Jakarta, Teraslampung.com—Calon presiden Joko Widodo akan memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu pada Sabtu (7/6).
Kedatangan capres yang diusung PDI-P ini untuk mengklarifikasi dugaan melakukan kampanye tidak sesuai jadwal.
Sebelumnya, Bawaslu telah dua kali melayangkan surat panggilan terhadap Jokowi. Namun Gubernur DKI Jakarta non aktif itu hanya diwakili tim advokasinya, dengan alasan masih sibuk berkampanye di luar kota.
Sebelum berkampanye pada Sabtu (7/6) ini, seperti dilansir Teraspos.com, Jokowi berjanji akan terlebih dulu memenuhi panggilan Bawaslu. Dia dijadwalkan akan tiba pukul 09.00 WIB.
Jokowi akan dimintai keterangan oleh Bawaslu terkait pidatonya saat acara pengundian nomor urut capres cawapres di Komisi Pemilihan Umum pada 1 Juni lalu.
Saat itu, Jokowi menyerukan agar masyarakat memilih pasangan nomor urut dua, yaitu dirinya dan Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden, 9 Juli mendatang.
Hal itu membuat kubu Prabowo-Hatta melaporkannya ke Bawaslu dengan tuduhan telah mencuri start kampanye. (*)
Showing posts with label Berita Pilpres. Show all posts
Showing posts with label Berita Pilpres. Show all posts
Friday, June 6, 2014
Thursday, June 5, 2014
Tak Penuhi Panggilan Bawaslu, Jokowi Bisa Didiskualifikasi
![]() |
| Muhammad |
Hari ini (5/6) Jokowi seharusnya memenuhi panggilan Bawaslu, setelah tidak hadir memenuhi panggilan Bawaslu pada Rabu lalu (4/6).
"Kami harap beliau (Jokowi) dapat datang atau hadir dalam upaya klarifikasi ini. Sebenarnya ini kesempatan yang baik untuk mengklarifikasi. Panggilan ketiga akan kami layangkan," kata Muhammad, Kamis (5/6).
Menurut Muhammad, jika pada pemanggilan ketiga pada esok hari Jokowi ternyata tetap tidak hadir, maka pihak Bawaslu RI akan bersikap tegas, untuk mengambil keputusan sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan Jokowi.
"Kalau dia ternyata benar-benar tidak hadir juga, kami akan menentukan sikap (mengeluarkan keputusan). Kalau itu kasusnya termasuk ke dalam kategori pelanggaran pidana, maka dia bisa didiskualifikasi dari pencapresannya di Pilpres 2014," kata dia.
Enam Belasan Ribu Pemuda Sumsel Siap Menangkan Prabowo-Hatta
Ahmad Marhaen/Teraslampung.com
PALEMBANG - Sebanyak 16 ribuan pemuda di Sumatera Selatan dari berbagai organisasi, siap memenangkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Mereka menilai Prabowo-Hatta memiliki karakter kebangsaan yang kuat, sikap tegas, dan pemikiran yang bagus.
“Jelas kami mendukung Prabowo-Hatta. Prabowo sosok pemimpin yang memiliki sikap, pemikiran, yang jelas mengenai kebangsaan dan kenegaraan. Dia merupakan idola para pemuda yang mencintai bangsa dan negara ini. Sementara Hatta, merupakan sosok pemimpin yang juga
dicintai para pemuda di Indonesia, apalagi di Sumatera Selatan,” kata Zuhri Lubis, koordinator Prabowo-Hatta Bergerak Sumsel, di Palembang, Kamis (5/6/2014).
Menurut Zuhri Lubis, Prabowo dan Hatta merupakan tokoh yang sangat menghargai demokrasi. Ini terbukti sejak memutuskan terjun ke politik, Prabowo maupun Hatta aktif berorganisasi dalam kegiatan sosial, hingga mendirikan dan memimpin partai politik.
“Bahkan Pak Hatta sejak muda sudah aktif di organisasi kepemudaan, baik di kampus (ITB) maupun di luar kampus,” kata Zuhri.
Zuhri mengatakan, Prabowo-Hatta dapat dikatakan merupakan putra terbaik di Indonesia. “Keduanya dikenal cerdas, pekerja keras, dan sangat peduli dengan masyarakat bawah, santun dan dekat dengan para ulama, tokoh masyarakat, tokoh pondok pesantren, juga dekat para elite politik. Jadi sangatlah pantas, mereka memimpin bangsa dan negara ini ke depan,” kata Zuhri.
Guna memenangkan Prabowo-Hatta, kata Lubis yang dikenal sebagai tokoh pemuda di Sumsel, sekitar 16.155 relawan dari kalangan pemuda yang secara aktif menjaring dan menjaga suara di kalangan pemilih pemula di Sumsel.
“Target kita sekitar 500-an ribu suara dari kalangan muda di Sumsel,” ujar politisi dari PBB, yang sebelumnya lama aktif di Partai Golkar.
Menurut Lubis, selain melakukan silahturahmi dengan kelompok dan tokoh pemuda, cara lain untuk meraih dukungan untuk Prabowo-Hatta adalah dengan menyosialisasikan sosok Prabowo-Hatta kepaa para calon pemilih pemula.
PALEMBANG - Sebanyak 16 ribuan pemuda di Sumatera Selatan dari berbagai organisasi, siap memenangkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Mereka menilai Prabowo-Hatta memiliki karakter kebangsaan yang kuat, sikap tegas, dan pemikiran yang bagus.
