

Sebelumnya, Sekretaris KPU Lampung Tengah Firdaus sudah dipanggil Polres. Seperti juga Hendra Fadillah, Firdaus mengaku datang ke kepolisian tersebut  dalam rangka silaturahmi.

Namun, ia tak bisa mengelak ketika ditanya apakah pada kedatangannya di Polres Lampung Tengah, juga mendapat cecaran pertanyaan. “Ya benar, saya ditanya tapi seputuar  tupoksi KPU,” jawabnya.
Bahkan, Firdaus tak membantah adanya pertanyaan seputar pemberitaan mengenai dugaan suap yang menerpa Ketua KPUD Lampung Tengah Hendra Fadilah.
.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Kusnen mengatakan, selama pemeriksaan pihaknya tidak mendapatkan data apapun. Padahal, seluruh komisioner KPU dan sekretaris Firdaus diperiksa sekira dua jam.

Menurut Kusnen pemanggilan secara lisan penyelenggara pemilu dan sekretaris KPU Lampung Tengah itu, hanya untuk mengetahui keberadaan mantan supir Hendra Fadilah. "Tetapi, mereka tidak tahu keberadaan supir itu. Sudah, hanya itu," kata Kusnen.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah itu tak bisa memperkirakan berapa lama yang dibutuhkan untuk mengurai persoalan dugaan suap yang menyeret nama Hendra Fadilah. “Saya tak bisa memastikan, termasuk rencana pemanggilan lagi,” ujarnya. 

Tak hanya itu, saat ditanya langkah lanjutan, termasuk rencana pemanggilan berikutnya Kusnen juga menjawab belum bisa memastikan. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)







Thursday, April 24, 2014

Tidak Kuorum, Paripurna Raperda Batal Disahkan

Mas Bowo/Teraslampung.com


A. Pairin (dok)

Lampung Tengah—Paripurna 21 Rancangan  Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Lampung Tengah batal  disahkan, karena rapat yang digelar Kamis (24/4) tersebut tidak kuorum.  

Sidang paripurna hanya dihadiri 23 anggota Dewan dari 50 wakil rakyat di DPRD Lampung Tengah itu, sehingga pengesahan raperda ditunda. Seharusnya, jumlah anggota yang kuorum harus mencukupi 32 anggota atau lebih.

Diduga mangkirnya para wakil rakyat dalam sidang paripurna 21 Raperda, disebabkan gagal dalam pemilihan legislatif (pileg) yang berlangsung Rabu (9/4) silam. Masa jabatan yang tersisa boleh jadi membuat anggota Dewan yang umumnya incumbent sudah malas ke kantor.

Sementara Bupati Lampung Tengah Ahmad Pairin mengatakan, paripurna kali ini membahas 21 Raperda. Namun, raperda ini ditunda karena tidak anggota dewan kuorum atau yang hadir kurang kurang dari 2/3.

“Hari ini 21 Raperda batal disahkan, karena anggota dewan kurang dari 2/3. Kita tunda dulu,” kata Pairin usai sidang paripurna.

Menurut Pairin, kemungkinan anggota Dewan yang tak hadir masih tugas di luar. “Ini kan baru habis pemilu sehingga masih banyak pemberkasan yang harus diselesaikan sampai tingkat pusat.  Sehingga wajar kalau tidak hadir semua dalam paripurna ini,” imbuh dia. 

Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah Sugiri membantah bahwa ketidakhadiran anggota Dewan disebabkan gagal dalam Pemilu 2014. “Sebabnya, masih banyak tugas partai yang harus mereka selesaikan,” katanya.

Selain itu, lanjut Sugiri, kemungkinan rekan-rekannya yang tidak hadir disebabkan masih lelah usai pemilu. “Jadi tidak benar mereka tidak mau hadir dalam paripurna ini. Yang jelas tahun ini 21 Raperda akan selesai, kita tunggu waktunya saja,” pungkasnya.

Menurut Sugiri, dari 21 Raperda yang akan disahkan dipastikan dua raperda akan di coret. Sebab,  isi raperda hampir sama dengan Raperda Hutan Produksi dan Pengelolaan Kolaboratif. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)


Wednesday, April 23, 2014

Dispora Lampung Tengah Seleksi 250 Calon Paskibraka


Mas Bowo/Teraslampung.com


Paskibraka Nasional 2013 (google)
Lampung Tengah—Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bekerja sama dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Lampung Tengah menyeleksi 250 calon pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) se-Kabupaten, Rabu (23/4).

