Bandarlampung, Teraslampung.com--Pemilu legislatif tinggal menghitung hari. Memasuki hari tenang,masih ada waktu bagi calon pemilih untuk menentukan pilihan. Warga yang sudah telanjur menerima sembako dan uang masih bisa berpikir lebih jernih apakah para caleg pemberi yang dan sembako memang benar-benar layak dipilih atau tidak.
Caleg mungkin nyawer uang dalam jumlah besar. Misalnya Rp 200 ribu per orang atau gula putih seberat 1 kg per calon pemilih. Menerima uang dan sembako, lalu memilih orang yang memberi uang dan sembako itu artinya transaksi. Peneliti LIPI Prof. Dr. Siti Juhro menyebut yang seperti itu sebagai sogokan atau politik uang (money politic).
"Money politic itu membahayan Indonesia dan termasuk sebuah kekejaman. Bayangkan, hanya memberi Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu untuk waktu lima tahun. Sementara si pemberi akan mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat. Menurut saya sih itu termasuk dosa atau haram," kata Siti Juhro, beberapa waktu lalu.
Dalam Pemilu Legislatif 9 April 2014 nanti, di Dapil 8 Lampung Timur akan ada 8 kursi yang diperebutkan para caleg untuk mendapatkan tiket menjadi anggota DPRD Lampung 2014-2019. Jumlah anggota DPRD Lampung 2014-2019 sebanyak 85 orang.
Berikut adalah para caleg yang akan menjadi calonn wakil rakyat Lampung di DPRD Lampung.
Showing posts with label DCT DPRD Lampung. Show all posts
Showing posts with label DCT DPRD Lampung. Show all posts
Saturday, April 5, 2014
Friday, April 4, 2014
Dapil 7 Lampung Tengah : Ajang Pertarungan Keras Partai Beringin, Partai Mersi, dan Partai Banteng Gemuk
Bandarlampung, Teraslampung.com--Daerah pemilihan (Dapil) 7 Lampung Tengah merupakan daerah yang paling banyak menyediakan kursi untuk DPRD Lampung. Ada 12 kursi yang akan diperebutkan para caleg di Dapil ini.
Selama ini, Lampung Tengah dikenal sebagai basis Partai Golkar. Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah (Pairin dan Mustafa) adalah kader Golkar. Namun, dalam Pemilu 2014, Golkar akan mendapatkan saingan berat dari PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. Indikasi kedua partai besar itu mengincar banyak suara dari daerah ini adalah turunnya Ketua Dewan Penasihat/Ketua Umum Partai Demorat Susilo Bambang Yudhoyono ke Lampung Tengah dalam kampanye Partai Demokrat, beberapa hari lalu. Capres PDIP Jokowi juga berkampanye di wilayah ini.
Tentu saja, partai-partai lainnya juga tidak bisa dianggap remeh. Utamanya partai yang tengah naik daun seperti Partai Gerindra dan Partai Nasdem.
Berikut para caleg DPRD Lampung dari Dapil 7 Lampung Tengah.
Selama ini, Lampung Tengah dikenal sebagai basis Partai Golkar. Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah (Pairin dan Mustafa) adalah kader Golkar. Namun, dalam Pemilu 2014, Golkar akan mendapatkan saingan berat dari PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. Indikasi kedua partai besar itu mengincar banyak suara dari daerah ini adalah turunnya Ketua Dewan Penasihat/Ketua Umum Partai Demorat Susilo Bambang Yudhoyono ke Lampung Tengah dalam kampanye Partai Demokrat, beberapa hari lalu. Capres PDIP Jokowi juga berkampanye di wilayah ini.
Tentu saja, partai-partai lainnya juga tidak bisa dianggap remeh. Utamanya partai yang tengah naik daun seperti Partai Gerindra dan Partai Nasdem.
Berikut para caleg DPRD Lampung dari Dapil 7 Lampung Tengah.
DCT DPRD Lampung Dapil 6: Inilah Caleg yang akan Dipilih Warga Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji.
Bandarlampung, Teraslampung.com--Tiga tugas besar anggota Dewan adalah melakukan fungsi legislatif (membuat peraturan daerah), menjalankan fungsi budgeting (menyusun APBD), dan melakukan pengawasan terhadap jalannya pembangunan daerah.
