Showing posts with label Kota Metro. Show all posts
Showing posts with label Kota Metro. Show all posts
Friday, May 23, 2014
Lama Menganggur, Bapak 3 Anak Bunuh Diri
Sailendra Arief/Teraslampung.com
Metro—Tanpa memiliki pekerjaan, apalagi berlangsung lama, benar-benar membosankan. Bahkan, tak jarang membuat seseorang stres dan lari ke hal-hal negatif.
Itulah dialami bapak tiga anak, warga Metro. Diduga kesal tak miliki pekerjaan, Suwanli nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Jasad bapak tiga anak ini ditemukan keluarganya sudah membusuk tergantung di tiang tembok samping rumah, Jumat (23/5) sekira pukul 11.00.
Sang istri mendapati jasad Suwanli tergantung di cor-coran tembok samping rumahnya. Bapak berusia 43 tahun ini, mengakhiri hidupnya diduga karena lama menganggur sementara ia harus menafkahi istri dan anak-anaknya.
Istri Suwanli menuturkan, suaminya pada Kamis (22/5) malam berpamitan akan pergi ke rumah rekannya. Namun, hingga Jumat (23/5) pagi, Suwanli belum juga pulang. Tentu saja, ia khawatir terjadi apa-apa pada diri Suwanli.
Dia makin terkejut, tatkala melihat suaminya tak bernyawa bergelantung di coran tembok samping rumahnya. Swanli bunuh diri dengan mengikat lehernya menggunakan seutas tali jemuran.
Atas kejadian itu, keluarga bersama polisi membawa jasad Suwanli ke Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro. Menurut dokter Rina Sari Yulianingsih yang memeriksa jasad korban, kematian bapak tiga anak ini diperkirakan sejak tadi malam atau Kamis (22/5) malam.
Kematian Suwanli diduga murni bunuh diri, karena dari kemaluannya menggeluarkan sperma dan tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.
Setelah pemeriksaan, jasad pedagang kaki lima ini korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Editor: Isbedy Stiawan ZS
Thursday, May 8, 2014
Razia BNNP:Seorang PNS dan DJ Positif Konsumsi Narkoba
Zainal Asikin/Teraslampung.com
![]() |
| Komisaris Polisi Abdul Haris |
Empat orang yang terjaring razia tersebut, Hazairin (39) seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Kota Metro bagian Satpol PP, warga Jl Pala IV Kelurahan Iringmulya, Metro Timur, Metro. Kemudian Linda Permatasari (31) seorang penata rias, warga Jl Kunang, Kelurahan Metro, Metro Pusat.
Dua lainnya berprofesi sebagai disc jockey (DJ), yakni Doddy Mefri (37) warga Jl Griya Kesuma Blok I Kelurahan Wayhalim Permai, Sukarame Bandarlampung dan Haris Khalphinu (27) warga BTN Alas Maras Kelurahan Jalan Gedang, Gading Cempaka, Bengkulu.
"Keempatnya kami tangkap saat kami menggelar razia di tempat hiburan malam di Kota Metro. Dari hasil tes urine, keempatnya positif mengonsumsi narkoba jenis ineks dan sabu," kata Kabid Pemberantasan BNNP Lampung, Kompol Abdul Haris kepada wartawan, Kamis (8/5).
Haris memaparkan, pertama pihaknya melakukan razia di tempat hiburan malam yang berada di wilayah Bandar Jaya, Lampung Tengah, Selasa (6/5) sekitar pukul 01.00 WIB. Sasarannya adalah Karaoke F One, Legian, dan Karaoke Bali. Dari ketiga tempat tersebut, pihaknya tidak mendapatkan hasil baik pengguna maupun barang bukti.
Dari Bandarjaya tim bergerak ke Kota Metro sekira pukul 02.00 WIB. Di Diskotik Star One,petugas memeriksa dua orang DJ dan beberapa pengunjung. "Dari hasil tes urine, ternyata kedua DJ itu dan dua orang pengunjung hasilnya positif mengkonsumsi narkotika golongan 1 amphetamine dan methapetamina. Seorang pengunjung yang positif mengonsumsi narkoba merupakan PNS Kota Metro bersama seorang teman perempuannya,” kata Haris.
Meski menyimpulkan keempat pengunjung positif mengonsumsi narkoba, polisi belum menemukan alat bukti. “Kami akan memeriksa alat komunikasi mereka. Dari situ nanti dapat diketahui melalui jaringan mana mereka mendapatkan narkoba. Apabila tidak ditemukan alat bukti lain, maka keempat pengguna itu akan dilakukan rehabilitasi," jelas dia.