Dari 250 calon paskibraka tersebut, akan diambil sebanyak 35 orang untuk mengibarkan bendera pusaka di Kabupaten Lampung Tengah, provinsi, maupun nasional pada HUT RI, 17 Agustus mendatang.

Ketua PPI Lampung Tengah J Natalis Sinaga mengatakan, untuk mendapatkan pasukan pengibar bendera pusaka pada peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang, PPI Lampung Tengah memulai menyeleksi para peserta.

Penyeleksian dilakukan terlebih dahulu di tingkat kecamatan. Pada seleksi tersebut, PPI membagi enam titik pada proses penyeleksian di kecamatan, sehingga dalam satu titik terdiri dari dua atau tiga kecamatan di Lampung Tengah.

Setelah terseleksi di tingkat kecamatan barulah terpilih 250 peserta yang lolos dan dapat mengikuti seleksi di tingkat Kabupaten.

“Kami akan menyaring 12 orang, kemudian diseleksi lagi hingga mendapatkan 35 peserta. Lalu 30 orang disiapkan untuk menjadi paskibraka di Lampung Tengah, sedangkan 5 lainnya diikutkan pada seleksi tingkat Provinsi Lampung. Jika lolos baru dikirim ke seleksi tingkat Nasional di Jakarta,” jelas Natalis seusai seleksi di Gedung Sesat Agung dan Nuwo Balak.

Natalis menambahkan, penyeleksian berlangsung tiga hari, dari Rabu hingga Jumat (25/4). Selain itu, PPI Lampung Tengah pada perayaan HUT RI akan berupaya mengirim perwakilan di tingkat provinsi maupun nasional.

Kami akan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada para peserta dan juga kabupaten Lampung Tengah, katanya. Selain itu, pihaknya akan terus berusaha agar Lampung Tengah dapat mewakili hingga ke tingkat Nasional seperti tahun 2013 lalu.

Natalis berharap paskibraka Lampung Tengah tetap eksis di tingkat Kabupaten,  Provinsi,  maupun Nasional, sehingga dapat membawa nama baik daerah setempat.  (Ediotor: Isbedy Stiawan ZS)

Sunday, April 20, 2014

Sugiyanto Ciptakan Lampu Hias Bernilai Seni dari Batang Singkong




Mas Bowo/Teraslampung.com



Sugiyanto dan karyanya (ft MB)
Lampung Tengah—Ternyata batang singkong yang selama ini untuk jadi kayu atau dibuang, memiliki nilai seni tinggi. Batang singkong dapat “disulap” menjadi hiasan lampu atau barang-barang seni lainnya.

Adalah Sugiyanto, pria kelahiran Tanjungjaya 8 Agustus 1985, memanfaatkan batang singkong menjadi barang seni, khususnya lampu hias. Menggunakan peralatan manual seperti golok, gergaji kecil, dan alat sederhana lainya, ia bisa menyulap batang kayu menjadi lampu hias.

Gianto—sapaan akrab pemuda ini—memanfaatkan batang singkong menjadi barang seni sejak September 2013 lalu.  Awalnya, dia bercerita, hendak pergi ke sebuah kebun jagung milik orang tuanya yang tak jauh dari rumah di RT 006, RW 002 Dusun II Kampung Tanjugjaya, Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah.

Saat itu ia berfikir untuk membuat lampu hias bernilai seni dengan menggunkan batang jagung. Tiba di rumah, Gianto pun bebergegas membuka internet, namun saat ia buka ternyata sudah banyak digunakan.

Berulangkali ia memikirkan hal tersbut. Setelah itu, dia mendapat ide membuat lampu hias memanfaatkan batang singkong.  ”Awalnya saya tidak punya pekerjaan. Tapi ya pengen punya kerjaan, maka saya coba bikin kreasi seni pakai batang singkong. Karena menurut saya selama ini belum pernah digunakan oleh orang lain,” jelas Gianto.        