Pemilu 2009 lalu dan pilkada di tiga daerah di Dapil 6 (Tulangbawang, Tubabar,dan Mesuji) termasuk panas.Jual beli suara saat itu dikabarkan marak.Bahkan, kabarnya, dampak jual beli suara itu ada legislator yang seharusnya tidak berhak menjadi legislator kini jadi wakil rakyat.
Sementara dalam pilkada beberapa waktu lalu, dua daerah di Dapil ini (Tulangbawang dan Mesuji) memiliki catatan hitam: Lima komisioner KPU Tulangbawang diberhentikan oleh Majelis Kehormatan KPU Pusat karena terbukti bersalah. Pilbub Mesuji juga kisruh, karena wabup terpilih terjerat kasus hukum.
Meskipun anggota DPRD Lampung yang berasal dari Dapil ini tidak akan secara langsung mengurus soal pelbagai hal tentang daerah asal pemilihannya, tetapi caleg asal Dapil 6 setidaknya harus menguasai persoalan dan karakteristik daerah. Juga, ini yang lebih penting, diyakini mampu kepentingan rakyat yang diwakilinya.
Agar tidak salah pilih, ada baiknya periksa dulu rekam jejak para caleg yang akan dipilih. Berikut ini adalah caleg DPRD Lampung dari daerah pemilihan (Dapil) 6 Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Tulangbawang Barat, dan Kabupaten Mesuji.
Pemilu 2009 lalu dan pilkada di tiga daerah di Dapil 6 (Tulangbawang, Tubabar,dan Mesuji) termasuk panas.Jual beli suara saat itu dikabarkan marak.Bahkan, kabarnya, dampak jual beli suara itu ada legislator yang seharusnya tidak berhak menjadi legislator kini jadi wakil rakyat.
Sementara dalam pilkada beberapa waktu lalu, dua daerah di Dapil ini (Tulangbawang dan Mesuji) memiliki catatan hitam: Lima komisioner KPU Tulangbawang diberhentikan oleh Majelis Kehormatan KPU Pusat karena terbukti bersalah. Pilbub Mesuji juga kisruh, karena wabup terpilih terjerat kasus hukum.
Meskipun anggota DPRD Lampung yang berasal dari Dapil ini tidak akan secara langsung mengurus soal pelbagai hal tentang daerah asal pemilihannya, tetapi caleg asal Dapil 6 setidaknya harus menguasai persoalan dan karakteristik daerah. Juga, ini yang lebih penting, diyakini mampu kepentingan rakyat yang diwakilinya.
Agar tidak salah pilih, ada baiknya periksa dulu rekam jejak para caleg yang akan dipilih. Berikut ini adalah caleg DPRD Lampung dari daerah pemilihan (Dapil) 6 Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Tulangbawang Barat, dan Kabupaten Mesuji.
DCT Dapil Lampung 5: Siapa Saja yang Rebutan 11 Kursi DPRD Lampung di Lampung Utara dan Way Kanan?
Bandarlampung, teraslampung.com--Saat pencoblosan tinggal beberapa hari lalu.Para caleg masih gencar masuk ke kampung-kampung. Caleg yang mempunyai banyak yang bisa terus melanjutkan pasang iklan besar-besar. Tak lupa, rajin memberikan bingkisan kepada calon pemilih.
Meski saat pencoblosan sudah di depan mata, masih banyak calon pemilih yang belum tahu siapa caleg yang akan dipilih pada 9 April nanti. Sebaliknya, warga yang pintar, sudah mengantongi beberapa nama yang akan ditimang dan dipilih saat berada di biliksuara. Nama-nama itu tentu saja adalah caleg yang sempat menyambanginya dan memberi keyakinan layak dipilih.
Di Dapil 5 ada 11 kursi yang akan diperebutkan para caleg untuk bisa duduk di DPRD Provinsi Lampung.
Inilah para caleg DPRD Lampung untukdaerah pemilihan Lampung 5 Kabupaten Lampung Utara dan Way Kanan:
Meski saat pencoblosan sudah di depan mata, masih banyak calon pemilih yang belum tahu siapa caleg yang akan dipilih pada 9 April nanti. Sebaliknya, warga yang pintar, sudah mengantongi beberapa nama yang akan ditimang dan dipilih saat berada di biliksuara. Nama-nama itu tentu saja adalah caleg yang sempat menyambanginya dan memberi keyakinan layak dipilih.
