Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts
Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts

Friday, May 9, 2014

Kereta Babaranjang Hantam Avanza Hingga 50 meter, Semua Penumpang Selamat

Zainal Asikin/Teraslampung.com
Mobil Avanza ringsek setelah ditabrak kereta (teraslampung)

BANDAR LAMPUNG - Sebuah mobil Avanza bernomor polisi BE 2909 YK yang dikendarai Riski Wijaya (28) dan dua orang penumpang perempuan, tertabrak kereta Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) di perlintasan kereta Kampung Garuntang, Kelurahan Ketapang, Panjang, Jumat (9/4) sekira pukul 11.30 WIB. Mobil Avanza tersebut terseret kereta Babaranjang hingga 50 meter dari lokasi tabrakan.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, mobil Avanza tersebut dalam kondisi ringsek setelah dihantam kereta dan terseret sejauh sekitar 50 meter. Ketiga penumpang Avanza adalah Riski Wijaya (28) sopir, Serli (28), dan Heni Okta Putri (30). Ketiga korban merupakan pegawai Bank BRI Way Halim cabang Tanjungkarang.

Riski dan Heni saat kejadian berhasil melompat dari dalam mobil ketika mobil tertabrak kereta. Nahas dialami Serli. Ia  tidak dapat membuka pintu mobil sehingga dirinya di dalam mobil, ikut terseret kereta, bahkan sempat terjepit badan mobil.

Komarudin (28), warga di sekitar lokasi kejadian, mengatakan pegawai bank BRI tersebut usai mengecek nasabahnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Pada saat mobil hendak berbelok, petugas penjaga perlintasan kereta sudah memberikan aba-aba. Namun, sopir terlihat tampak asik main hanpone mungkin tidak mendengar.

"Sudah dibilang ‘Stop! Sto!’ sama petugas, tetapi sopirnya tidak mendengar. Saya lihat sopirnya lagi mainan HP didalam mobil. Mobil itu tertabraksewaktu mobil berbelok. Karena menyenggol bumper kereta, bodi mobil nyangkut dan saat itu juga terseret mobil itu sama kereta," kata dia.

Warga membantu mengevakuasi korban yang terjepit di dalam mobil (teraslampung.com/zainal)
Menurut Komarudin, masinis kereta kemudian menghentikan kereta karena banyak  warga yang berteriak setelah melihat mobil itu terseret kereta. Heni masih berada di dalam mobil dalam kondisinya terjepit. Ia lalu dievakuasi oleh petugas kepolisian dan dibantu dengan warga selama satu jam setengah pascakejadian. 

"Kalau korban yang terjepit itu namanya Serli. Selain mengalami luka-luka dia juga mengalami patah tulang pada bagian kaki, korban dilarikan Rumah Sakit Immanuel. Dua orang penumpang lainnya Sama yang duduk di samping sopir sempat loncat waktu mobil itu mulai tertabrak kereta, tetapi yang satu duduk dibelakang masih didalam mobil karena tidak bisa keluar ketika akan membuka pintu mobil," ucap Komarudin kepada wartawan, Jumat (9/5).

Sementara menurut penuturan Jamaludin Idris (56), penjaga perlintasan kereta, Kereta Babaranjang datang dari arah Tanjungkarang. Sebelum kejadian, mobil Avanza tersebut hendak melintas menuju arah Sinar Laut. Saat mobil berbelok, kata Idris, bumper depan mobil tertabrak kereta dan terseret dan sampai terguling hingga beberapa kali. Begitu mobil berhenti berguling, warga setempat langsung memberi pertolongan.

“Sebelumnya saya sudah memberikan peringatan kepada mereka, sambungnya Jamaludin, tampaknya sang sopir tidak mengindahkan peringatan dan aba-aba dari saya. Sudah saya teriakin keras-keras, karena keretanya sudah dekat. Dia enggak denger. Malah maju terus mobil yang dikendarainya, selain itu juga terlihat supir ini sedang menerima telepon," ujar Jamaludin.

Petugas Unit Lakalantas Polresta Bandarlampung, Aiptu Agung Prabowo mengatakan, dalam kecelakaan ini, tidak ada korban jiwa hanya mengalami luka ringan dan salah satu penumpang diduga patah kaki.

"Ketiga korban dalam keadaan selamat semua, meskipun salah satu dari mereka terjepit didalam mobil, namun dapat dikeluarkan dengan dibantu oleh warga sekitar saat itu juga korban langsung dilarikan ke rumah sakit Imanuel," jelasnya.