Sejak itu ia menekuni pekerjaannya ini. Ia membuat lampu-lampu hias dari batang singkong. Kemudian ia tawarkan atau diberikan kepada tetangga yang memerlukan. Kini meski karyanya belum banyak diketahui tetangga, namun produksi lampu hias miliknya sudah dikirim ke Jakarta.

Gianto menjelaskan, untuk menyelesaikan satu unit lampu hias dikrjakan selama satu minggu. Proses pengerjaan dimulai dari mengelupas batang singkong satu demi satu dengan rapi. Pada proses selanjutnya, satu persatu batang singkong dipotong berukuran 3-4 cm, lalu dia lubangi pada diameternya itu.

“Setelah itu batang singkong direndam dengan menggunkan obat pengeras supaya tak rapuh, setelah selesai dijemur hingga kering,” katanya.

Selanjutnya, Gianto menambahkan, ia rakit satu persatu batang singkong yang sudah dijemur tersebut. ”Prosesnya  pembuatan lampu hias sampai satu minggu, itu pun kalau tidak mati lampu. Ya hanya pakai alat seadanya,” masih kata Gianto.

Selama pembuatan kerajinan ini, ia mencoba memasarkan ke daerah lain namun hingga kini belum berhasil. Harga lampu hias karya Gianti ini tidak mahal. “Saya jual Rp80 ribu, hanya untuk menganti bahan saja, mas. Tapi kalau sudah banyak, ya saya jual tergantung ukuran dan jenis kesulitamnya,” ujar Sugiyanto.

Dia berharap buah karya seninya ini dapat diterima masyarakat luas. Dengan begitu, harapnya, bisa membuka peluang pekerjaan dan mendapat penghasilan yang layak. “Saya coba tawarkan ke siapa pun, biar memasyarakat dan bisa laku,” imbuhnya. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)


Monday, April 14, 2014

Saksi Herman HN-Zaenudin Hasan Diamankan Polisi

Mas Bowo/Teraslampung.com


Saksi Manzada saat diamankan (teraslampung/mas bowo)
Lampung Tengah—Saksi  calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Herman HN dan Zainudin Hasan (Manzada),  diamankan polisi, Selasa (15/4) siang. Jhoni Fadil, warga Kota Metro, tersebut diamankan karena dianggap telah membuat gaduh saat pelno KPUD Lampung Tengah. Penghitungan di KPUD tersebut dinilai telah merugikan Manzada.

Ketegangan terjadi saat pleno KPU Lampung Tengah untuk penghitungan perolehan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang digelar berbarengan dengan Pileg, Rabu (9/4) lalu. Saksi Manzada tidak terima hasil penghitungan suara, dan ia meminta dihitung ulang di enam TPS di Kampung Utama Jaya, Kecamatan Seputih Mataram.

Alasannya, seperti dikatakan saksi Manzada, para saksi Herman-Zainudin tidak bisa masuk. Namun, tak menjelaskan kenapa mereka  tidak bisa masuk.

Saat masih penghitungan 6 PPK dari 28 PPK, tiba-tiba saksi dari pasangan Manzada meminta dihitung ulang, namun saksi pasangan Ridho-Bakhtiar penghitungan terus dilanjutkan. Saksi Manzada pun berang dengan membanting makanan ke lantai sehingga suasana menjadi gaduh.

Karena suasana tidak kondusif, komisioner KPU Lampung Tengah meminta kepolisian untuk mengamankan saksi Manzada.

Wakil Kapolres Lampung Tengah Kompol Edhi Cahyono membenarkan telah mengamankan satu saksi dari pasangan Herman HN dan Zainudin Hasan pada saat pleno penghitungan suara Pilgub 2014.

Menurut Wakapolres Kompol Edhi, saat ini saksi cagub Herman HN masih diamankan di Polres Lampung Tengah. “Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan. Namun tidak ditahan,” kata dia. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)

Ahmed Fahrudin: Pengurus Berangus Harus Bertanggungjawab



Mas Bowo/Teraslampung.com

Peternak bertemu Kadis Peternakan
Lampung Tengah—Kepala Dinas Peternakan Lampung Tengah Ahmed Fahrudin meminta pengururus Kelompom Ternak Berangus, Bumi Setia, Kecamatan Seputihmataram untuk segera melaporkan aset dan ternak yang dikelolanya.

