Showing posts with label Pilgub Lampung. Show all posts
Showing posts with label Pilgub Lampung. Show all posts

Wednesday, April 9, 2014

Update Data Hitung Riil Pilgub Lampung


Update data perolehan suara Pilgub Lampung hasil Real Count PUSSbik Lampung, Kamis 10-04-2014, data masuk Kamis, 10 April 2014 Pukul 12.15.

Jumlah Suara Masuk = 951.379 dari 654 Desa/Kelurahan se-Lampung 
No. urut 1 = Berlian Tihang-Mukhlis Basri (BerlianMu) =131.662 (14%)
No. Urut 2 = Ridho Ficardo-Bachtiar Basri=Ridho Berbakti=325.249 (34%)
No. urut 3 = Herman HN-Zaenudin Hasan=Manzada 438.752 (46%)
No. urut 4 = Alzier Dianis Thabranie-Lukman Hakim=57.612 (6%)

Sumber: Pussbik

'Real Count' Pilgub Lampung: Herman HN-Zaenudin Hasan Masih Unggul

Ada upaya sistematis untuk membangun opini publik guna memenangkan cagub-cawagub tertentu




Siti Qodratin Aulia, Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

Bandarlampung--Hasil hitung cepat Pilgub Lampung, Rabu (9/4), oleh beberapa lembaga survei yang memenangkan pasangan Ridho Ficardo-Bachtiar Basri (Ridho Berbakti) mendapatkan perhatian serius dari tim pemenangan cagub Herman H.N.-Zaenudin Hasan (MANZADA).

Tim MANZADA yang melakukan tabulasi hasil penghitungan suara di semua TPS di Lampung,  menyesalkan adanya pembentukan opini publik bahwa seolah-olah Ridho Berbhakti menang satu putaran dengan perolehan suara di atas 40 persen.

 “Kami melihat ada upaya sistematis untuk membangun opini publik guna memenanngkan cagub-cawagub tertentu. Pembangunan opini publik itu bisa menyesatkan dan pada praktiknya sangat janggal,” kata Aryanto, Direktur Eksekutif Pusat Studi dan Strategi Kebijakan (Pussbik), yang juga  ketua tim tabulasi data tim Manzada, Kamis (10/4).

Menurut Aryanto, indikasi pembangunan opini publik tidak hanya dilakukan di media lokal, tetapi juga di media nasonal dengan data yang masih patur dipertanyakan.

Hasil ekspose hitung cepat yang memenangkan pasangan Ridho-Bachtiar dilakukan pada Rabu sore (9/4/2014), kata Aryanto, layak dipertanyakan motifnya. Sebab, penghitungan  suara Pilgub menurut aturan KPU dilakukan setelah penghitungan suara DPR RI, DPD, DPRD I, dan DPRD Kabupaten/Kota. Di banyak TPS bahkan penghitungan suara baru selesai tengah malam,” kata Aryanto.

“Bagaimana mungkin bisa mendapatkan data, meskipun hanya sampel, dan menyampaikannya ke publik secepat itu kalau penghitungan suara untuk Pilgub di TPS-TPS dilakukan pada malam hari? Rata-rata KPPS baru selesai menghitung surat suara Pilgub di TPS-TPS pada pukul 23.00  WIB, ” Aryanto menambahkan.

Aryanto mengatakan tim Manzada melakukan penghitungan di semua TPS di seluruh desa di Lampung (real count). “Jadi, data kami merukan data riil, bukan hanya berdasarkan sampel TPS,” kata dia.

Data yang masuk ke pusat data Tim Manzada pada Kamis (10/4) pukul 01.15 WIB berdasarkan Lembar C1  sebanyak 262.159 suara sah dari 263 desa (total keseluruhan 2.689 desa). Perolehan suaranya adalah: Berlian Tihang-Mukhlis Basri (BerlianMu) 13 %, Ridho Berbakti 38%, Manzada  42 %, dan Alzier Dianis Thabranie-Lukman Hakim (AMAN) 4,7%.

Pada Kamis (10/4) pukul 03.35 WIB data yang masuk bertambah sehingga menjadi 412.311 suara dari 349 desa. Perolahan suaranya adalah: BerlianMu 14 %,  Ridho Berbakti  36 %, Manzada  44%, sementara AMAN   6 %.

“Data itu akan kami update terus sampai tuntas,”kata Aryanto.

Aryanto menandaskan pihaknya sengaja melakukan input data lapangan di semua TPS dan semua desa (pekon)/kelurahan di Lampung agar mendapatkan hasil yang benar-benar faktual. Hal itu juga dilakukan untuk mencegah praktik kecurangan yang mungkin terjadi pada saat penghitungan di tingkah lebih tinggi (PPK maupun KPUD).

Quik Count Tim Ridho Berbhakti: Cagub-Cawagub Lampung Ridho-Bachtiar Unggul 45, 4 Persen

Bandarlampung, Teraslampung--Hasil hitung cepat yang dilakukan tim pemenangan calon Gubernur Lampung Ridho  Ficardo-Bachtiar Basri menunjukkan, pasangan yang diusung Partai Demokrat itu unggul dengan 45, 4 persen. Pasangan yang didukung penuh PT Sugar Group Company ini jauh meninggalkan Herman HN-Herman HN-Zaenudin  Hasan yang memperoleh 31, 90 persen.