“Jelas kami mendukung Prabowo-Hatta. Prabowo sosok pemimpin yang memiliki sikap, pemikiran, yang jelas mengenai kebangsaan dan kenegaraan. Dia merupakan idola para pemuda yang mencintai bangsa dan negara ini. Sementara Hatta, merupakan sosok pemimpin yang juga
dicintai para pemuda di Indonesia, apalagi di Sumatera Selatan,” kata Zuhri Lubis, koordinator Prabowo-Hatta Bergerak Sumsel, di Palembang, Kamis (5/6/2014).
Menurut Zuhri Lubis, Prabowo dan Hatta merupakan tokoh yang sangat menghargai demokrasi. Ini terbukti sejak memutuskan terjun ke politik, Prabowo maupun Hatta aktif berorganisasi dalam kegiatan sosial, hingga mendirikan dan memimpin partai politik.
“Bahkan Pak Hatta sejak muda sudah aktif di organisasi kepemudaan, baik di kampus (ITB) maupun di luar kampus,” kata Zuhri.
Zuhri mengatakan, Prabowo-Hatta dapat dikatakan merupakan putra terbaik di Indonesia. “Keduanya dikenal cerdas, pekerja keras, dan sangat peduli dengan masyarakat bawah, santun dan dekat dengan para ulama, tokoh masyarakat, tokoh pondok pesantren, juga dekat para elite politik. Jadi sangatlah pantas, mereka memimpin bangsa dan negara ini ke depan,” kata Zuhri.
Guna memenangkan Prabowo-Hatta, kata Lubis yang dikenal sebagai tokoh pemuda di Sumsel, sekitar 16.155 relawan dari kalangan pemuda yang secara aktif menjaring dan menjaga suara di kalangan pemilih pemula di Sumsel.
“Target kita sekitar 500-an ribu suara dari kalangan muda di Sumsel,” ujar politisi dari PBB, yang sebelumnya lama aktif di Partai Golkar.
Menurut Lubis, selain melakukan silahturahmi dengan kelompok dan tokoh pemuda, cara lain untuk meraih dukungan untuk Prabowo-Hatta adalah dengan menyosialisasikan sosok Prabowo-Hatta kepaa para calon pemilih pemula.
Tuesday, June 3, 2014
Pertemuan Ibu-Ibu Komunitas Pemilih Jokowoi: "Jokowi Itu Suami Ideal, Sederhana, Bertanggung Jawab..."
Ahmad Marhaen/Teraslampung.com
PALEMBANG - Sejumlah ibu rumah tangga di Palembang menilai sosok Jokowi merupakan “suami ideal” bagi mereka. Jokowi yang dinilai lelaki yang bertanggungjawab, percaya diri, pintar, tapi sederhana dan tidak sombong.
“Sosok Pak Jokowi itu terjangkau oleh kami. Sebab kami tidak cantik, yang mungkin sulit mendapatkan suami seperti Ahmad Dani. Sosok Jokowi itu mirip suami kami. Dia bukan lelaki yang ganteng, gagah, kaya, cakep, jagoan, yang banyak dimimpikan banyak perempuan sekarang ini, tapi nyatanya tidak mungkin didapatkan perempuan seperti kami yang
miskin,” kata Ibu Mimin (49), warga Kertapati Palembang.
Kenapa Jokowi merupakan sosok suami ideal? “Ya, dia terlihat suka bekerja, bertanggungjawab, percaya diri, pintar, sederhana dan tidak sombong. Dan mungkin tidak terkena penyakit orang kaya, seperti suka korupsi, sombong, berjudi dan menggunakan narkoba,” katanya.
Ibu Mimin pun percaya sosok Jokowi dapat menjadi cerminan bagi kaum lelaki dari masyarakat Indonesia, khususnya dari masyarakat biasa. “Ternyata tidak ganteng, gagah, dan kaya, dapat menjadi pemimpin. Asal hidupnya lurus, jujur, tegas, dan percaya diri atau tidak tergoda
dengan penyakit orang-orang kaya dan hebat itu,” katanya.
Pernyataan Ibu Mimin ini disampaikan saat diskusi atau pertemuan kampung yang digelar Komunitas Pemilih Jokowi (KPJ) di Kertapati Palembang, Selasa (3/6/2014).
Diskusi yang diikuti para ibu, yang sebagian dari kaum miskin kota ini, guna mengumpulkan berbagai aspirasi, yang kemudian akan disampaikan ke Jokowi.
“Kami tahu banyak pemilih yang belum menentukan pilihan. Tapi sebenarnya mereka sudah punya pilihan. Tapi lantaran tidak disentuh mereka menjadi riskan oleh kemungkinan pembelian suara. Kegiatan ini merupakan upaya menjaga sikap mereka menjadi tidak pragmatis,” kata
Ferdian Andreas Lacony, ketua KPJ.
Menurut Ferdian, target dari KPJ yakni para ibu rumah tangga dari kaum miskin di Palembang, yang umumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau menjadi pedagang kecil di pasar atau membuka usaha kecil di rumahnya.
“Data yang baru kumpulkan belum banyak. Baru berkisar 800 ibu rumah tangga. Target kami tentu saja sebanyaknya. Dan semoga dari apa yang kami temui akan mampu menyebarkan apa-apa yang baik dari sosok Jokowi kepada masyarakat,” katanya.