“Pengurus harus mempertanggungjawabkan seluruh aset dan ternak sapi yang dikelolanya. Karena sudah lima tahun Dinas Peternakan dan Dinas Perikanan tidak menerima lamporan dari pengurus,” katanya, Selasa (15/4) siang.

Kadis Peternakan Lampung Tengah Ahmed Fahrudin menegaskan itu sehubungan sejumlah anggota Berangus menemuinya untuk mempertanyakan aset dan ternak sapi milik Kelompok Tani tersebut.

Menurut salah satu anggota Berangus, beberapa tahun lalu setiap anggota mendapatkan tiga ekor sapi betina untuk dipelihara. Dalam waktu lima tahun, anggota harus mengembalikan dua ekor anak sapi.” Artinya, jika semua memenuhi kewajiban, ada 150 ekor anak sapi yang ditampung oleh pengurus kelompok,” kata peternak sapi.

Namun, sampai kini tidak jelas ke-150 ekor sapi hasil gaduh tersebut. Begitu aset lain milik Kelompok Ternak Berangus, seperti lahan tanah.

“Bahkan, pengurus tidak menyampaikan laporan tentang pengelolaan bantuan dari pusat yang sudah mereka terima,” imbuh Ahmed Fahrudin.

Meski begitu, pihaknya tidak menaruh curiga karena saat monitoring sekitar Februari-Maret 2014 lalu, pengurus menunjukkan sejumlah sapi yang disebut milik kelompok. Namun, berdasarkan informasi, sapi-sapi di kandang itu milik perorangan.

"Saat kami monitor semua seperti baik-baik saja," kata Ahmed Fahrudin didampingi sejumlah stafnya.

Menurut Ahmed, bantuan yang diterima Berangus berasal dari pusat, berupa uang untuk membeli sapi.

"Itu bantuan modal untuk membeli sapi. Harusnya dikelola kelompok, tidak sampai hilang tanpa bekas seperti ini, Pengurus harus mempertanggungjawabkan aset milik kelompok," kata dia.

Ditambahkan Ahmed, Kepala UPTD sudah diminta mengumpulkan anggota Berangus yang sejak awal bergabung. “Saya sudah meminta Kepala UPTD untuk meminta keterangan dari anggota sekitar 25 orang, yang ikut bergabung sejak awal.” (Editor: Isbedy Stiawan ZS)

Bupati Lampung Tengah Tinjau Ujian Nasional SMA-SMK




Mas Bowo/Teraslampung.com



Pairin memberi semangat (foto MB)
Lampung Tengah—Bupati Lampung Tengah H. Ahmad Pairin dan Kepala Dinas Pendidikan setempat, Yulianyah. meninjau pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional (UN)  di SMA  Negeri I Kecamatan Seputihraman, Senin (14/4).

Pelaksanaan UN di Lampung Tengah diikuti 11.109 SLTA, dengan rincian adalah 5.042 siswa SMA , 3.714 siswa SMK, dan 2.353 siswa Madrasah Aliyah.

Pada tahun ini seluruh SLTA di Lampung Tengah dapat melaksanakan UN secara serentak. “Hingga saat ini belum ada kendala saat pelaksanaan,” ujar Pairin.

Dalam kesempatan itu, Pairin berharap kepada semua siswa-siswi yang mengikuti UN bisa lulus seratus persen. Serta, imbuh dia, siswa yang lulus bisa mendapat hasil yang memuaskan.

“Saya harap bisa lulus semua. Lulus dengan predikat memuaskan donk. Saya harap juga siswa-siswi yang lulus ini bisa menjadi penerus generasi bagi bangsa dan negara Indonesia,” harapnya.

“Saya harap bisa lulus semua. Lulus dengan predikat memuaskan donk. Saya harap juga siswa-siswi yang lulus ini bisa menjadi penerus generasi bagi bangsa dan negara Indonesia,” katanya. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)




Sunday, April 13, 2014

Caleg PAN Tuding Ada Rekayasa Perolehan Suara

Mas Bowo/Teraslampung.com



Lampung Tengah—Pemilu legislatif yang digelar Rabu (9/4) lalu menyiskaan ketidakpuasan sejumlah calon legislatif (caleg). Beberapa caleg menuding terjadi rekayasa perolehan suara di TPS. Salah seorang di antarnya adalah  caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk DPRD Provinsi dari Lampung Tengah.

