Showing posts with label Lampung Selatan. Show all posts
Showing posts with label Lampung Selatan. Show all posts

Thursday, June 5, 2014

Jalan Alternatif Ketapang-Gayam Rusak Parah


Hermansyah, Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com



ilustrasi jalan rusak
Kalianda—Jalan alternatif bagi pemudik Lebaran di kawasan Ketapang-Gayam, Lampung Selatan, kini rusak parah. Di hampir seluruh ruas jalan tampak berlubang menganga. Selain itu debu yang mengganggu pengendara. Kerusakan jalan ini sudah berlangsung dua tahun terakhir.

Sementara pemerintah setempat belum ada upaya memperbaiki jalan ini, yang biasanya digunakan sebagai jalur alternatif pada saat mudik Idul Fitri dari Pulau Jawa menuju kota-kota di Sumatera.

Meski perbaikian jalan lintas sumatera, terutama di Bakauheni, sudah mulai dilakukan. Namun, jalan alternatif Gayam-Ketapang hingga kini belum diperbaiki. Jaulr ini merupakan jalan alternatif pada saat mengalami kemacetan di jalur utama.

Salah satu jalan alternatif di Lampung Selatan, yaitu berada sekira 10 kilometer dari arah Pelabuhan Bakauheni. Jalan ini menghubungkan dua jalan utama di Sumatera melalui Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) dengan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Jalan alternatif Gayam-Ketapang ini juga menghubungkan dua kecamatan, yakni Kecamatan
Ketapang dan Kecamatan Penangahan. Pantauan di lapangan, kondisi jalan ini amat memprihatinkan. Tampak lubang menganga dan jalan bergelombang.

kendaraan yang melintas di jalan ini terpaksa menurunkan kecepatan untuk menghindarai kecelakaan lalu lintas. Sejumlah supir yang ditemui mengeluhkan kondisi jalan yang rusak yang berusia dua tahun ini.

Warga setempat mengaku terganggung dengan kondisi jalan tersebut. Debu beterbangan ketika kendaraan melintas, terutama saat tidak hujan. Sedangkan pada musim hujan, daerah itu bagai kubangan kolam.

Karena warga dan pengguna jalan berharap Pemkab Lampung Selatan segera memperbaiki jalan Gayam-Ketapang ini. Apalagi sebentar lagi akan menghadapi musim mudik, dipastikan daerah ini menjadi jalan alternatif.

“Pemerintah kami minta segera perbaiki jalan ini dengan cor semen, bukan aspal. Sebab kontur tanah di sini labil,” kata Slamet, pengguna jalan.

Masih di Kabupaten Lampung Selatan, keruskaan jalan yang makin parah terjadi di sepanjang jalan Jatimulyo menuju Karang Anyar atau Jatimulyo menuju Kecamatan Jati Agung. Selain itu, sebagian ruas jalan menuju Way Hui dan Tanjungbintang juga kondisinya memprihatinkan.

Sutris, warga Karang Anyar, berharap Pemkab Lampung Selatan secepatnya memperbaiki jalan di Jatimulyo-Karang Anyar atau Jatimulyo-Jati Agung. Apalagi, imbuh dia, kepala Dinas PU saat ini baru dilantik.

“Jangan sampai, pimpinan baru tapi jalan masih tetap rusak,” kata dia.

Menurut Sutris, jalan Jatimulyu-Karang Anyar ini merupakan jalan lintas menuju Kota Metro. Kalau dibiarkan terus-terusan rusak, dikhawatirkan transportasi antara Lampung Slatan dengan Metro akan terhambat.

“Di sini ada Pasar Jatimulyo, pasar tradisional ini menjadi potensi bagi Lampung Selatan. Tapi kalau jalannya rusak, masyarakat akan malas berbelanja ke sini,” katanya lagi.


Wednesday, June 4, 2014

Perbaikan Jalinsum Bakauheni Dikebut



Hermansyah, Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com


ilustrasi jalan rusak (dok. teras)

Lampung Selatan—Perbaikan jalan lintas Sumatera Lampung, persisnya di KM 80 hingga 85 Desa Buring dan Desa Hata, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, dikebut. Hal itu untuk menghadapi arus mudik Idul Fitri mendatang. Para pekerja menargetkan H min 15 lebaran, jalan di kawasan ini sudah mulus.

Menurut salah satu pekerja, dalam waktu sepuluh hari  jalan yang kondisinya berlubang dan bergelombang lebih dahulu diselesaikan. Sehingga, kata dia, para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan lancar.

Dari pantauan Teraslampung.com, pengerjaannya dilakukan dengan sistem mengecor dan pengaspalan hotmik. Dalam sehari pekerja mampu mengerjakan pengaspalan jalan 500 hingga 700 meter.

Para pekerja menargaetkan waktu sepuluh hari, menyusul pengaspalan tahap kedua dan
perbaikan jalan yang rusak ringan. Pada H min 15 Idul Fitri, seluruh pekerjaan jalan lintas sumatera ini rampung.

Untuk mengejar target tersebut, diturunkan 5 alat berat dalam satu titik, serta menambah pekerja  dari sebelumnya 20 menjadi 30 orang.

Sementara, untuk mengindari kemacetan, di daerah ini dilakukan buka tutup jalan dengan
waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Mengingat kendaraan yang melintas di kawasan ini cukup padat, terlebih saat bongkaran muatan kapal. Pasalnya, perbaikan jalan tersebut hanya berjarak sekira 10 kilo meter dari Pelabuhan Bakauheni.



Friday, May 23, 2014

Pabrik Beton Terbesar di Asia Tenggara Dibangun PT Wika Beton di Lampung Selatan

Siti Qodratin, Oyos Saroso H.N
Bupati Lampung Selatan dan Direktur Utama PT Wika Beton Wilfred Singkali menekan tombol sirine tanda dimulainya pembangunan pabrik beton terbesar di Asia Tenggara di Desa Sumur, Yogaloka, Kecamatan Ketapang, Lampung. com. (teraslampung.com)

TERASLAMPUNG, BANDARLAMPUNG--PT Wijaya Karya (Wika) Beton, anak perusahaan PT Wika, akan segera membangun pabrik beton dan areal pemanfaatan bahan baku beton seluas 90 hektare di Desa Sumur, Yogaloka, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Panrik beton tersebut akan menjadi pabrik beton terbesar di Asia Tenggara.