Di Dapil 5 ada 11 kursi yang akan diperebutkan para caleg untuk bisa duduk di DPRD Provinsi Lampung.
Inilah para caleg DPRD Lampung untukdaerah pemilihan Lampung 5 Kabupaten Lampung Utara dan Way Kanan:
DCT DPRD LAMPUNG DAPIL 4: Warga Tanggamus dan Lampung Barat Harus Cermat Pilih Wakil
Bandarlampung, teraslampung.com--Saat pencoblosan Pemilu 2014 tinggal beberapa hari lagi. Para caleg sudah gencar berkampanye, baik bersama partainya di lapangan terbuka maupun bergerilya ke kampung-kampung. Ada caleg yang menawarkan program,banyak pula yang datang dengan membawa janji-janji disertai bingkisan sembako.
"Saya merasa berat kalau bersaing dengan caleg yang masuk ke basis masyarakat pada hari-hari terakhir. Kami yang sudah lama mendampingi masyarakat dan membantu ini-itu selama bertahun-tahun kalah dengan caleg yang memberi Rp 100 ribu menjelang pencoblosan," kata Itet Trijayanti, caleg DPR RI dari PDI Perjuangan, beberapa waktu waktu di Bandarlampung.
"Kami inginnya masyarakat cerdas dan penyelenggara pemilu profesional," tambahnya.
Prof. Dr. Siti Juhro, peneliti LIPI, mengatakan caleg mungkin akan bertemu warga sekali. Setelah duduk di kursi Dewan barangkali mereka akan lupa wajah-wajah orang kampung yang pernah ditemuinya. Kalau mereka benar-benar berjuang dan kinerjanya bagus selama menjadi anggota Dewan,hal itu tentu bukan persoalan berarti. Akan menjadi soal kalau para caleg setelah menjadi anggota legislatif hanya memikirkan partai dan dirinya sendiri.
"Maka itu,calon pemilih harus hati-hati. Pilihan sekali untuk lima tahun tahun ke depan itu harus dilakukan dengan hati-hati. Politik uang menurut saya bukan hanya melanggar aturan pemilu,tetapi haram; dosa," kata Juhro.
Inilah calon anggota DPRD Provinsi Lampung dari daerah pemilihan Lampung 4 Lampung Barat dan Tanggamus
"Saya merasa berat kalau bersaing dengan caleg yang masuk ke basis masyarakat pada hari-hari terakhir. Kami yang sudah lama mendampingi masyarakat dan membantu ini-itu selama bertahun-tahun kalah dengan caleg yang memberi Rp 100 ribu menjelang pencoblosan," kata Itet Trijayanti, caleg DPR RI dari PDI Perjuangan, beberapa waktu waktu di Bandarlampung.
"Kami inginnya masyarakat cerdas dan penyelenggara pemilu profesional," tambahnya.
Prof. Dr. Siti Juhro, peneliti LIPI, mengatakan caleg mungkin akan bertemu warga sekali. Setelah duduk di kursi Dewan barangkali mereka akan lupa wajah-wajah orang kampung yang pernah ditemuinya. Kalau mereka benar-benar berjuang dan kinerjanya bagus selama menjadi anggota Dewan,hal itu tentu bukan persoalan berarti. Akan menjadi soal kalau para caleg setelah menjadi anggota legislatif hanya memikirkan partai dan dirinya sendiri.
"Maka itu,calon pemilih harus hati-hati. Pilihan sekali untuk lima tahun tahun ke depan itu harus dilakukan dengan hati-hati. Politik uang menurut saya bukan hanya melanggar aturan pemilu,tetapi haram; dosa," kata Juhro.
Inilah calon anggota DPRD Provinsi Lampung dari daerah pemilihan Lampung 4 Lampung Barat dan Tanggamus
Wednesday, April 2, 2014
DCT DPRD Lampung Dapil 3: Warga Metro,Pesawaran, dan Pringsewu Harus Cermat
Bandarlampung,teraslampung.com--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung menetapkan 85 kursi di DPRD Lampung dari 8 daerah pemilihan (dapil) dalam pemilu legislatif 2014. Kota Metro yang sebelumnya bergabung dengan Lampung Timur, pada pemilu kali ini disatukan dengan Pesawaran dan Pringsewu. Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono menjelaskan penetapan 8 dapil dan 85 kursi tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi KPU dengan partai-partai politik peserta pemilu 2014, di aula KPU Lampung, Kamis (28/02).