Abdullah Surajaya yang juga Ketua PAN Lampung Tengah mengatakan, dia mendapat laporan dari para saksi yang disebar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bahwa terjadi kecurangan yang dilakukan penyelenggara Pemilu.

Menurut Abdullah, kecurangan yang dilakukan adalah lembar C1 yang hanya fotokopian. Padahal, katanya lagi, l lembar tersebut harusnya salinan. Selain itu, warga yang seharusnya mencoblos di TPS, malah mencoblos di TPS lain.

“Alasannya, TPS yang seharusnya untuk mencoblos kehabisan surat suara. Ini, terjadi di TPS Terusannunyai,” jelasnya, Minggu (13/4) sore.

Selanjutnya,suara partai di TPS hilang. Padahal, saksi PAN telah melaporkan jumlah perolehan suara. Namun, di lembaran C1 tidak sesuai dengan perolehan yang ditulis saksi PAN.

“Karena itu, saya menduga, ada komunikasi antarparpol, yang sengaja akan mendzalimi suara PAN,” katanya.'

Tidak terima hasil perolehan suara tersebut, pihaknya akan melaporkan semua ini kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat. “Ya, kami tidak terima, karena itu akan kami laporkan kecurangan ini ke panwas," tegasnya.

Dia juga meminta KPU Lampung Tengah untuk menunda pleno. “Pemilu di Lampung Tengah penuh kecurangan,” tandasnya.

Pihaknya juga mengancam akan melakukan unjuk rasa jika tuntutannya tidak diindahkan oleh Panwaslu. “Sebenarnya, saya legowo jika memang PAN kalah, namun saya tidak bisa menerima jika dikalahkan dengan kecurangan.”

Sementara itu, Panwaslu Lampung Tengah belum memberikan jawaban. Ketika akan dikonfirmasi, Ketua Panwas Siti Khotijah tidak ada di kantor. Dihubungi via telepon sekitar pukul 19:02 nomornya selalu sibuk.(Editor: Isbedy Stiawan ZS)

Wednesday, April 9, 2014

TPS 19 Yukum Jaya, Ridho-Bachtiar Unggul 1 Suara dari Herman-Zainudin

Ferdi Gunsan, Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com



Lampung Tengah—Calon Gubernur (Cagub) M. Ridho Ficardo berpasangan dengan Bachtiar Basri unggul satu suara dari pasangan cagub-cawagub Herman HN-Zainuddin Hasan, yaitu 100 untuk nomor urut 2 dan 99 bagi nomor 3 di TPS 19 Yukum Jaya, Lampung Tengah.

Penghitungan suara selesai dilaksanakan pukul 13.59, Rabu (9/4). Sementara pasangan Berlian Tihang-Mukhlis Basri memeroleh suara 18 suara, dan M. Alzier Dianis Thabranie-Lukman Hakim mendapatkan (12). Sedangkan suara tidak sah bejumlah 12.

Menurut salah satu KPPS, penghitungan suara untuk Pemilihan  Gubernur (Pilgub) dilakukan lebih dulu karena dianggap peserta pemilih sudah tidak ada lagi. Selain itu, untuk memudahkan saat penghitungan suara pileg yang banyak dan akan menyita waktu.

“Penghitungan suara pilgub lebih gampang,” kata dia lagi.

Sementara di Tanjungbintang, Lampung Selatan, pasangan Ridho-Bakhtiar juga unggul di beberapa TPS. “Ridho Ficardo tak dapat dibendung untuk melenggang menuju Lampung satu,” kata Susan, warga Tanjungbintang.


Tuesday, April 8, 2014

Pemilu 2014: Bupati Pairin Mencoblos di TPS 01 Adijaya



Mas Bowo/Teraslampung.com




Terbanggi Besar—Bupati H. Ahmad  Pairin bersama istri memberikan hak suaranya sebagai warga negera pada Pemilu 2914. Orang nomor satu di Lampung Tengah ini mencoblos di TPS 01 Adijaya, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Rabu (9/4) pagi.

Kedatangan A. Pairin yang didampingi istri dan Camat Terbanggibesar Ansori, disambut Kepala Kampung Adijaya Ngatino

TPS 01 berada di samping rumah pribadi Bupati Lampung Tengah. Daftar pemilih tetap (DPT) di TPS ini  berjumlah 472 mata pilih.