Direktur Utama PT Wika Beton, Wilfred Singkali, mengatakan pabrik tersebut untuk memenuhi memenuhi permintaan bahan material seiring dengan maraknya proyek infrastruktur. Pabrik yang berada di wilayah paling selatan Pulau Sumatera itu direncanakan akan memproduksi 700.000 ton/ tahun beton dengan diameter 2 meter dan tinggi 60 meter, lama pemanfaatan quarry atau material beton sekitar 60 tahun ke depan.

"Keberadaan kami berdasarkan tuntutan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan khususnya wilayah Sumatera. Untuk tahap awal dengan dua jalur, kami menargertkan produksi 150 ton," kata Wilfred, Jumat (23/5).

Winfred mengatakan meskipun lokasi pabrik berada di Lampung, tetapi pada tahap awal para pekerja akan didatangkan dari Bogor dan daerah lain di Pulau Jawa.lainnya.

"Ke depan, pasti kami akan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat lokal Lampung sendiri, tentunya setelah kami mendidik mereka," katanya.

Ia juga berjanji akan memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza menyambut baik didirikannya pabrik beton di wilayahnya. Apalagi, kata Riycko, pabrik beton milik PT Wika Beton yang ada di Lampung Selatan nantinya akan menjadi pabrik beton terbesar di Asia Tenggara.

“Ini akan membuat sejarah baru di Lampung.Lampung paling terdepan di Sumatera masuk dalam rencanan MP3EI. Salah satunya Jembatan Selat Sunda dan Jalan Tol Trans Sumatera," kata dia.

Ia memaparkan setiap hari libur ditemukan arus lintas barang dan jasa angkutan. Menjadi terganggu mana kala jalan yang difasilitasi oleh pemerintah pusat hanya jalan berkelas tiga.

"Ini jalan nasional, kalau kita perhatikan sudah banyak bergelombang karena kondisi pegunungan, harus pemerintah pusat memberi perhatian pada kami," ujar dia.

Rycko mengharapkan PT Wika bisa memberi bermanfaat pada Lampung Selatan, terutama mendukung mewujudkan pembangunan infrastruktur.

Pada tahap awal, pembangunan pabrik pada tahap awal itu akan menghabiskan dana sebesar Rp 350 miliar. Dana sebesar itu untuk pengembangan pabrik, prasarana pendukung yakni jeti dan quarry. Sumber dana itu sebagian besar berasal dari dana Initial Public Offering dan sisanya 10% dari kas internal perusahaan.

Di Lampung Selatan Wika Beton akan membangun dua jalur produksi cylinder pile di atas lahan seluas 26 hektare dan mengakusisi quarry (bahan baku untuk material) seluas 41 hektare. Dengan dua jalur itu, anak perusahaan PT Wika ini berharap mampu menggenjot produksi sekitar 150.000 ton per tahun dengan kontribusi pendapatan yang dapat mencapai Rp 250 miliar.Jika permintaan cylinder pile semakin besar, Wika Beton menargetkan dapat menambah hingga delapan jalur dengan kapasitas 700.000 ton per tahun.

Persiapan produksi cylinder pile di Lampung ini ditujukan untuk beberapa proyek infrastruktur yang sudah dikantongi Wika Beton. Misalnya Proyek Jembatan Dompak di Kepulauan Riau, proyek pembangunan dermaga dan jeti swasta, dan Proyek Jembatan Selat Sunda.

Thursday, April 17, 2014

Kafilah MTQ Lampung Selatan Dilepas Sekda


Siti Qodratin Aulia/Teraslampung.com


Lampung Selatan—Kafilah Lampung Selatan dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) pada Rabu (16/4) untuk mengikuti Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Provinsi Lampung di Kabupaten Tulangbawang, 18-25 April 2014.

Kafilah Lampung Selatan diperkuat 70 orang, dan siap berlaga dalam ajang MTQ 2014. Selain Sekdakab Ir. H. Sutono, MM mewakili Bupati Rycko Menzoa, penglepasan kafilah tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamsel  Drs. H. Samhuri, M.Ag.

Dalam sambutannya, Bupati Rycko Menoza SZP mengatakan, pemerintah dan masyarakat Lampung Selatan memberikan motivasi dan doa kepada kafilah agar memperoleh hasil yang maksimal, yaitu kembali menjadi juara umum seperti pada pelaksanaan MTQ sebelumnya.

Bupati juga mengingatkan kepada seluruh unsur terkait untuk tetap berjuang dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik.

"Mudah-mudahan pada pelaksanaan MTQ kali ini kita dapat meraih prestasi yang gemilang, sehingga kita dapat mempertahankan prestasi seperti tahun-tahun sebelumnya dan menjadi juara umum untuk yang ketiga kalinya," ujar Sutono membacakan sambutan tertulis Rycko Menoza.

Dikatakan, peran Lembaga pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Lamsel sudah cukup maksimal dalam mempersiapkan para peserta di berbagai cabang yang diperlombakan dalam mengikuti MTQ tingkat Provinsi Lampung.

Untuk itu, dia mengharapkan, pimpinan kafilah dan para pelatih agar selalu memberikan semangat dan dorongan kepada peserta MTQ. Dengan harapan dapat terjalin hubungan yang harmonis dilandasi saling pengertian diantara peserta, pelatih dan oficial, serta mengedepankan pola asah, asih dan asuh.

“Sehingga tercipta kekompakan dalam semangat kebersamaan, dengan satu tujuan berjuang untuk tampil maksimal meraih prestasi terbaik," ujarnya.