![]() |
| Joko Widodo |
“Sosok Pak Jokowi itu terjangkau oleh kami. Sebab kami tidak cantik, yang mungkin sulit mendapatkan suami seperti Ahmad Dani. Sosok Jokowi itu mirip suami kami. Dia bukan lelaki yang ganteng, gagah, kaya, cakep, jagoan, yang banyak dimimpikan banyak perempuan sekarang ini, tapi nyatanya tidak mungkin didapatkan perempuan seperti kami yang
miskin,” kata Ibu Mimin (49), warga Kertapati Palembang.
Kenapa Jokowi merupakan sosok suami ideal? “Ya, dia terlihat suka bekerja, bertanggungjawab, percaya diri, pintar, sederhana dan tidak sombong. Dan mungkin tidak terkena penyakit orang kaya, seperti suka korupsi, sombong, berjudi dan menggunakan narkoba,” katanya.
Ibu Mimin pun percaya sosok Jokowi dapat menjadi cerminan bagi kaum lelaki dari masyarakat Indonesia, khususnya dari masyarakat biasa. “Ternyata tidak ganteng, gagah, dan kaya, dapat menjadi pemimpin. Asal hidupnya lurus, jujur, tegas, dan percaya diri atau tidak tergoda
dengan penyakit orang-orang kaya dan hebat itu,” katanya.
Pernyataan Ibu Mimin ini disampaikan saat diskusi atau pertemuan kampung yang digelar Komunitas Pemilih Jokowi (KPJ) di Kertapati Palembang, Selasa (3/6/2014).
Diskusi yang diikuti para ibu, yang sebagian dari kaum miskin kota ini, guna mengumpulkan berbagai aspirasi, yang kemudian akan disampaikan ke Jokowi.
“Kami tahu banyak pemilih yang belum menentukan pilihan. Tapi sebenarnya mereka sudah punya pilihan. Tapi lantaran tidak disentuh mereka menjadi riskan oleh kemungkinan pembelian suara. Kegiatan ini merupakan upaya menjaga sikap mereka menjadi tidak pragmatis,” kata
Ferdian Andreas Lacony, ketua KPJ.
Menurut Ferdian, target dari KPJ yakni para ibu rumah tangga dari kaum miskin di Palembang, yang umumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau menjadi pedagang kecil di pasar atau membuka usaha kecil di rumahnya.
“Data yang baru kumpulkan belum banyak. Baru berkisar 800 ibu rumah tangga. Target kami tentu saja sebanyaknya. Dan semoga dari apa yang kami temui akan mampu menyebarkan apa-apa yang baik dari sosok Jokowi kepada masyarakat,” katanya.
Pilpres 2014: Persaingan di Lampung Sangat Ketat
Hari Ini Seknas Petani Pendukung Jokowi di Lampung Dideklarasikan
Siti Qodratin/Teraslampung.com
BANDARLAMPUNG - Gerakan kampanye sangat masif yang dilakukan tim kampanye capres-cawapres lain tidak boleh dianggap enteng oleh tim pemenangan Jokowi-JK. Lampung memiki nilai strategis untuk mendulang suara pada pemilu presiden di wilayah Sumatera, selain Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Itulah sebabnya, Jokowi memberikan perhatian khusus untuk Lampung.
“Jokowi memberikan perhatian khusus, mengingat jumlah suara yang diperbutkan di Lampung termasuk besar. Persaingan pun sangat ketat, apalagi pihak pesaing sangat gencar kampanye dengan berbagai cara,” kata Ketua Sekretariat Nasional Pemenangan Jokowi-JK wilayah Lampung, Dedy Mawardi, Selasa (3/6).
Dedy mengatakan, bersama Sumatera Selatan dan Sumatera Utara, Lampung dinilai Jokowi sebagai daerah pengangga. Agar bisa mendulang suara dalam jumlah besar, para relawan Jokowi harus bekerja keras. Termasuk bekerja untuk menangkis kampanye hitam.
Dedy menilai persaingan perebutan suara pada Pilpres mendatang di Lampung cukup ketat, mengingat gerakan lawan politik begitu masif mempengaruhi masyarakat dengan cara apa pun.
"Selain itu, tim kami di lapangan juga cukup merasa kesulitan mempengaruhi masyarakat untuk mau memilih Jokowi, itu kami sadari makanya Jokowi memandang khusus pemilih di Lampung," ujar dia.
Untuk mempengaruhi pemilih mengambang, ia mengharapkan Jokowi bisa datang ke Lampung lebih dari dua kali. "Target untuk kemenangan di Lampung harus tercapai mengingat Lampung daerah strategis," kata dia lagi.
Sementara itu, Seknas Petani Pendukung Jokowi di Lampung hari ini dideklarasikan di Gedung Kantor Bantuan Hukum (KBH) di Jl Gajah Mada, Tamjungkarang Timur, Bandarlampung. Sedikitnya 50 petani dari perwakilan Lampung Selatan dan Kabupaten Pringsewu menghadiri deklarasi tersebut.
Dedi menambahkan untuk kemenangan Jokowi, petani di Lampung setiďaknya mendulang suara 15 persen sedangkan Seknas Jokowi sendiri menargetkan perolehan 60 persen suara.
“Banyak masalah yang dihadapi petani di Lampung. Kami yakin hanya Jokowi yang memiliki formula tepat untuk mengatasi banyaknya persoalan yang dihadapi petani tersebut. Salah satunya adalah dengan program reforma agraria,” kata dia.