Pada kesempatan itu Ahmad Pairin mengatakan, dirinya tetap mencoblos di kampungnya. Walaupun ia saat ini menempati rumah dinas di Gunungsugih. “Sebab saya dan keluarga  terdaftar  di DPT TPS 01,” ujarnya

Bahkan ia berharap semua pemilu ini berjalan sukses. Dan menghimbau kepada masyarakat agar benar~benar jeli dan  cerdas jangan salah pilih sehingga nantinya bisa mendapat wakil rakyat yg berkualitas, tambanya.

Pemilu 2014, KPU menyodorkan 5 lembar pilihan yang mesti dipilih oleh masyarakat, yaitu untuk DPRD Kabupaten Lampung Tengah, DPRD Provinsi, DPR-RI, DPD asal Lampung, dan Pemilihan Gubernur (Pilgub).

Hal itu diakui Purwadi, warga Adijaya. Karena itu, diakui Purwadi, agak kesulitan. “Namun saya tetap tidak Golput, karena memilih ini untuk menentukan lima tahun kedepan,” katanya. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)

Monday, April 7, 2014

Frustrasi, Denin Membakar Diri hingga Tewas

Mas Bowo/Teraslampung.com


Korban dievakuasi (foto MB)
Lampung Tengah—Nasib nahas menimpa warga Dusun 1, Kampung Simpangagung, Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah. Denin alias Mulyono tewas setelah membakar dirinya dengan luka bakar hingga 99 persen di tubuhnya, Senin (7/4) sekira pukul 09.00 WIB.

Denin (60) bunuh diri membakar tubuhnya didiga karena frustrasi akibat penyakit komplikasi yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir tak kunjung  sembuh.

Menurut Poniman (48), warga setempat, kronologi tewasnya Denin ketika korban berada di rumah yang ditinggal keluarganya. "Saat kebakaran itu korban sendirian di rumah, dan istrinya sedang rewang tujuh hari di rumah saudaranya. Denin membakar dirinya pakai bensin," tutur Poniman.

Kata dia lagi, Denin nekat membakar diri lantaran mengalami sakit komplikasi pernafasan selama dua tahun yang tidak kunjung sembuh. Selain itu, imbuh Poniman, sebelum peristiwa nahas itu korban sempat berpamitan dengan kerabat dekat dan tetangga sekitar.

"Dia (korban) nekat karena sakit komplikasi pernafasan selama dua tahun enggak sembuh-sembuh. Sebelum pristiwa ini ya, pak Denin sempat pamitan dengan kita kemarin. Katanya mau pergi merantau cari uang," ujarnya.

Tidak hanya itu, sebelum membakar diri Denin juga sempat menuliskan isi hatinya di dingding rumahnya. "Ada tulisan atau pesan dari korban. Tidak tahu ada masalah apa, yang jelas kami tahunya ia sakit sudah dua tahun tidak kunjung sembuh," Poniman menjelaskan.

Sementara itu, Tim Identifikasi Polres Lampung Tengah sudah mengevakuasi korban. Saat berita ini diterbitakan belum ada konfirmasi dari pihak Polsek Terbanggi Besar maupun Polres setempat. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)

Sunday, April 6, 2014

Dua Warga Bandarjaya Barat Diciduk Polisi saat “Nyabu”



Mas Bowo/Teraslampung.com


Lampung Tengah—Dua warga Bandarjaya Barat, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, diciduk jajaran Kepolisian Terbanggi Besar saat mengonsumsi sabu-sabu, Jumat (4/4) malam.

Kedua tersangka, yakni Syafrun Jamin dan Helmi Syamsi, warga Bandarjaya Barat. Mereka ditangkap polisi di kediaman Rangga di Keluarahan Bandarjaya Barat.

Kasubbag Humas Bag Opss Polres Lamteng AKP Indriyanto mengatakan, kedua tersangka ditangkap karena kedapatan sedang mengonsumsi sabu-sabu di kediaman Rangga. Saat itu juga anggota Polsek Terbanggi Besar langsung menangkap kedua warga tersebut.

"Mereka ditangkap karena terbukti memakai sabu-sabu. Kami tangkap pada Jumat lalu," ujar Indri.