Sementara  cagub-cawagub yang diusung PDIP, Berlian Tihang-Mukhlis Basri, memperoleh   15, 34 persen dan Alzier Dianis Thabranie-Lukman Hakim  7,72 persen. (RL/MA)

Hitung Cepat Lemlit Unila: Herman HN Sementara Unggul

Bandarlampung, Teraslampung.com—Tim pemenangan pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Herman H,N.-Zaenudin Hasan (Manzada) boleh sedikit gembira.Hasil penghitungan cepat yang dilakukan Lembaga Penelitian (Lemlit) Universita Lampung untuk sementara menempatkan pasangan ini pada peringkat pertama.

Berdadarkan suara masuk dari lima TPS di Kota Bandarlampung, Lemlit Unila mencatat Herman HN-Zaenudin Hasan merraih 44 persen dengan raihan 823 suara, disusul pasangan Berlian Tihang-Mukhlis Basri dengan 23 persen dengan  411 suara, Ridho Ficardho-Bachtiar Basri i 24 persen (389 suara), sementara Alzeir Dianis Thabranie-Lukman Hakim 5 persen dengan 99 suara.

"Ini baru penghitungan suara hingga pukul 16.10. WIBB, dengan suara masuk sebanyak 1.722 suara sah,: kata penelit Lemlit Unila, Dr. Hartoyo, Rabu sore, 9 April 2014.

Menurut Hartoyo, posisi itu kemungkinan besar masih akan berubah, karena laporan yang belum masuk banyak sangat banyak. (Siti Qodratin/Mas Alina)

Pilgub Lampung: Gulak-Galik, Kelurahan yang Susah Ditembus Ridho

Hasil penghitungan suara di TPS 9 Kelurahan Gulak-Galik
Bandarlampung, Teraslampung.com--Pasangan calon gubernur Ridho Ficardo-Bachtiar Basri boleh jadi akan melenggang memenangi Pilgub Lampung dengan satu putaran. Namun, untuk beberapa wilayah Kota Bandarlampung, Ridho sulit menembus kantung suara yang diyakini mendukung Herman HN-Zaenudin Hasan. Salah satunya di TPS 9 dan TPS 10 Kelurahan Gulak-Galik, Bandarlampung.

Sejak awal deklrasi maju Pilgub, Ridho lebih dulu menyerbut hampir semua kawasan di Gulak-Galik. Baner ukuran besar dan poster terpasang hampir di sepanjang jalan. Serbuan gambar Ridho yang dilakukan pada tengah malam itu membuat RT 18 Kelurahan Gulak-Galik itu tak ubangnya 'Kampung Ridho'.

Namun, kondisi berbalik ketika ada kepastian jadwal Pilgub. Di sepanjang Jalan Dewi Sartika RT 018 Kelurahan Gulak-Galik,poster Ridho hanya terpasang di sekitar Percetakan Jastra. Selebihnya adalah gambar Herman HN. Hampir semua warung di sekitar kawasan ini memasang gambar Herman HN.

"Ini kawasan Herman HN. Suara kami tidak akan bisa dibeli oleh apa pun. Gula dan uang silakan masuk, tetapi suara tetap untuk Pak Herman. Kami ingin memilih gubernur yang sudah jelas saja hasil kerjanya," kata Otong, 52, warga RT 018 Kelurahan Gulak-Gulak, Rabu (9/4).

Tekad bulat warga RT 018 memenangkan Herman HN, misalnya, diwujudkan salah seorang warga dengan menghafal baik-baik wajah Herman. "Saya sudah tua, saya harus menghafal betul wajahnya. Karena Pemilu kali ini selain memilik caleg juga memilih calon gubernur, saya harus hati-hati biar tidak salah memilih. Saya menghafalnya semalaman," kata Parman, 73, warga Kelurahan Gulak-Galik.

"Kalau Pak Herman sudah gampang dihafal, tapi para caleg saya susah menghafalnya. Untung saja ada orang sini yang nyalon di PAN Kota Bandarlampung, ya dialah yang saya  pilih," kata dia.

Penghitungan suara di TPS 9 yang berakhir pukul 17.00 WIB menunjukkan pasangan Herman HN-Zaenudin Hasan menang telak dengan  209 suara. Ridho Ficardo-Bachtiar Basri menyusul dengan 52 suara, Berlian Tihang-Mukhlis Basri 22 suara, sementara Alzier Dianis Thabranie-Lukman Hakim 11 suara. (Mas Alina Arifin)

Pemilu Bersamaan Pilgub Membuat Repot Kakek Parman

Kakek Parman: lama mencoblos di bilik kardus (teraslampung.com)

Bandarlampung, Teraslampung.com--Parman, 73, warga Kelurahan Gulak-Galik, Telukbetung Utara, Bandarlampung masih ada di bilik suara yang terbuat dari kardus ketika pemilih lain sudah meninggalkan biliknya. Padahal, Parman lebih dulu masuk ke bilik untuk mencoblos.

Di dalam bilik yang tidak layak disebut sebagaki bilik itu, Parman mula-mula membuka selembar surat suara secara pelan-pelan. Ia cari gambar wajah yang dianggapnya pas untuk diicoblos. Gambar yang dia cari tidak ada. Yang ada hanya gambar parpol dan deretan nama caleg.

Lima menit lebih Parman berada di bilik untuk menusukkan paku di gambar surat suara atau di tulisan yang nama caleg. "Tapi ketika mencoblos calon gubernur lebih mudah, karena ada gambarnya. Tapi untuk orang tua seperti saya tetap saja repot," kata Parman, Rabu  (9/4).

Menurut Parman, Pemilu kali ini lebih berat dibanding Pemilu sebelumnya karena digabungkan dengan pemilihan gubernur. "Yang harus dicoblos lebih banyak.Ada lima surat suara. Mengantrinya lama," ujarnya.