Sunday, June 1, 2014
Prabowo akan Berlaku Kesatria pada Pemilu 2014
JAKARTA, Teraslampung.com - Menghadapi Pemilu Presiden 9 Juli 2014 nanti, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa berjanji akan berlaku kesatria, Menang atau kalau pada Pilpres, merekaa berjanji akan menghormati apa pun hasilnya.
“Menang atau tidak menang, kami bukan tipe dendam dan sebagainya. Jadi, insya Allah kami akan menerima mandat dari rakyat (jika menang) dan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo usai memaparkan visi misi di rapat kader Partai Demokrat, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (1/6/2014).
Pada forum tersebut Prabowo mengungkapkan beberapa keinginan bila kelak menang di bursa Pemilu Presiden. Salah satunya adalah komitmennya untuk membela kepentingan nasional di Indonesia.
“Kalau kami menang, kami akan meneruskan program-program pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang selama ini dibutuhkan masyarakat Indonesia,” kata Prabowo.
Pada pengundian nomor urut pasangan capres-cawapres di Kantor KPU, Minggu siang (1/6), Prabowo-Hatta mendapatkan nomor urut 1, sementara Jokowi-Jusuf Kalla nomor 2, Pasangan Prabowo – Hatta diusung oleh Partai Gerindra, PPP, PAN, PKS, PBB, dan Partai Golkar.
80 Persen Petani Sumsel akan Pilih Jokowi-JK
Ahmad Marhaen/Teraslampung.com
PALEMBANG - Sekretariat Nasional Tani Jokowi Sumatera Selatan meyakini dari 2 juta atau 80 persen petani di Sumsel akan memilih Jokowi-JK pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.
"Sebanyak 80 persen dari 2 juta jumlah petani kita secara sporadis kita sentuh. Jadi sekitar 1,2 juta petani Sumsel kita dorong untuk memperjuangkan Jokowi," kata Ketua Seknas Tani Jokowi Sumsel Anwar Sadat, saat Deklarasi Seknas Tani Jokowi Sumsel di Hotel Paradise Jl. Kapten A Rivai, Palembang, Minggu (1/6/2014).
Menurut dia, Seknas Tani Jokowi Sumsel ini tidak terhubung dengan parpol pendukung Jokowi, meskipun tetap berkoordinasi.
"Kami akan mengkampanyekan Jokowi, mengkonsolidasikan dengan rapat akbar di kampung-kampung, mensosialisasikan Jokowi paham petani, pekerja keras. Pada saat hari H akan ikut memantau, mengawasi, dan meminimalisir," ujarnya.
Seknas Tani Jokowi mengaku memiliki alasan tersendiri menjatuhkan pilihan dukungan kepada Jokowi-JK. Menurut Anwar Sadat, salah satu alasannya adalah karena Jokowi berkomitmen bangun seribu desa mandiri motor penggerak, bangun bank-bank keuangan petani, pasar rakyat dengan tujuan beli hasil petani dengan harga memadai.
"Yang utama Indonesia dicekam konflik agraria. Hingga catatan 2013 ada 369 kasus. Intimidasi, pemenjaraan petani, aktivis agraria ditahan dan meninggal. Kita berkeyakinan Jokowi bisa memperjuangkan. Massa tani aktivis sudah sampaikan ke Jokowi soal agenda ini. Jokowirdikelilingi orang yang paham soal agraria. Jokowi akan melaksanakan reforma agraria (landreform)," kata Anwar Saddat.
Ia mengaku, Seknas Tani Jokowi di Indonesia termasuk di Sumsel memastikan mendukung secara sukarela. Dipastikan tidak didanai dari partai maupun Jokowi.
"Kawan-kawan ke Jakarta. Selanjutnya deklarasi di kabupaten basis kita, rapt akbar secara masif melibatkan anggota petani kita. Jokowi simbol harapan kebangkitan rakyat. Jokowi itu hanya bisa kalah kalau dibom atau dicurangi. Bom isu maupun bom sebenarnya," tandasnya.
![]() |
| Jokowi-JK (ilistrasi devianart) |
"Sebanyak 80 persen dari 2 juta jumlah petani kita secara sporadis kita sentuh. Jadi sekitar 1,2 juta petani Sumsel kita dorong untuk memperjuangkan Jokowi," kata Ketua Seknas Tani Jokowi Sumsel Anwar Sadat, saat Deklarasi Seknas Tani Jokowi Sumsel di Hotel Paradise Jl. Kapten A Rivai, Palembang, Minggu (1/6/2014).
Menurut dia, Seknas Tani Jokowi Sumsel ini tidak terhubung dengan parpol pendukung Jokowi, meskipun tetap berkoordinasi.
"Kami akan mengkampanyekan Jokowi, mengkonsolidasikan dengan rapat akbar di kampung-kampung, mensosialisasikan Jokowi paham petani, pekerja keras. Pada saat hari H akan ikut memantau, mengawasi, dan meminimalisir," ujarnya.
Seknas Tani Jokowi mengaku memiliki alasan tersendiri menjatuhkan pilihan dukungan kepada Jokowi-JK. Menurut Anwar Sadat, salah satu alasannya adalah karena Jokowi berkomitmen bangun seribu desa mandiri motor penggerak, bangun bank-bank keuangan petani, pasar rakyat dengan tujuan beli hasil petani dengan harga memadai.
"Yang utama Indonesia dicekam konflik agraria. Hingga catatan 2013 ada 369 kasus. Intimidasi, pemenjaraan petani, aktivis agraria ditahan dan meninggal. Kita berkeyakinan Jokowi bisa memperjuangkan. Massa tani aktivis sudah sampaikan ke Jokowi soal agenda ini. Jokowirdikelilingi orang yang paham soal agraria. Jokowi akan melaksanakan reforma agraria (landreform)," kata Anwar Saddat.