Dari hasil penangkapan, pihak Kepolisian Sektor Terbanggi Besar menyita dan mengamankan barang bukti berupa satu  buah dompet ping yang barisikan satu  buah kaca pirek kosong, satu  buah botol putih sebagai alat hisap berisikan narkotika, enam buah korek gas, empat buah sedotan, empat buah jarum, dan satu buah timbangan digital bermerk CHQ.

"Kami sudah amankan barang buktinya,” imbuh Indri.

Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Akibat ulahnya kdua tersangka itu, kata Indri, dikenakan Pasal 127 Ayat 1 Huruf A, Undang- undang Narkotika Tahun 2009 untuk pengguna dan menyimpan. Dengan ancaman hukuman dibawah 4 Tahun penjara. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)

Friday, April 4, 2014

Dapil 7 Lampung Tengah : Ajang Pertarungan Keras Partai Beringin, Partai Mersi, dan Partai Banteng Gemuk

Bandarlampung, Teraslampung.com--Daerah pemilihan (Dapil) 7 Lampung Tengah merupakan daerah yang paling banyak menyediakan kursi untuk DPRD Lampung. Ada 12 kursi yang akan diperebutkan para caleg di Dapil ini.

Selama ini, Lampung Tengah dikenal sebagai basis Partai Golkar. Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah (Pairin dan Mustafa) adalah kader Golkar. Namun, dalam Pemilu 2014, Golkar akan mendapatkan saingan berat dari PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. Indikasi kedua partai besar itu mengincar banyak suara dari daerah ini adalah turunnya Ketua Dewan Penasihat/Ketua Umum Partai Demorat Susilo Bambang Yudhoyono ke Lampung Tengah dalam kampanye Partai Demokrat, beberapa hari lalu. Capres PDIP Jokowi juga berkampanye di wilayah ini.

Tentu saja, partai-partai lainnya juga tidak bisa dianggap remeh. Utamanya partai yang tengah naik daun seperti Partai Gerindra dan Partai Nasdem.

Berikut para caleg DPRD Lampung dari Dapil 7 Lampung Tengah.

Thursday, April 3, 2014

Datangi Polres Lampung Tengah, Pengecer BBM Laporkan Pemerasan



Mas Bowo/Teraslampung.com



Demo pengecer BBM (Mas Bowo)
Lampung Tengah—Puluhan pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Kecamatan Sendangagung dan Kalirejo menatangi Polres Lampung Tengah, Kamis (3/4) siang. Para pengecer BBM tersebut mendesak Kapolres Lampung Tengah agar menindak tegas oknum jajaran Polsek Kalirejo karena suka memeras.

Hal itu dikatakan Munir, koordinator asksi tersebut. Menurut Munir, selama beberapa tahun terakhir ini para pengecer BBM di Sendangagung dan Kalirejo harus menyetor kepada oknum Polsek Kalirejo sebesar Rp50 ribu.

 “Namun belakangan ini naik menjadi Rp70 ribu per orang tiap bulan. Alasannya, sebagai bentuk kemitraan,” jelas Munir.

Munir menjelaskan, pada Rabu (2/4) sore, tiga pengecer BBM dari Sendangagung ditangkap jajaran Polsek Kalirejo. Lalu dimintai sejumlah uang, dengan alasan para pedagang itu bukan termasuk mitra.

"Selama ini mereka sudah setor Rp50 ribu dan naik jadi Rp70 ribu. Tetapi, waktu ada yang ditangkap oknum polisi meminta uang Rp6 juta. Terjadi tawar menawar yakni Rp3 juta. Namun, akhirnya disepakati menjadi Rp600 ribu per orang," urai Munir.

Menurut Munir, para pengecer BBM menjadi marah ketika salah satu dari tiga orang yang ditangkap itu dianiaya dengan cara ditendang kakinya. “Jadi kami meminta oknum polisi itu ditindak tegas. Supaya kejadian seperti ini tidak terulang," kata Munir.

Kapolsek Kalirejo AKP Anas Sobirin yang ada di lokasi demo mengatakan, tiga oknum polisi yang diduga memeras sudah dilaporkan ke Propam. “Saat ini dalam pemeriksaan,” kata dia.