Tuesday, April 8, 2014

Anggota DPRD Bandarlampung Penabrak Penjaga Warung Hingga Tewas Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara


M.Zaenal/Teraslampung.com

Bandarlampung—Mintarsih Yusuf, 63, benar-benar apes. Pada saat kawan-kawan sesama anggota Dewan sibuk dan berkemas-kemas untuk ikut pencoblosan Pemilu pada Rabu pagi (9/4), ia justru harus berurusan dengan polisi karena menabrak penjaga warung hingga tewas. (Baca:Mobil Anggota Dewan Tabrak Warung,Satu Tewas)

Penyidik Polresta Bandarlampung Unit Satuan Kecelakaan Lalu Lintas, menetapkan Mintarsih Yusuf, anggota DPRD Kota Bandarlampung yang kini ‘nyaleg’, sebagai tersangka dan terancam hukuman enam tahun penjara.

Peristiwa tragis yang menyebabkan seorang penjaga warung tewas terjadi Senin sore. Saat itu,sekitar pukul 15.00 WIB mobil Yaris nomor polisi N 168 NC yang dikendarai Mintarsih menabrak sebuah warung milik Subeno di depan Bambu Kuning Square (BKS), Jl Radin Intan Bandarlampung.

Akibatnya satu orang korban diketahui bernama Miratna Sari Dewi alias Mira (32) tewas di lokasi kejadian setelah tertabrak dan terseret mobil hingga enam meter.

Kasat Lantas Polresta Bandarlampung, AKP M Reza Chairul mengatakan, pelaku penabrakan yang menewaskan satu orang korban ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan pada selasa dini hari, karena sebelumnya tersangka belum dapat diperiksa karena kondisinya sedang shock. Sekarang pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi.

"Ya statusnya sudah tersangka, dan nggak mungkin kami tahan kalau dia (Mintarsih) tidak tersangka.

Mintarsih dijerat dengan pasal 310 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan terancam hukuman pidana selama enam tahun penjara," kata Reza kepada wartawan, Selasa (8/4).

Reza menjelaskan, peristiwa  yang memakan korban jiwa itu berawal ketika pelaku menjalankan kendaraan mobil miliknya. Dimana pada saat itu tersangka Mintarsih, sedang mengobrol dengan rekanya sambil mengemudi.

Namun, tuas gas yang diinjak oleh tersangka tidak dilepas ahirnya mobilpun berjalan dengan kecepatan tinggi dan oleng, akibatnya menabrak sebuah warung sehingga menewaskan keponakan pemilik warung diketahui bernama Miratna Sari Dewi alias Mira,” jelasnya Reza.

Andri, putra Mintarsih, menuturkan ibunya sangat menyesalkan kejadian tersebut.Menurut Andri, ibunya sejak semalam menangis.

Bahkan, kata Andri, Selasa siang (8/4) saat polisi memeriksanya ibunya masih terlihat syok dan sesekali menangis. Menurut Andri,untuk saat ini, pihak keluarga belum memikirkan hal lain kecuali mengurus keluarga korban.

"Kami sekeluarga tadi malam sampai hari ini sudah kerumah duka, yang kami pikirkan saat ini untuk mengurus keluarga bukan hal lain" kata Andri Saat ditemui di Mapolresta, Selasa (8/4).

Andri menceritakan, sebelum musibah itu terjadi memang sudah ada firasat buruk yang hampir mencelakai keluarganya. Menurut Andri, selama ini ibunya setiap berpergian biasanya diantar oleh sopir pribadinya.Namun, kemarin sore dia menyetir sendiri.

"Ya memang sudah ada firasat buruk,  sejak pagi kemarin ayah saya juga hampir ditumbur mobil, setelah itu kakak saya juga nyaris ditumbur mobil. menjelang sore kemarin, ibu saya yang nabrak, ya namaya  musibah tidak bisa ditebak kapan datangnya" ucap dia.

Sebelum menjadi anggota Dewan, Mintarsih adalah seorang pensiunan RRI Tanjungkarang. Ketika menjadi penyiar RRI Tanjungkarang, Mintarsih dikenal sebagai pribadi yang ramah.

Ia menjadi anggota anggota Dewan menggantikan posisi Khairul Bhakti yang dicopot oleh pengurus Partai Golkar Bandarlampung.

Baca Juga: Jenazah Mira Dimakamkan

Jenazah Korban Tabrak Mobil Anggota Dewan Dimakamkan

M. Zaenal, Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung

Bandarlampung—Jenazah Miratna Sari Dewi, korban tabrak mobil anggota Dewan Mintarsih Yusuf dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Jahe, Bandarlampung, Selasa (8/4) siang. 

Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman ibu tiga anak yang tewas ditabrak di pelataran parkir Bambu Kuning Square (BKS). Korban meninggalkan seorang suami dan tiga orang anak yang masih kecil.

Sebelum dimakamkan pihak keluarga, jenazah Miratna Sari Dewi sempat disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Gunung Sari, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung.

Zul, suami almarhumah, mengaku pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban dan menyerahkan sepenuhnya kasus hukum dari perstiwa ini ke aparat kepolisian. “Kami sekeluarga sudah ikhlas dengan musibah ini, namun kasus hukumnya kami serahkan ke kepolisian,” kata Zul dengan wajah sedih.

