Showing posts with label Banjir. Show all posts
Showing posts with label Banjir. Show all posts

Friday, March 14, 2014

Banjir Kembali Rendam 75 Rumah di Lampung Utara

ilustrasi
Kotabumi, Teraslampung.Com—Banjir akibat meluapnya Kali Umban kembali merendam sedikitnya 75 rumah di Kelurahan Tanjung Aman dan Kelurahan Cempedak, Jumat (14/3) dini hari.

Banjir diakibatkan hujan deras sekitar dua jam menyebebkan volume air di aliran Kali Limpas naik ke pemukiman warga hingga setinggi 50 centi meter.

Sebagian besar warga pasrah memilih bertahan di rumah karena banjir sudah enam kali merendam perkampungan mereka selama satu bulan.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah Lampung Utara Edi Purnomo mengatakan, banjir mulai surut siang hari. Meski begitu, pihaknya masih mendata korban banjir dan kerugian.

Selanjutnya BPBD mengimbau kepada warga di bantaran sungai tetap waspada, karena debit air di sejumlah aliran sungai dan kali masih tinggi. “Kami meminta warga agar segera mengungsi jika air meluap saat terjadi hujan deras,” kata Edi Purnomo. (isb)



Sunday, March 9, 2014

Banjir Bandang Terjang Ratusan Rumah, Jembatan Penghubung Putus

Ilustrasi Banjir (google)
Kotabumi, Teraslampung.Com—Banjir bandang di Lampung Utara terjang enam kecamatan pada Sabtu (8/3) pagi hingga  Minggu (9/3) malam.

Sedikitnya 168 rumah warga tergenang, 1 rumah roboh, dan jembatan penghubung antardesa putus. Warga yang berada di bantaran sungai mengungsi ke tempat akibat air terus meninggi. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian akibat banjir ini diperkirakan miliaran rupiah.

Warga di Kelurahan Kotabumi Pasar, Kecamatan Kotabumikota, misalnya, terlebih dulu mengevakuasi warga sakit dan orang tua jompo, karena air sudah meninggi semata kaki orang dewasa.

Enam kecamatan yang menjadi korban banjir bandang ini, adalah Kecamatan Bukit Kemuning, Abung Tinggi, Abung Barat, Sungkai Jaya, Kotabumi Selatan, dan Kecamatan Kotabumi Kota.

Badan Penangulangan Bencana Daerah Lampung Utara, memastikan banjir bandang juga memutus  delapan jembatan penghubung di tiga kecamatan. Selain itu, merobohkan 10 tiang listrik, meratakan 7 hektar tanaman kopi, 5 hektar tanaman padi, serta 3 hektar tanaman jagung.

Banjir bandang ini berjalan cukup cepat, hanya sekira dua jam sebelum berangsur normal kembali. Air yang sebelumnya menggenangi ratusan rumah warga pada Minggu pagi sudah tidak terihat.

Banjir bandang ini terjadi akibat turun hujan deras hingga menyebabkan air sungai Way Abung meluap dan menerjang rumah warga, memutuskan jembatan penghubung, dan meluluhkan tanaman warga.

Menuru warga Skipi, banjir datang secara tiba-tiba. Air bercampur lumpur menerjang rumah warga hanya dalam waktu 2 jam saja.

Sementara Insun, warga setempat, menuturkan banjir bandang itu baru kali pertama terjadi. Sungai Way Abung meluap akibat hujan semalaman pada Sabtu (8/3).

Karena kondisi pegunungan di wilayah tersebut sudah gundul dan tidak dapat menahan air, aliran sungai Way Abung meluap.

Sejumlah saksi berhasil merekam kepanikan warga ketika banjir bandang menerjang pemukiman penduduk. Misalnya, kepanikan warga Sidomulyo dan Skipi, Kecamatan Bukitkemuning, direkam salah satu warga ketika terjadi banjir bandang, Sabtu pagi. (isb)


Tuesday, March 4, 2014

Warga Kali Balau Minta Pemkot Segera Perbaiki Talud


Banjir (ilustrasi/google)
Bandarlampung, Teraslampung.Com—Warga sekitar bantaran Kali Balau meminta Pemerintah Kota Bandarlampung segera memperbaiki talud yang hancur akibat dijerjang air sungai, Sabtu (01/03) lalu. Mereka khawatir banjir akan terulang merendam rumah warga jika dalam waktu dekat tidak diperbaiki.

Banjir yang menerjang RT 03 Lingkungan 1 di Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Sukabumi, Sabtu lalu, membuat talud sepanjang 20 meter dengan tinggi 2 meter lebih ini ambrol.