Ia mengaku, Seknas Tani Jokowi di Indonesia termasuk di Sumsel memastikan mendukung secara sukarela. Dipastikan tidak didanai dari partai maupun Jokowi.
"Kawan-kawan ke Jakarta. Selanjutnya deklarasi di kabupaten basis kita, rapt akbar secara masif melibatkan anggota petani kita. Jokowi simbol harapan kebangkitan rakyat. Jokowi itu hanya bisa kalah kalau dibom atau dicurangi. Bom isu maupun bom sebenarnya," tandasnya.
Sebanyak 3.081 Tokoh Kampung dan Tokoh Dusun Siap Menangkan Prabowo-Hatta
Ahmad Marrhaen/Teraslampung.com
OGAN KOMERING ILIR - Sebagai wujud rasa syukur dan cinta terhadap pasangan Prabowo-Hatta,sekitar 3.081 tokoh kampung dan dusun di Sumatera Selatan siap memenangkan pasangan yang akan mengembalikan kejayaan Nusantara.
“Kami menilai pasangan Prabowo-Hatta, merupakan putra terbaik di Nusantara. Kami percaya pasangan ini akan mengembalikan kejayaan Nusantara jika mereka memimpin Indonesia,” kata H. Rohadi, tokoh masyarakat Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (1/6/2014).
Khusus Hatta Rajasa, kata Rohadi, merupakan putra Sriwijaya, yang selama puluhan abad ditunggu kemunculannya. “Dia dilahirkan di tanah yang dulunya merupakan cikal kelahiran Kerajaan Sriwijaya, yakni wilayah pesisir timur Sumatra,” katanya.
Hal ini dibenarkan Aryanto, tokoh masyarakat Pagaralam, “Karakter manusia Sriwijaya itu egaliter dan tidak primodial, makanya selama puluhan abad Kerajaan Sriwijaya mampu memakmurkan Nusantara ini,” katanya.
“Melihat kondisi Indonesia hari ini, kita membutuhkan tokoh yang secara lahirliah maupun mental merupakan perwujudan manusia Sriwijaya. Saya melihatnya ada pada sosok Hatta Rajasa,” ujarnya.
Sementara Muhammad Syarif dari Musi, menilai Hatta Rajasa merupakan sosok pemimpin yang lahir dari rakyat. “Dia muncul secara perlahan dari bawah. Bukan tokoh hasil rekayasa opini. Jadi, saya sangat percaya Hatta Rajasa lahir karena keinginan Tuhan dan doa para leluhur Nusantara, yang sedih melihat Indonesia yang terus mengalami ketidakadilan karena sikap primodial dan feodalistik,” katanya.
Tokoh Kampung dan Dusun Menjadi Jubir
Ke-3.081 tokoh kampung dan dusun yang tersebar di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, untuk memenangkan Prabowo-Hatta, baik di Sumatera Selatan, maupun di Indonesia, akan mengambil peran sebagai juru kampanye di masyarakat.
“Ini murni keinginan para tokoh masyarakat di Sumsel, yang ingin mendukung Pak Prabowo dan Pak Hatta. Guna mengoptimalkan dukungan tersebut, maka kami menghimpunnya dalam Forum Masyarakat Sumsel untuk Prabowo-Hatta (Formass untuk Prabowo-Hatta). Mereka akan menjadi juru kampanye Prabowo-Hatta di masyarakat,” kata H. Harris Tohir, selaku Ketua Umum Fromass Prabowo-Hatta, Minggu (1/6/2014).
“Mudahan suara, dukungan, doa mengalir dari seluruh aliran sungai dari puncak Dempo hingga ke lepas pantai timur Sumatera, yang kemudian mengalir di lautan Indonesia, dan menyentuh ratusan pantai di Nusantara, sehingga Prabowo-Hatta menjadi pemimpin nasional, untuk mengembalikan kejayaan Kerajaan Sriwijaya,” katanya.
Rencananya, ribuan tokoh kampung dan dusun, ini akan dideklarasikan pada pertengahan Juni 2014 ini. “Dalam deklarasi tersebut rencananya kita menghadirkan Prabowo-Hatta yang sangat dicintai masyarakat Sumsel,” katanya.
OGAN KOMERING ILIR - Sebagai wujud rasa syukur dan cinta terhadap pasangan Prabowo-Hatta,sekitar 3.081 tokoh kampung dan dusun di Sumatera Selatan siap memenangkan pasangan yang akan mengembalikan kejayaan Nusantara.
“Kami menilai pasangan Prabowo-Hatta, merupakan putra terbaik di Nusantara. Kami percaya pasangan ini akan mengembalikan kejayaan Nusantara jika mereka memimpin Indonesia,” kata H. Rohadi, tokoh masyarakat Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (1/6/2014).
Khusus Hatta Rajasa, kata Rohadi, merupakan putra Sriwijaya, yang selama puluhan abad ditunggu kemunculannya. “Dia dilahirkan di tanah yang dulunya merupakan cikal kelahiran Kerajaan Sriwijaya, yakni wilayah pesisir timur Sumatra,” katanya.
Hal ini dibenarkan Aryanto, tokoh masyarakat Pagaralam, “Karakter manusia Sriwijaya itu egaliter dan tidak primodial, makanya selama puluhan abad Kerajaan Sriwijaya mampu memakmurkan Nusantara ini,” katanya.