Parman mengaku, meskipun repot dia rela kepanasan dan antre untuk memilih wakil rakyat dan calon gubernur.  "Dulu saya sering jadi pantia pencoblosan,. Sekarang tidak lagi karena saya yakin untuk orang setua saya akan repot. Cara memilih saja saya bingung, apalagi menjadi panitia yang harus menjelaskan kepada para calon pemilih," kata dia. (Siti Qodratin Aulia)

Survei Exit Pool: PDIP Unggul 19, 26 Persen, Ridho Ficardo-Bachtiar Basri Menang Satu Putaran di Pilgub

Massa PDIP di Lampung Tengah (ilustrasi)
Bandarlampung, Teraslampung.com--Hasil exit pool yang dilakukan Cyrus Network (CN) bekerjasama dan  Center for Stratrgic and International Studies (CSIS) hari ini menunjukkan bahwa untuk sementara PDIP menjadi partai peraih suara terbanyak, yakni 19,26 persen. Jika hasil riil nantinya tidak beranjak dari angka itu,maka peluang PDIP untuk mengusung capresnya tanpa menggandeng partai lain akan berat.

Hasil exit poll  CN dan CSIS juga menyebutkan Partai Golkar mendapat suara 12,86 persen; Gerindra dengan 10,26 persen; Demokrat 7,7 persen; dan PKB dengan 6 persen suara. Sedangkan 10 partai lain hanya mendapatkan suara di bawah 5 persen.

Survei exit poll dilakukan dengan cara mewawancarai orang yang baru keluar dari TPS. Responden sebanyak 8.000 orang yang tersebar di 2000 TPS pada 2000 desa di 77 daerah pemilihan, tersebar pada 33 provinsi Se-Indonesia. Perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan adalah 50:50.

Survei ini menggunakan metode multisage random sampling. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan margin eror 1,1 persen. Untuk sementara data yang masuk total 96,5 persen dengan total sample 7.700 orang.

Dengan cara melakukan wawancara ini, dalam survei tersebut didapatkan data 15,39 persen merahasiakan jawabannya dan 3,98 persen tidak menjawab.

Hasan Nasbi, Direktur Eksekutif Cyrus Network, mengatakan  untuk sementara PDIP belum bisa berharap mendapatkan suara mencapai 30 persen. "Karena saat ini masih di bawah 20 persen. Mungkin hanya akan mencapai maksimal 26 persen," tutur Hasan, saat konferensi pers di gedung CSIS, Rabu (9/4).

Philips J Vermonte Ketua departeman hubungan politik dan internasional dari CSIS menyebutkan, kemungkinan Ini pun jika semua suara yang tidak menjawab, serta merahasiakan pilihannya semua memilih PDIP. Oleh karena kita masih harus menunggu hasil quick count pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, hasil exit pool Pilgub Lampung yang dilakukan sebuah  lembaga survai menyebutkan pasangan Ridho Ficardo-Bachtiar Basri menang dengan suara di atas 40 persen, disusul oleh Herman HN-Zaenudin Hasan dengan suara 35 persen.

Sayangnya, pemimpin lembaga tersebut masih merahasiakan hasil utuh exit pool yang dilakukan lembaganya.

“Nanti sore saja tunggu sampai pukul 18.00. Kami akan sekalian publikasikan hasil hitung cepat,” kata pemimpin lembaga survei tersebut.

Pemimpin lembaga survei itu mengatakan,  dengan selisih suara yang jauh susah bagi Herman HN-Zaenudin Hasan untuk mengejar sehingga dipastikan Ridho Ficardo-Bachtiar Basri menang satu putaran.

“Ya, inilah kenyataan. Masyarakat Lampung masih pragmatis sehingga kita belum bisa berharap lahirnya gubernur yang ideal,” kata dia.(Mas Alina Arifin)

Tuesday, April 8, 2014

Alzier Mencoblos di TPS 14 RT 05 Kelurahan Jagabaya, Lukman di TPS 8 Kota Metro

Alzier Dianis Thabranie, calon gubernur menunjukkan lembar suara (foto: ist)

Bandarlampung, Teraslampung.com—Alzier Dianis Thabbraie, calon gubernur (cagub) nomor urut 4, memberi hak suaranya sebagai warga negara di TPS 14 Rt 05 Kelurahan Jagabaya, Bandarlampung.

Didampingi istri dan putranya, Alzier yang berpasangan dengan Lukman Hakim (AMAN), menuju TPS, Rabu (9/4) pagi.

Setelah mencoblos di bilik suara, Alzier memberi keterangan pers seputar Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub), dan bertemu muka dengan warga sekitar yang simpati padanya.

Menurut Alzier, Pileg dan Pilgub berjalan lancar dan damai. Dia juga berharap Pilgub berlangsung fair. “Siapa pun pemenangnya, demi kemajuan Provinsi Lampung, harus kita terima,” pesannya.

Sampai berita ini ditulis pukul 16.40 WIB, belum diperoleh hasil perolehan suara untuk Pilgub. Hal ini juga terjadi di sejumlah TPS di Kelurahan Enggal, hingga pukul 17.00 belum selesai penghitungan suara.

Namun, menurut warga Rawasubur, dia memerkitakan Alzier akan unggul. "Khusus TPS yang ada di Rawasubur, Rawasari, Alzier-Lukman bisa unggul. Pastinya ya nanti setelah penghitungan suara," kata Heri.



Lukman di TPS 8 Jl A.R. Prawinegara Metro

Sementara itu, Calon wakil gubernur Lukman Hakim mencoblos di TPS 8, persisnya di belakang rumah dinas Walikota Metro Jalan A.R. Prawinegara, Metro, sekira pukul 09.00 Rabu (9/4).

