Showing posts with label Hiburan. Show all posts
Showing posts with label Hiburan. Show all posts

Wednesday, June 4, 2014

Kevin Akhirnya Bubarkan "Princess"

Personel Princess  (ist)
JAKARTA, Teraslampung.com - Para penggemar girlband "Princess" harus siap kecewa. Dengan alasan sudah tidak ada passion lagi, produser Princess, Kevin Apriliio, secara resmi membubarkan grup band yang terdiri atas para gadis cantik itu.

“Saya selaku produser mempercepat kontrak kerja sama mereka (Princess) pada hari ini tanggal 4 Juni 2014. Dan hari ini Princess resmi bubar,” kata Kevin, di  Jakarta Rabu (4/6/2014).

Putra pasangan Adie MS-Memes itu  mengungkapkan, penyebab bubarnya girlband yang berdiri tahun 2011 itu adalah semangat yang sudah tidak dimiliki lagi oleh para personel Princess.

“Terus terang yang mengakhiri ini adalah saya. Memang bukan karena masalah internal, melainkan masalah passion aja,” jelas Kevin.

Kevin mengaku dirinya sebenarnya sedih membubarkan grup band yang sudah tiga tahun terakhir meramaikan belantika musik Indonesia itu. Namun, Kevin mengaku, pembubaran Princess lebih baik daripada terus memaksakan diri bertahan sementara sudah tidak ada passion lagi,

Patrice, salah satu personel Princess mengaku sedih dan pasrah grup bandnya dibubarkan. “Kami tidak ada masalah sama manajemen. Memang sudah nggak bisa diteruskan. Kevin juga passion-nya sudah berkurang sama kami,” ujarnya. (Dewira)

Thursday, May 22, 2014

Nikahi Saraswati Wijayanto, Demian Sengaja tak Undang Yulia

Demian dan Sara (dok tabloidbindang)
JAKARTA - Pesulap Demian Aditya akhirnya menikahi model seksi Saraswati Wijayanto, Kamis (22/4). Demian cuek ketika wartawan kembali menanyakan perihal wanita yang kini menjadi istrinya sebagai penyebab perceraian dirinya dengan artis-model Yulia Rachman.

Pada acara akad nikah yang digelar secara sederhana itu Demian memang sengaja tidak mengundang mantan istrinya, Yulia Rachman. Alasannya, yang diundang memang terbatas dan sengaja tidak mengundang Yulia.

“Kartu undangannya hanya 100,” ujar Demian Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Kamis (22/5).

Demian mengaku tak mau dibuat pusing dengan tudingan masyarakat yang memandangnya negatif. Yang penting, kata pesulap asal Tegal, Jawa Tengah, itu keluarga istrinya yang sekarang tahu semuanya.

"Keluarga besar Sara bisa menerima saya. Saya hidup untuk keluarga saya, sekarang saya juga hidup untuk Sara," katanya.

Nama Saraswati Wijayanto  (Sara) pernah disebut-sebut sebagai orang ketiga di balik kisruh rumah tangga Demian dengan artis Yulia Rahman yang berujung perceraian.
Yulia dan Demian menikah 19 Desember 2008, dan dikaruniai seorang anak laki-laki, Kiandra Aldya Arka. Pada 21 Februari 2013, Yulia dan Demian resmi bercerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. (BI)

Saturday, May 17, 2014

"Cry Baby Cry", Jejak Percintaan John Lennon dan Yoko Ono

Oleh Taufik Wijaya*


HINGGA hari ini, terus lahir para penggemar The Beatles. Grup musik yang dinilai paling sukses selama ini. Dilahirkan di Liverpool pada 1960, dengan lima personil yakni John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, Stuart Sutcliffe  dan Pete Best.

Tahun 1963, The Beatles mulai merasakan kesuksesan saat mereka tinggal berempat, setelah Sutcliffe mengundurkan diri lalu meninggal dunia, dan Pete Best digantikan Ringo Star.

The Beatles memainkan beragam genre musik. Mulai dari skiffle, rock and roll, folk rock hingga rock psikedelik. The Beatles dinilai sebagai perwujudan ide-ide progresif, berpengaruh terhadap revolusi sosial budaya pada era 1960-an. Tak heran, jika kepindahan John Lenon bersama Yoko Ono di Amerika Serikat, sejak awal diintai CIA. John Lenon dinilai akan memberikan pengaruh besar bagi gerakan sosial budaya bagi kaum muda di Amerika Serikat.

Beberapa lagunya yang paling popular di Indonesia, mungkin semacam Love Me Do, Let It Be, Yesterday, atau Something. Sebab lagu-lagu ini banyak dibawakan sejumlah penyanyi lainnya. Tapi menurut banyak kritikus musik, lagu yang paling baik dibuat The Beatles yakni Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band (1967).

Tapi, banyak para penggemarnya saat itu termasuk saat ini, yakni bubarnya The Beatles pada 1970. Lalu perempuan bernama Yono Ono, yang disebut-sebut sebagai biang bubarnya The Beatles. Tapi sebagian penggemar menuduh Paul McCartney menjadi biang konflik di tubuh The Beatles.

Tulisan ini mencoba mengulas hubungan antara John Lennon, Yoko Ono, Cynthia dan Yulia, anak John Lennon hasil pernikahan dengan Cynthia.

Saya akan membacanya melalui lagu Cry Baby Cry, yang ditulis John Lennon, yang dikeluarkan dalam album The Beatles pada 22 November 1968.

Pada saat lagu tersebut ditulis John Lennon, dia telah berkeluarga dengan Cynthia Powell, dan telah memiliki seorang anak bernama Yulian. Tapi bersamaan dengan itu, Lennon sudah menjalin hubungan dengan Yoko Ono, seorang seniman asal Jepang, yang dikenal dalam sebuah pameran lukisan Yoko Ono di London pada 1966. Status Yoko Ono saat itu janda. Dia dua kali menikah. Pertama dengan Ichiyanagi Toshi (1956-1963) dan Anthony Cox (1963-1969). Dia memiliki seorang anak dengan Cox yakni Kyoko Chan Cox .

Cry baby cry
Make your mother sigh
She's old enough to know better.

Lennon membuka lagu dengan meminta anaknya Yulian untuk terus menangis. Tangisan itu tentu saja membuat Cynthia kesal, dan buru-buru menenangkannya.

Mengapa Lennon menginginkan Yulian terus menangis? Sebab kemungkinan antara Lennon dan Cynthia tengah terjadi pertengkaran mengenai sosok perempuan yang bernama Yoko Ono.

Saat Cynthia menenangkan Yulian, Lennon menyiapkan sarapan buat sang istri. Lennon menggambakan dirinya sebagai Raja Marigold. Tidak ada artikel mengenai lagu Cry Baby Cry yang di Indonesia tidak begitu popular ini. Tapi saya menduga Marigold merupakan nama bunga, yang di Indonesia dikenal sebagai bunga “tai ayam”. Disebut demikian, meskipun rupanya indah, karena aromanya seperti bau tai ayam.

The king of Marigold was in the kitchen
Cooking breakfast for the queen
The queen was in the parlour
Playing piano for the children of the king.


Mengapa Lennon menyebutkan dirinya Raja Marigold? Di India, Marigold merupakan bunga yang menjadi hiasan dalam pernikahan agama Hindu. Bunga ini menyimbolkan kebahagiaan dan keberuntungan.

Kelopak bunga Marigold digunakan untuk membuat obat cuci mata yang sangat baik. Marigold juga digunakan dalam pengobatan homeopati dan konvensional sebagai salep untuk penyembuhan luka. Marigold memiliki antiseptik, stimulan dan sifat anti-jamur.

Bed In for Peace,Amsterdam 1969: John Lennon dan Yoko Ono (dok Wikimedia)
Lennon mengambil simbol Marigold karena saat itu dia tengah belajar dan tergila dengan kebudayaan Timur, khususnya kebudayaan India. Selain itu, dalam masyarakat Jepang, selain bunga Matahari, bunga Marigold juga mendapatkan tempatnya. Artinya Marigold menyimbolkan kebudayaan India yang tengah diminati Lennon, termasuk pula sosok Yoko Ono yang merupakan orang Jepang.

Lennon mengenal kebudayaan India, setelah bertemu dengan Maharishi Mahesh Yogi di Hotel Hilton, London, pada 1967. Dia ajak George yang lebih dulu mendalami kebudayaan India. Termasuk belajar sitar dengan Ravi Shankar, yang merupakan Norah Jones. Pada 1968, Lennon, Paul dan George pergi ke India guna belajar meditasi transendental dengan Maharishi.

