Showing posts with label pelawak Jojon meninggal. Show all posts
Showing posts with label pelawak Jojon meninggal. Show all posts

Thursday, March 6, 2014

"Jojon, Rendah Hati dan Selalu Membuka Diri"



Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.Com



Jojon di Pas Mantab (google)
Bandarlampung--H. Jojon, komedian Indonesia dari grup Jayakarta, telah wafat pada Kamis (6/3) sekitar pukul 06.04. Almarhum telah dikebumikan siang tadi.

Pada sesi program "Yuk Keep Smile", Trans TV, Kamis (6/3) pukul 20.15 yang menayang secara live, Denny Cagur sebagai presenter mewawancarai krue YKS dan bintang tamu Camelia Malik.

Wendy yang ditanya lebih dulu mengaku sangat kaget mendengar kabar meninggalnya komedian khas dengan kumis kecil dan celana pendek itu. Ia mengaku, pertama kali mendapat kabar dari broadcast Black Berry Messenger (BBM), “Kemudian saya cari tahu kebenaran dari rekan-rekan lain,” kata Wendy dengan suara sedih.

Setelah meyakini kebenaran komedian yang juga dikenal kalangan selebritis senior itu, ia segera menuju rumah duka H. Jojon. “Alhamdulillah saya smepat ikut menyolatkan bapak H. Jojon,” katanya.

Wendy menilai, Jojon adalah komedian yang rendah hati, ramah, dan selalu membuka diri kepada siapapun. Jojon (64) tidak menganggap senior kepada pendatang baru. Ia selalu membuka diri untuk menularkan ilmunya dan menasihati yang muda.

“Almarhum tidak memilih-milih kawan mainnya, apakah senior ataupun junior. Pelajaran berharga dari almarhum, dia bilang: di panggung tak ada senior atau junior,” kenang Wendy.

Sementara Adul, punya kenangan yang sulit dilupakan bersama H. Jojon. Dikatakan komdian bertubuh pendek ini, dirinya dengan komedian Jojon saling menyapa “kakak dan dedek” kalau sedang BBM.

Kalau Adul mengganti BB, dia selalu segera mengirim ke Jojon. Hal itu, katanya, agar komunikasi selalu bersmabung. Adul mengaku banyak belajar bagaimana menjadi komedia yang baik, seperti juga diakui Yadi Sembako.

Almarhum, menurut Adul, hari-harinya selalu humoris. Misalnya, kata Adul, “Kakak pernah BBM Adul, nanya sedang apa, Adul jawab sedang maem. Lalu Adul tanya, kakak sedang apa, eh dia jawab: ‘sedang eek.’ Adul hanya tertawa,” kenang Adul terisak, airmatanya mengalir.

Begitulah Jojon di mata komedian muda, seperti Deny dan Wendy Cagur, Adul, Rafi. Sesi ini ditutup dengan doa, digagas Camelia Malik.

Selamat jalan Jojon, dunia komedian Indonesia telah kehilangan seorang pelawak yang mengabdikan sebagian hidupnya untuk menghibur masyarakat.



Wednesday, March 5, 2014

Pelawak Jojon Meninggal Dunia

Jojon (dok kapanlagi.com)
Dewi Ria Angela/Teraslampung.com

Jakarta—Jojon (67), pelawak kekhasan kumis kecil dan setelan celana pendek, tutup usia, Kamis pagi (6/3) sekitar pukul 06.04 WIB. Pelawak yang selalu tampil dengan gaya intantil dan inosens di atas panggung itu meninggal di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

Henny, istri Jojon, menuturkan suaminya  meninggal karena sakit jantung. Meski begitu, pihak RS Premier Jatinegara belum memberikan penjelasan resmi tentang penyebab meninggalnya Jojon. Informasi lain menyebutkan Jojon meninggal karena asma.

Cahyono, sahabat Jojon yang pernah bersama-sama membesarkan grup lawak Jayakarta, mengatakan Jojon memang sudah mengidap penyakit asma sejak 1974. Namun, ia mengaku belum tahu persis apakah meninggalnya sahabatnya itu karena asma.

 Rencananya, jenazah pria bernama asli Djuhri Masdjan itu akan dibawa ke rumah duka di Jalan Puri Pangeran Nomor 3, Imperial Golf Estate, Sentul City, Bogor, Kamis siang (6/3) pukul 11.00 WIB.

Hingga akhir hayatnya Jojon dikenal sebagai pelawak dengan gaya yang khas: celana panjang kedodoran yang diikat dengan tuksedo, baju warna-warni bermotif ceria, rambut poni, dan kumis ala Charlie Chaplin.

Pada era 1980-an Jojon bersama Grup Jayakarta merajai dunia lawak Indonesia. Grup Jayakarta terdiri atas Jojon, Cahyono, Hasanudin alias Uu, dan Prapto alias Esther.