Kafilah Kabupaten Lampung Selatan yang akan diterjunkan pada MTQ ke-42 di Tulangbawang merupakan hasil dari seleksi pada November 2013, dilanjutkan pembinaan sejak Desember 2013 hingga April 2014. (Editor: Isbedy Stiawan ZS)



Thursday, April 3, 2014

KPU Lampung Selatan Belum Distribusikan Logistik Pilgub

Siti Qodratin Aulia, Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.Com


Lampung Selatan—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Selatan sampai hari ini belum mendistribusikan  logistik pemilihan gubenur (pilgub). Sementara logistik pileg sudah dibagikan.

Hal itu dikatakan Bejo Purnowo, sekretaris KPU Lampung Selatan. Meski begitu, diakuinya, logistik untuk pilgub dipastikan tidak akan terlambat. Pasalnya, sejauh ini sudah 90 persen selesai dibungkus.

“Logistik untuk pemilihan Gubernur Lampung, baru akan disebar tanggal 5 (April, Red) besok. Saat ini kami masih membereskan pengepakan surat suara Pilgub Lampung,” kata Bejo, Kamis (3/4) pagi.

Dikatakan Bejo Purmomo, semua logistik untuk Pileg sudah disebar ke 17 kecamatan di Lampung Selatan. KPU setempat menyelesaikan pendistribusian logistik pileg ini kemarin (Rabu, 2/4).

“Rencananya jika pengepakan selesai hari ini (Kamis, Red) semua logistik Pilgub ini akan disebar ke 17 PPK pada tanggal 5 April lusa.”

Sejauh ini, ujar Sekretaris KPU Lampung Selatan itu, hampir 90 persen logistik Pilgub sudah selesai dipacking, jadi hanya sebagian kecil yang masih dalam proses pengepakan. “Sebagian logistikan DPRD
yang masih proses pengepakan ini, kebanyakan akan disebar ke sejumlah kecamatan yang jauh dari kota kalianda. Seperti, Tanjung Bintang, Natar, Merbau Mataram, dan Tanjung Sari,” imbuh dia.

Menurut data KPU Lampung Selatan, logistik Pilgub 2014 yang masih dalam proses pengepakan berjumlah 703.000 lembar surat suara berikut 1.859 kotak suara, dan ribuan lembar formulir beserta sampul surat suara Pilgub.

Sementara total logistik untuk pemilihan umum legislatif yang sudah disebar ke 17 PPK di 17 Kecamaran di Lampung Selatan berjumlah 2.812.000. “Jjumlah ini merupakan perkalian dari empat jenis surat
suara Pileg, yakni DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang
masing-masing surat suara berjumlah 703.000 lembar,: ujarnya.

Sedang kotak suara Pileg yang sudah disebar berjumlah 7.436 kotak, ditambah ribuan formulir dan sampul surat suara. Diperkirakan semua logistik Pileg ini sudah berada di masing-masing PPK. Dalam waktu dekat akan segera didistribusikan ke masing-masing desa.

Sunday, March 9, 2014

Menciptakan Arena Bermain di Kolam Bekas Sawah

Anak-anak asyik bermain di kolam bekas sawah di Sebalang, Lampung Selatan (teraslampung.com/isb)
Bandarlampung, Teraslampung.Com—Area bermain bagi anak-anak remaja pada saat sekarang, benar-benar mahal. Pembangunan fisik seperti pemolesan kota melalui gedung-gedung bertingkat, makin menggusur lahan bagi anak-anak untuk bermain dan berkreativitas.

Minimnya ruang hijau atau alun-alun serta langkanya lahan bermain bagi anak-anak, tidak sedikit para remaja akhirnya salah arah. Misalnya, kebut-kebutan ala gank motor. Bermain sepak bola di lahan berdekatan dengan sawah atau pabrik.

Sementara para remaja yang memiliki hobi berenang, tak mampu bersukacita di kolam-kolam renang. Karena tiket masuk yang tak setiap orang bisa tejangkau. Selain itu, kemungkinan jauh dari tempat tinggalnya.

Tetapi, anak-anak remaja ini tak kalah kreatif. Meski memanfaatkan kubangan air dari curah hujan di bekas sawah ini, mereka bisa bersukaria sambil menyalurkan hobi berenangnya. Siapa tahu kelaknya mereka jadi atletik renang andal.

“Cita-cita saya memang ingin jadi perenang. Ingin jadi atlit,” kata Subhan, sambil memeregakan gaya salto sebelum terjun ke air.

Hal sama diakui Fandi, remaja asal Rangai, Lampung Selatan. Sejak kecil ia suka berenang di pantai Sibalang. Tetapi sejak berdiri Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang milik PT. PLN (persero), dia jarang ke pantai.

Karena, dia beralasan, kalau sedang pasang ombaknya besar dan jika surut terlalu menjorok jauh dan banyak batu. “Jadi kami biasa ke sini,” kata Fandi sambil menunjuk kubangan air di sawah warga setempat yang sudah tidak terpakai.

Mereka menyalurkan hobi berenang di kolam ini. Setiap petang anak-anak remaja ini mengendarai beberapa motor ke tempat ini. Tidak semua terjun ke air memang. Seperti Rahmat, Ujang, ataupun Dani.

Ketiga remaja ini asyik mengobrol seraya menyaksikan rekan-rekannya yang berenang. Canda para remaja ini begitu asyik. Mendekati magrib, mereka meninggalkan tempat itu. Begitulah cara anak-anak remaja ini mencari hiburan, setelah suntuk di bangku sekolah pada pagi hingga siang.(isb)






Got Mampat, Jalan Trans-Sumatera di Rangai Tergenang Air

Isbedy Stiawan ZS/teraslampung.com

Air got yang tumpah ke jalan Trans Sumatera di Desa Rangai, Kecamatan Tarahan, Lampung Selatan, sudah berlangsung sejak lama. Jalan Trans Sumatera pun lama-kelamaan akan terkikis dan makin hancur (teraslampung.com/Isbedy Stiawan ZS) 

Bandarlampung—Tumpahan air dari siring (got) di Jalan Trans-Sumatera, Rangai, Kecamatan Tarahan, Lampung Selatan, kini mengegnangi jalan negara itu. Jika hujan turun deras, limpasan air yang menggenangi Jalan Trans Sumatera pun akan banyak. Dikhawatirkan lama-lama akan merusak ruas jalan antarprovisi tersebut, jika tidak segera diatasi.