The king was in the garden
Picking flowers for a friend who came to play
The queen was in the playroom
Painting pictures for the childrens holiday

Pada lirik ini Lennon menggambarkan bagaimana dirinya melakukan perselingkuhan. Saat Cynthya sibuk bemain dengan Yulian, seperti belajar menggambar dan merencanakan liburan, Lennon pergi ke kebun memetik bunga untuk tamunya. Yang kemudian minum teh bersama. Teh merupakan minuman favorit orang Inggris dan Jepang. Jelas teh merupakan simbol pertemuan Lenonn dan Yoko.

Gambaran Yoko pun kian jelas. Saat Lennon menggambarkan Yoko sebagai “duchess of Kircaldy” yakni istilah orang yang selalu menunggu jika menghubungi orang lain dalam hal ini Lennon. Lennon minta maaf terlambat untuk minum teh bersama, karena ada persoalan di rumah. Tapi Yoko selalu tersenyum, seakan memaklumi hal tersebut.

The duchess of Kircaldy always smiling
And arriving late for tea
The duke was having problems
With a message at the local bird and bee

Puncaknya, pada tengah malam, terjadi pertengkaran antara Lennon dan Cynthia. Yang mana Cynthia seolah bermohon agar menjaga pernikahan mereka demi Yulian.

At twelve o'clock a meeting round the table
For a seance in the dark
With voices out of nowhere
Put on specially by the children for a lark

Beberapa bulan dari Cry Baby Cry dirilis, tepatnya pada 1969, Lennon dan Cynthia bercerai. Lennon pun menikah dengan Yoko Ono.

Kehadiran Yoko Ono yang merupakan seniman surealis, sejumlah anggota The Beatles terganggu. Puncaknya, saat tengah menggarap album Let It Be pada tahun 1969, George mengambil keputusan mundur dari The Beatles. Keputusan George ini karena berselisih dengan Paul McCartney mengenai konsep pembuatan album, serta rasa kesalnya dengan kehadiran Yoko Ono. Pada tahun 1970, setelah album Let It Be diluncurkan, The Beatles bubar.

Setelah The Beatles bubar, Lennon dan Yoko membuat kelompok musik Plastic Ono Band. Pada 1975, Yoko melahirkan anak mereka, Sean Taro Ono Lennon.

Meskipun Plastic Ono Band dianggap gagal, tapi kehadiran Yoko membuat Lennon tumbuh menjadi seorang seniman besar, sekaligus aktifis kemanusiaan. Karya terbesarnya yakni Imagine. Lennon sendiri tewas setelah ditembak penggemarnya yang gila, Mark Chapman, di depan apartemennya di New York pada 8 Desember 1980.

Kisah cinta Lennon dan Yoko tergambar utuh pada proyek terakhirnya pada 1980. Dia dan Yoko membuat album baru yang mengenai hubungan mereka yakni Double Fantasy. Konsep album ini terinspirasikan dari spesies yang dilihat Lennon di Bermuda yakni Botanical Gardens.

Lennon dan Yoko benar-benar melihat cinta sebagai daya hidup: Remember love, remember love, Love is what it takes to live. Lantun Yoko Ono dalam lagu Remember Love.*

 * Pekerja budaya


Thursday, May 15, 2014

KPI Rilis 10 Sinetron dan FTV tidak Layak Tonton


JAKARTA, Teraslampung.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat merilis daftar 10 Sinetron dan FTV Bermasalah dan Tidak Layak Tonton, Rabu (14/5). Di antara sinetron yang tidak layak ditonton masyarakat itu adala sinetron yang saat ini kabarnya meraih tinggi, yakni  “Ganteng-ganteng Serigala” dan “Pashmina Aisha”.

Dalam rilisnya KPI menegaskan menegaskan enam poin sebagai beriku terkait sinetron tak layak tonton. Pertama, stasiun televisi segera memperbaiki sinetron dan FTV tersebut. Kedua, Production House (PH) agar tidak memproduksi program sinetron dan FTV yang tidak mendidik.

Ketiga,mengimbau para orang tua tidak membiarkan anak menonton program-program tersebut. Keempat, mengimbau anak-anak dan remaja agar selektif dalam memilih tayangan TV dan tidak menonton sinetron dan FTV yang bermasalah.

Kelima, meminta lembaga pemeringkat Nielsen agar tidak mengukur program siaran hanya berdasarkan pada penilaian kuantitatif semata. Keenam, perusahaan pemasang iklan agar tidak memasang iklan pada program-program bermasalah tersebut.

KPI menegaskan akan menindak stasiun TV yang masih melakukan pelanggaran. Terhitung sejak rilis ini dikeluarkan, KPI Pusat akan menindak tegas stasiun televisi yang tidak melakukan perbaikan.

“Kami meminta pertanggungjawaban pengelola televisi yang meminjam frekuensi milik publik agar tidak menyajikan program-program yang merusak moral anak bangsa," ujar komisioner KPI, Agatha Lily, Kamis (15/5).

Menurut Agatha Lily, sepanjang tahun 2013 sampai dengan April 2014, lembaganya 1.600-an pengaduan masyarakat terhadap program sinetron dan FTV yang dianggap meresahkan dan membahayakan pertumbuhan fisik dan mental anak serta memengaruhi perilaku kekerasan terhadap anak.

"Sejak sebulan lalu tepatnya 11 April 2014, kami telah melakukan evaluasi program sinetron dan FTV yang disiarkan 12 stasiun televisi dalam rangka melakukan pembinaan. Dalam forum evaluasi tersebut hadir juga beberapa production house (PH) yang memproduksi program-program tersebut. Namun demikian, sampai dengan hari ini KPI masih menemukan sejumlah pelanggaran terhadap UU Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS)," ujar Agatha Lily.

Pelanggaran tersebut menurut Agatha Lily meliputi: bullying, kekerasan fisik, kekerasan verbal, menampilkan percobaan pembunuhan, adegan percobaan bunuh diri, menampilkan remaja yang menggunakan testpack karena hamil di luar nikah, adanya percobaan pemerkosaan dan sebagainya.

"Bahkan program sinetron dan FTV kerap menggunakan judul-judul yang sangat provokatif dan tidak pantas, seperti: Sumpah Pocong Di Sekolah, Aku Dibuang Suamiku Seperti Tisu Bekas, Mahluk Ngesot, Merebut Suami Dari Simpanan, 3x Ditalak Suami Dalam Semalam, Aku Hamil Suamiku Selingkuh, Pacar Lebih Penting Dari Istri, Ibu Jangan Rebut Suamiku, Istri Dari Neraka aka Aku Benci Istriku," papar Agatha Lily.

Ke-10 sinetron yang tidak layak tonton menurut KPI adalah:
1. Ayah Mengapa Aku Berbeda RCTI
2. Pashmina Aisha RCTI
3. ABG Jadi Manten SCTV
4. Ganteng-Ganteng Serigala SCTV
5. Diam-Diam Suka SCTV
6. Sinema Indonesia ANTV
7. Sinema Akhir Pekan ANTV
8. Sinema Pagi Indosiar
9. Sinema Utama Keluarga MNC TV
10.Bioskop Indonesia Premier Trans TV

Saturday, April 26, 2014

Ronal: Makanan Khas Lampung Apa Ya?

TANGGAMUS, teraslampung.com - Merasa sudah berkali-kali ke Lampung menghibur masyarakat Lampung selebritis Ronal penasaran ingin menyicip makanan khas Lampung.

"Kesan saya, masyarakat Lampung ini ramah-ramah. Tapi sampai saat ini saya belum pernah menyicip makanan khas Lampung. Apa ya? Kalau ada rekomendasi boleh saya mau mencicipi," kata Ronal kepada sejumlah wartawan menjelang konser kolaborasi asyik Sampoerna di Lapangan Tangsi, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Sabtu malam (26/4/2014).

Gebyar Asyik kolaborasi grup musik dan artis tersebut antara lain melibatan sejumlah pesohor dunia hiburan  seperti Armada, Project Pop, Ronal, Rina Nose, dan Tika Pangabean. Mereka  menghibur masyarakat Tanggamus dalam ajang bertunukan dan pesta hiburan rakyat bertajuk "Kebersamaan".

Associate Account Director PT Visicita Imaji Semesta sebagai penyelenggar,a,  Nurfina Miryam, menjelaskan kegiatan itu rencananya terlaksana di 10 kota di Indonesia. "Pertunjukkan ini bertujuan membangkitkan tradisi kebersamaan yang dipadu sentuhan masa kini dan kehidupean sehari-hari," katanya.

Ada beberapa kegiatan kerakyatan yang berlangsung tadi siang yakni gobak sodor, menyusun teka-teki raksasa, manusia main bola, merangkai sepeda dari bambu. "Atraksi permainan tersebut menuntut kebersamaan dan kekompakan kelompok," kata dia. (Siti Nur'aeni)

Gebyar Asyik Sampoerna: Tetap Seru meski Diguyur Hujan

GBA di Talangpadang (teraslampung/SN)
TANGGAMUS, teraslampung.com - Kompetisi permainan rakyat Gebyar Asyik Sampoerna (GBA) di Lapangan Tangsi, Talang Padang, Pringsewu, Lampung diguyur hujan lebat.

