Showing posts with label Gila Pilgub Lampung dengan taburan gula putih. Show all posts
Showing posts with label Gila Pilgub Lampung dengan taburan gula putih. Show all posts

Sunday, April 6, 2014

Panwaslu Lampung Selatan Sita Satu Ton Gula Putih Siap Edar

Sebanyak satu ton gula putih disita Panwaslu Lampung Selatan. (Foto dok rajabasanews)
Kalianda, teraslampung.com--Lagi, gula putih dalam jumlah banyak beredar menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilihan Gubernur Lampung. Kali ini, kasus penemuan gula pasir terjadi di Lampung Selatan, tepatnya di Desa Sidomukti,Kecamatan Candipura, Lampung Selatan.Gula putih sebanyak satu ton itu kini disita Panitia Pengawas Pemilu Lampung Selatan.

Adanya gula putih yang diduga kuat berkaitan dengan Pileg dan Pilgub itu diketahui pada Kamis lalu (3/4/2014). Tim sukses salah satu cagub Lampung menitipkan satu ton gula putih di rumah warga di Candipuro. Sebelum gula dibagikan kepada warga, Panwaslu bersama anggota kepolisian Lampung Selatan berhasil mengamankannya.

Gula putih yang akan  dibagikan kepada warga Kecamatan Candipuro berisi 112 kardus. Tiap kardus berisi tujuh kemasan gula putih seberat masing-masing 1 kg/kemasan.Seperti kasus serupa sebelumnya yang terjadi di Kota Bandarlampung, Panwas setempat juga tidak bisa menyebutkan siapa pemilik gula tersebut. Panwas juga tidak bisa menyimpulkan apakah gula putih itu ada kaitannya dengan money politic menjelang Pileg dan Pilgub atau tidak.

” Kami tidak bisa menyebutkan siapa pemilik gula tersebut. Karena kami belum mempunyai bukti yang cukup kuat ” kata Pauzi, S.H., Ketua Panwas Lamsel,sebagaimana dilansir rajabasanews.com, Minggu (6/3).

Sebelumnya, informasi tentang penyitaan gula putih sudah beredar di jejaring  media sosial Twitter sejak Sabtu (5/4). Bahkan, di Twitter disebutkan juga pelakunya.

Berita Terkait: Bawaslu Panggil Tim Pmeenangan Ridho

Baca Juga: Di Kecamatan Panjang dan Kelurahan Sumur Putri Puluhan Ton Gula Putih Dititipkan di Rumah Penduduk

Friday, March 14, 2014

Lagi Gula Putih Diduga untuk 'Money Politic' Pilgub Lampung Ditemukandi Lamtim

Bingkisan gula jelang Pilgub
Lampung Timur, Teraslampung.Com—Berton-ton gula bertebaran di sejumlah tempat di kota dan kabupaten di Provinsi Lampung menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung. Setelah di Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, dan Kota Bandarlampung, kini giliran Kabupaten Lampung Timur.

Pembagian bingkisan gula milik salah satu calon gubernur Lampung merambah hampir di seluruh Lampung Timur. Warga mengaku sudah menerima pembagian bingkisan gula tersebut. Sementara panitia pengawas (Panwas) Pemilu setempat sudah menerima laporan tertulis dari panwascam.

Menurut petugas panwascam, bingkisan gula tersebut secara terang-terangan dilakukan salah satu tim pemenangan cagub. Dalam bingkisan gula tidak tersebut,  hanya ada pesan bahwa pemberi gula itu dari salah satu cagub Lampung berbaju biru.

Pembagian gula gratis ini sebenarnya pernah dilakukan saat sosialisasi dan pengenalan cagub dan cawagub  pada Kamis 13 Februari 2014 lalu di Desa Karya Makmur, Kecamatan Labuhan Maringgai.

Ketua Panwas Lampung Timur Muhammad Teguh meminta seluruh anggota pengawas dari tingkat kabupaten, panwascam, sampai panitia pengawas lapangan ( PPL) bekerja maksimal dalam pengawasn pemilu maupun pilgub.
 