Air tumpahan siring (got) bercampur sampah, tidak saja mengganggu pemandangan. Bau tak sedap pun meruap di sekitar jalan itu. Warga yang biasa melintasi jalan itu berharap pemerintah daerah setempat segera membenahi siring sehingga airnya tidak tumpah ke jalan dan berdampak lebih buruk lagi.

“Mestinya pemerintah segera mengatasi genangan air ini. Mungkin karena aliran got itu mampat,” kata Zainul, warga Srengsem, Minggu (9/3).
\
Zainul, yang ditemui seusai melintasi genangan air yang meluber jalan itu, mengaku pengendara motor yang melintas di ruas jalan tersebut harrus ekstra hati-hati karena khawatir tergelincir. "Sebab, jalan memang menjadi licin. Kalau waspada, pengendara sepeda motor juga bisa terciprat air tak sedap itu saat kendaraan roda empat melaju kencang," ujar Zainul.


Para pengendara motor harus ekstrahati-hati melintasi ruas jalan Trans Sumatera ruas Ranggai--Bakauheni. (teraslampung.com/Isbedy Stiawan)
Sementara Andy, warga Bandarlampung, menyesalkan Dinas Bina Marga tidak tanggap dengan kondisi jalan yang selalu digenangi air saat hujan turun itu. Got sudah lama dibiarkan mampat itu sehingga airnya meluap dan  menggenangi banda jalan.

"Ruas jalan yang menghubungkan Bandarlampung dengan Pelabuhan Bakauheni tersebut sangat vital. Mustahil tidak ada aparat terkait yang tahu. Kalau dibiarkan terus tidak lama lagi akan hancur," kata Andy.

Andy mereagukan pejabat setempat tidak melihat meluapnya air ke badan jalan tersebut. Sebab, letaknya di ruas jalan utama yang ada di Provinsi Lampung yang menghubungkan Bandarlampung dengan Lampung Selatan.

“Lihat saja tumpukan sampah di sekitar got itu.  Sampah menggunung. Itulah penyebabnya. Kalau tidak mampat, air dari siring ini langsung mengalir ke pantai,” kata dia.

Friday, March 7, 2014

Lampung Selatan Juara Umum Porprov VII

Rycko bersma atlet (humas)
Kalianda, Teraslampung.Com—Kabupaten Lampung Selatan sukses sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII, sekaligus sebagai juara umum menggeser Kota Bandarlampung semula mendominasi perolehan medali.

Dua cabang terakhir final, yakni Tenis Meja dengan 5 nomor dan sepaktakraw 2 nomor, menjadi penantian bagi Lampung Selatan yang mendebarkan hingga pukul 23.00 WIB, Kamis (6/3).

Sejak dibuka Porprov, Jum’at (28/2), juara bertahan Bandarlampung sudah memimpin perolehan medali emas. Puncaknya pada hari ke tujuh perhelatan Porprov, Kamis (6/3) pukul 20.30, posisi medali emas yang didulang Bandarlampung adalah 72 emas, 46 perak, dan 65 perunggu. Sementara Lampung Selatan adalah 72 emas, 66 perak dan 57 perunggu.

Pada pertandingan sepak takraw masih menyisakan 2 medali emas. Bandarlampung dan Lampung Selatan masing-masing memiliki 1 tim di semifinal putra dan putri, sehingga kans kedua kontingen ini untuk merebut dua emas masih terbuka.

Di cabang Tenis Meja, malam itu mempertandingkan 5 partai final. Lampung Selatan menempatkan 3 finalis, di antaranya pada ganda putra terjadi all Lamsel final. Sehingga Lamsel dipastikan sudah mengantongi 1 medali emas dibanding Bandarlampung.

Secara teknis, sebenarnya persaingan sudah terhenti, saat Lampung Selatan meraih satu emas di luar partai all Lamsel final, yaitu pada tunggal putra Lamsel yang menumbangkan Lampung Barat.

Pertandingan sepak takraw akhirnya selesai pada pukul 02.00, Kamis (6/3) dengan hasil putri Lampung Selatan mengalahkan Bandarlampung. Berbeda dengan tim putrid, yang harus mengaku keunggulan sepak takraw dari Lampung Barat.

Posisi perolehan medali terakhir adalah Lampung Selatan dengan 75 emas, 69 perak, dan 61 perunggu, sementara Bandarlampung (72 emas, 47 perak dan 67 perunggu).

Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza. SZP, MBA dalam jumpa pers  mengungkapkan rasa syukur dan bangga dengan prestasi yang ditoreh kontingen Lampuyng Selatan.

“Untuk itu, saya mengucapkan rasa syukur atas kerja sama yang digalang oleh semua pihak,” kata Rycko Menoza, pada jumpa pers di Media Center Sekretariat Koni Lampung Selatan yang berada di Lapangan Tenis Indoor Djafar Amid Kalianda, Kamis malam (6/3). (isb)


Perolehan akhir medali kontingan Porprov VII di Kalianda, Lampung Selatan:

Kab/Kota
Emas
Perak
Perunggu
Bandar Lampung
72
47
67
Lampung Selatan
76
69
61
 Lampung Barat
28
19
46
Pringsewu
25
19
25
Metro
19
20
34
Lampung Tengah
14
23
25
Tulangbawang
13
25
47
Lampung Timur
11
15
24
Tulangbawang
13
25
47
Tulangbawang Barat
6
9
17
Way Kanan                       
5
3
8
Lampung Utara  
4
8
19
Tanggamus
4
8
17
Pesawaran
3
6
19
Mesuji
2
2
9
Pesisir Barat
1
2
4


Wednesday, March 5, 2014

Porprov VII: Rycko Janjikan Bonus kepada Atlet Peraih Medali

Atlet Porprov VII di Kalianda
Kalianda, Teraslampung.Com—Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan memberi penghargaan bagi atlet dan official Kontingen Lampung Selatan yang berprestasi pada Pekan Olahraga Provinsi Lampung (Porprov) VII.