“Melihat kondisi Indonesia hari ini, kita membutuhkan tokoh yang secara lahirliah maupun mental merupakan perwujudan manusia Sriwijaya. Saya melihatnya ada pada sosok Hatta Rajasa,” ujarnya.
Sementara Muhammad Syarif dari Musi, menilai Hatta Rajasa merupakan sosok pemimpin yang lahir dari rakyat. “Dia muncul secara perlahan dari bawah. Bukan tokoh hasil rekayasa opini. Jadi, saya sangat percaya Hatta Rajasa lahir karena keinginan Tuhan dan doa para leluhur Nusantara, yang sedih melihat Indonesia yang terus mengalami ketidakadilan karena sikap primodial dan feodalistik,” katanya.
Tokoh Kampung dan Dusun Menjadi Jubir
Ke-3.081 tokoh kampung dan dusun yang tersebar di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, untuk memenangkan Prabowo-Hatta, baik di Sumatera Selatan, maupun di Indonesia, akan mengambil peran sebagai juru kampanye di masyarakat.
“Ini murni keinginan para tokoh masyarakat di Sumsel, yang ingin mendukung Pak Prabowo dan Pak Hatta. Guna mengoptimalkan dukungan tersebut, maka kami menghimpunnya dalam Forum Masyarakat Sumsel untuk Prabowo-Hatta (Formass untuk Prabowo-Hatta). Mereka akan menjadi juru kampanye Prabowo-Hatta di masyarakat,” kata H. Harris Tohir, selaku Ketua Umum Fromass Prabowo-Hatta, Minggu (1/6/2014).
“Mudahan suara, dukungan, doa mengalir dari seluruh aliran sungai dari puncak Dempo hingga ke lepas pantai timur Sumatera, yang kemudian mengalir di lautan Indonesia, dan menyentuh ratusan pantai di Nusantara, sehingga Prabowo-Hatta menjadi pemimpin nasional, untuk mengembalikan kejayaan Kerajaan Sriwijaya,” katanya.
Rencananya, ribuan tokoh kampung dan dusun, ini akan dideklarasikan pada pertengahan Juni 2014 ini. “Dalam deklarasi tersebut rencananya kita menghadirkan Prabowo-Hatta yang sangat dicintai masyarakat Sumsel,” katanya.
Saturday, May 31, 2014
Besok, Deklarasi Seknas Tani Jokowi Sumatera Selatan
Ahmad Marhaen/Teraslampung.com
PALEMBANG – Seratutsan tokoh tani dari 16 kabupaten di Sumatera Selatan, Minggu (1/06/2014) sore akan mendeklarasikan Seknas Tani Jokowi Sumatera Selatan di Hotel Paradise, Jalan Kapten A. Rivai Palembang.
“Selain tokoh tani, yang hadir juga para anggota koalisi partai politik pendukung Jokowi-JK, para akademisi, dan aktifis NGO,” kata Ketua Seknas Tani Jokowi Sumatera Selatan Anwar Sadat, Sabtu
(31/05/2014).
Menurut Sadat, dalam deklarasi ini belum dihadirkan massa petani. Rencananya, massa petani akan memenuhi Palembang pada saat kampanye nanti. “Kalau maunya para petani, ya langsung pengerahan massa. Tapi kita tahan dulu,” kata mantan Direktur Walhi Sumatera Selatan itu.
Setelah deklarasi di tingkat provinsi, deklarasi akan dilakukan di tingkat kabupaten dan kota. “Sama seperti deklarasi di tingkat provinsi, deklarasi di tingkat kabupaten nanti juga dihadiri para tokoh masyarakat lainnya, dan koalisi parpol,” kata Sadat.
Mengenai prediksi bahwa pasangan Prabowo-Hatta akan meraih suara terbanyak di Sumsel, menurut Sadat, itu karena di atas kertas Hatta Rajasa memang wong Sumsel. Namun, kata Sadat, tidak semua orang Sumsel mendukung Hatta.
“Jokowi juga memiliki pendukung yang kuat di Sumsel, terutama di kalangan rakyat kecil dan intelektual, sebab programnya lebih jelas, dan tidak didukung oleh para elite politik yang selama ini menjadi musuh rakyat, seperti diduga pelaku korupsi dan penjahat lingkungan hidup,” katanya.
PALEMBANG – Seratutsan tokoh tani dari 16 kabupaten di Sumatera Selatan, Minggu (1/06/2014) sore akan mendeklarasikan Seknas Tani Jokowi Sumatera Selatan di Hotel Paradise, Jalan Kapten A. Rivai Palembang.
“Selain tokoh tani, yang hadir juga para anggota koalisi partai politik pendukung Jokowi-JK, para akademisi, dan aktifis NGO,” kata Ketua Seknas Tani Jokowi Sumatera Selatan Anwar Sadat, Sabtu
(31/05/2014).
Menurut Sadat, dalam deklarasi ini belum dihadirkan massa petani. Rencananya, massa petani akan memenuhi Palembang pada saat kampanye nanti. “Kalau maunya para petani, ya langsung pengerahan massa. Tapi kita tahan dulu,” kata mantan Direktur Walhi Sumatera Selatan itu.
Setelah deklarasi di tingkat provinsi, deklarasi akan dilakukan di tingkat kabupaten dan kota. “Sama seperti deklarasi di tingkat provinsi, deklarasi di tingkat kabupaten nanti juga dihadiri para tokoh masyarakat lainnya, dan koalisi parpol,” kata Sadat.