Paket Gula di Kotabumi
Sementara itu, gula tak bertuan juga menyerbu Lampung Utara. Salah satu ketua RT di Kelurahan Tanjung Aman mendapat bingkisan gula untuk dibagi-bagikan kepada warga setempat.

Tidak dijelaskan berapa banyak bingkisan gula yang diterima tiap ketua RT. Bingkisan gula itu juga langsung dibagi-bagikan. “Saya kebagian dua paket,” kata Ibu Yuli, warga Tanjung Aman, Kotabumi, Lampung Utara.

Baca Juga: Gula Putih itu Masih Menunggu Tuannya
Berita Terkait: Di Panjang dan Sumur Putri, 14 Ton Gula Dititpkan di Rumah Penduduk
Berita Terkait: Hanru Pilgub, Hantu Pileg

Wednesday, March 12, 2014

Gula Putih Itu Masih Menunggu Tuannya

Sebagian dari 10 ton  gula putih yang disimpan di kantor Panwaslu Kota Bandarlampung. (teraslampung.com/Lina)
Mas Alina Arifin/Teraslampung.com


Bandarlampung—
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandarlampung, Akhmad Hidayat, mengatakan pihaknya masih menunggu pemilik 10 ton gula putih hasil temuan di rumah seorang warga Kelurahan Sumur Putri yang diduga terkait dengan pemilihan Gubenur Lampung.

Menurut Akhmad, Panwaslu akan sangat hati-hati menyikapi temuan gula putih berkat partisipasi warga itu. Sebab itu, meskipun memberikan kesempatan kepada pemilik gula untuk mengambil kembali gulanya, tetapi ada syarat yang dipenuhi.

“Syaratnya, yanh mengaku sebagai pemilik gula harus punya bukti bahwa itu adalah gula putih miliknya,” kata Akhmad di Bandarlampung, Kamis (13/3).

Akhmad tidak begitu yakin pemilik gula atau orang yang menitipkan gula kepada seorang warga Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung akan terus terang mengaku gula putih itu sebagai miliknya.

“Karena jumlahnya sangat banyak, kami harus mengamankannya di kantor Panwaslu. Ada aparat keamanan juga yang menjaganya,” ujarnya.

Gula putih sebanyak 10 ton itu kini ditumpuk di dua gunang (atau lebih tepatnya kamar—red) kantor Panwaslu Bandarlampung di Jl. Rasuna Said Bandarlampung. Gula tersebut sudah dikemas di dalam plastik masing-masing berukuran 1 kg.

Kemasan gula putih itu kemudian dipak dalam banyak kardus. Ketika ditumpuk di kantor Panwaslu Bandarlampung, gudang atau kamar jadi tampak sesak oleh tumpukan kardus. cokelat penuh gula putih.

Sebelumnya, Panwaslu Kota Bandarlampung  pada  Rabu (12/3) pukul 17.00 WIB, Panwas Kota Bandar Lampung juga mengamankan 10 ton gula dari rumah warga , Rohim, warga RT 2 Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung.

Gula putih sebanyak 10 ton itu diamankan setelah seorang warga bernama Rohim melaporkan ke Panswas Kecamatan Telukbetung Utara tentang adanya gula putih yang dititipkan pada rumah Rohim.  Rohim melapor ke Panwascam karena merasa ketakutan.

Rohim yang selama ini tidak pernah berbisnis gula tiba-tiba ditemui seseorang yang akan menitipkan gula putih. Orang yang menitipkan gula sebanyak 10 ton itu memberi uang jasa kepada Rohim sebesar Rp 250 ribu.

