Showing posts with label Way Panji. Show all posts
Showing posts with label Way Panji. Show all posts

Monday, February 17, 2014

Musrenbang Kecamatan Way Panji: Bupati tidak Ingin Ada Pasien Ditolak Berobat

Bupati Rycko Menoza foto bersama seusai Musrenbang
Kalianda, teraslampung.com--Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza menegaskan dirinya tidak ingin mendengar ada pasien dari keluarga miskin ditolak berobat di rumah sakit. Ia meminta agar petugas kesehatan memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Saya tidak ingin mendengar ada Puskesmas di Lampung Selatan yang menolak pasien dengan alasan apa pun, termasuk pasien miskin. Jangan sampai ada keluhan dari masyarakat yang ditolak karena dibeda-bedakan statusnya," kata Bupati Rickyo Menoza saat memberikan sambutan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Way Panji sekaligus peresmian gedung baru Puskesmas Way Panji di Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji, Selasa (18/02).

Menyoal Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rycko mengatakan baha Musrenbang merupakan tahapan proses perencanaan pembangunan yang dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional.

“Hasil Musrenbang selain ditandatangani oleh Kepala Desa, juga ditandatangani oleh camat serta Anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Way Panji dan akan akan dibahas ditingkat kabupaten.  Di forum inilah masyarakat bisa mengajukan berbagi macam usulan program pembangunan. Jangan sampai nantinya ada masyarakat yang menanyakan daerahnya tidak pernah tersentuh pembangunan,” kata dia.

Bupati Rycko juga meminta masyarakat Kecamatan Way Panji untuk selalumenjaga situasi yang kondusif di wilayahnya masing-masing. Menurut Bupati, jika Lampung Selatan aman dan kondusif, orang akan berinvestasi di Lampung Selatan.Suasana berusaha pun akan lebih nyaman.

"Berbagai persoalan yang pernah terjadi di Kecamatan Way Paji hendaknya kita jadikan pelajaran sangay berharga. Untuk itu, saya mengharapkan kepada tokoh agama, tokoh adat, dan Kepala Desa dapat berperan mengatisipasi dan mengatasi berbagai persolan yang timbul ditengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Pada Oktober 2012 terjadi konflik sosial di Way Panji sehingga menyebabkan 12 warga tewas, ratusan rumah hangus dibakar, dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Konflik bernuansa etnis jtu juga menyebabkan fasilitas umum seperti sekolah, Puskesmas,dan sarana ibadah hancur.

Tuesday, January 21, 2014

Polda Lampung Gelar Simulasi Penanganan Konflik

Kalianda, teraslampung.com—Polda Lampung menggelar Simulasi Penanganan dan Penanggulangan Konflik Sosial, di Lapangan Cipta Karya Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lamsel, Selasa(22/01/2014).

Simulasi tersebut melibatkan ratusan personel kepolisian gabungan dari sejumlah Polres Kabupaten/kota di wilayah Lampung serta Kodim 0421. Para personel yang diterjunkan diantaranya pasukan Gegana, Dalmas, Shabara dan beberapa Penembak Jitu.

Kapolda Lampung Brigjen. Heru Winarko dalam sambutannya mengatakan simulasi ini adalah
latihan yang dilakukan apabila rembuk pekon (desa) atau musyawarah desa tidak bisa menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat, sehingga menimbulkan konflik komunal yang mengarah ke konflik horizontal.

“Simulasi ini sebagai salah satu upaya Polda mengantisipasi konflik di Lampung,” kata Heru.

Kapolda mengatakan pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat sangat penting agar konflik sosial tidak terjadi di daerah.

Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza mengatakan, melalui kegiatan simulasi ini akan dapat semakin meningkatkan kewaspadaan khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan gangguan-gangguan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Menurut Bupati, Kabupaten Lampung Selatan masih tergolong daerah rawan konflik. Banyak faktor penyebabnya, seperti kondisi sosial, ekonomi, demografis yang dapat memicu munculnya konflik-konflik tersebut.

“Keanekaragaman suku, agama, dan budaya, pada satu sisi  merupakan suatu kekayaan dan potensi yang secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat,” kata Rycko.

Rycko menegaskan konflik sosial bisa berdampak buruk bagi kehidupan sosial, apalagi jika terdapat kondisi serta dinamika kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Sebab itu, kata Ricko, ia mengapresiasi langkah Polda Lampung menggelar simulasi penanganan konflik ini.

“Kegiatan simulasi ini akan semakin peningkatkan kewaspadaan kita dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Konflik sosial pernah terjadi di Way Panji, Lampung Selatan, pada Oktober 2012 lalu. Konflik tersebut menyebabkan 12 orang tewas, ratusan rumah habus dibakar, dan ribuan warga terpaksa diungsingkan. (RL/Herman)