Rangkaian acara yang diawali dengan nyeruit bareng berbagai komunitas usia dewasa diawali dengan 'nyeruit bareng'. Nyeruit merupakan salah satu makanan khas Lampung yakni berupa sambal yang dicampur dengan mangga muda. Kemudian acara dilanjutkan dengan atraksi permainan tradisional.

Atraksi para penggiat  komunitas unik itu terpaksa ditunda pelaksanaannya karena lokasi diguyur hujan lebat. Menurut Associate Account Director PT Visicita Imaji Semesta,Nurfina Miryam, pada Sabtu (26/4/2014) permainan rakyat melibatkan perokok dewasa atau usia minimal 18 tahun.

Kegiatannya berupa atraksi yang merajut kebersamaan seperti permainan tradisional gobak sodor, panjat pinang dan kuliner makanan khas Lampung salah satunya adalah nyeruit.

"Tahun 2014 ini, pergelaran Gebyar Asyik Sampoerna diawali di Provinsi Lampung dan akan hadir di 10 kota lainnya seperti Karawang, Jakarta, Subang, Purwokerto, Malang, Mojokerto, Kediri, Tasikmalaya dan Serang," kata Nurfina Miryam.

Lebih lanjut ia mengatakan, Gebyar Asyik tahun ini, mengangkat tema 'Kebersamaan yang melibatkan beragam komunitas'. Yang hadir dalam gebyar di Lampung antara lain komunitas Vespa, komunitas pengusaha muda dari Bandarlampung dan lainnya.

"Dalam kegiatan ini, kami menyeleksi ketat peserta yang hadir, mereka harus berusia minimal 18 tahun dan itu diseleksi digerbang pintu masuk oleh petugas kami," kata dia.

Gebyar asyik akan ditutup dengan ajang kolaborasi para artis dan grup band papan ata Indoneneia seperti Armada, Project Pop dan  Rina Nose dengan menampilkan pertunjukan yang harmonis di atas panggung. (Siti Nur'aeni)

Saturday, April 19, 2014

Legenda Lawak Indonesia: Tertawalah Sebelum Mereka Bubar

LAMPU rumah keluarga Indro Warkop tampak terang. Di perumahan mewah Jalan Kayu Putih Tengah, Jakarta Timur, itu tampak tiga motor berdiri berjajar.

Dua motor Harley Davidson dan satu motor Yamaha. Seekor burung kenari bertengger dalam sangkar yang bergantung tak jauh dari ketiga motor itu. Satu mobil Jeep putih buatan tahun 1981, terparkir di garasi terbuka. Ada lambang motor Harley Davidson berukuran besar yang terpaku di tembok garasi itu.

Indro memang menggandrungi Harley Davidson. Berbagai aksesoris motor besar buatan Amerika itu pun menjadi penghias di ruang tamunya. Ada yang terbuat dari tembaga dan berbentuk lukisan biasa. Miniatur sepeda tua di dalam figura kaca, berdiri di meja kiri. Boneka berkepala singa, terpajang di meja sudut kanan.

Siang itu, Indro duduk santai di samping pajangan boneka singa. Persis menghadap keluar rumah. Di rumahnya tak ada asbak rokok. Maklum, sejak dirinya didiagnosis terkena gejala penyakit jantung, ia berhenti merokok.

Malam itu, pertengahan Mei, ia mengenakan baju berbahan jeans berlengan buntung dan celana “kargo” gunung berwarna coklat. Ujung lengan dekat bahu bagian kanan dan kirinya, ditato lambang Harley Davidson. Telinga kiri berusia 49 tahun itu dihiasi tiga anting perak dan dua anting di telinga kanannya. Penampilan garang itu rasanya pas dengan hobinya mengendarai motor besar.

“Gue udeh nggak konvoi-konvoi lagi. Pake motor Harley, pas memang lagi kepengen jalan aja. Maunya sih, pake motor kecil. Tapi, kasihan motornya. Badan segede gini, kok pake motor kecil,” Indro tertawa sambil memperlihatkan badannya.

Menggendarai motor Harley Davidson, hobi yang mendarah-daging dari keluarganya. Di komunitas Harley Davidson, ia menjabat sekretaris jenderal cum pendiri pertama Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Karena kegandrungannya, anak bungsunya ia beri nama Harley. Motor pertamanya dibeli tahun 1975.

“Ini mobil pertama yang gue punya. Keluaran tahun 1981,” ujarnya. “Mobil ini gue beli karena jasa Warkop. Makanya, gue piara banget ampe sekarang. Pokoknya nggak mau gue jual.”

“Semua yang gue punya, berkat jasa Warkop. Nggak ada pendapatan lain.”

Baginya, Warkop adalah darah daging. Meski sendirian, ia tak ingin Warkop pupus. Ia merasa masih sebuah keluarga. Keluarga yang harus dipertahankan. “Warkop kan, tinggal gue doang. Ya, gue yang memberikan saran dan mengawasi kehidupan mereka,”

Mereka yang dimaksud Indro adalah anak-anak keluarga Warkop, mulai Dono hingga Kasino. “Kalo dihitung-hitung, gue udeh punya anak tujuh. Tiga anak gue, satu anak Kasino, dan tiga anaknya Dono.”

***

Tahun 1973 di Perkampungan Mahasiswa Universitas Indonesia di Cibubur, sedang berlangsung konsolidasi mahasiswa. Mereka akan menentang rencana kedatangan Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soeharto. Di sana Kasino, Nanu, dan Rudy Badil yang paling menonjol mengatur acara supaya ramai dan tidak menjenuhkan.

Ide penentangan Tanaka berawal saat berlangsungnya diskusi di UI pada Agustus 1973. Pembicaranya, Subadio Sastrosatomo, Sjaffruddin Prawinegara, Ali Sastroamidjojo dan TB Simatupang. Saat itu mereka mendiskusikan soal peran modal asing.

Temmy Lesanpura, mahasiswa UI yang juga Kepala Program Radio Prambors menemui Kasino, Nanu, dan Rudy Badil di dalam acara konsolidasi mahasiswa tersebut. Ia menawari ketiganya untuk mengisi acara radio Prambors. “Mau nggak isi acara di Prambors,” tanya Temmy. Ketiganya setuju. Namun mereka masih bingung apa nama acara itu.

Setelah berdiskusi panjang, akhirnya mereka temukan nama acara itu: ‘Obrolan Santai di Warung Kopi’. September 1973, mereka mulai siaran. Jam siaran setiap hari kamis malam pada jam 20.30 sampai 21.15. Tak ada persiapan apa pun. Ide guyonan selalu ditemukan ketika akan siaran. Dan ceritanya seenaknya saja.

Nama warung kopi disematkan sebagai tempat yang paling demokratis untuk membicarakan hal-hal hangat di negeri ini. Konsep siaran bergaya komunikatif dan berkesan orang kampung memang menjadi cara menarik minat orang untuk mendengarkan siaran mereka. Untuk itu, masing-masing punya aksen suara yang berbeda. Kasino menirukan logat China dan Padang. Nanu dengan logat Batak, dan Rudy Badil dengan aksen Jawa.

Tahun 1974, Dono direkrut untuk bergabung di acara itu. Ia dikenal sebagai salah satu aktivis UI. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS, sekarang FISIP) itu dikenal tak banyak bicara. Namun sekali berbicara, banyak orang tertawa. Apalagi aksen Jawa-nya kental.

“Dari materinya, acara ini sering nyinggung juga tentang anti modal asing. Tapi, sentilannya tidak kentara. Halus banget. Kita tahu, arahnya ke masalah hangat juga,” tutur Indro.

15 Februari 1974. Saat itu Tanaka tiba di Jakarta. Mahasiswa melangsungkan aksi unjuk rasa di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Tiga pokok tuntutan mahasiswa dalam aksi itu; pertama, pemberantasan korupsi, perubahan kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan modal asing yang didominasi Jepang, dan pembubaran lembaga yang tidak konstitusional.

Aksi kedatangan Tanaka kemudian meluas di beberapa tempat lainnya di Jakarta. Ironinya, terjadi kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan. Mobil dan motor buatan Negeri Sakura itu, dibakar massa. Asap mengepul di segala penjuru.

Peristiwa itu, akhirnya dikenal dengan ‘Malari 74’, kependekan dari Malapetaka Lima Belas Januari 1974. Dari kejadian itu, diperkirakan, 11 orang meninggal, 300 orang luka-luka, 775 orang ditahan, ribuan mobil dan motor rusak serta terbakar. Ratusan kilogram emas hilang di sejumlah toko perhiasan.