Mengenai prediksi bahwa pasangan Prabowo-Hatta akan meraih suara terbanyak di Sumsel, menurut Sadat, itu karena di atas kertas Hatta Rajasa memang wong Sumsel. Namun, kata Sadat, tidak semua orang Sumsel mendukung Hatta.
“Jokowi juga memiliki pendukung yang kuat di Sumsel, terutama di kalangan rakyat kecil dan intelektual, sebab programnya lebih jelas, dan tidak didukung oleh para elite politik yang selama ini menjadi musuh rakyat, seperti diduga pelaku korupsi dan penjahat lingkungan hidup,” katanya.
Friday, May 30, 2014
Survei Terbaru LSI: Sementara Jokowi-JK Masih Unggul
JAKARTA, Teraslampung.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kembali merilis hasil survei terbaru. Survei LSI menunjukkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden (Capres-Cawapres) Joko Widodo dan Jusuf Kalla masih mengguli capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada komunitas tiga jenis profesi yang menjadi responden.
Peneliti LSI, Ade Mulyana, memaparkan di kalangan buruh dukungan pada Jokowi-JK sekitar sebesar 35,77 persen, sementara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebesar 23,52 persen.
"Di kalangan petani, dukungan ke Jokowi-JK sebesar 36,89 persen, untuk Prabowo-Hatta sebesar 18,62 persen," kata Ade ketika memaparkan hasil survei LSI yang terbaru itu, di Kantor LSI, Jalan Pemuda Nomor 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (30/5).
Untuk profesi ibu rumah tangga di luar buruh dan petani, pasangan Jokowi-JK unggul dengan meraih dukungan sebesar 40,04 persen, sedangkan Prabowo-Hatta Rajasa 21,42 persen.
"Di komunitas profesi, pasangan Jokowi-JK menang di semua lini. Hal ini bisa terjadi, karena para pemilih pada umumnya memilih berdasar kesukaan pada figur kandidat. Figur Jokowi-JK itu lebih disukai karena dianggap dekat dengan rakyat dan memiliki sikap jujur," kata Ade.
Survei terbaru LSI dilakukan pada awal Mei 2014, yang dilakukan di 33 provinsi yang tersebar di Indonesia, dengan jumlah total responden sebanyak 2.400 orang, dan dengan besar 'margin of error' sekitar dua persen.
Thursday, May 29, 2014
Sekda Tani Jokowi: Sebanyak 1,2 Juta Petani dam Buruh di Sumsel akan Pilih Jokowi-JK
Ahmad Marhaen/Teraslampung.com
PALEMBANG - Ketua Sekretariat Daerah Tani Jokowi Provinsi Sumatera Selatan, Anwar Sadat, mengklaim kurag lebih ada 1,2 juta petani dan buruh tani di Sumatra Selatan akan memilih Jokowi-JK. Mereka memilih Jokowi-JK karena pasangan ini memiliki agenda reforma agraria yang lebih jelas dari pasangan calon lainnya. Sebab melalui agenda reforma agraria tersebut, persoalan yang dihadapi para petani di Sumatra Selatan dapat terselesaikan.
“Satu-satunya cara untuk menyelesaikan persoalan tersebut, yakni pemerintah harus melakukan reforma agraria. Nah, pasangan Jokowi-JK lebih jelas agendanya mengenai reforma agraria ini, seperti akan membagikan sekitar 9 juta hektar tanah bagi para petani, buruh tani, dan petani gurem,” kata Anwar Sadat, di Palembang, Kamis (29/05/2014).
Menurut Anwar Sadar nasib 1,2 petani dan buruh tani di Sumatra Selatan sangat memprihatinkan. Selain hidup miskin, mereka juga terlibat konflik dengan berbagai perusahaan besar dan pemerintah terkait dengan lahan. Baik perusahaan perkebunan sawit, HTI (Hutan Tanaman Industri), pertambangan batubara, emas, migas, dan lainnya.
Anwar Sadat mengatakan tim kampanye Jokowi-JK bukanlah orang-orang yang bermasalah dengan persoalan agraria di Indonesia sehingga perjuangan untuk membela dan memperbaiki nasib petani lebih bisa diterima para petani.
“Jika Jokowi-JK terpilih menjadi pemimpin Indonesia, maka dijamin para penjahat lingkungan hidup mendapatkan perlindungan politik, justru para penjahat tersebut akan menerima sanski hukum,” kata mantan Direktur Walhi Sumatera Selatan itu.
Dijelaskan Sadat, saat ini ada ketimpangan dalam menguasai tanah, antara jutaan petani dengan puluhan perusahaan asing dan nasional.
“Lahan petani di pedesaan kini di bawah 0,25 hektar. Ini sangat jauh jika dibandingkan dengan perusahaan sawit asing seperti Guthie Malaysia, Wilmar International Group Singapura, Hindoli Cargill Amerika, Kualalmpur Kepong Bhd Malaysia, SIPEF Group Belgia, dan Golden Hope Group Malaysia, yang mengusai puluhan hingga ratusan ribu hektar. Ini belum termasuk lahan yang dikuasai perusahaan pertambangan batubara, emas, HTI, dan lainnya,” kata Sadat.