Lukman yang tampil sebagai pendamping Alzier Dianis Thabranie dengan nomor urut 4 ini, mengaku, belum dapat memprediksi perolehan suara tertinggi untuk dirinya, meski dikandang sendiri.

Pasangan jargon ‘AMAN “ ini hanya menyerukan kepada masyarakat agar pemilu berjalan jujur adil dan rahasia.

Lukman mendatangi TPS 8 bersama istri dan putrinya. Usai mencoblos, Lukman berharap agar pelaksanaan Pilgub dan Pileg khususnya di Kota Metro menjadi contoh wilayah pembelajaran politik yang baik di tengah kota pendidikan yang unggul dan sejahtera.

Sebab, kata Lukman, hingga sampai pelaksanaan hari pencoblosan   tidak ada terjadi gejolak apapun ditengah masyarakat Kota Metro.

Untuk Kota Metro terdapat 255 TPS dan 109.083 suara yang didistribusikan KPU setempat.




(isbedy stiawan zs)


Di Beringinraya Bandarlampung dan Pringsewu, Kotak Suara Terbuat dari Kardus!

Mas Alina Arifin/Siti Qodratin Aulia/Teraslampung.com

Bandarlampung--Sebagian warga Kota Bandarlampung dan di beberapa daerah kabupaten/kota di Lampung sejak Selasa sore (8/4) sibuk menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Meskipun mendapatkan honor kecil, mereka tampak antuasias bekerja menyukseskan Pemilu 2014 pada 9 April 2014 yang dibarengkan dengan pemilihan gubernur Lampung.

Di sela-sela antuasiame tersebut, ada sebagian warga Kota Bandarlampung yang merasa waswas pelaksanaan Pemilu dan Pilgub akan lancar dan terhindar dari konflik atau protes keras. Salah satu indikasinya adalah dengan adanya kotak suara yang hanya terbuat dari kardus, bukan dari pelat disertai gembok untuk mengamankan surat suara.

Di Perumahan Wismamas, Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung, misalnya, warga kaget karena kotak suara terbuat dari kardus. "Kotak Suara di TPS 13 tempat saya, dari lima yang disediakan dua di antaranya terbuat dari kotak kardus. Kardus itu untuk kotak suara calon Gubernur dan DPRD Kota Bandarlampung.Ini sangat rawan kecurangan. Mungkin saja hal itu terjadi tempat lain," kata Ichwanto M. Nuh, warga Perum Wismamas, Selasa malam ((8/4).

Selain kotak suara yang hanya terbuat dari kardus, menurut Ichwanto, di TPS tempat dia akan mencoblos, kertas peraga berisi daftar calon anggota DPD juga belum ada.

Menurut Ichwanto. seorang kawan yang tinggal di Pagelaran, Kabupaten Pringsewu juga menceritakan pengalaman serupa: menemukan kotak suara terbuat dari kardus.

"Kalau sebagian besar kotak suara bahannya dari kardus tentu akan sangat rawan kecurangan. Memakai kotak terbuat dari plat dan digembok saja masih rawan, apalagi kardus yang mudah dibuka dan dilakban kembali," kata Ichwanto.

Pemilu dan Pilgub Lampung: Polda Terapkan Tiga Kategori Pengamanan


M.Zaenal/Teraslampung.com

AKBB Sulistyaningsih
Bandarlampung—Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, menerapkan tiga kategori pengamanan dalam pemilihan Legislatif dan Gubernur Lampung tahun 2014 yang pelaksanaannya bersamaan.

"Kami menerapkan tiga kategori pengamanan yang pertama aman, rawan satu dan rawan dua," kata  Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, Selasa (8/4).

Sulis menjelaskan, untuk pengamanan aman dengan sistem penjagaan 2-5- 10, artinya dua anggota kepolisian menjaga lima tempat pemungutan suara (TPS) dan 10 anggota pelindung masyarakat (Linmas).

Selain itu juga, pengamanan dengan rawan satu masuk dalam tahap kewaspadaan, yakni dengan sistem penjagaan dua polisi menjaga dua TPS dibantu empat Linmas.
   
"Yang paling rawan masuk dalam kategori rawan dua, dengan penjagaan dua polisi menjaga satu TPS dibantu empat linmas," jelas dia.
   
Dia melanjutkan, bahwa yang mengetahui rawan atau tidaknya di TPS, yakni Polres dan Polresta, sedangkan Polda Lampung hanya membantu penjagaan serta menerima iformasi.

"Ada 16.492 TPS yang kami ketahui dengan jumlah mata pilih 5.899.211, personil pengamanan Polda Lampung 6513," kata mantan Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda ini.
   
Ia mengungkapan, Polda Lampung akan melakukan pengamanan hingga 10 April 2014. Sulis mengaharapkan pemilu legislatif dan pemilihan gubernur yang digelar serentak di Lampung dapat berlangsung aman, tertib tidak ada konflik politik yang berkepanjangan.

Monday, April 7, 2014

Semua Logistik Pilgub Sudah Didistribusikan


Pringswu, Teraslampunglampung.com—Logistik  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung untuk wilayah Kabupaten Pringsewu pada Senin ini (7/4), semuanya sudah didistribusikan ke PPS.

Wahir,salah satu staf sekretariat KPU Pringsewu yang mengurusi pendistribusian logistik Pilgub, sebanyak 1002 kotak Suara untuk Pilgub Lampung sudah terdistribusikan semuanya hingga ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Pringsewu. Selanjutnya, PPS akan mendistribusikan ke TPS-TPS. 