Sementara itu, saat jurnalis media cetak, online, dan elektronik akan mengambil gambar ke empat pengguna narkotika yang terjaring razia, seorang tersangka bernama Doddy Mefri (seorang disk jockey diskotik di Metro) mengamuk. Doddy marah-marah dengan mengeluarkan kata-kata kasar pada para jurnalis yang akan mengambil gambarnya di kantor BNNP Jl. Beringin 2 Telukbetung, Kamis siang (8/5).
Doddy sempat menepis kamera milik Sugiyanto, jurnalis Trans TV, dan menggebrak meja penyidik BNNP. Doddy juga mengeluarkan kata-kata kasar kepada awak media lainnya.
"Kaya gua ini penjahat besar aja, kalau ada barang buktinya gak apa-apa. Ini kan barang buktinya aja kan gak ada. Babi, anjing ya lorang itu semua! Udah keluar semua dari ruangan ini!" teriaknya Doddy di hadapan para jurnalis dan para penyidik BNN.
Thursday, April 10, 2014
Pillgub Lampung: Di Kota Metro, Ridho-Bachtiar Mengungguli Pasangan Lain
S. Priyo Santoso/Teraslampung.com
Metro—Di Kota Metro yang merupakan "basis" Lukman Hakim--calon wakil gubernur (cawagub) berpasangan dengan cagub Alzier Dianis Thabranie, tidak menggoyahkan pasangan M. Ridho Ficardo-Bakhtiar Basri.
Pasangan cagub dan cawagub yang diusung Partai Demokrat ini unggul di Kecamatan Metro Barat, Metro Timur, dan Metro Selatan.
Demikian data sementara yang dihimpun dari penghitungan cepat (quick qout) Desk Pemilu Kantor Kesbangpolinmas Kota Metro, hingga pukul 17.00 WIB, Kamis(10/4) sore.
Ridho-Bakhtiar unggul di Kecamatan Metro Barat dengan perolehan suara mencapai 43,23%, Kecamatan Metro Timur (34,91%), Kec. Metro Selatan (37,12%).
Sementara perolehan suara pasangan lainnya di Kec. Metro Barat, Berlian-Mukhlis (11,935), Herman-Zainudin (24,28%), dan Alzier-Lukman (20,52%). Kecamatan Metro Timur, Berlian-Muchlis 14, 64%, Herman-Zainudin (29,93%), Alzier-Lukman (20,52%), Kecamatan Metro Selatan Berlian-Muchlis (11,60%), Herman-Zainudin (23,65%), Alzier-Lukman (27,61%).
Sementara perolehan suara sementara Partai Politik DPRD Kota Metro untuk daerah pemilihan (dapil) 3 Kecamatan Metro Timur (6 kursi), terdiri dari Golkar 1 kursi, PDIP (1 kursi), Nasdem (1 kursi), Gerindra (1 kursi), Demokrat (1 kursi), dan PKS (1 kursi).
Sedangkan perolehan tertinggi suara diraih oleh Partai Golkar, yaitu 18,36%, urutan kedua adalah PDI-P (17,04%), dan ketiga yakni Gerindra (10,88%).
Dapil 1 Kecamatan Metro Pusat (8 kursi), yaitu diperoleh PDI P 2 kursi, Gerindra (1 kursi), PAN (1 kursi), Demokrat (1 kursi), PKS (1 kursi), Nasdem (1 kursi), dan Golkar (1 kursi).
Dapil 2 Metro Utara (4 kursi) diperoleh Demokrat (1 kursi), PAN (1 kursi), PKB (1 kursi), dan PKS (1 kursi).
Dapil 3 Kec Metro Timur (6 kursi), diperoleh Partai Golkar (1 kursi), PDI P (1 kursi), Nasdem (1 kursi), Gerindra (1 kursi), , Demokrat (1 kursi), dan PKS (1 kursi).
Lalu Dapil 4 Metro Barat dan Metro Selatan (7 Kursi) diperoleh Gerindra (1 kursi), Golkar (1 kursi), PDI-P (1 kursi), Demokrat (1 kursi), PKB (1 kursi), PAN (1 kursi), dan PKS (1 kursi).(Editor: Isbedy Stiawan ZS)
Metro—Di Kota Metro yang merupakan "basis" Lukman Hakim--calon wakil gubernur (cawagub) berpasangan dengan cagub Alzier Dianis Thabranie, tidak menggoyahkan pasangan M. Ridho Ficardo-Bakhtiar Basri.
Pasangan cagub dan cawagub yang diusung Partai Demokrat ini unggul di Kecamatan Metro Barat, Metro Timur, dan Metro Selatan.
Demikian data sementara yang dihimpun dari penghitungan cepat (quick qout) Desk Pemilu Kantor Kesbangpolinmas Kota Metro, hingga pukul 17.00 WIB, Kamis(10/4) sore.
Ridho-Bakhtiar unggul di Kecamatan Metro Barat dengan perolehan suara mencapai 43,23%, Kecamatan Metro Timur (34,91%), Kec. Metro Selatan (37,12%).