Saat berlangsung unjuk rasa anti Tanaka, Wahjoe Sardono alias Dono berada di antara kerumunan massa di kampus UI, Salemba, Jakarta Pusat. Dengan membawa kamera, ia berupaya mendekati podium. Dono meraih mikrofon, lantas menyorongkannya kepada Rektor UI Prof. Mahar Mardjono untuk berorasi di hadapan massa.

Dono tidak hanya ikut aksi demo. Ia juga sibuk memotret semua peristiwa aksi. Banyak wartawan yang sudah mengenalnya sebagai pelawak di Radio Prambors. Kepada salah satu media di Jakarta, Dono mengatakan dengan berkelakar,” Tadinya saya punya niat untuk ikut demonstrasi yang dibayar.”

“Saya kan terkenal. Jadi kalau demonstrasi bisa cepet ngumpulin banyak orang. Kan, lagi krisis, wajar kalau orang nyari duit,” kelakar Dono kepada wartawan.

Dono sebenarnya ingin ikut bicara dan memberikan lawakannya untuk menghibur massa. “Tapi. Tidak diberi mikropon, jadinya batal.”

Sehari sebelum kejadian, Indro baru pulang dari Filipina menjadi kontingen Indonesia untuk acara Jambore Internasional. Tiba di Bandar Udara Kemayoran, Indro kaget. Banyak tentara. “Gue pikir, kontingen pramuka disambut. Hebat banget,” kenang Indro. Saat itu ia masih kelas 1 SMA.

Dalam kontingen, turut serta anak Pakubuwono. Indro diminta menjaganya. Semua anggota Pramuka dibawa masuk ke dalam ruangan VIP. Lantas langsung dilarikan ke rumah kediaman Pakubuwono di Jalan Mendut, Menteng. Indro memilih pulang ke rumahnya. Firasat Indro, akan ada kejadian luar biasa di Jakarta. “Seharusnya kontingen dimasukan dulu ke karantina,” tuturnya.

“Besoknya gue baru tahu, kalau ternyata ada demo besar-besaran dan terjadi pembakaran.”

Jakarta mencekam. Di kampus UI, Salemba sudah ramai pengunjuk rasa. Indro berjalan kaki dari rumahnya ke kampus UI Salemba. Di sana, ia melihat situasi yang mengerikan. Pembakaran mobil dan motor banyak dilakukan di jalan-jalan. “Saya juga sempat nolong orang tua yang ketakutan,” tuturnya.

Sementara itu Kasino juga berada di antara massa yang berada di Bandar Udara Halim. Saat itu, dia menjabat sebagai Wakil Senat Mahasiswa FIS UI. Massa mahasiswa dan polisi sudah saling berhadapan.

Polisi anti huru-hara dipersenjatai tameng rotan dan alat setrum. “Ye…beraninya pake setrum,” tutur Kasino.
Tiba-tiba, polisi menyerang pengunjuk rasa. Kasino dikejar-kejar sampai ke komplek Angkatan Udara yang tak jauh dari Bandara. Ia terpojok. Dengan posisi itu, Kasino mengatakan, “Jangan pukul dong pak. Saya kan cuma ikut-ikutan.” Kasino tidak jadi dipukul.

Masa-masa itu telah berlalu. Usai peristiwa Malari 1974, Warkop Prambors tetap mengudara dengan guyonan lucunya. Tahun 1976, barulah Indro bergabung. Ia sudah mengenal empat anggota Warkop Prambors. Maklum, rumahnya dekat dengan studio. Jika ada yang siaran sendiri, ia yang menemaninya. Saat itu, Indro masih kelas 3 di SMA 4 Jakarta.

Di Radio Prambors, Indro bukan orang baru. Rumahnya berdekatan dengan radio itu. Nama Prambors diambil dari gabungan jalan di kawasan Menteng. Kepanjangan dari Jalan Prambanan, Mendut, Borobudur dan sekitarnya. Awalnya disematkan untuk Rukun Tetangga (RT) di sekitar situ. Julukannya, RT Prambors.

Saat itu, Radio Prambors hanya amatiran. Kakak sepupunya, Yudi, salah satu orang yang mendirikan sebelum radio itu akhirnya berubah fungsi menjadi radio bisnis. “Pas siaran, gue juga yang sering nemenin penyiarnya,” ujarnya.

Kasino yang mengajak Indro untuk mulai permanen di acaranya. Saat itu, sedang ada pertandingan softball. Indro menjadi pemain sekaligus tukang soraknya. “Ndro, nanti malam elu mulai permanen. Mau nggak?” Tanya Kasino seusainya. Indro langsung menerima ajakannya. Tak hanya di acara itu, Indro mulai diajak show Warkop.

Formasi acara obrolan di warung kopi menjadi lima orang. Kasino, Nanu, Rudy Badil, Dono, dan Indro. Tak ayal, acara ini kian ramai. Masing-masing punya perannya sendiri. Kasino kadang berganti nama menjadi Acing dan Acong dengan logat China. Nanu menjadi Poltak yang beraksen Batak. Rudy Badil berganti nama menjadi Mr. James dan Bang Kholil.

“Gue berperan sebagai Mastowi, Ubai dan Ashori dengan aksen Purbalingga. Sedangkan Dono sebagai Mas Slamet,” kata Indro.

“Pokoknya, semua isi obrolan bebas banget. Tentang apa aja,” kata Indro.

Nama kelompok mereka disebut dengan julukan Warkop Prambors. Pentas kali pertama tahun bulan September 1976, saat pesta perpisahan SMP 9 Jakarta di Hotel Indonesia. Hasilnya dikatakan belum berhasil. Semua personil gemetaran. Mereka dapat honor transport Rp20 ribu. Indro belum bergabung.

Pentas kali pertama Indro di acara SMP 1 Cikini, Jakarta. Sebelum pentas, Dono harus mojok dulu untuk menenangkan dirinya. Rudy Badil, menolak mentas. “Badil dikenal demam panggung,” ujarnya. “Kalau Dono, harus pelajarin dulu materi guyonannya. Sebelum pentas, Dono ngumpet.”

Tak lama kemudian, Warkop diundang di acara IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Mereka bertemu dengan Mus Mualim, seorang pemain musik ‘Indonesia Lima’. Mus berencana membuat acara untuk tahun baru 1977 di TVRI alias Televisi Nasional Indonesia. Warkop ditawarin untuk nyanyi bareng oleh Mus Mualim.
Nama acaranya Terminal Musikal, tempat anak muda yang mangkal di TVRI .

“Yang brengsek itu Nanu. Pas pentas di IDI itu. Ia malahan nggak jelas keberadaannya. Nggak tahu, ia ngumpet di mana,” kisah Indro.

“Mentas cuma bertiga. Gue, Dono, ama Kasino. Dono aja masih gugup. Jadi tinggal gue ama Kasino yang peran abis-abisan.”

Dari situlah, Warkop Prambors mulai dibesarkan. Semua media di Indonesia, banyak membicarakan kelompok lawakan ini. Guyonan Warkop akhirnya dikasetkan. Ada sembilan kaset. Kaset pertamanya berjudul cangkir kopi. Direkam langsung saat pementasan di Palembang. Di kaset kelima berjudul Pingin Melek Hukum. Indro berperan sebagai mahasiswa penyuluh hukum, sedangkan Kasino dan Dono sebagai warganya.

Ketenaran di radio dan di pementasan membuat Hasrat Juwil, eksekutif produser PT. Bola Dunia melirik Warkop Prambors. Hasrat yang juga anak Prambors, menghubungi Warkop untuk bermain film. Soal skenario, Warkop diberikan kebebasan. Honor pertama untuk Warkop Rp15 juta. “Uang itu, kami bagi rata,” ujar Indro.

Film pertamanya berjudul; Mana Tahan di produksi tahun 1979. Artis perempuannya Elvy Sukaesih. Film terakhirnya berjudul; Pencet Sana Pencet Sini, dibuat tahun 1994. Artis pendukungnya, Sally Marcellina dan Taffana Dewi. Selama 15 tahun itu, Warkop telah membintangi 34 film.

Beberapa perusahaan film yang pernah melibatkan Warkop, antara lain PT. Nugraha Mas Film, PT. Parkit Film, dan PT. Garuda Film. Sejak tahun 1985, akhirnya diambil alih oleh PT. Soraya Intercine Film yang dimiliki oleh keluarga Soraya. Saat itu direkturnya, Raam Soraya.


Raam sangat membantu keluarga Warkop. Sampai sekarang pun, ia tetap memperhatikan anak-anak kami. Ia juga, masih ingin bekerja sama dengan Warkop,” ujar Indro.

Tahun 1983, hari yang sangat menyedihkan bagi Warkop, Nanu bernama asli Nanu Mulyono, meninggal dunia akibat sakit ginjal. Dikuburkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Ia hanya sempat memerankan beberapa film saja. Sedangkan Rudy Badil, tidak pernah sama sekali terlibat dalam pembuatan film. Warkop akhirnya tinggal bertiga, Dono, Kasino Indro.