“Tidak ada kendala dalam pendistribusian, pengawalan pendistribusian dikawal ketat oleh polisi dan diawasi oleh Panwas Kabupaten Pringsewu,” kata Wahir (AN Andoyo)

Irwasum Mabes Polri Lepas Personel Pengamanan Pemilu dan Pilgub di Lampung


M. Zaenal/Teraslampung.com

Komjen (Pol) Anton Bachrul Alam 
BANDAR LAMPUNG - Sekitar 1.664 personel Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, yang bertugas menjaga keamanan pelaksanaan pemilu 2014 disetiap TPS, dilepas langsung oleh Irwasum Mabes Polri, Komjen Pol Anton Bachrul Alam di Mapolda Lampung,Senin (7/3).

Para personel tersebut terdiri dari 808 personel dari Sabhara dan Brimob, 716 personel pengamanan TPS dan 140 personel siap di Mapolda. Personel tersebut yang akan mengamankan pemilu hingga tanggal (10/4/2014) mendatang.

Pelepasan personel pengamanan pemilu dihadiri langsung oleh Kapolda Lampung, Brigjen Pol Heru Winarko, serta dihadiri oleh Waka Polda Lampung, Irwasda, dan para pejabat utama Polda Lampung.

Dalam sambutannya, Irwasum Mabes Polri Komjen Pol Anton Bachrul Alam mengatakan, para personel ini yang akan menindak setiap gangguan keamanan pada proses pemilihan Caleg dan Cagub. Selain itu juga harus bersikap profesional dalam melakukan pengamanan di lapangan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Pelepasan ini demi terwujudnya tahapan pemilu yang aman, tertib dan lancar. Sehingga pesta demokrasi melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang berkualitas," kata dia, Senin (7/4).

Dikatakannya, personel Polri tersebut akan mengamankan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Gubernur Lampung hingga tanggal 10 April mendatang di semua TPS yang ada di Provinsi Lampung. Selain itu, pasukan Brimob ditempatkan di beberapa TPS yang dianggap rawan kejahatan untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan saat pelaksanaan pemilu.

"Personel Brimob ini, akan melakukan operasi patroli rutin razia, termasuk razia senjata oleh jajarannya diseluruh wilayah yang rawan kejahatan. Jika terjadi tindak kekerasan dan keributan dalam pemilu, para personel Polri harus mengamankan anggota KPU, warga dan berkas-berkas pencoblosan terlebih dahulu kewilayah aman," jelas dia,

Sementara Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih menuturkan, dalam pengamanan TPS pada operasi Mantap Brata Krakatau dan mantap Praja Krakatau 2014 Polri bersifat netral.

"Satu TPS diamankan dua anggota kepolisian dan ditambah dari Linmas," kata dia.

Perincian personel yang disiagakan: dari Polres Lampung selatan sebanyak 353 personel, Polres Lampung Utara 118 personel, Polres Lampung barat 30 personel, Polres Lampung timur 149 personel, Polres Lampung tengah 383 personel, Polres Tanggamus 160 personel, Polres Metro 40 personel, Polres Tulangbawang 174 personel, Polres Waykanan 58 personel, dan Polres Mesuji sebanyak 59 personel.

"Personel Polda yang akan melaksanakan BKO di Polres jajaran, sudah dibekali dengan dukungan anggaran serpras PAM TPS dan sarana transportasi. Sehingga saya yakin dan percaya seluruh personel Polda maupun polres jajaran, mampu melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan berdedikasi dalam pelaksanaan tugas,"ujar Sulis, Senin (7/4).

Sulis menjelaskan, kepada personel yang bertugas, segera berkoordinasi dengan Kapolres, Kapolsek setempat. “Bila perlu dilakukan pengawalan surat suara yang belum tiba di TPS, dan berikan pengawalan terhadap kotak suara maupun surat suara yang sudah selesai di rekap di masing-masing TPS. Pastikan logistik pemilu tersebut aman sampai di PPK dan dilakukan pengamanan lanjutan,"jelas mantan Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda ini.

Sulis menambahkan, Polri juga harus menghindari tindakan arogan, pelanggaran maupun penyimpangan. “Sebagaimana yang telah digariskan oleh Pimpinan Polri. Pihak Polda Lampung dan masyarakat mengharapkan pelaksanaan pemilihan anggota legislatif dan pemilihan Gubernur di Provinsi Lampung dapat berjalan aman dan nyaman," tandasnya.

Saturday, April 5, 2014

Debat Kandidat Pilgub Lampung; Alzier Membuat Suasana Debat Jadi Cair

Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

Bandarlampung--Suasana debat antar pasangan cagub-cawagub Lampung, di Hotel Marcopolo, Bandarlampung, siang tadi (5/4) berlangsung seru. Sitiasi sempat memanas ketika pasangan Herman HN-Zainudin Hasan bertanya kepada pasangan Ridho Ficardo tentang apakah tunjangan untuk para PNS selama ini sudah cukup atau belum.

Para pendukung Ridho mulai menyoraki Zainudin karena cawagub adil Menteri Zulkifli Hasan itu kurang puas dengan jawaban yang diberikan Ridho. Namun. moderator segera menengahi maka suasana langsung mencair kembali.

Suasana riuh juga terjadi saat Berlian Tihang yang berpasangan dengan Muklis Basri menanyakan kepada Alzier Dianis Thabranie-Lukman Hakim tentang apakah usaha pemerintah daerah untuk menekan TKW agar tidak mengirimkan TKW ke Arab Saud.

Awalnya Alzier mempersilakan Lukman  Hakim yang menjawab. Suasana menjadi riuh ketika Alzier mengungkapkan guyonan tentang ‘sawah.