Kedelapan dapil tersebut: adalah: Dapil I Kota Bandarlampung 11 kursi, Dapil II terdiri atas Kabupaten Lampung Selatan (10 kursi), Dapil III terdiri dari Kota Metro, Kabupaten Pesawaran, dan Pringsewu (11 kursi), Dapil IV terdiri atas Kabupaten Lampung Timur (10 kursi), dapil V Lampung Tengah (12), Dapil VI Lampung Utara dan Waykanan (11 kursi), Dapil VII Lampung Barat dan Tanggamus (10), dan Dapil VIII Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji (10).
Berikut calon anggora DPRD Lampung dari daerah pemilihan 3 (Kota Metro),Kabupaten Pesawaran,danKabupaten Pringsewu).
DCT DPRD Lampung Dapil 2: Berebut Suara Gemuk di Lampung Selatan
Syailendra Arif/teraslampung.com
Bandarlampung--Menjadi anggota DPRD itu sangat enak.Memiliki banyak fasilitas, gajinya beras, dan posisinya sangat tinggi di tengah-tengah masyarakat. Gaji besar dan fasilitas banyak itu wajar didapatkan anggota Dewan karena pekerkaan mereka memang berat.
Tiga tugas besar anggota Dewan adalah melakukan fungsi legislatif (membuat peraturan daerah), menjalankan fungsi budgeting (menyusun APBD), dan melakukan pengawasan terhadap jalannya pembangunan daerah. Teorinya seperti itu.
Namun, faktanya, tidak sedikit anggota Dewan yang malas, tidak bekerja maksimal,tetapi semua hak-haknuya maunya diterima dengan lancar. Bahkan, tak sedikit anggota Dewan yang masih merasa penghasilannya kurang sehingga harus menjadi seseran.
Maka itu, calon pemilih pada Pemilu 9 April 2014 harus lebih teliti lagi dalam menentukan pilihan. Sekali salah memilih, maka risikonya akan ditanggung semua warga Lampung selama lima tahun ke depan.
Inilah calon anggota DPRD Lampung dari daerah pemilihan 2.
Bandarlampung--Menjadi anggota DPRD itu sangat enak.Memiliki banyak fasilitas, gajinya beras, dan posisinya sangat tinggi di tengah-tengah masyarakat. Gaji besar dan fasilitas banyak itu wajar didapatkan anggota Dewan karena pekerkaan mereka memang berat.
Tiga tugas besar anggota Dewan adalah melakukan fungsi legislatif (membuat peraturan daerah), menjalankan fungsi budgeting (menyusun APBD), dan melakukan pengawasan terhadap jalannya pembangunan daerah. Teorinya seperti itu.
Namun, faktanya, tidak sedikit anggota Dewan yang malas, tidak bekerja maksimal,tetapi semua hak-haknuya maunya diterima dengan lancar. Bahkan, tak sedikit anggota Dewan yang masih merasa penghasilannya kurang sehingga harus menjadi seseran.
Maka itu, calon pemilih pada Pemilu 9 April 2014 harus lebih teliti lagi dalam menentukan pilihan. Sekali salah memilih, maka risikonya akan ditanggung semua warga Lampung selama lima tahun ke depan.
Inilah calon anggota DPRD Lampung dari daerah pemilihan 2.
DCT DPRD Lampung Dapil I Bandarlampung: Inilah Orang Nekat yang akan Bertarung di Kota Tapis Berseri
Mas Alina Arifin/teraslampung.com
Bandarlampung, teraslampung.com--Para caleg yang maju dalam pemilu legislatif 2014 9 April 2014 mendatang adalah 'orang-orang nekat'. Meskipun sudah tahu bahwa kerja mereka kalau terpilih sebagai anggota Dewan akan sangat berat, mereka tetap ngotot maju.
Menariknya, jumlah orang nekat yang menjadi caleg DPRD Lampung jumlahnya mencapai 891 orang.Mereka akan memperebutkan kursi DPRD Lampung yang jumlahnya harnya 85 kursi.