Nama Warkop Prambors akhirnya berubah menjadi Warkop DKI. Embel-embel Prambors dilepaskan untuk menghindari pembayaran royalti kepada Radio Prambors.

“Dulu sempat ada permainan anak-anak yang menyebutkan istilah DKI dengan nama Dono, Kasino, Indro. Kita kaget. Kok ada permainan yang dikarang oleh anak-anak dengan nama kami. Kenapa kita tidak pake aja nama DKI” tutur Indro.

Sejak itulah mereka bersepakat menambah DKI di depan kata Warkop
“Akhirnya, berganti deh menjadi Warkop DKI. Terus diplesetin lagi, DKI itu kependekan dari Daerah Khusus Ibukota.” Indro tertawa.

Film yang dibintangi Warkop DKI semakin menarik perhatian masyarakat. Semua orang membicarakannya. Film yang mereka bintangi pun menjadi film Indonesia termahal dan paling laris.

Era tahun 1980 hingga 1990, perfilman Indonesia berada di puncaknya. Di antara begitu banyak film yang diproduksi pada saat itu, film yang dibintangi Warkop DKI dan Rhoma Irama, merupakan dua film yang selalu ditunggu oleh penonton.

Pada masa jayanya, film Warkop DKI tidak hanya ditayangkan bioskop lokal. Jaringan bioskop untuk orang kelas menengah ke atas, Teater 21, sering menayangkan film mereka. Tak hanya itu, di kampung-kampung diadakan ‘layar tancap’ yang menayangkan film Warkop DKI. Masyarakat pun berbondong-bondong untuk selalu menjadi tontonan menarik bagi masyarakat.

“Kita punya kelas penonton sendiri. Semua orang di Indonesia, selalu membicarakan kelompok Warkop DKI,” kenang Indro.

Indro Warkop
Dengan semakin terkenalnya, Warkop banyak mendapat undangan ke daerah di seluruh Indonesia. Kisah yang tidak terlupakan, kenang Indro, saat berkunjung ke Timika, Papua.

Masyarakat di sana memadati lapangan dengan mengenakan koteka. Selama berlangsung dialog lawakan, tak ada satu pun warga yang tertawa. “Kami bingung,” tuturnya. Koteka adalah alat penutup kemaluan untuk pria. Di buat dari buah labu. Isi dan bijinya dibuang dan dijemur. Setelah kering, baru bisa dijadikan penutup kemaluan.

“Tiba-tiba Dono berinisiatif. Ia berlari-larian dengan gayanya yang lucu di atas panggung,” Indro memperagakan gaya Dono kepada saya. Gaya Dono, tiru Indro, bergoyak dan melenggokan tubuh sambil tertawa-tawa.

“Saya dan Kasino, ikutan juga bergaya kayak Dono. Eh…penonton baru pada ketawaan,” kenang Indro sambil tertawa.

Kocak Warkop DKI selalu ramai oleh penonton. Kelompok ini, tidak pernah surut dari zaman dan tidak pernah sepi dari kelucuan. Di mana ada Warkop, disitu orang tertawa.

***

Tubagus Deddy Gumelar alias Miing yang kini membentuk kelompok lawak Bagito Group, punya kenangan sendiri dengan Warkop DKI. Tahun 1986, dirinya diajak oleh Kasino untuk menjadi staf asistennya. Sendirian.

“Kasino melihat saya, karena lawakan Bagito banyak nyinggung ke masalah sosial dan politik. Dan akhirnya saya diajak. Saya setuju. Karena Warkop juga punya nama besar saat itu,” kisah Miing.

Miing bergabung, setelah Nanu meninggal dunia dan Rudy Badil tidak ikutan lagi pada setiap pementasan.

Miing tidak hanya menjadi asisten, beberapa kali ia terlibat langsung bermain dalam film Warkop.

Di Warkop, ia banyak banyak belajar tentang profesionalitas. Pembagian kerjanya, Dono bertugas dalam hal hubungan pihak luar. Kasino soal bisnisnya, dan Indro sebagai bendahara dan mengatur hubungan kerja sama.

Honor yang diperoleh Miing sebagai asisten sebesar 10 persen dari pendapatan panggung yang diperoleh Warkop. “Saya pernah dapat Rp750 ribu. Berarti honor Warkop tujuh juta setengah. Saat itu uang segitu gede,” ujar Miing.

Tugas Miing, mempersiapkan semua perencanaan pementasan Warkop. Termasuk materi guyonannya. Jika ada pementasan di daerah, tugas Miing yang mencari materi yang tepat untuk daerah tersebut. Sehingga, lawakan Warkop pas dengan situasi yang sedang digandrungi. Dari bahasanya sampai pola tingkah serta budaya daerah yang didatangi.

Selama menjadi asisten Warkop, banyak cerita yang mewarnai kehidupan Miing. “Maklum orang desa,” tuturnya. Tak ayal, sang asisten itu kerap jadi korban. “Saya pernah disuruh bawa setrikaan. Kostum yang mereka kenakan saja, pernah saya yang cuci sampai setrika.”

Setiap pentas di luar kota, Miing selalu sekamar dengan Indro. Dan Dono sekamar dengan Kasino. Selama sekamar dengan Indro, Miing selalu berebutan soal alat pendingin kamar. Indro, kata Miing, selalu menginginkan ruangan dengan pendingin. Sedangkan ia sendiri tak tahan.

“Indro, kan memang berasal dari orang mampu. Nah, gue! Gue kan, orang kampung yang selama hidup nggak pernah kena ruangan pendingin,” ujarnya.

Suatu hari di hotel Surabaya, Jawa Timur, Indro ingin tidur. Ia hanya mengenakan celana dalam dan kaos. AC dinyalakan. Miing tak tahan. Ketika Indro sudah terlihat mendengkur, diam-diam Miing mematikan AC. Ketika hawanya tidak dingin, Miing baru bisa tidur.

Belum lama ia terlelap, Indro terbangun dan diam-diam menyalakan AC lagi. Tak ayal, Miing terbangun dengan badan kedinginan. Begitu seterusnya. “Karena asisten, jadinya mengalah terus deh,” ujarnya.

Cerita lainnya, ketika pesawat baru mendarat di Surabaya, Miing demam. Kupingnya terasa panas. Dalam kamar hotel, badannya menggigil. Demam tinggi. Selimut tebal menutup tubuhnya.. “Pokoknya, tubuh gue udeh kacau banget. Penyakit sinusitis kambuh lagi.” ujarnya.

Dalam kondisi itu, Indro malah menghilang dari kamar. Miing kaget. Pelan-pelan ia keluar kamar. Dari balkon tangga hotel, ternyata Indro ada di loby hotel. Sedang merokok dan ngobrol dengan pegawai hotel.
Sambil teriak dan tertawa, Indro mengatakan, “Gue takut elu entar mati di kamar. Terus, gue yang yang kena jadi saksinya,” kata Indro kepada Miing. “ Waduh, kalo inget itu, gua jadi ketawa,” ujarnya.

Tentang Dono, ia adalah sosok orang yang serius dan sulit diajak komunikasi. Tapi sekali bicara, ternyata enak. Miing pernah dikerjain oleh Dono. Di Hotel Surabaya, sekitar pukul 09.00, petugas kamar hotel mengetuk pintu kamarnya. Miing membuka pintu. “Ini pesanan asinan dan acar,” kata petugas itu.

Dono
Miing kaget. “gile..pagi-pagi siapa yang pesenin asinan ama acar,” pikir Miing bingung. Akhirnya, disantap juga. Tak lama kemudian, telepon hotel berbunyi, terdengar suara Dono dengan mengatakan, “Ing, asinan ama acarnya enak nggak,” ujar Dono sambil tertawa dan menutup telponnya.

“Sialan..nggak tahunya yang pesanin asinan ama acar pagi-pagi si Dono. Gile bener…gue dikerjain disuruh makan asinan ama acar doang…”tutur Miing tertawa mengenang masa itu.

“Kebiasaan Dono selama di daerah apa aja?” Tanya saya.

Dono itu, tutur Miing, punya kebiasaan bangun pagi. “Sebelum yang lainnya bangun, ia tuh, bangun pasti lebih dulu,” ujar Miing.

“Ngapain pagi-pagi ia bangun?” tanya saya.

“Dono selalu jalan pagi menelusuri kampung-kampung di sekitar hotel. Ia selalu membawa kameranya untuk memotret kehidupan sekitarnya. Itu yang selalu Dono lakuin. Pokoknya, kamera nggak pernah ketinggalan,” ujarnya.

“Bagaimana dengan Kasino?” tanya saya.

Kasino, dikenal orang yang cukup care. Ia memperhatikan kebutuhan Warkop. Orang ini yang banyak memberikan saran dan pendapatnya. Ia juga yang pernah mengubah penampilan pakaiannya.

