Showing posts with label Pilgub bertabur gula. Show all posts
Showing posts with label Pilgub bertabur gula. Show all posts

Friday, March 14, 2014

Lagi Gula Putih Diduga untuk 'Money Politic' Pilgub Lampung Ditemukandi Lamtim

Bingkisan gula jelang Pilgub
Lampung Timur, Teraslampung.Com—Berton-ton gula bertebaran di sejumlah tempat di kota dan kabupaten di Provinsi Lampung menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung. Setelah di Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, dan Kota Bandarlampung, kini giliran Kabupaten Lampung Timur.

Pembagian bingkisan gula milik salah satu calon gubernur Lampung merambah hampir di seluruh Lampung Timur. Warga mengaku sudah menerima pembagian bingkisan gula tersebut. Sementara panitia pengawas (Panwas) Pemilu setempat sudah menerima laporan tertulis dari panwascam.

Menurut petugas panwascam, bingkisan gula tersebut secara terang-terangan dilakukan salah satu tim pemenangan cagub. Dalam bingkisan gula tidak tersebut,  hanya ada pesan bahwa pemberi gula itu dari salah satu cagub Lampung berbaju biru.

Pembagian gula gratis ini sebenarnya pernah dilakukan saat sosialisasi dan pengenalan cagub dan cawagub  pada Kamis 13 Februari 2014 lalu di Desa Karya Makmur, Kecamatan Labuhan Maringgai.

Ketua Panwas Lampung Timur Muhammad Teguh meminta seluruh anggota pengawas dari tingkat kabupaten, panwascam, sampai panitia pengawas lapangan ( PPL) bekerja maksimal dalam pengawasn pemilu maupun pilgub.
 
Paket Gula di Kotabumi
Sementara itu, gula tak bertuan juga menyerbu Lampung Utara. Salah satu ketua RT di Kelurahan Tanjung Aman mendapat bingkisan gula untuk dibagi-bagikan kepada warga setempat.

Tidak dijelaskan berapa banyak bingkisan gula yang diterima tiap ketua RT. Bingkisan gula itu juga langsung dibagi-bagikan. “Saya kebagian dua paket,” kata Ibu Yuli, warga Tanjung Aman, Kotabumi, Lampung Utara.

Baca Juga: Gula Putih itu Masih Menunggu Tuannya
Berita Terkait: Di Panjang dan Sumur Putri, 14 Ton Gula Dititpkan di Rumah Penduduk
Berita Terkait: Hanru Pilgub, Hantu Pileg

Wednesday, March 12, 2014

Gula Putih Itu Masih Menunggu Tuannya

Sebagian dari 10 ton  gula putih yang disimpan di kantor Panwaslu Kota Bandarlampung. (teraslampung.com/Lina)
Mas Alina Arifin/Teraslampung.com


Bandarlampung—
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandarlampung, Akhmad Hidayat, mengatakan pihaknya masih menunggu pemilik 10 ton gula putih hasil temuan di rumah seorang warga Kelurahan Sumur Putri yang diduga terkait dengan pemilihan Gubenur Lampung.

Menurut Akhmad, Panwaslu akan sangat hati-hati menyikapi temuan gula putih berkat partisipasi warga itu. Sebab itu, meskipun memberikan kesempatan kepada pemilik gula untuk mengambil kembali gulanya, tetapi ada syarat yang dipenuhi.

“Syaratnya, yanh mengaku sebagai pemilik gula harus punya bukti bahwa itu adalah gula putih miliknya,” kata Akhmad di Bandarlampung, Kamis (13/3).

Akhmad tidak begitu yakin pemilik gula atau orang yang menitipkan gula kepada seorang warga Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung akan terus terang mengaku gula putih itu sebagai miliknya.

“Karena jumlahnya sangat banyak, kami harus mengamankannya di kantor Panwaslu. Ada aparat keamanan juga yang menjaganya,” ujarnya.

Gula putih sebanyak 10 ton itu kini ditumpuk di dua gunang (atau lebih tepatnya kamar—red) kantor Panwaslu Bandarlampung di Jl. Rasuna Said Bandarlampung. Gula tersebut sudah dikemas di dalam plastik masing-masing berukuran 1 kg.

Kemasan gula putih itu kemudian dipak dalam banyak kardus. Ketika ditumpuk di kantor Panwaslu Bandarlampung, gudang atau kamar jadi tampak sesak oleh tumpukan kardus. cokelat penuh gula putih.

Sebelumnya, Panwaslu Kota Bandarlampung  pada  Rabu (12/3) pukul 17.00 WIB, Panwas Kota Bandar Lampung juga mengamankan 10 ton gula dari rumah warga , Rohim, warga RT 2 Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung.

Gula putih sebanyak 10 ton itu diamankan setelah seorang warga bernama Rohim melaporkan ke Panswas Kecamatan Telukbetung Utara tentang adanya gula putih yang dititipkan pada rumah Rohim.  Rohim melapor ke Panwascam karena merasa ketakutan.

Rohim yang selama ini tidak pernah berbisnis gula tiba-tiba ditemui seseorang yang akan menitipkan gula putih. Orang yang menitipkan gula sebanyak 10 ton itu memberi uang jasa kepada Rohim sebesar Rp 250 ribu.

Berita terkait: Di Kecamatan Panjang dan Kelurahan Sumur Putri 14 Ton Gula Putih Dititipkan di Rumah Penduduk