Sementara perolehan suara pasangan lainnya di Kec. Metro Barat, Berlian-Mukhlis (11,935), Herman-Zainudin (24,28%), dan Alzier-Lukman (20,52%). Kecamatan Metro Timur, Berlian-Muchlis 14, 64%, Herman-Zainudin (29,93%), Alzier-Lukman (20,52%), Kecamatan Metro Selatan Berlian-Muchlis (11,60%), Herman-Zainudin (23,65%), Alzier-Lukman (27,61%).
Sementara perolehan suara sementara Partai Politik DPRD Kota Metro untuk daerah pemilihan (dapil) 3 Kecamatan Metro Timur (6 kursi), terdiri dari Golkar 1 kursi, PDIP (1 kursi), Nasdem (1 kursi), Gerindra (1 kursi), Demokrat (1 kursi), dan PKS (1 kursi).
Sedangkan perolehan tertinggi suara diraih oleh Partai Golkar, yaitu 18,36%, urutan kedua adalah PDI-P (17,04%), dan ketiga yakni Gerindra (10,88%).
Dapil 1 Kecamatan Metro Pusat (8 kursi), yaitu diperoleh PDI P 2 kursi, Gerindra (1 kursi), PAN (1 kursi), Demokrat (1 kursi), PKS (1 kursi), Nasdem (1 kursi), dan Golkar (1 kursi).
Dapil 2 Metro Utara (4 kursi) diperoleh Demokrat (1 kursi), PAN (1 kursi), PKB (1 kursi), dan PKS (1 kursi).
Dapil 3 Kec Metro Timur (6 kursi), diperoleh Partai Golkar (1 kursi), PDI P (1 kursi), Nasdem (1 kursi), Gerindra (1 kursi), , Demokrat (1 kursi), dan PKS (1 kursi).
Lalu Dapil 4 Metro Barat dan Metro Selatan (7 Kursi) diperoleh Gerindra (1 kursi), Golkar (1 kursi), PDI-P (1 kursi), Demokrat (1 kursi), PKB (1 kursi), PAN (1 kursi), dan PKS (1 kursi).(Editor: Isbedy Stiawan ZS)
Monday, March 24, 2014
Sekda Kota Metro Buka Pameran Senirupa dan Batu Akik
Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.Com
Metro—Gedung Wanita Kota Metro mulai Senin (24/3) siang dipenuhi lukisan dari para perupa Metro dan Bandarlampung. Sekira 30 karya perupa dipamerkan di ruang gedung tersbeut. Sementara di halaman Gedung Wanita dan pameran batu akik menyedot perhatian warga.
Pameran Senirupa dan Batu Akik yang ditaja Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kota Metro bekerja sama dengan Dewan Kesenian Metro (DKM) ini, dibuka Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Metro Ishak, akan berlangsung hingga 27 Maret mendatang.
Wakikota Metro Lukman Hakim dalam sambutan yang dibacakan Sekda Metro Ishak, menyambut baik kegiatan pameran senirupa dan batu akik ini. Diharapkan dari gelar karya senirua ini akan member apresiasi bagi masyarakat Metro, dan menumbuhkan bibit baru dalam dunia senirupa.
Pameran senirupa ini menampilkan karya-karya para perupa yang sudah tak asing di Provinsi Lampung, di antaranya Edi Purwanto, Yulius Bernard, Sutanto, dan Samsu Rizal. Karya-karya yang ditampilkan dari ukuran kecil hingga besar.
Beberapa karya senirupa yang menarik antara lain berjudul “Nex Generation”, “Golput”, “Hitam Putih”, “Bergeser”. Karya-karya lukisan ini cenderung ekspresif-impresionis.
Salah satu pengunjung mengaku tetarik dengan lukisan yang dipamerkan. Menurutnya, karya-karya para perupa itu di antaranya bertema kontekstual. Dia menyebut “Golput” bertepatan dengan menjelang Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung.
“Ini kontekstual sekali. Ada pesan yang disampaikan, bahkan cenderung ajakan untuk tidak memilih. Di era reformasi dan demokrasi sekarang, setiap individu punya hak untuk memilih atau tidak. Ini kesan yang saya bisa tangkap dari karya ‘Golpit’ ini,” kata Eko yang ditemui Senin (24/3) pukul 19.00.
Hal sama juga diakui Hendrik. Dia tertarik dengan lukisan bertajuk “Bergeser” yang menampilkan seorang bayi di antara kelimunan kata-kata. “Anak-anak yang baru lahir pun tak lagi bisa mengelak dari hunjaman kata. Suatu cerminan bahwa di era reformasi, kata-kata lebih banyak daripada kerja. Meracuni generasi bangsa,” jelasnya.