“Kasino pernah nyuruh gue, make jas. Gue, kan nggak biasa kayak gitu. Kasino bilang harus rapi,” tutur Miing. “Ia akhirnya ngasih jas miliknya. Bayangin aja, jas yang terbaik saat itu kan merek Prayudi. Merek ini dulu terkenal. Akhirnya, gue pake deh,” ujarnya, tertawa.

“Eh,..ia juga ngasih gue sepatu kets. Waduh…gue akhirnya pake juga. Gue kan, orang kampung. Istilahnya Tukul, ‘Katrok’,” Miing tertawa lagi.

Selain Miing, saya juga menemui Kiki Fatmala di rumahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Artis yang pernah menjadi peran pendukung dalam beberapa film Warkop DKI. Kali pertama, gadis seksi ini terlibat dalam film ‘Bisa Naik Bisa Turun’ yang diproduksi tahun 1991. Artis perempuan lainnya, Sally Marcellina.

“Terlibat di Warkop, punya kebanggaan sendiri. Pokoknya, semua artis saat itu selalu membicarakan film mereka. Tidak mudah bisa main di Warkop,” ujar ia.

“Belum lengkap jadi artis, kalau belum main sama Warkop. Bayarannya paling tinggi, nama artis akan mudah melonjak. Cara kerjanya, juga enak.”

Warkop di mata Kiki, kelompok yang gaul dan tidak kaku. Semuanya serba tidak serius. Dari tiga anggota Warkop, yang paling konyol adalah Indro. Sedangkan Dono dan Kasino, lebih banyak serius. Hanya sesekali saja becanda.

“Indro kalau lagi iseng, yang dilihatnya bagian tubuh montok-montok. Apalagi kalau lihat dada,” tutur Kiki.

“Tapi ini becandaan aja.”

Kiki berdiri dari bangkunya. Ia menirukan gaya Indro yang mengangkat kedua tangannya sambil didekatkan ke dadanya. “Nah..ini yang montok,” Kiki tertawa. “Kebiasaan kalau istirahat syuting, kami sering main kartu. Pake cemongan muka.”

“Pas sutradara teriak syuting dimulai lagi, kita cuekin aja,” ujar Kiki. “Terus kita bilang aja, Entar…entar…belum selesai nih,” kenangnya. “Pokoknya mereka konyol.”

*******

16 September 1997, Warkop DKI berduka. Kasino Hadiwibowo alias Kasino Warkop meninggal dunia pada usia 47 tahun. Suami Amarmini itu meninggal akibat menderita tumor otak di Rumah Sakit Cipto Mangukusumo, Jakarta. Indro tidak sempat melihat langsung detik-detik nyawa Kasino melayang.
Selama dalam perawatan, Indro dan Dono berbagi tugas menjaganya. Hari itu, tepat tugas Indro yang menungguinya. Sebelum malam, Indro pulang ke rumahnya untuk menemui Istrinya. Rencananya, malam akan kembali ke rumah sakit.

Dokter jaga menelpon dan memberitahukan, kondisi Kasino kritis. Indro panik. Dengan motornya ia melaju. Setibanya di rumah sakit, dari parkir mobil ia harus berlari menuju ruang rawatnya. “Kasino sudah meninggal,” ujar dokter setibanya.

Indro terdiam sejenak. Matanya berkaca-kaca. Ia terlihat menahan rasa sedihnya dengan peristiwa itu. Saya ikut terdiam. Indro melanjutkan ceritanya. “Semua keluarga besar Warkop termasuk istri saya, yang terakhir dikabarin.” Indro terdiam lagi. “Saya tidak ingin keluarga panik,” ujarnya. Kasino dikubur di pemakaman Tonjong, Bogor.

Kasino
Pekan lalu, saya mengunjungi rumah tinggal keluarga almahum Kasino di kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur. Saya ditemui putri tunggalnya, Hanna Sukmaninggsih, 31 tahun. Sudah menikah dan belum punya anak. Ia alumni Universitas Trisakti Jurusan Design dan Universitas Indonesia di Fakultas Psikologi.

Di rumahnya, Hanna berjualan kue ala Belanda. Rumah itu bukan peninggalan Kasino. “Ini rumah keluarga ibu,” katanya. Dulu, rumahnya berada persis di rumah yang ditinggalinya sekarang.

“Peninggalan Papa sudah tidak ada lagi. Sudah dijual untuk biaya pengobatan. Rumah, mobil dan semua peninggalan sudah habis,” ujarnya. “Kan, Papa menjalani perawatan sekitar setahun lebih.”

Kasino meninggal ketika Hanna masih kuliah. Untuk biaya hidup sehari-hari, ibunya yang bekerja ditambah dengan uang sisa hasil penjualan barang-barang keluarga. Dari situlah, Hanna menamatkan pendidikannya.

Menjelang kematian Kasino, Hanna dan Ibunya sedang pulang ke rumah untuk mengambil pakaian. Dan malam itu, tidak ada satu pun keluarga yang ada di samping Kasino. Kasino, kata Hanna, seakan tidak ingin kepergiannya dilihat langsung oleh keluarganya. Kabar duka itu malah diketahui dari sepupunya yang lebih dulu tiba di rumah sakit.

Kanker otak yang diderita Kasino, katanya, diduga saat dirinya jatuh dari sepeda gunung yang dikendarainya. Karena semenjak itulah Kasino mulai sakit-sakitan di bagian kepalanya. “Tidak ada pesan apa pun dari Papa sebelum meninggal,” ujarnya.

Empat tahun kemudian setelah Kasino meninggal, tepatnya 30 Desember 2001, Dono Warkop DKI meninggal dunia di usia 50 tahun. Pria kelahiran Solo ini, meninggal di Rumah Sakit Saint Carolus, Jakarta.

Dosen FISIP UI ini, akibat penyakit tumor paru-paru. Indro menyaksikan detik-detik kematiannya.
Beberapa jam sebelum Dono meninggal, tim medis sudah memberi kabar kondisi kritisnya. Semua keluarga besar Warkop DKI dan artis lainnya, berdatangan. Dari kalangan wartawan hanya ada Rudy Badil. Indro berdiri persis di ujung ranjang berhadapan dengan Dono. Tim dokter berada di dekat wajah Dono sambil terus memeriksa kesehatannya.

Indro memperhatikan dokter yang mulai risau sambil melihat jam dinding yang terletak di belakang Indro. Saat itu, bersamaan terdengar suara adzan dari seorang ustad yang sengaja didatangkan. Indro ikut gelisah.

“Tidak mungkin adzan. Saat itu, belum waktunya adzan Subuh. Masih tengah malam,” pikir Indro.

Dengan gelagat itu, Indro langsung menoleh ke arah jam dinding. “Saya melihat, jam menunjukan pukul 00.05,” tutur Indro. Dan bersamaan dengan itu, tim medis rumah sakit langsung menyampaikan, “Dono meninggal dunia pukul 00.05,” kata dokter di hadapan kerabat Dono. Ia dikubur di pemakaman Tanah Kusir, Jakarta.

Kematian Dono meninggalkan ketiga anaknya, Andiko Ario Seno, Damar Canggih Wicaksono, dan Satrio Trengginas. Istri Dono, Titi Kusumawardhani, lebih dulu meninggal dunia di tahun 1999 akibat penyakit kanker payudara.

Indro teringat selama Dono menjalani perawatan, kondisinya sangat memprihatinkan. Dia sulit untuk bernafas. Dadanya terasa sesak. Penyakit paru-parunya sudah parah. Ia hanya bisa memberikan isyarat tangan jika ditanya kondisinya.

Menjelang Dono meninggal, kenang Indro, ada keanehan saja. Tiba-tiba ia memanggilnya dan berbicara pelan-pelan. Dono mengatakan, nafasnya tidak terlalu sesak lagi. “Nafas legaan,” kata Dono.

“Ternyata, kalimat itu yang terakhir,” tutur Indro.

Indro punya rencana. Tulisan Dono yang pernah dimuat maupun yang masih tersimpan akan dibukukan.

“Dono itu orang yang rajin menulis. Tapi, ia juga orang yang berantakan tentang arsip.”

Sejenak Indro berhenti bercerita kepada saya. Ia terlihat tegar menceritakan kisah-kisah terakhir temannya.

“Anda tahu, apa rahasia terakhir antara Kasino dan Dono,” tanya Indro. Saya menggelengkan kepala. “Dua orang ini pernah tidak pernah bicara selama tiga tahun.”

Masalahnya, karena beda prinsip. Kasino dan Dono selalu beda prinsip dari banyak hal. Konflik itu, hanya Warkop yang tahu. Tidak ada satu pun orang yang mengetahui kejadian itu. “Termasuk para istri kami,” kata Indro.