Menurut.  Alzier, selama ini memang para TKW banyak mmbawa devisa bagi Indonesia bahkan di Sidomulyo mereka bisa membelikan sawah untuk para suami di kampungnya sedangkan, sementara sawah yang lain menurut Alzier justru digarap oleh majikan di Arab. Sontak saja semua penonton tertawa terbahak- bahak mendengar jawaban tersebut.

Setelah debat kandidat usai, acara dilanjutkan dengan penandatanganan dekralasi damai cagub Lampung 2014. Selain empat pasang cagub-cawagub, Kapolda Lampung, Ketua KPU Lampung, dan Ketua Bawaslu Lampung juga menandatangani pernyataan deklarasi tersebut.

Ratusan pendukung empat pasangan cagub yang tidak dapat masuk kedalam ruangan debat cukup tertib dan teratur berada diluar dengan melihat melalui televisi. Ratusan polisi juga menjaga acara debat agar tertib dan aman.

Friday, April 4, 2014

Debat Kandidat Cagub-Cawagub Lampung: Semua Pasangan Tampil Percaya Diri




Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

Bandarlampung.com--
Acara Debat Kandidat Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur Lampung 2014-2019, digelar KPU Lampung, di Hotel Marcopolo,Bandarlampung, Sabtu siang (5/4).

Acara yang dihelat bersamaan dengann deklarasi Pemihan Gubernur Damai dihadiri semua pasangan cagub-cawagub Lampung, yakni Berlian Tihang-Mukhlis Basri, Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Herman HN-Zaenudin Hasan, dan Alzier Dianis Thabranie-Lukman Hakim.

Menurut Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono debat kandidat merupakan salah satu bagian kampanye kandidat. "Ini sesuai  dengan peratutan KPU no 4/2010. Dengan adanya debat kandidat cagub-cawagub yang memaparkan visi misi akan menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih pemimpin Lampung 5 tahun ke depan," kata Nanang, saat memberikan sambutan.

Pengamanan ketat dilakukan aparat Polres Bandarlampung, dengan mengerahkan lebih 200 personel. Hanya pengunjung yang membawa undangan yang bisa masuk ke tempat acara. Wartawan yang tidak membawa undangan terpaksa tertahan di luar gedung.

Pada saat memasuki ruangan debat, pasangan Berlian-Mukhlis, yang mengenakan baju bergaris-garis merah-putih  menyapa pendukungnya dengan elegan. Ridho-Bachtiar yang  mengenakan kemeja hijau dengan didampingi empat  pengawal  berpakaian safari hitam juga menyapa pendukungnya dengan senyum khasnya.

Pasangan cagub no urut 3,  Herman-Zainnudin yang memakai jas lengkap dan menyapa pendukungnya dengan semangat. Sementara itu, pasangan nomor urut empat Alzier-Lukman yang mengenakan batik pun tidak kalah semangat  juga menyapa pendukungnya.

Debat kandidat calon gubernir dan wakil gubernur Lampung Periode 2014 - 2019 dimoderatori akademikus Unila Dr. Wahyu Sasongko S.H., M.H. dan pengacara Dr. V Saptarini, S.H, M.M. Sedangkan panelisnya adalah Prof Dr Ir San Afri Awang Msc, Ir..Mintarsih Adimiharja, Msc Phd, dan Prof.Dr. Sahala S.P. Panjaitan, Msc.

Dalam debat kandidat ada tiga tahapan yaitu penyampaian visi misi cagub, debat panelis, dan debat antarpasangan cagub.

Saturday, March 29, 2014

Sebelum Bertolak ke Jakarta, Jokowi Tinggalkan Pesan untuk Warga Lampung

Jokowi dan Berlian Tihang (teraslampung.com)

Bambang Satriaji/Teraslampung.com

Jakarta—Menjadi juru kampanye PDIP dalam kampanye terbuka di Kabupaten Lampung Timur dan Tulangbawang, Sabtu pekan lalu (22/3) ternyata Jokowi memberikan pesan khusus kepada para kader dan simpatisan PDIP di Lampung.

Pesan khusus yang ditulis pada secarik kertas dengan tulisan tangan Jokowi itu berisi ajakan  agar para kader dan simpatisan PDI bergotong dan bekerja keras untuk memenangkan PDIP dan pasangan cagub-cawagub Berlian Tihang-Mukhlis Basri dalam pemilu dan pilgub 9 April mendatang.

“Pesan itu ditulis Jokowi di ruang tunggu Bandara Radin Inten II, menjelang beliau bertolak ke Jakarta, seusai kampanye. Saat itu, di ruangan itu hanya ada ketua DPD PDIP Lampung. Pak Jokowi meminta agar seluruh kader dan simpatisan PDIP mendukung agar Berlian Tihang-Mukhlis Basri memenangi pilgub Lampung agar terjadi perubahan nyata,” kata sumber teraslampung.com yang dekat dengan Jokowi.

Dwi Munthoha, salah seorang relawan Jokowi, membenarkan adanya pesan khusus tersebut. Namun, kata Munthoha, masih banyak kader dan simpatisan yang belum tahu pesan tersebut. “Makanya, dalam waktu 1-2 hari ini kami akan segera sosialisasikan pesan khusus tersebut. Diharapkan pesan tersebut akan menjadi penyemangat bagi pendukung Berlian Tihang-Mukhlis Basri untuk berjuang keras agar Berlian dan Mukhlis menang dalam pilgub 9 April mendatang.