Berita terkait: Di Kecamatan Panjang dan Kelurahan Sumur Putri 14 Ton Gula Putih Dititipkan di Rumah Penduduk

Di Panjang dan Sumur Putri Bandarlampung, Sebanyak 14 Ton Gula Putih Dititipkan di Rumah Penduduk

Akhmad Hidayat
Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

Bandarlampung—Panwas Kota Bandarlampung Kamis dini hari (13/3) sekitar pukul 00.00 WIB menemukan barang bukti dugaan ‘money politic‘ dalam pemilihan  gubernur Lampung berupa gula putih sebanyak 4 ton di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung.

Menurut Ketua Panwas Kota Bandarlampung Akhmad Hidayat, penemuan gula putiih tersebut berasal dari laporan masyarakat di Ketapang, Panjang, tentang adanya pembagian gula oleh seorang warga.

“Totalnya ada 4 ton gula yang sudah dikemas. Kami meluncur ke lokasi karena adanya laporan dari warga tentang adanya aktivitas pembagian gula,” kata Akhmad.

Sayangnya, begitu anggota Panwas Kota Bandarlampung tiba di lokasi, , tiba-tiba datang  sekelompok massa berjumlah sekitar 30 orang yang dari kelompok Paku Banten mendatangi tempat penyimpanana gula putih tersebut. Mereka mengaku sebaga pemilik gula tersebut dan langsung membawa pulang 4 ton gula putih.

“Saat barang sebanyak 4 ton  diambil oleh  Paku Banten, kami tidak bisa  berbuat apa-apa. Bahkan saat itu kami nyaris bentrok dengan mereka,” jelas Akhmad.

Sebelumnya pada  Rabu (12/3) pukul 17.00 WIB, Panwas Kota Bandar Lampung juga mengamankan 10 ton gula dari rumah warga , Rohim, warga RT 2 Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung.

Menurut Akhmad Hidayat, 10 ton gula putih itu diamankan setelah seorang warga melaporkan ke Panswas Kecamatan Telukbetung Utara tentang adanya gula putih yang dititipkan pada rumah Rohim.  Rohim melapor ke Panwascam karena merasa ketakutan.

 “Gula putih itu sudah dititipkan ke kantor Panwas Kota Bandar Lampung sebanyak 10 ton yang sudah dikemas masing-masing kemasan seberat sekitar 1 kg,” kata Akhmad.

Akhmad menuturkan, warga curiga gula sebanyak itu dititipkan di rumah Rohim. Sebab, Rohim tidak memiliki gudang dan tidak biasa bisnis.

“Rohim mengaku bahwa dia dititipi oleh seseorang gula 10 ton. Orang yang menitipkan gula itu sambil memberikan  uang kepada sebesar Rp 250 ribu,” kata Akhmad.

Menurut Akhmad, barang bukti gula putih tersebut dititipkan  ke kantor Panwas, atas saran dari pihak kepolisian. Polisi mensinyalir gula tersebut berkaitan dengan hajat politik di Lampung (pemilihan gubernur pada 9 April 2014 mendatang), sehingga menyarankan ditaruh di kantor Panwas.

“Kami masih menyelidiki soal hubungan temuan gula putih tersebut dengan aktivitas pencalonan salah satu Cagub yang akan dipilih pada 9 April mendatang. Kami akan mengkajinya lebih dulu. Untuk itu, perlu  kejelasan dari pihak pemilik gula,” kata Akhmad Hidayat.

Akhmad mengaku sampai sekarang belum ada orang yang mengaku sebagai pemilik gula sebanyak 10 ton tersebut. “Kalau ada yang punya bukti bahwa itu adalah gula putih miliknya, dapat mengambil di kantor Panwas dengan menunjukkan bukti kepemilikan barang itu kepada Panwas,” kata dia.

Sampai sejauh ini, menurut Akhmad, Panwaslu Kota Bandarlampung belum menyimpulkan bahwa 10 ton gula yang ditemukan di Kelurahan Sumur Putri dan di Panjang muaranya pada upaya pemenangan salah satu calon gubernur Lampung.

“Kami belum melakukan analisis sampai ke konteks pelanggaran pilgub. Yang pasti, modus di Kelurahan Sumur Putri dan di Panjang sama,” kata Akhmad.