Jika terbukti, lanjut Kapolsek Kalirejo AKP Anas Sobirin, para oknum bisa dijerat dengan pelanggaran kode etik dan pidana umum. Tetapi terkait “setoran” rutin yang disebut-sebut Munir dan sejumlah pengecer, Kapolsek mengaku tidak tahu menahu.

"Saya sudah menyampaikan kepada seluruh anggota dalam rangka pembinaan agar tidak melindungi perkara BBM, Narkoba, dan perjudian. Sebaliknya juga saya meminta anggota untuk tidak berbuat macam-macam," kata Anas Sobirin. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)

Saturday, March 22, 2014

Mayat Wanita Ditemukan di Kamar Hotel

Mas Bowo/Teraslampung.Com

Terbanggibesar—Warga Yukumjaya, Terbanggibesar, Lampung Tengah, heboh. Seorang wanita ditemukan tewas di kamar Hotel Indah Permai II, Yukumjaya, Lampung Tengah, Sabtu (22/3) sore.

Mayat perempuan itu diduga korban pembunuhan. Pelakunya, untuk sementara, ditengarai adalah teman kencannya.

Pasalnya, menurut karyawan hotel yang enggan disebut namanya, perempuan itu check in bersama seorang pria yang diduga teman kencannya. “Mayat itu diketahui sudah meninggal di dalam kamar pada pukul 17.00,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan, pria yang diduga kuat menghabisi nyawa perempuan tersebut belum diketahui identitasnya. Pihak kepolisian Terbanggibesar masih terus mengumpulkan keterangan, untuk tertuju kepada pelaku.

Sementara petugas keamanan Hotel Indah Permai II, Basri (47) mengatakan, dirinya tidak tahu kejadianya. Sebab, kata dia, dirinya dihubungi oleh pengelola hotel pada pukul 19.00.

Namun, menurutnya, wanita naas tersebut bersama teman kencannya masuk hotel pukul 12.00 siang.

Kapolsek Terbanggi Besar Kompol Made Bayu Seno membenarkan dengan penemuan mayat di kamar hotel tersebu. Dia juga membenarkan adanya pembunuhan yang diduga dilakukan oleh teman kencan korban..

Madu Bayu Seno belum bisa memastikan motif pembunuhan itu. Pasalnya, pria yang diduga menghabisi wanita tersebut sudah kabur.

Saat ini mayat wanita itu dibawa ke Rumah Sakit Medical Center Yukumjaya, untuk diotopsi.(Editor: Isbedy Stiawan ZS)

Berita terkait:

Friday, March 21, 2014

Puting Beliung Rusak 10 Rumah di Lampung Tengah

Ilustrasi (google)
Gunungsugih, Teraslampung.Com—Sedikitnya 10 rumah rusak parah akibat puting beliung, Kamis (20/3) malam. Ke-10 rumah itu berada di Dusun 1, 3, dan 5 Kampung Sendangagung, Bandarmataram, Lampung Tengah.

Menurut warga, kerugian materi akibat keruskaan itu dipekrirakan mencapai Rp1,5 miliar. Mereka berharap pemerintah dapat membantu memperbaiki agar bisa segera menempati rumah yang rusak tersebut..

Keruskaan rumah itu disebabkan tertimpa pohon dan hempasan angin kencang. Sejumlah tempat tinggal lainnya juga mengalmi kerusakan sedang sampai ringan, terutama pada bagian atap dan genting.

Pada Jumat (21/3) pagi, warga setempat dibantu aparat kecamatan, sudah bergotong royong memperbaiki rumah warga yang rusak. Mereka juga menginventarisasi kerusakan untuk memperkirakan kerugian.

Partono, warga setempat, mengatakan bahwa angin kencang tiba-tiba datang dan sejumlah pohon roboh menimpa rumah. Selain itu, katanya, puting beliung juga mengempaskan atap rumah warga.

“Kami belum bisa memastikan berapa kerugian yang diderita warga akibat puting beliung ini. Tetapi, kalau sekitar Rp1,5 miliar mungkin ada,” katanya.

Selain rumah, angin puting beliung juga menyapu kandang ternak ayam  milik warga. Para peternak ayam mengatakan lima buah kandang miliknya yang berkapasitas 15 ribu ekor rusak.

“Ya, benar ada kandang ayam milik warga juga rusak parah,” jawab Wiyo, perernak ayam setempat. (isb)