"Padahal, kita semua tahu bahwa lembaga terhormat (DPR, DPRD) saat ini menjadi sorotan masyarakat karena banyaknya kasus yang melibatkan beberapa anggota Dewan. Tapi masih ada harapan untuk memperbaiki kondisi ini pada masa mendatang," kata Prof. Dr. Siti Juhro, peneliti LIPI, di Bandarlampung beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampungpada akhir Februari 2014 lalu menetapkan 85 kursi di DPRD Lampung dari 8 daerah pemilihan (dapil) dalam pemilu legislatif 2014. Kota Metro yang sebelumnya bergabung dengan Lampung Timur, pada pemilu kali ini disatukan dengan Pesawaran dan Pringsewu.
Kedelapan dapil tersebut: adalah: Dapil I Kota Bandarlampung 11 kursi, Dapil II terdiri atas Kabupaten Lampung Selatan (10 kursi), Dapil III terdiri dari Kota Metro, Kabupaten Pesawaran, dan Pringsewu (11 kursi), Dapil IV terdiri atas Kabupaten Lampung Timur (10 kursi), Dapil V Lampung Tengah (12 kursi), Dapil VI Lampung Utara dan Waykanan (11 kursi), Dapil VII Lampung Barat dan Tanggamus (10 kursi), dan Dapil VIII Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji (10 kursi).
Siapa 'orang-orang nekat' itu yang akan bertarung pada Pemilu 9 April 2014 untuk memberebutkan 85 kursin DPRD Lampung?
Inulah mereka yang berasal dari daerah pemilihan I (Kota Bandarlampung). Mereka akan memperebutkan 11 kursi untuk lolos menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung.
Silakan cermati mereka baik-baik. Periksa rekan m jejaknya. Jangan membeli kucing dalam karung!
Bandarlampung, teraslampung.com--Para caleg yang maju dalam pemilu legislatif 2014 9 April 2014 mendatang adalah 'orang-orang nekat'. Meskipun sudah tahu bahwa kerja mereka kalau terpilih sebagai anggota Dewan akan sangat berat, mereka tetap ngotot maju.
Menariknya, jumlah orang nekat yang menjadi caleg DPRD Lampung jumlahnya mencapai 891 orang.Mereka akan memperebutkan kursi DPRD Lampung yang jumlahnya harnya 85 kursi.
"Padahal, kita semua tahu bahwa lembaga terhormat (DPR, DPRD) saat ini menjadi sorotan masyarakat karena banyaknya kasus yang melibatkan beberapa anggota Dewan. Tapi masih ada harapan untuk memperbaiki kondisi ini pada masa mendatang," kata Prof. Dr. Siti Juhro, peneliti LIPI, di Bandarlampung beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampungpada akhir Februari 2014 lalu menetapkan 85 kursi di DPRD Lampung dari 8 daerah pemilihan (dapil) dalam pemilu legislatif 2014. Kota Metro yang sebelumnya bergabung dengan Lampung Timur, pada pemilu kali ini disatukan dengan Pesawaran dan Pringsewu.
Kedelapan dapil tersebut: adalah: Dapil I Kota Bandarlampung 11 kursi, Dapil II terdiri atas Kabupaten Lampung Selatan (10 kursi), Dapil III terdiri dari Kota Metro, Kabupaten Pesawaran, dan Pringsewu (11 kursi), Dapil IV terdiri atas Kabupaten Lampung Timur (10 kursi), Dapil V Lampung Tengah (12 kursi), Dapil VI Lampung Utara dan Waykanan (11 kursi), Dapil VII Lampung Barat dan Tanggamus (10 kursi), dan Dapil VIII Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji (10 kursi).
Siapa 'orang-orang nekat' itu yang akan bertarung pada Pemilu 9 April 2014 untuk memberebutkan 85 kursin DPRD Lampung?
Inulah mereka yang berasal dari daerah pemilihan I (Kota Bandarlampung). Mereka akan memperebutkan 11 kursi untuk lolos menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung.
Silakan cermati mereka baik-baik. Periksa rekan m jejaknya. Jangan membeli kucing dalam karung!
Subscribe to:
Posts (Atom)