Hancurnya talud itu menimbulkan keresahan masyarakat di bantaran sungai ini. Karena itu, arga meminta Pemerintah Kota Bandarlampung untuk memperbaiki talud yang rusak. Masyarakat di sana khawatir apabila nantinya terjadi hujan deras, air dapat dengan mudah masuk ke pemukiman warga.

Ketua RT 03 Lingkungan 1 Kali Balau Kencana Agus Tofik menuturkan, dirinya telah melaporkan kejadian ini kepada aparat kelurahan.  namun belum ada tindak lanjut yang berarti.

“Saya khawatir kalau ini belum diperbaiki dengan kondisi cuaca yang susah diprediksi seperti saat ini, banjir kembali akan datang dengan volume air yang lebih besar dan tinggi,” ucapnya.

Beberapa tahun terakhi ini, Kelurahan Kalibalau menjadi langganan banjir. Penyebabnya, terjadi pendangkalan sungai dan kondisi sungai yang banyak kelokan-kelokan yang dapat menghambat perjalanan air. (isb)


Monday, March 3, 2014

Banjir Kepung Bandung Selatan

Fernanda Gunsan/Teraslampung.Com

Banjir (ilustrasi)
Bandung—Banjir kepung Bandung Selatan. Hingga Senin (03/03) malam, air mencapai setinggi 3 meter. Para pengungsi memadati beberapa aula yang disediakan Badan Penanunggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, seperti di aula Kelurahan Baleendah.

Sementara data dari BPBD Kabupaten Bandung sekitar 10 ribu rumah terendam banjir mulai dari 50 cm hingga 1,5 meter. Terparah terkena banjir adalah Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot.

Banjir yang tidak reda hingga malam Senin, karena hujan terus mengguyur daerah tersebut. Tampak penduduk bergelombang mengungsi. Mereka berjalan kaki melintasi genangan iar, sementara lainnya menggunakan perahu.

Korban banjir berdatangan dari beberapa kelurahan di Baleendah, serta di beberapa kelurahan di Dayeuhkolot. Para korban banjir menuju beberapa tempat posko pengungsian yang telah ditentuukan oleh BPBD Kabupaten Bandung.

Diperkirakan jumlah pengungsi adalah 3000 jiwa, tersebar di beberapa posko pengungsian. Para pengungisi di Aula Serba Guna Kelurahan Beendah ada sekitar 300 jiwa pengunggsi, sehingga memadati aula.

Herlina, pengungsi asal Mekarsari, Baleendah, mengaku mengungsi bersama tiga anggota keluarga karena rumahnya terendam hingga sedada. Dikatakannya, hingga malam belum ada bantuan makanan dan minuman.

“Padahal kami ngungsi sejak senin pagi,” kata Herlina.

Data banjir dari. BPBD Kabupaten Bandung:
Senin: pukul 03.03.14. s/d pkl 10.30 WIB di Kec. Dayeuhkolot
a. Desa Citeureup 
1) ketinggian air 50 s/d 150cm menggenangi Kampung Leuwi bedeng 4 rw (01,02,03 dan 14).
2) rumah yang tergenang 1500 rmh,1805 KK, 4.100 jiwa.
3) pengungsi di:
a) Mesjid alHhilal 10 KK, 25 jiwa,
b) PLN 15 KK, 40 jiwa.

b. Desa Dayeuhkolot
1)  ketinggian air 50 cm s/d 150 cm, menggenangi kp. 11 rw {01,02,03,04.05.07.08.09.11. 13. 14).                         
2) rumah yang tergenangi 900 rmh, 3717 KK, 1.3719 jiwa.                       
3) pasum yang tergenangi: masjid: 4 bh,  4 SDN, dan Kantor Desa Dayeuhkolot
4) pengunsi di :
a) masjid al-Sofiah 9kk/27 jw
b) aula kntr kec 9kk/35jw
c) ktr polsek 12kk/50jw.
d) ktr desa14kk/49jw.
e) mesjid alhidayah 3kk/10jw

c. Ds. Cangkuang Wetan
1) ketinggian air 50 s/d 100cm menggenangi 4rw (01,02,07 dan 08 ).
2) rmh yg tergenang 175 rmh,193 KK, ,579 jiwa.
3) pgungsi nihil.

d. Kel. Pasawahan
1) ketinggian air 10 cm s/d 70 cm mengenangi 2 rw (02 dan 03).                
2)  rumah yg tegenang 67rmh, 99 KK, 305 jiwa. 
3) pengungsi di :
a) mesjid al Amanah 7 KK, 19 jiwa
b) gor kel. 9 kk 32 jw.