Dia mencontohkan, bagaimana para politisi menjelang pemilu. Para poltisi, menurutnya, hanya punya kata penuh janji. “Sementara politik di Indonesia masih terkesan bayi,” imbuh dia.
Pemeran Senirupa dan Batu Akik di Kota Metro ini berlangsung hingga Kamis (27/3), masih sebagai ajang apresiasi kalangan seniman. Artinya, belum bisa menarik kolektor di daerah ini untuk mengoleksi lukisan dari para perupa Lampung.
“Para pejabat di sini juga belum tergerak mengapresiasi. Padahal, kalau di kota-kota lain, setiap ada pameran sneirupa yang digelar oleh instansi pemerintah, ada saja pejabat yang membeli lukisan,” kata Samsu Rizal, perupa yang menampilkan “Hitam Putih” dan menjadi tema dari pameran senirupa di Metro.
Perupa yang pernah menetap 13 tahun di Ubud, Bali, ini tetap bangga dengan kepedulian pemerintah setempat yang masih peduli untuk menggelar kegiatan ini.
Pameran Batu Akik mendapat sambutan antusias warga Metro. Hal ini dapat dilihat dari transaski. Ternyata penggemar batu akik di kota ini cukup banyak. Pengunjung juga memenuhi arena pameran.
![]() |
| "Golput" (teraslampung/isb) |
Pameran Senirupa dan Batu Akik yang ditaja Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kota Metro bekerja sama dengan Dewan Kesenian Metro (DKM) ini, dibuka Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Metro Ishak, akan berlangsung hingga 27 Maret mendatang.
Wakikota Metro Lukman Hakim dalam sambutan yang dibacakan Sekda Metro Ishak, menyambut baik kegiatan pameran senirupa dan batu akik ini. Diharapkan dari gelar karya senirua ini akan member apresiasi bagi masyarakat Metro, dan menumbuhkan bibit baru dalam dunia senirupa.
Pameran senirupa ini menampilkan karya-karya para perupa yang sudah tak asing di Provinsi Lampung, di antaranya Edi Purwanto, Yulius Bernard, Sutanto, dan Samsu Rizal. Karya-karya yang ditampilkan dari ukuran kecil hingga besar.
Beberapa karya senirupa yang menarik antara lain berjudul “Nex Generation”, “Golput”, “Hitam Putih”, “Bergeser”. Karya-karya lukisan ini cenderung ekspresif-impresionis.
Salah satu pengunjung mengaku tetarik dengan lukisan yang dipamerkan. Menurutnya, karya-karya para perupa itu di antaranya bertema kontekstual. Dia menyebut “Golput” bertepatan dengan menjelang Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung.
“Ini kontekstual sekali. Ada pesan yang disampaikan, bahkan cenderung ajakan untuk tidak memilih. Di era reformasi dan demokrasi sekarang, setiap individu punya hak untuk memilih atau tidak. Ini kesan yang saya bisa tangkap dari karya ‘Golpit’ ini,” kata Eko yang ditemui Senin (24/3) pukul 19.00.
Hal sama juga diakui Hendrik. Dia tertarik dengan lukisan bertajuk “Bergeser” yang menampilkan seorang bayi di antara kelimunan kata-kata. “Anak-anak yang baru lahir pun tak lagi bisa mengelak dari hunjaman kata. Suatu cerminan bahwa di era reformasi, kata-kata lebih banyak daripada kerja. Meracuni generasi bangsa,” jelasnya.
Dia mencontohkan, bagaimana para politisi menjelang pemilu. Para poltisi, menurutnya, hanya punya kata penuh janji. “Sementara politik di Indonesia masih terkesan bayi,” imbuh dia.
Pemeran Senirupa dan Batu Akik di Kota Metro ini berlangsung hingga Kamis (27/3), masih sebagai ajang apresiasi kalangan seniman. Artinya, belum bisa menarik kolektor di daerah ini untuk mengoleksi lukisan dari para perupa Lampung.
“Para pejabat di sini juga belum tergerak mengapresiasi. Padahal, kalau di kota-kota lain, setiap ada pameran sneirupa yang digelar oleh instansi pemerintah, ada saja pejabat yang membeli lukisan,” kata Samsu Rizal, perupa yang menampilkan “Hitam Putih” dan menjadi tema dari pameran senirupa di Metro.
Perupa yang pernah menetap 13 tahun di Ubud, Bali, ini tetap bangga dengan kepedulian pemerintah setempat yang masih peduli untuk menggelar kegiatan ini.
Pameran Batu Akik mendapat sambutan antusias warga Metro. Hal ini dapat dilihat dari transaski. Ternyata penggemar batu akik di kota ini cukup banyak. Pengunjung juga memenuhi arena pameran.
Subscribe to:
Posts (Atom)