Penghargaan dan piagam diberikan bagi atlet dan official yang berprestasi. Peraih medali emas perorangan akan mendapatkan bonus uang sebesar Rp10 juta, sedangkan untuk beregu akan mendapat bonus sebesar Rp30 juta. Pperaih medli perak bonusnya sebesar Rp5 juta, sedangkan peraih perunggu Rp2,5 juta.

“Pemberian penghargaan ini untuk memotivasi para atlet dan official agar terus meningkatkan prestasi untuk mengharumkan nama Lampung Selatan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Sutono, Rabu (5/3).

Menurut Sutono, sejauh ini atlet Lampung Selatan sudah menunjukkan prestasu yang cukup memuaskan. Hingga Kamis (5/3), kontingan Lampung Selatan berada di posisi kedua di bawah Kota Bandarlampung.

"Kami jajaran Pemkab Lamsel akan terus memotivasi para atlet yang sedang bertanding," katanya.

Terkait dengan prasana dan sarana olagraha di Lampung Selatan, Sutono mengaku Pemkab Lampung Selatan akan segera membentuk tim khusus untuk merawat sarana dan prasarana olahraga yang telah dimiliki Kabupaten Lamsel.

"Sarana dan prasarana yang kita miliki ini sudah sesuai dengan standar Nasional. Sayang sekali kalau sampai nantinya tidak terawatt agar tidak rusak begitu saja," imbuhnya.

Mengingat masih banyaknya pertandingan yang akan dipertandingkan dalam ajang Porprov VII, tidak menutup kemungkinan Lamsel bisa mengejar perolehan medali Kota Bandarlampung dan berada di posisi teratas. Apalagi, selisih medali emas dengan Bandarlampung hanya dua keping.

Wednesday, February 19, 2014

Rycko Buka Musrenbang Kecamatan Katibung

Bupati Rycko Menoza meresmikan jalan di Sukajaya Lamsel
Lampung Selatan, Teraslampung.com--Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza membuka secara resmi Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Katibung tahun 2014, di Gedung Serba Guna (GSG) Bakhong Gawi Kecamatan Katibung, Rabu (19/02).

Dalam sambutannya Bupati memaparkan berbagai capaian yang telah diraih Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Antara lain naiknya pendapatan asli daerah (PAD) dan dana APBD tiap tahun.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lampung Selatan dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan signifikan, dimana pada tahun 2013 ini mencapai Rp. 87,392 miliar rupiah, naik dibandingkan pada awal kepemimpinannya pada tahun 2010 yang hanya Rp. 59,8 miliar,” kata Rycko.

Rycko mengatakan PAD bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengolahan kekayaan daerah, serta dari penerimaan lainnya. Bupati mengharapkan kepada masyarakat Lampung Selatan yang belum membayar pajak atau retribusi untuk segera membayarnya.

"Saya harapkan kepada sejumlah SKPD yang ada untuk melakukan koordinasi dan mendata perusahaan-perusaahan yang ada di Lampung Selatan khusunya di Kecamatan Katibung agar dapat turut serta andil dalam hal pembangunan di kabupaten Lampung Selatan," ujarnya.

Menurut Rycko peran serta masyarakat dan perusahaan yang ada di Kecamatan Katibung ini merupakan modal untuk meningkatkan PAD Kabupaten Lampung Selatan. Karena menurutnya, PAD yang didapat dari masyarakat akan dipergunakan untuk pembangunan Kabupaten Lampung Selatan ke depan.


Hasil dari Musrenbang ini nantintya akan dijadikan sebagai acuan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Selatan tahun 2015.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Ir. Sutono, MM beserta para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat dan Uspika Kecamatan Katibung, tokoh adat, tokoh agama serta ratusan masyarakat Kecamatan Katibung.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) Kecamatan Katibung tahun 2014 Alokasi Surplus Dana Sosial RTM berupa Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp3 miliar serta Master Plan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) sebesar Rp8 miliar rupiah.

Usai membuka Musrenbang Kecamatan Katibung, Bupati juga meresmikan pembangunan jalan lapen aspal di Desa Sukajaya sepanjang 1.175 meter, selain itu Bupati yang didampingi Uspika Kecamatan katibung juga meresmikan pembangunan drainase (siring) dan TPT bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) serta swadaya masyarakat sebesar Rp 339 juta. (Hermansah)

Monday, February 17, 2014

Musrenbang Kecamatan Way Panji: Bupati tidak Ingin Ada Pasien Ditolak Berobat

Bupati Rycko Menoza foto bersama seusai Musrenbang
Kalianda, teraslampung.com--Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza menegaskan dirinya tidak ingin mendengar ada pasien dari keluarga miskin ditolak berobat di rumah sakit. Ia meminta agar petugas kesehatan memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Saya tidak ingin mendengar ada Puskesmas di Lampung Selatan yang menolak pasien dengan alasan apa pun, termasuk pasien miskin. Jangan sampai ada keluhan dari masyarakat yang ditolak karena dibeda-bedakan statusnya," kata Bupati Rickyo Menoza saat memberikan sambutan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Way Panji sekaligus peresmian gedung baru Puskesmas Way Panji di Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji, Selasa (18/02).

Menyoal Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rycko mengatakan baha Musrenbang merupakan tahapan proses perencanaan pembangunan yang dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional.

“Hasil Musrenbang selain ditandatangani oleh Kepala Desa, juga ditandatangani oleh camat serta Anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Way Panji dan akan akan dibahas ditingkat kabupaten.  Di forum inilah masyarakat bisa mengajukan berbagi macam usulan program pembangunan. Jangan sampai nantinya ada masyarakat yang menanyakan daerahnya tidak pernah tersentuh pembangunan,” kata dia.

Bupati Rycko juga meminta masyarakat Kecamatan Way Panji untuk selalumenjaga situasi yang kondusif di wilayahnya masing-masing. Menurut Bupati, jika Lampung Selatan aman dan kondusif, orang akan berinvestasi di Lampung Selatan.Suasana berusaha pun akan lebih nyaman.