Sebagaimana diberitatakan sebelumnya, Miratna Sari Dewi ditabrak mobil yang dikendarai anggota DPRD Kota Bandarlampung Mintarsih Yusuf, di pelataran BKS, Gunung Sari, Bandarlampung, Senin (7/4) sore.

Korban Miratna Sari Dewi tewas di lokasi kejadian setelah mobil yang dikendaraai Mintarsih Yusuf menabrak warung  milik korban. Akibatnya, korban sempat terseret hingga enam meter dan menghancurkan warung milik korban. 

Kasus kecelakaan maut ini masih ditangani Satlantas Polresta Bandarlampung. Polisi telah menetapkan tersangka dan akan melakukan penahanan terhadap pelaku beserta kendaraan yang dikemudikan sebagai barang bukti.

Baca Juga: Mintarsih Syok dan Sering Menangis
Berita Terkait: Mobil Anggota Dewan Seruduk Warung, Satu Tewas di Tempat

Monday, April 7, 2014

Mobil Anggota DPRD Bandarlampung Tabrak Warung, Satu Tewas di Tempat

Kondisi warung milik Beno yang hancur setelah ditabrak Honda Yaris yang dikemudian Mintarsih Yusuf, Senin petang, 7 April 2014. (Teraslampung.com/Zaenal)

M.Zaenal/Teraslampung.com

Bandarlampung–-Sebuah mobil pribadi Toyota Yaris dengan nomor polisi N 168 NC, yang dikemudikan Mintarsih Yusuf, aggota Komisi B DPRD Kota Bandarlampung, menabrak warung makan milik Beno (53), di Jalan Raden  Intan,  tepatnya di depa Bambukuning Square (BKS), Senin (7/4) sekitar pukul 15.15 WIB.

Akibat peristiwa itu, Mira (31), warga Gunung Sari Gang Taqwa, Tanjungkarang Pusat yang saat itu sedang menunggu warung, tewas di lokasi kejadian.

Seorang saksi mata menuturkan, tubuh keponakan Beno itu  terseret mobil hingga sekitar enam meter.Warung yang ditrabrak mobil itu pun roboh.

Polisi dari Polresta Bandarlampung langsung mengamankan pengemudi yang diketahui bernama Mintarsih Yusuf, anggota dewan Komisi B Kota Bandarlampung, Mintarsih kini kembali mencalonkan kembali sebagai anggota DPRD Bandarlampung dari Partai Golkar.

Riski Pratama (14), warga setempat yang menjadi saksi mata peristiwa tragis tersebut, dia melihat mobil meluncur dan menabrak warung milik Beno dari lantai dua rumahnya yang kebetulan bersebelahan dengan BKS.

Menurut Riski, mobil Toyota Yaris warna abu-abu itu awalnya masuk ke halaman BKS. Setelah berhenti, pengemudinya masuk ke  sebuag anjungan tunai mandiri (ATM). Tak lama kemudian mobil tersebut berputar mau keluar. Tiba-tiba mobil itu agak limbung dan langsung menabrak warung.

"Mobil itu ngebut dan ngesot.Beberapa detik kemudian angsung menabrak warung itu. Saya langsung turun dari lantai dua rumah dan melihat kelokasi,”kata Riski.

Riski mengatakan di dalam warung milik Beno saat itu ada dua orang perempuan. Yakni Mira dan Novi.Saat kejadian, Mira sedang makan, sementara Novi (40) sedang menyuci piring.

“Mira  mengalami luka parah. Paling parah lukanya di bagian kepalanya. Mukanya berlumuran darah. Dia sempat terseret mobil hingga enam meter, sampai ketiang Listrik yang ada di depan pintu masuk satsiun KA, " tutur Riski.

Korban Mira yang tewas di tempat kamudian dibawa ke RSU Abdul Moeloek.Sementara Novi mengalami luka pada bagian kening, tangan, dan kaki akibat terkena pecahan kaca etalase warung.

"Pelaku saat itu juga langsung diamankan oleh petugas jaga stasiun Kereta api, supaya tidak diamuk masa oleh warga sekitar sambil menunggu polisi datang. Saat di pos jaga polisi, pelaku mengaku sebagai anggota Dewan. Tidak lama kemudian polisi datang dan lansung membawa pelaku," jelas Riski.

Menurut Riski, pengemudi mobil tersebut seperti orang yang baru belajar mengemudi. “Kalau kata orang – orang sekitar sini tadi saya dengar pengemudinya itu baru seperti orang belajar. Ada juga yang bilang rem nya blong, ada juga yang bilang gas mobilnya nyangkut,” kata dia.

Kasat Lantas Polresta Bandarlampung, AKP M Reza Chairul saat dikonfirmasi membenarkan bahwa telah terjadi lakalantas dan pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap Mintarsih Yusuf guna proses pemeriksaan lebih lanjut.
”Tersangka saat ini kami tahan untuk mempermudah proses pemeriksaan. Tapi, belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya sedang syok,” kata dia.