Karena Dono sudah pernah membeberkan ‘perang tutup mulut’ itu, akhirnya bukan jadi rahasia umum lagi.

“Bayangkan selama tiga tahun, berdua nggak ngomong. Kalau pentas, yang biasa aja. Tapi pas di luar kegiatan, berdua berdiaman,” tutur Indro.

Indro tak hanya bercerita kenangannya dengan Warkop. Kepada saya, dia juga menceritakan tentang keluarganya. Indro tak menyangka hidupnya di dunia lawak. Dulu, ia ingin sekali menjadi seorang polisi seperti ayahnya. Tapi dalam filmnya berjudul ‘Chips’ buatan tahun 1982, Indro berperan sebagai polisi yang bertugas mengatur lalu lintas. Artis pendukungnya; Tetty Liz Indriati dan Chintami Atmanegara.

Indro yang bernama lengkap Indrodjojo Kusumonegoro itu dilahirkan pada 8 Mei 1958. Ia anak tunggal dari seorang Jenderal Polisi bernama Muhammad Oemar Gatab. Indro dikaruniai tiga anak: Handika Indrajanthy Putrie, Satya Oktobijanty dan Harleyano Triandro Kusumonegoro. Pendidikan terakhir Indro adalah Sarjana Ekonomi di Universitas Pancasila, Jakarta.

Sebelum ayahnya meninggal, ada surat wasiat yang dititipkan kepada ibunya, R. Ay. Soeselia. “Intinya surat wasiat itu, gue nggak boleh meneruskan pekerjaan yang sama dengan bokap,” tutur Indro.

Mata Indro terlihat berkaca-kaca saat mengenang orang tuanya. Ia terdiam sejenak. Menurutnya, ayahnya seorang polisi yang jujur. Saat meninggal dunia, tidak ada warisan kekayaan apapun yang ditinggalkannya.

“Bapak gue malah ninggalin utang untuk lunasin rumah.”

“Kalau bokap gue nggak jujur, mungkin keluarga gue nggak kere begitu.”

“Konon sih, dari beberapa tulisan yang pernah saya baca. Bokap gue ini, dulu gurunya Hoegeng,” ujarnya.

“Bokap gue juga terkenal dengan julukan jagonya intelijen.”

Hoegeng adalah mantan Kapolri tahun 1968-1971. Nama lengkapnya Hoegeng Iman Santosa. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Iuran Negara (1965-1966), Menteri Sekretaris Kabinet Inti/ Presidium Kabinet Dwikora (1966-1967), dan Deputy Operasi Men/Pangab (1967-1968). Hoegeng adalah Kapolri yang pertama kali mencetuskan ide memakai helm. Ia meninggal dunia pada 14 Juli 2004.

“Pas bokap meninggal, ibu gue akhirnya buka katering makanan. Walaupun keluarga saya tinggal di Menteng. Dari luarnya aja keren, tapi dalamnya kere. Rumah gue itu, tempat tampungan semua keluarga dari kampung,” tutur Indro. “Semua kebutuhan dari kampung ini, keluarga gue yang tanggung.”

“Gue aja yang nggak mau minta-minta ama orang tua,” ujarnya.

Ibunya Indro pernah mengatakan, “Ndro, walaupun keluarga dari kampung datang. Tapi, rumah ini tetap warisan kamu. Kamu yang punya hak. Bukan siapa-siapa,” ujar ibunya.

“Tapi sampe sekarang, gue nggak tinggalin rumah yang di Menteng. Sampe sekarang, biarin aja keluarga dari kampung yang kumpul di sana.”

Kini, Warkop DKI hanya tinggal Indro sendiri. Akting tak jua ditinggalkannya. Ia masih sibuk syuting film sinetron sebagai Indro Warkop di televisi swasta. Ia juga menjadi pembawa acara “SMS” di televisi Indosiar bersama Taufik Savalas.

Indro tidak ingin nama besar Warkop DKI ikut mati. Ia mengarahkan putra-putri dari Warkop DKI, sesuai pesan terakhir Dono, agar membentuk lembaga penerus keluarga besar Warkop DKI. Gagasan itu kemudian direalisasikan dengan mendirikan Lembaga Warkop DKI yang diketuai Hanna Kasino.

Sedangkan pengurus lainnya adalah anak-anak Dono, Kasino dan Indro. Sekretariatnya di rumah Indro. Untuk memfasilitasi fans Warkop, lembaga ini membuat situs internet www.warkopdki.org.

Tak terasa, 34 tahun lamanya, Warkop DKI masih juga tak surut dari guyonannya. Kendati cuma ada Indro, grup ini masih berkibar dengan gayanya sendiri. Kelompok lawak legendaris ini akan membuat orang tertawa, sebagaimana mottonya yang selalu diingat oleh pengemarnya: “tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”. (Rusman/katakini.com)

Sunday, March 30, 2014

Film ‘Negeri di Bawah Awan’ Sukses di Canada International Film Festival 2014

Ipong Wijaya (ist)
Jakarta, Teraslampung.com—Film “Negeri di Bawah Awan” karya Ipong Widjaya ditetapkan sebagai Film Terbaik kategori Best Foreign Film Competition (Film Berbahasa Asing Terbaik) di Canada International Film Festival 2014, dan memperoleh Penghargaan Royal Reel Award.

Acara anugerah yang dihadiri lebih dari seratus selebritas, penulis scenario, dan sutradara dari 30 negara di seluruh dunia itu berlangsung di Edgewater Casino Stadium Club, Sabtu (29/3/2014) pukul 22.00 waktu Vancouver Canada, atau Minggu (30/3/2014) pukul 12.00 WIB.

“Kami teriak ‘Hidup Film Indonesia’  saat dewan juri mengumumkan film kami sebagai yang terbaik, “ ungkap Ipong Widjaya meluapkan kegembiraan atas kemenangannya.

Kemenangan film ini memang bertepatan dengan peringatan Hari Film Nasional (HFN) ke-64 Tahun 2014 yang diperingati tanggal 30 Maret. Prestasi ini telah mengharumkan nama Papua dan nama bangsa Indonesia di mata dunia. Sekaligus menjadi kado terindah untuk dunia perfilman nasional.

Film produksi Pemerintah Kabupaten Waropen bekerja sama dengan Dhira Media Cinema ini mengenai dongeng asal muasal Tanah Papua.

“Film ini seluruhnya atau 100 persen asli dari Papua, dari para pemain, kru film, hingga manajemen, semua asli dari Papua,” ucap Ipong Widjaya bangga yang datang ke Canada bersama produser Yosina Laly, asisten produser Wasthi Pulalo dan director of photography Victor Manengkey. .

Lelaki kelahiran 5 Maret 1967 bernama lengkap Fransiscus Xaverius Purnomo Sanka Piesesha ini memang konsisten mengangkat cerita tanah Papua dalam karya-karya filmnya. Sebelumnya, film ini mendapat penghargaan khusus Dewan Juri FFI 2013 dan masuk nominasi Film Daerah Terpilih di ajang Piala Maya 2013. (Akhmad Sekhu)


Sumber: Moviegoersmagazine.com

Monday, March 17, 2014

Denting Gitar Ebiet G. Ade Membuat Undangan Peluncuran Buku Oedin Terkesima

Ebiet G. Ade (teraslampung.com/lina)
Bandarlampung—Denting gitar dan lantunan syair lagu “Titip Rindu buat Ayah” Ebiet G. Ade membuat sebagian undangan acara peluncuran buku Sjachroedin Z.P.di Hotel Novotel, Minggu malam (17/3) terkesima.

Hal itu karena banyak undangan yang tidak tahu bahwa Ebiet sudah siap di salah satu sudut ruang.

Begitu acara pemberian penghargaan kepada para tokoh usai dan berganti acara lain, saat itulah terdengar suara petikan gitar memenuhi ruangan ball room Hotel Novotel Bandarlampung, Minggu malam (17/3).

Menyadari yang memetik gitar dan menyanyi, para wartawan dan tamu undangan pun berebut mengambil gambarnya. Tak pelak, kehebohan sesaat pun terjadi.

Meski ‘diserbu’ penggemar dengan sorongan kamera video dan jepretan tustel, Ebiet tetap tenang melantunkan lagu yang pernah menjadi hits pada era 80-an itu. (Mas Alina Arifin)

Thursday, March 6, 2014

"Jojon, Rendah Hati dan Selalu Membuka Diri"



Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.Com



Jojon di Pas Mantab (google)
Bandarlampung--H. Jojon, komedian Indonesia dari grup Jayakarta, telah wafat pada Kamis (6/3) sekitar pukul 06.04. Almarhum telah dikebumikan siang tadi.

Pada sesi program "Yuk Keep Smile", Trans TV, Kamis (6/3) pukul 20.15 yang menayang secara live, Denny Cagur sebagai presenter mewawancarai krue YKS dan bintang tamu Camelia Malik.