"Berbagai persoalan yang pernah terjadi di Kecamatan Way Paji hendaknya kita jadikan pelajaran sangay berharga. Untuk itu, saya mengharapkan kepada tokoh agama, tokoh adat, dan Kepala Desa dapat berperan mengatisipasi dan mengatasi berbagai persolan yang timbul ditengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Pada Oktober 2012 terjadi konflik sosial di Way Panji sehingga menyebabkan 12 warga tewas, ratusan rumah hangus dibakar, dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Konflik bernuansa etnis jtu juga menyebabkan fasilitas umum seperti sekolah, Puskesmas,dan sarana ibadah hancur.

Tuesday, February 11, 2014

Paten Pertama di Lampung ada di Lampung Selatan

Hermansah/Teraslampung.com

Bupati Rycko Menoza-Gubernur Sjachroedin ZP tinjau Paten di Natar
Natar—Lampung Selatan menjadi daerah tingkat dua di Lampung yang menerapkan Pelayanan Administrasi Kecamatan Terpadu (Paten). Peluncuran Paten sekaligus peresmian Kantor Kecamatan Natar dilakukan Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza,, Jumat (12/2).

Hadir pula pada acara tersebut Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, pejabat provinsi, dan sejumlah pejabat Lampung Selatan.

Rycko mengatakan Natar menjadi kecamatan pertama yang menerapkan Paten karena jumlah penduduk serta wilayah adminstrasi yang cukup jauh dari ibukota kabupaten (Kalianda). Dengan adanya Paten, kata Rycko, diharapkan Kecamatan Natar bisa makin maju karena berbagai pusat kegiatan sudah mulai tumbuh di sekelilingnya.

"Dengan adanya Paten ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Natar akan semakin lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan pengurusan administrasi, baik identitas diri maupun masalah perizinan dengan jarak dan biaya yang lebih efisien, sehingga masyarakat dapat dilayani dengan baik," ujarnya.

Bupati Rycko berjanji akan berusaha melengkapi sarana dan prasarana di setiap kecamatan agar pembangunan merata. “Dengan adanya Paten ini masyarakat tidak hanya diberikan pelayanan standar tetapi juga mendapatkan kecepatan, ketepatan dan kejelasan dalam berbagai pengurusan administrasi,” kata dia.

Monday, February 3, 2014

Truk Tabrak Warung, 4 Tewas di Tempat



KALIANDA, teraslampung.com—Karena rem  blong, sebuah truk ber bernomor polisi BA-8803-RM menabrak warung makan   di wilayah Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (4/2/2014), sekitar pukul 06.WIIB). Sebanyak 4 orang yang ada di warung tewas di tempat.
Empat korban tewas adalah Kasman ,37, Suripto ,30, Sarimin,40, dan Baeno, 47. Keempatnya warga Lampung Selatan.

Sopir truk Khairul Azmi ,40, kernetnya Dede ,30, mengalami luka parah dan langsung diamankan polisi. Sukarsih, 30, pemilik warung, juga mengalami luka serius.Semua korban kemudian dirawat di Rumah Sakit Umum Bob Bazar, Kalianda, Lampung Selatan.

Sejumlah saksi mata mengaku mendengar suara benturan keras dari arah warung. Warga langsung berlari mendekati warung dan langsung memberikan pertolongan.

“Sopirnya mengaku remnya blong,” kata Kapolres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Polisi Bayu Aji, Senin (4/2).

Menurut Bayu Aji, berdasarkan laporan warga dan pengakuan pemilik warung, para korban tewas adalah pengunjung warung yang sedang makan pagi. (Sulhan)


Tuesday, January 21, 2014

Polda Lampung Gelar Simulasi Penanganan Konflik

Kalianda, teraslampung.com—Polda Lampung menggelar Simulasi Penanganan dan Penanggulangan Konflik Sosial, di Lapangan Cipta Karya Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lamsel, Selasa(22/01/2014).

Simulasi tersebut melibatkan ratusan personel kepolisian gabungan dari sejumlah Polres Kabupaten/kota di wilayah Lampung serta Kodim 0421. Para personel yang diterjunkan diantaranya pasukan Gegana, Dalmas, Shabara dan beberapa Penembak Jitu.

Kapolda Lampung Brigjen. Heru Winarko dalam sambutannya mengatakan simulasi ini adalah
latihan yang dilakukan apabila rembuk pekon (desa) atau musyawarah desa tidak bisa menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat, sehingga menimbulkan konflik komunal yang mengarah ke konflik horizontal.

“Simulasi ini sebagai salah satu upaya Polda mengantisipasi konflik di Lampung,” kata Heru.

Kapolda mengatakan pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat sangat penting agar konflik sosial tidak terjadi di daerah.

Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza mengatakan, melalui kegiatan simulasi ini akan dapat semakin meningkatkan kewaspadaan khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan gangguan-gangguan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Menurut Bupati, Kabupaten Lampung Selatan masih tergolong daerah rawan konflik. Banyak faktor penyebabnya, seperti kondisi sosial, ekonomi, demografis yang dapat memicu munculnya konflik-konflik tersebut.

“Keanekaragaman suku, agama, dan budaya, pada satu sisi  merupakan suatu kekayaan dan potensi yang secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat,” kata Rycko.

Rycko menegaskan konflik sosial bisa berdampak buruk bagi kehidupan sosial, apalagi jika terdapat kondisi serta dinamika kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Sebab itu, kata Ricko, ia mengapresiasi langkah Polda Lampung menggelar simulasi penanganan konflik ini.

“Kegiatan simulasi ini akan semakin peningkatkan kewaspadaan kita dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Konflik sosial pernah terjadi di Way Panji, Lampung Selatan, pada Oktober 2012 lalu. Konflik tersebut menyebabkan 12 orang tewas, ratusan rumah habus dibakar, dan ribuan warga terpaksa diungsingkan. (RL/Herman)

Thursday, January 2, 2014

Mengintip Eksotisme Gunung Anak Krakatau

Mas Alina Arifin/Teraslampung.com


Gunung Anak Krakatu yang sedang 'batuk' dilihat dari kapal di perairan Krakataau (Foto Dok Teras)


BANDARLAMPUNG—Jika Anda hobi wisata alam, tak lengkap rasanya jika tidak menyempatkan diri mengunjungi Gunung Anak Krakatau. Gunung eksotis yang menyembul di tengah-tengah laut Selat Sunda (antara Lampung-Banten) itu menawarkan keindahan alam yang sangat eksotis.