Munthoha mengaku tidak tahu persis mengapa pesan itu tidak langsung saja disampaikan kepada Ketua DPD PDIP Lampung Sjachroedin ZP atau pengurus PDI lainnya.

Meskipun tidak mengizinkan teraslampung.com mengambil gambar pesan Jokowi yang ditulis tangan di atas secarik kertas, Munthoha membolehkan teraslampung.com untuk mencatat isi pesan tersebut.

Berikut teks pesan tulisan tangan Jokowi untuk kader dan simpatisan  PDIP serta warga Lampung secara umum:

Saya Jokowi, mengajak Bapak/Ibu dan Saudara-saudara di Lampung untuk bekerja keras, kompak bergotong royong demi menciptakan Lampung Maju, dengan cara memenangkan PDI Perjuangan dan sekaligus memenangkan calon gubernur-wakil gubernur Berlian Tihang-Mukhlis Basri.

Tetap rendah hati. Jangan terlena dan tetap bekerja keras. Jangan lupa 9 April 2014, pilih PDI Perjuangan, coblos Berlian-Mukhlis.

Bandarlampupung, 22 Maret 2014

Jokowi

Pilgub Lampung: KPU Pringsewu Kebut Pelipatan Surat Suara


Adi Nur Pracoyo/Teraslampung.com

Pelipatan surat suara pilgub di gudang KPU Pringsewu (teras)
Pringsewu—Surat suara pemilihan  Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, untuk Kabupaten Pringsewu, pada  Sabtu  pagi  (29/3) mulai dilipat. KPU Pringsewu berusaha menyelesaikan pelipatan surat surat suara tersebut agar pendistribusiannya tidak  terlambat.

Pelipatan surat suara dilakukan oleh  50 orang yang terdiri atas para ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar gudang KPU Pringsesewu.

"Kami targetkan semuanya segera beres dalam beberapa hari mendatang sehingga siap didistribusikan ke KPPS dan TPS-TPS pada 9 April 2014," kata anggota  KPU Pringsewu yang membawahkan Pokja Logistik Pilgub Lampung, M. Ilham, Sabtu (29/3).

Ilham  menuturkan, surat suara pilgub sebanyak  313.715 lembar tiba di Pringsewu pada Jumat dini hari (28/3) sekitar pukul 03.40.

“Kami langsung berkoordinasi untuk melakukan pelipatan. Sehari sebelumya  kami menerima  1.005 kotak suara  berikut gembok dan tali. Juga Formulir C lengkap sejumlah  1.002 lembar,” kata Ilham, Sabtu, 29 Maret 2014. (N. Andoyo) 

KPUD Mesuji Bantah Warga Moro-Moro tak Punya Hak Pilih dalam Pilgub


Syailendra Arif/Teraslampung.com

Mesuji—Ketua KPUD Kabupaten Mesuji, Novi Ramadona, membantah informasi yang menyebutkan warga Moro-Moro hanya boleh ikut pemilu legislatif dan tidak berhak ikut mencoblos dalam pemilihan gubernur pada 9 April mendatang. Menurut Novi, yang tidak boleh mencoblos pada pilgub adalah warga luar Lampung yang mencoblosnya pindah atau menumpang mencoblos di TPS Mesuji.

“Ini masalah miskomunikasi saja sehingga informasi jadi simpang siur. Hak politik bagi warga Moro-Moro tetap diberikan. Itu yang menjadi komitmen KPU Lampung dan juga komitmen kami,” kata Novi Ramadona, Sabtu (29/3).

Menurut Novi yang tidak boleh mencoblos di Moro-Moro dan di wilayah Mesuji lainnya adalah terutama para sopir  dari luar Lampung yang menoblosnya akan pindah ke TPS di  Mesuji.

“Mereka boleh mencoblos untuk empat kotak suara saja, yaitu  caleg DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten /Kota, sementara untuk pilgub tidak boleh Mereka bisa mencoblos di Mesuji setelah mengurus formulir model A-5 (surat keterangan pindah memilih) dari Panitia Pemungutan Suara (PPS)," ujarnya.

Di Kampung Moro-Moro sendiri tidak ada TPS dalan pencoblosan nanti. Sebanyak 2.335 calon pemilih dari Moro-Moro mencoblos di TPS yang terdekat dengan kampung mereka di luar kawasan hutan Register 45 Sungai Buaya. Yaitu di Kampung Buko Poso dan Gedung Boga Kecamatan Way Serdang.

Ribuan warga Moro-Moro tersebut selama ini tinggal di kawasan hutan Register 45 Sungai Buaya, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji. Karena sering disebut sebagai perambah dan tidak mendapatkan kartu tanda penduduk dari Pemkab Mesuji, pada Pemilu 2009 mereka tidak bisa menyalurkan aspiranya. Anehnya, pada Pemilu 2004 warga Moro-Moro memiliki hak pilih.


Berita terkait: Warga Moro-Moro Tidak Ikut Pilgub

Friday, March 28, 2014

Warga Moro-Moro tidak Ikut Pilgub


Syailendra Arif/Teraslampung.com

Eko Badai
Mesuji—Persatuan Petani Moro-Moro Way Serdang (PPMWS) mempertanyakan akurasi terkait kepastian hak pilih mereka. Humas PPMWS, Eko Badai, mengaku beberapa waktu lalu pihaknya mendapat penjelasan dari Komisoner KPU Firman Seponada bahwa warga Moro-Moro bisa ikut memilih dalam pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan gubernur (pilgub) pada 9 April 2014 mendatang.

"Tapi hari ini kami mendapatkan informasi dari Panitia Pemungutan Puara (PPS) Gedung Boga, tempat kami mencoblos, kami hanya akan memilih untuk pileg, tapi untuk pilgub tidak," katanya.