Wendy yang ditanya lebih dulu mengaku sangat kaget mendengar kabar meninggalnya komedian khas dengan kumis kecil dan celana pendek itu. Ia mengaku, pertama kali mendapat kabar dari broadcast Black Berry Messenger (BBM), “Kemudian saya cari tahu kebenaran dari rekan-rekan lain,” kata Wendy dengan suara sedih.

Setelah meyakini kebenaran komedian yang juga dikenal kalangan selebritis senior itu, ia segera menuju rumah duka H. Jojon. “Alhamdulillah saya smepat ikut menyolatkan bapak H. Jojon,” katanya.

Wendy menilai, Jojon adalah komedian yang rendah hati, ramah, dan selalu membuka diri kepada siapapun. Jojon (64) tidak menganggap senior kepada pendatang baru. Ia selalu membuka diri untuk menularkan ilmunya dan menasihati yang muda.

“Almarhum tidak memilih-milih kawan mainnya, apakah senior ataupun junior. Pelajaran berharga dari almarhum, dia bilang: di panggung tak ada senior atau junior,” kenang Wendy.

Sementara Adul, punya kenangan yang sulit dilupakan bersama H. Jojon. Dikatakan komdian bertubuh pendek ini, dirinya dengan komedian Jojon saling menyapa “kakak dan dedek” kalau sedang BBM.

Kalau Adul mengganti BB, dia selalu segera mengirim ke Jojon. Hal itu, katanya, agar komunikasi selalu bersmabung. Adul mengaku banyak belajar bagaimana menjadi komedia yang baik, seperti juga diakui Yadi Sembako.

Almarhum, menurut Adul, hari-harinya selalu humoris. Misalnya, kata Adul, “Kakak pernah BBM Adul, nanya sedang apa, Adul jawab sedang maem. Lalu Adul tanya, kakak sedang apa, eh dia jawab: ‘sedang eek.’ Adul hanya tertawa,” kenang Adul terisak, airmatanya mengalir.

Begitulah Jojon di mata komedian muda, seperti Deny dan Wendy Cagur, Adul, Rafi. Sesi ini ditutup dengan doa, digagas Camelia Malik.

Selamat jalan Jojon, dunia komedian Indonesia telah kehilangan seorang pelawak yang mengabdikan sebagian hidupnya untuk menghibur masyarakat.



Friday, January 31, 2014

Muri Koes Plus Meninggal


Muri (Dok Tempo)
JAKARTA, teraslampung.com—
Muri, 65, salah satu personel grup legendaris Indonesia, Koes Plus, meninggal dunia, Sabtu pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Sebelum meninggal Muri diketahui tidak sakit.

Sebelum meninggal Muri dikabarkan masih sempat meminta kepada anaknya agar pendingin ruangan (AC) dimatikan karena dia merasa kedinginan. Lalu, anaknya membuatkan teh hangat dan memaluri sekuruh tubuhnya dengan minyak kayu putih. Beberapa saat kemudian pria bercambang lebat itu mengembuskan napas terakhirnya. 
Jenazah Muri akan dikebumikan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung Jakarta Timur sehabis solat zuhur.

Belakangan, Muri menjadi pengajar senior pada program Workshop Seni dan Film Keliling Indonesia yang diadakan Karya Anak Bangsa.

Koes Plus dibentuk pada 1969 sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock n roll di Indonesia. Di dalam grup yang personilnya memiliki hubungan bersaudara itu, Murry atau Kasmuri dipercaya memegang intrumen drum dan vokal.

Lagu-lagu Koes Plus sering menjadi hits pada masanya seperti Dara Manisku, Bis Sekolah, Aku Rindu dan masih banyak lagi. Sampai saat ini, keluarga Koes Plus sedang berusaha dihubungi mengenai kabar wafatnya salah satu personil band yang kini dikenal dengan Koes Bersaudara.

Sumber: Tempo/DBS


Monday, January 27, 2014

Digugat Cerai Nia, Farhat Abbas Masih Rajin Mencuit

Dewi Ria Angela/Teraslampung.com
JAKARTA--Penyanyi pop era 80-an, Nia Daniati, menggugat cerai suaminya, Farhat Abbas di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (27/1/2014) Ini bukan cuitan pengacara yang hobi bercuit, tapi kabar betulan yang disampaikan kuasa hukum Nia, Susanti Agustina.

Namun, bukan Farhat kalau tidak santai menghadapi persoalan. Ketika dikonfirmasi para wartawan soal gugatan cerai istrinya yang sudah menikah dengannya selama 11 tahun itu, Farhat terlihat santai.

“Silakan aja," kata Farhat, di Polda terkait kasus pencemaran nama baik Ahmad Dhani, Senin (27/01).

Ihwal kebenaran gugatan cerai Nia Daniati disampaikan Susanti, pengacara Nia Daniati. "Iya benar. Mbak Nia sudah memasukkan gugatan cerai melalui kuasa hukumnya. Dia sudah setuju untuk memasukkan gugatan cerai," kata Susanti, Selasa (27/1).

Susanti tidak mau menhelasan Nia menggugat cerai pria yang memberinya satu orang anak tersebut. Namun, secara implisit pengacara Nia itu penyebabnya adalah adanya orang ketiga dalam rumah tangga Nia-Farhat.

"Ya, perempuan mana sih yang tahan melihat suaminya kemana-mana sama jubir (Regina)," ujarnya.

Isu keretakan rumah tangga Farhat dan Nia mulai ramai diperbincangkan sejak pengacara itu tidak hadir di pernikahan putri Nia belum lama ini.

Namun, Farhat selama ini selalu membantahnya. Dan minta tidak membesar-besarkan hal tersebut.

Akhir-akhir ini isu miring menerpa pasangan Farhat Abbas-Nia Daniati. Selain isu sedang menjalin asmara dengan juru bicaranya sendiri, Regina, Farhat juga diisukan tidak pulang ke rumahnya pasca-pernikahan anak tirinya, Olivia Natatalia (Oi).

 "Nggak ada cerita-cerita lain, saya hanya tidak hadir dan jadi berita besar," kata Farhat.

Tentang gugatan cerai istrinya, lewat Twitter, Farhat bercuit: "Dunia kebalik-balik,orang ngetop karena ke pesta besar,gue ngetop karena gak hadiri pesta, Nia juga kebalik balik habis ngawinin gue dicerai."

"Memandang perpisahan sebagai ujian orang-orang yang bersyukur," tulisnya.



Sunday, November 24, 2013

Artis Jakarta Hibur Warga Lampung

Bandarlampung, Teraslampung.com-  Ribuan warga Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, menikmati Top Konser Diva Akhir Tahun 2013 yang diselanggarakan oleh Perhimpunan Ridho Berbakti (Pariti).

Konser digelar di Lapangan PKOR Way Halim Bandarlampung, Minggu (24/11/13), menghadirkan sejumlah artis top, antara lain Syahrini, Dewi Persik, Zaskia Gotik, Inul Daratista, Nazar KDI, Cakra Khan, dan Kiky The Potters.

Warga yang hadir sejak pagi terlihat antusias mendengarkan lantunan lagu dan iringan musik yang disajikan para artis nasional tersebut, meskipun cuaca sempat mendung.

Masyarakat yang hadir didominasi oleh anak muda, umumnya menyatakan ingin menyaksikan penyanyi muda Cakra Khan dan juga Syahrini.

"Saya ingin melihat penampilan Cakra Khan dengan lagunya Tak Kan Terpisah," kata Rini, warga Kelurahan Kedaton Bandarlampung.

Dia menyatakan, beberapa minggu terakhir Kota Bandarlampung kedatangan artis terkenal dari berbagai genre musik, dan hal ini dinilai sangat baik untuk warga yang haus akan hiburan.

Cakra Khan dalam penampilannya di Bandarlampung kali ini mengajak M Ridho Ficardo, bakal calon gubernur Lampung dari Partai Demokrat untuk bersama-sama bernyanyi

"Kali ini kita akan mencoba bernyanyi bersama dengan Pak Ridho di tengah-tengah kita," kata Cakra yang menyumbangkan tembang Cintaku dari Chrisye itu pula.

Dalam acara konser yang diselingi dengan olahraga bersama, panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah sebagai doorprize di akhir acara bagi pengunjung yang hadir, di antaranya satu unit mobil, lima unit sepeda motor, kulkas, televisi, dan sepeda.

Ketua Pariti Wahid Hamdan mengatakan antusias warga dalam Top Konser Diva Indonesia ini sangat baik terlebih acara ini dimeriahkan oleh tujuh artis papan atas Indonesia.

"Secara teknis acara ini berjalan mulus, lancar, dan damai tanpa hambatan atau halangan sedikit pun. Masyarakat juga sangat antusias menyaksikan penampilan para artis yang kami hadirkan," katanya pula.(ant)