Puting Beliung Rusak 32 Rumah di Sukabumi

Sementara di Kecamatan Badak, Sukabumi, Jawa Barat, sedikitnya 32 rumah rusak akibat diterjang puting beliung. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Saat ini warga terpaksa memperbaiki sisa kerusakan material bangunan, dan dilaporkan belum ada bantuan pemerintah atas musibah tersebut.

Menurut warga angin kencang disertai hujan terjadi cukup lama pada Senin (03/03) sore, telah merusak tidak kurang 32 rumah, pepohonan dan tanaman warga juga roboh. Kendati hanya lima belas menit, angin besar itu membuat sebagian bangunan terutama genteng jatuh dan rusak.

Warga mengaku sempat panik dan ketakutan saat terjadi angin kencang, namun setelah reda baru mereka sadar jika angin telah membuat rumah mereka rusak. (isb/SJO)


Saturday, March 1, 2014

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Jagabaya dan Kalibalok

ilustrasi banjir (google)
Bandarlampung, Teraslampung.Com—Hujan lebat pada Sabtu (01/03) malam mengakibatkan aliran sungai meluap dan merendam ratusan rumah warga di dua kelurahan di Kota Bandarlampung. Sebagian meninggalkan rumah dalam keadaan terendam banjir yang terus meninggi.

Rumah penduduk yang terkena banjir, iatu di Kelurahan Jagabaya 1, Kecamatan Tanjungkarang Timur, dan Kelurahan Kalibalok Kencana, Kecamatan Kedamaian. Di dua kelurahan ini  sedikitnya 230  rumah terendam dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Menurut Junaidi, banjir yang menimpa warga setempat bukan kali pertama terjadi. Tetapi, banjir kerap menimpa pemukiman mereka akibat hujan lebat dan luapan kali Kebun Sirih yang tidak jauh dari pemukima warga.

Sementara banjir yang merendam tak kurang 130 rumah penduduk Kalibalok Kencana, Kecamatan Kedamaian, Bandarlampung, dengan ketinggian air juga sampai satu meter.

Sebagian penduduk Kalibalok memilih meninggalkan rumah mereka yang terendam untuk menyelamatkan diri. Dikhawatirkan ketinggian air terus bertambah.

Penduduk, khususnya anak-anak dan ibu-ibu diungsikan ke sebuah mushola, dan akan kembali jika air surut.(isb)


Monday, February 24, 2014

Banjir di Lampung Utara Rendam Ratusan Rumah

Banjir (dok lampungutaranewsonline)
Kotabumi, Translampung.Com—Banjir akibat hujan deras merendam ratusan rumah warga di dua kecamatan di Lampung Utara. Banjir tersebut akibat luapan air Way Umban.

Hujan deras yang turun Minggu (23/02/2014) malam, mengakibat air sungai Way Umban meluap dan menenggelamkan ratusan rumah. Banjir yang melanda dua kecamatan ini sudah terjadi dua kali dalam sepekan ini.

Warga meminta pemerintah setempat segera melakukan normalisasi sungai, karena dikhawatirkan musibah lebih besar akan menerpa mereka.

Banjir akibat luapan air aliran Way Umban kali ini lebih besar dibanding tiga hari sebelumnya. Menurut pantauan warga, ketinggian air di perkampungan warga bantaran sungai Kelurahan Tanjungaman mencapai satu meter.

Lupan air Way Umban disebabkan hujan deras  yang turun Minggu malam, dan hanya berjarak kurang dari sepekan dari banjir sebelumnya. Korban banjir ini diperkirakan mencapai 250 rumah warga,  lebih lebih besar dari musibah banjir sebelumnya yakni hanya 145 rumah,

Akibat luapan air sungai mengenangi perkampungan warga di Kecamatan Kotabumi Selatan dan Kotabumi Kota. Kedua kecamatan ini membawahi tiga kelurahan langganan banjir, yaitu Kelurahan Cempedak,  Tanjungaman, Seribasuki.

Sebagian warga lebih memeilih pasrah berada di rumah masing-masing sampai air benar-benar surut. Mereka tak berkeinginan mengungsi, kecuali mengevakuasi barang-barang yang mudah rusak  ke tempat lebih tinggi.

Korban banjir berharap pemerintah segera memperbaiki aliran Wat Umban, Hal ini agar tidak terjadi musibah lebih besar. (isb)