Eko mengaku informasi itu sangat membingungkan "Masa sih KPU Lampung dan KPU Mesuji berbeda,mereka kan satu lembaga," kata Eko.

Eko menyayangkan KPU Mesuji yang tidak proaktif agar warga Moro-Moro bisa memiliki hak pilih dalam pemilu dan pilgub.

“Sejak awal tidak pernah ada sosialisasi dan pendidikan pemilih, padahal Pemilu 2014 adalah pemilu pertama yang akan kami ikuti, tentu ada perbedaan-perbedaan di tata cara memilih. Kami berharap KPU bisa memberikan penjelasan yang benar sehingga tidak simpang siur, karena bagaimanapun KPU adalah penyelenggara pemilunya," kata Eko.

Di Pasar Dwikora, Mukhlis Basri Menyamar Sebagai Petani Rampai

Mukhlis di Pasar Dwikora, Lampung Utara

Lampung Utara--Calon wakil gubernur Lampung  Mukhlis Basri, Jumat (28/03) mengujungi  pasar Dwikora Kecamatan Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara. Mukhlis memulai kunjungannya  dengan bercanda  dengan para pengunjung dan pedagang di pasar yang didominasi oleh suku Semendo itu.

Mukhlis mengaku  saat ini bukan Bupati Lampung Barat melainkan petani rampai yang sedang mencalonkan diri menjadi wakil gubernur Lampung.

"Aku ni bukan Bupati Lampung Barat, aku ini petani rampai yang hendak jadi wakel gubernor Lampung, make aku ke sini  nak minta tolong dulur-dulur dan kance-kance segale supaye dukung dan pilih Berlianmu nomor urut 1 di pilgub 9 April 2014 kagek," ujarnya dalam bahasa Semendo.

Candaan sekaligus permohonan Mukhlis itu direspon positif oleh pedagang dan pengunjung pasar dengan meneriakan " Hidup Mukhlis... Hidup Mukhlis"  dan dibalas oleh mukhlis dengan kalimat Alhamdulillah..

Pada kesempatan itu Mukhlis  menyoal situasi masyarakat saat ini yang dinilainya bertambah sulit. Dia juga mengimbau kepada warga jika ada pasangan cagub-cawagub Lampungr yang membagi-bagikan uang dan sembako untuk diambil.

"Ndak ape-ape ambek bae itu rezeki, tapi biasonyo wong suka ngenjuk nak balekannyo," katanya.

Menurut dia, saat mencalonkan diri di Jakarta, Jokowi tak pernah membagi-bagikan uang dan sembako. Tapi mantan Kali Kota Solo itu tetap terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. "Belum 100 hari tapi masyarakat sudah punya kartu pintar dan sehat sehingga tidak perlu khawatir tanpa adanya keraguan akan pembangunan di wilayah tersebut," ujarnya.

Sebab  itu,  Mukhlis mengaku  tidak perlu takut meskipun banyak yang sudah membagi-bagikan sembako, uang dan lainnya.

"Saya yakin masyarakat akan semakin cerdas dalam menentukan pilihan pemimpin," kata dia. Kemudian rombongan melanjutkan 'blusukan' ke Pasar Bukit Kemuning serta sholat berjamaah di Masjid Agung Baiturrahman kecamatan setempat. (Z. Mutaqin)

Thursday, March 27, 2014

Ratusan Ribu Surat Suara Pilgub Disimpan di Rumah Penduduk, Bawaslu akan Klarifikasi ke KPU Tanggamus

Fatikhatul Khoiriyah
Adi Nur Pracoyo,Siti Qodratin /Teraslampung.com

Bandarlampung—Sebanyak 464 ribu surat suara pemilihan gubernur Lampung yang ada di 116  ditemukan berada di rumah warga Kotaagung, Kabupaten Tanggamus. 

Ratusan dus itu disimpan di rumah rumah Sugiono, warga Dusun Talang Aman, Desa Umbul Buah,Kecamatan Kotaagung Timur,Kabupaten Tanggamus. Menurut aturan, ratusan ribu surat suara itu disimpan di gudang KPU Tanggamus, yang jaraknya sekitar satu kilometer dari kantor KPU.

Fatikhatul Khoiriyah, Ketua Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Lampung, mengatakan pihaknya akan meminta klarifikasi temuan tersebut. Menurut dia, seharusnya surat suara itu disimpan di gudang KPU.

“Di rumah itu ada 464 ribu surat suara dikemas dalam 116 dus dengan perincian satu dus berjumlah 4.000 surat suara. Kami khawatir, surat suara itu disalahgunakan. Jadi tidak ada alasan bahwa rumah itu steril,” kata Fatikhatul.

Ketua KPU Tanggamus, Yusro, mengatakan rumah milik Sugiono memang sudah disewa oleh KPU Tanggamus untuk menyimpan surat suara pilgub Lampung.

“Kami memang menyewa rumah itu. Kami yakinkan bahwa rumah itu steril. Tidak ada alasan lain selain karena gudang kami sudah tidak cukup untuk  menyimpang logistik pemilu dan pilgub. Gudang KPU Tanggamus sudah tidak bisa menampung logistik pilgub dan pileg. Makanya, kami menyewa rumah penduduk,” kata Yusro.

Sementara itu di Kota Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu, ribuan kotak suara milik KPU Kota Jayapura yang disimpan di gudang penyewaaan hilang. Kotak suara yang nilainya ratusan juta rupiah itu dijual oleh pemlik gudang. Hingga kini penjual kotak suara tersebut masih berstatus buron.