Gunung yang pernah meletus tahun 1883 ini, sekarang memiliki dua puncak yaitu Rakata Besar (813 meter di atas permukaan laut/dpl) dan Anak Krakatau (280 mdpl). Kedua gunung itu baru muncul pada tahun 1927-1928, setelah tiga kawah Gunung Krakatau hancur akibat meletus tahun 1883. Kedua gunung kembar itu setiap hari tingginya bertambah lima centi meter.

Selain dari Pantai Carita, Banten, yang biasanya lewat paket wisata berbiaya mahal, Anda yang menyukai tantangan dan ingin mengirit ongkos, ada baiknya mengunjungi Gunung Anak Krakatau melalui Lampung.

Selain tempat wisata pendukung lebih lengkap—antara lain Pantai Laguna Helau, Pantai Pasir Putih, Kalianda Resort, Desa Wisata Canti, Pantai Marina, Pantai Wartawan—mengunjungi Gunung Anak Krakatau lewat Lampung lebih menantang. Anda juga bisa berpeluang besar untuk menyaksikan semburan api di malam hari dari puncak Krakatau.

Rute untuk mencapai Anak Krakatau sangat mudah, yakni lewat Desa Canti, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Dari Jakarta Anda menuju Merak, Banten. Lalu, dari Pelabuhan Merak Anda bisa naik kapal very (roll on roll off) menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Lama penyeberangan Merak-Bakauheni kira-kira 2-3 jam. Jika ingin cepat, Anda bisa naik kapal cepat dengan waktu tempuh 45 menit. Cuma, kalau naik kapal cepat kita tak bisa membawa mobil karena ukuran kapalnya yang kecil.
Dari Bakauheni Anda bisa langsung ke Desa Canti, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Canti merupakan pelabuhan nelayan yang terdekat dengan Krakatau. Jarak Bakauheni-Canti sekitar 40 atau 25 km dari Kalianda


Sedangkan jika datang dari utara, terutama dari Bandarlampung, dapat menggunakan bus reguler trayek Terminal Induk Rajabasa (Bandar Lampung)-Kalianda (Lampung Selatan). Tarif angkutan umum (bus) di lintas itu berkisar Rp 8.000-Rp 15.000, tergantung jenis busnya.

Udin Khaerudin, 49, seorang pemilik speedboad di Desa Canti, mengaku pada hari-hari biasa arus wisatawan yang menyeberang menuju Gunung Anak Krakatau sepi.

“Tapi kalau ke Pulau Sebesi lumayan ramai karena di sana ada tempat penginapan. Biasanya para wisatawan memang lebih memilih menginap Pulau Sebesi karena bisa menikmati indahnya semburan api Gunung Anak Krakatau di malam hari,” kata Udin Khaerudin.

Menurut Khaerudin, para pemilik kapal speedboad seperti dirinya selama ini menerapkan sistem cateran untuk mengelilingi obyek wisata itu. Sekali jalan untuk pulang pergi sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. “Itu termasuk murah. Maksimal speedboad bisa mengangkut 20 orang,” kata Khaerudin.
Dengan kapasitas 20 orang sebuah speedboad menempuh waktu perjalanan dari Canti ke Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi sekitar tiga jam.

Waktu tempuh ke lokasi Gunung Anak Krakatau naik speedboat berkapasitas 20 orang, sekitar tiga jam. Perjalanan agak santai dan melewati gelombang laut Selat Sunda yang tidak membahayakan. Cuma, di dekat lokasi Gunung Anak Krakatau gelombang laut setinggi satu sampai dua meter.
Gunung Anak Krakatau tampak dari kejauhan (Foto: Lampung Review/Oyos Saroso HN)
Untuk sampai ke Canti, kita dapat menyewa kendaraan yang biasanya mangkal di Terminal Pelabuhan Bakauheni. Perjalanan bisa melewati Kalianda dengan jarak 35 kilometer. Bisa juga melewati Palas dan mengitari Gunung Rajabasa. Kalau kebetulan sedang musim durian, wisawatan lebih baik lewat Palas. Sebab, di daerah itu kita bisa menikmati nikmatnya durian asli Gunung Rajabasa yang buahnya tebal dan terkenal sebagai durian terlezat di Lampung.

Di Desa Canti terdapat pelabuhan penyeberangan yang dibangun secara swadaya oleh warga setempat. Di pelabuhan yang tampak alami itu terdapat sejumlah speed boat yang siap melayani para wisatawan menuju Gunung Anak Krakatau atau ke Pulau Sebesi.

Tuesday, October 29, 2013

Menara Siger, Objek Wisata Terlupakan

LAMPUNG tak hanya identik dengan kopi serta pisang cokelatnya, namun sebagian besar orang juga mengkaitkan dengan keberadaan Gunung Krakatau yang sangat terkenal itu. Namun, ada yang terlupakan, yaitu Menara Siger, di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Bangunan indah berwarna kuning INI juga merupakan titik nol jalan lintas Sumatera, dimana Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dari timur. Bangunannya berdiri cantik di atas bukit dekat Pelabuhan Bakauheni yang sangat strategis sebagai tempat transit dan wisata.

Menara Siger bukan monumen masa lalu, akan tetapi simbol bangunan masa depan representasi fenomena masyarakat Lampung. Tak hanya itu, Menara Siger bukan hanya menjadi ikon pariwisata Lampung, tetapi simbol keagamaan, seni dan budaya, serta pendidikan.

Menaranya dapat dilihat dari jauh ketika kapal akan berlabuh di Pelabuhan Bakauheni. Bahkan, Anda dapat melihatnya pada pagi hari maupun gelap malam karena ada lampu sorot yang sekaligus dijadikan menara lampu oleh kapal-kapal yang akan merapat di Bakauheni.

Menara Siger terus dikenali para pecinta pelancong domestik maupun mancanegara. Tempat ini juga rutin menampilkan berbagai jenis kegiatan dan pertunjukan kesenian, bahkan di malam Minggu menampikan seni budaya dari Jawa, Batak, Lampung, Sunda, dan Banten.