Sementara itu sekitar 0,2 persen penduduk yang menguasai 56 persen aset nasional dengan konsentrasi aset 87 persen dalam bentuk tanah. Akibatnya berdasarkan Rencana Strategis BPN 2010-2014 terdapat 7.491 kasus konflik agraria. Yang masuk dalam kategori konflik 858, sengketa 4.581, dan perkara tanah 2.052 kasus. Sedangkan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), mencatat sejak 2004-2012 terjadi 618 konflik agraria di Indonesia dengan areal 2.399.314,49 hektar, dan lebih dari 731.342 keluarga menjadi korban ketidakpastian agraria. Dari seluruh perkebunan sawit, 59 persen berkonflik dengan rakyat, yaitu 591 kasus konflik di 22 provinsi dan 143 kabupaten.
Di Sumsel, kata Sadat, dari 2009-2014, tercatat 60-an konflik agraria. Konflik ini tersebar sembilan kota dan kabupaten, yakni Palembang, Ogan Komering Ulu (OKU), dan Ogan Komering Ilir (OKI). Lalu, Ogan Ilir (OI), Banyuasin, Musi Banyuasi (Muba), Musi Rawas (Mura), Ogan Komering Ulu (OKU), Muara Enim dan Lubuk Linggau. Hingga 2012, hanya 14 kasus diselesaikan. Kabupaten Muba paling banyak konflik agraria, sekitar 23 kasus.
“Jadi tidak masuk di akal jika 1,2 petani dan buruh tani, yang juga merupakan masyarakat adat di Sumsel tidak memilih pasangan Jokowi-JK,” ujar deklarator Seknas Tani Jokowi ini.
Bagaimana menjaga suara sebesar itu? “Kami akan mengoptimalkan semua organ tani, termasuk lembaga adat seperti AMAN Sumsel,” katanya.
| Anwar Sadat |
“Satu-satunya cara untuk menyelesaikan persoalan tersebut, yakni pemerintah harus melakukan reforma agraria. Nah, pasangan Jokowi-JK lebih jelas agendanya mengenai reforma agraria ini, seperti akan membagikan sekitar 9 juta hektar tanah bagi para petani, buruh tani, dan petani gurem,” kata Anwar Sadat, di Palembang, Kamis (29/05/2014).
Menurut Anwar Sadar nasib 1,2 petani dan buruh tani di Sumatra Selatan sangat memprihatinkan. Selain hidup miskin, mereka juga terlibat konflik dengan berbagai perusahaan besar dan pemerintah terkait dengan lahan. Baik perusahaan perkebunan sawit, HTI (Hutan Tanaman Industri), pertambangan batubara, emas, migas, dan lainnya.
Anwar Sadat mengatakan tim kampanye Jokowi-JK bukanlah orang-orang yang bermasalah dengan persoalan agraria di Indonesia sehingga perjuangan untuk membela dan memperbaiki nasib petani lebih bisa diterima para petani.
“Jika Jokowi-JK terpilih menjadi pemimpin Indonesia, maka dijamin para penjahat lingkungan hidup mendapatkan perlindungan politik, justru para penjahat tersebut akan menerima sanski hukum,” kata mantan Direktur Walhi Sumatera Selatan itu.
Dijelaskan Sadat, saat ini ada ketimpangan dalam menguasai tanah, antara jutaan petani dengan puluhan perusahaan asing dan nasional.
“Lahan petani di pedesaan kini di bawah 0,25 hektar. Ini sangat jauh jika dibandingkan dengan perusahaan sawit asing seperti Guthie Malaysia, Wilmar International Group Singapura, Hindoli Cargill Amerika, Kualalmpur Kepong Bhd Malaysia, SIPEF Group Belgia, dan Golden Hope Group Malaysia, yang mengusai puluhan hingga ratusan ribu hektar. Ini belum termasuk lahan yang dikuasai perusahaan pertambangan batubara, emas, HTI, dan lainnya,” kata Sadat.
Sementara itu sekitar 0,2 persen penduduk yang menguasai 56 persen aset nasional dengan konsentrasi aset 87 persen dalam bentuk tanah. Akibatnya berdasarkan Rencana Strategis BPN 2010-2014 terdapat 7.491 kasus konflik agraria. Yang masuk dalam kategori konflik 858, sengketa 4.581, dan perkara tanah 2.052 kasus. Sedangkan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), mencatat sejak 2004-2012 terjadi 618 konflik agraria di Indonesia dengan areal 2.399.314,49 hektar, dan lebih dari 731.342 keluarga menjadi korban ketidakpastian agraria. Dari seluruh perkebunan sawit, 59 persen berkonflik dengan rakyat, yaitu 591 kasus konflik di 22 provinsi dan 143 kabupaten.
Di Sumsel, kata Sadat, dari 2009-2014, tercatat 60-an konflik agraria. Konflik ini tersebar sembilan kota dan kabupaten, yakni Palembang, Ogan Komering Ulu (OKU), dan Ogan Komering Ilir (OKI). Lalu, Ogan Ilir (OI), Banyuasin, Musi Banyuasi (Muba), Musi Rawas (Mura), Ogan Komering Ulu (OKU), Muara Enim dan Lubuk Linggau. Hingga 2012, hanya 14 kasus diselesaikan. Kabupaten Muba paling banyak konflik agraria, sekitar 23 kasus.
“Jadi tidak masuk di akal jika 1,2 petani dan buruh tani, yang juga merupakan masyarakat adat di Sumsel tidak memilih pasangan Jokowi-JK,” ujar deklarator Seknas Tani Jokowi ini.
Bagaimana menjaga suara sebesar itu? “Kami akan mengoptimalkan semua organ tani, termasuk lembaga adat seperti AMAN Sumsel,” katanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)