Menara Siger diresmikan pada 1 Mei 2008 oleh Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P., dirancang oleh arsitek terkenal Ir Ansori Djausal pada 2005 di atas bukit di Bakauheni. Bentuk bangunannya terinspirasi oleh ciri khas Lampung, yaitu mahkota siger yang biasa digunakan pengantin perempuan adat Lampung. Mahkota Siger biasanya dikenakan perempuan Lampung pada upacara-upacara adat dan merupakan suatu simbol kehormatan. Bentuk menara ini sangat kompleks dan tidak mudah saat pendirikan awalnya.

Arsitektur bangunan Menara Siger juga memasukan bentuk asli tradisional Lampung lainnya, yaitu paguk di bagian kiri-kanan menara sebagai perlambang perahu. Di puncak menara terdapat payung tiga warna, yaitu putih, kuning, dan merah sebagai simbol tatanan sosial masyarakat Lampung. Menara yang mengusung adat budaya Lampung sekaligus landmark kawasan Bakauheni, dimensinya memiliki tinggi 32 meter, panjang 50 meter, lebar 10 meter, serta lantai 5 tingkat.

Pendirian Menara Siger mengawali pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) —penghubung Bakauheni—Merak. Menara Siger terbangun di atas bukit sebelah barat Pelabuhan Bakauheni. Bangunan tersebut dilengkapi dengan sarana informasi mengenai peta wisata seluruh kabupaten/ kota se-Lampung.

Posisi strategis Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu gerbang Sumatera diibaratkan sebagai mulut naga yang memuntahkan kurang lebih 80 ribu ton hasil-hasil pertanian per hari. Dengan penggunaan teknik ferrocement, Menara Siger dijamin mampu menahan terpaan angin kencang.
Teknik ferrocement merupakan pengembangan tim arsitek Menara Siger, dengan menggunakan jaring kawat menyerupai jaring laba-laba. Pengerjaan lambang siger dan beberapa ornamen tidak menggunakan cor-coran, namun bagian per bagian dengan tangan. Dengan metode ini, setiap inci bangunan tahan guncangan dan terpaan angin laut.

Menara Siger kebanggaan masyarakat Lampung tersebut berada di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Pembangunan menara sejak 2005 menghabiskan biaya Rp15 miliar.

Secara fisik, Menara Siger dibangun dengan memperhatikan ciri khas Lampung. Di sekitar tugu dibangun ruang-ruang yang menampilkan budaya Lampung serta sarana-prasarana pariwisata. Sebagai tugu di ujung Pulau Sumatera, Menara Siger dilengkapi dengan tulisan penanda Titik Nol Pulau Sumatera. Menara Siger dengan warna emas itu dilengkapi ruangan tempat wisatawan melihat Pelabuhan Bakauheni serta keindahan panorama laut dan alam sekitarnya.

Bagi masyarakat Lampung, tentu saja keberadaan Menara Siger menjadi sangat layak dan mutlak dibanggakan. Menara Siger sangat berpotensi menjadi aset wisata kelas satu di wilayah Lampung untuk menuju Visit Lampung ke depan, kebudayaan Lampung dan agar dikenal oleh tamu mancanegara.

Sumber: okezone.com

Wednesday, September 18, 2013

Bakauheni Jalur Utama Distribusi Narkoba

LAMPUNG - Pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Lampung merupkan  jalur transportasi utama yang menghubungkan Pulau Sumatera – Jawa.  Pelabuhan ini juga sangat vital bagi arus distribusi barang antar kedua pulau.

Karenanya jalur itu juga dimanfaatkan oleh jaringan pengedar narkoba, baik transnasional maupun internasional, untuk menghantarkan barang-barang haramnya. 

"Pelabuhan Bakauheni menjadi titik penting jalur transportasi darat di Sumatera, semua arus transportasi darat akan bermuara disana. Oleh karenanya ada indikasi juga menjadi jalur darat utama pengiriman narkoba," ujar Dirnarkoba Polda Lampung Kombes Edi Swasono pada SP Selasa (17/9). 

Karenanya, untuk menghentikan pendistribusian barang-barang haram itu, pihaknya  telah mengajukan wacana untuk membangun X-ray gate di jalur penyeberangan pelabuhan Bakauheni.

Diharapkan keberadaan alat itu dapat meningkatkan pengawasan terhadap upaya penyelundupan dan pengiriman narkoba. 

Sedangkan satu-satunya alat yang dimiliki untuk mendeteksi di sea port interdiction pelabuhan Bakauheni kita hanya  GT-200 yang kondisinya dikhawatirkan tidak berfungsi dengan baik karena dimakan usia, ujar Alumni Akpol 1990 itu. 

Ia juga menjelaskan pengiriman narkoba dan yang selalu digagalkan petugas di Bakauheni berasal dari  Aceh, Medan dan Pekanbaru tidak saja dikendalilan oleh jaringan lokal tapi juga  jaringan  internasional, biasanya paket narkoba dikirim dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui jalur pelabuhan tradisional di Sumatera Utara dan Kepulauan Riau kemudian dikirim menggunakan kurir melalui jalur darat ke Pulau Jawa terutama Jakarta. 

Pos Khusus BNN 
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Provinsi Lampung, Kombes Pol  Zulkifli mengatakan tahun depan pihaknya akan membuat pos khusus di pintu masuk pelabuhan Bakauheni sebagai tempat  pengawasan atas peredaran narkoba  melalui pelabuhan tersebut. 

Pos Khusus itu nantinya akan digunakan bersama-sama petugas narkotik dari sea port interdiction  Polres Lampung Selatan maupun Polda Lampung dengan harapan mereka akan semakin giat dan cermat mengawasi setiap kendaraan, barang dan manusia  melalui jalur darat itu. 

Selama ini, tambah Kombes Zulkifli, petugas BNN Kabupaten Lampung Selatan sudah ikut bersama dengan petugas sea port interdiction melakukan pengawasan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

sumber: suarapembaruan.com